NovelToon NovelToon
LOVE SON OF THE RULER

LOVE SON OF THE RULER

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:223.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: kan

Lanjutan novel SON OF THE RULER (S 1 & 2).



Cinta mempersatukan mereka untuk menjalani kehidupan yang disebut rumah tangga.


Kisah cinta romantis empat putra penguasa yang memiliki sisi gelap, yang sama sekali tidak di ketahui oleh masing-masing pasangan mereka.



"Kehidupanku penuh dengan rahasia, dan hanya bisa diketahui oleh beberapa orang tertentu. Aku tidak akan membuat keluarga kecilku ikut didalamnya, cukup aku saja," Revan Li.


"Jauh dari istri membuat aku belajar akan pentingnya kepercayaan, berbeda dengan orang yang LDR. Saling mempercayai adalah bagian penting untuk sebuah hubungan bertahan hingga maut memisahkan." Revin Li.



"Kehidupan, kematian dan rejeki, ditentukan oleh tuhan. Tapi hubungan yang bertahan hingga maut memisahkan hanya bisa ditentukan dengan kepercayaan satu sama lain." Carlos Sia.



"Penantian membuahkan hasil, jika kita sabar dan teguh dalam menjalaninya. Selesaikanlah masalah itu dengan kepala dingin dan hadapi masalah itu dengan keberanian yang kuat, maka kehidupan yang baik akan selalu bersamamu." Reon Sang.

***

Kisah rumah tangga yang sering kali membawa tawa bagi mereka.


Penasaran yuk liat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERJANJI

Semua orang terdiam mendengar cerita Vivan yang memakaikan benda itu pada suaminya. Namun sedetik kemudian mereka menahan tawa, mengalihkan pandangan ke arah lain agar tak membuat Revin berwajah masam. Tapi terlambat, karena Revin telah memasang wajah masam sejak Vivian bercerita.

"Astaga, Vivian. Bagaimana mungkin kamu bisa melakukan itu sayang?" tanya Ana, mengeleng pelan sambil menoleh pada putranya.

"Tapi kak Revin lucu, Mom. Sumpah, ngga bohong." ucapnya sambil mengangkat tangannya kedua jarinya hingga membentuk huruf V ke hadapan sang ibu mertua.

Ana hanya menganggukkan kepalanya, masih berusaha untuk menahan tawanya.

"Oh iya, kalian sudah dengar kalau hari ini Felisia melahirkan?" tanya Arian tiba-tiba, membuat semua pasang mata menatap padanya.

"Ah, dia belum menelfonku sejak tadi. Jadi aku tidak tahu," ucap Revan, karena tak mendapat telfon dari Carlos sejak pagi tadi.

Arian mengangguk mengerti, lalu menjatuhkan kepalanya di pundak sang istri, membuat Ana yang tengah mengendong Jayden, sedikit tersentak karena ulah suaminya itu.

"Aku jadi rindu dengan Reana," guman Arian yang masih di dengar oleh putra dan menantunya, terutama istrinya.

Revan dan Revin bertukar pandang satu sama lain, seolah bertanya lewat fikiran tentang keadaan adik mereka itu. Karena sejak beberapa bulan yang lalu Reana sangat sulit dihubungi, entah apa yang tengah dikerjakan oleh adik mereka itu.

Di sisi lain, di waktu yang bersamaan.

Seorang wanita berusaha mengatur nafasnya sesuai dengan hal yang dikatakan oleh Dokter, tak lupa dengan sang suami yang berdiri di samping brankar, setia mengenggam erat tangannya sejak beberapa menit yang lalu.

"Ayo sayang, kamu pasti bisa!" ucap Carlos, menatap wajah istrinya yang penuh dengan keringat dan nafas yang tersengal-sengal.

"Ini ... semua ... karena kamu! Coba saja kamu ... pinter nangkap ayamnya ... aku pasti mudah buah lahiran!" ucap Felisia, lalu berusaha mendorong tubuh bayinya yang entah mengapa begitu sulit untuk keluar.

Carlos yang mendengar ocehan istrinya, mengernyitkan alisnya. Apa hubungannya dia yang tak bisa menangkap ayam dengan lahiran? batin Carlos mulai berteriak tak jelas karena ucapan istrinya itu.

Tiga bulan yang lalu.

Felisia duduk manis di sofa, menonton tv bersama dengan Carlos hingga tiba-tiba melihat sebuah iklan di tv besar itu. Wanita hamil itu menelan salivanya kasar, tiba-tiba ia ingin memakan ayam setelah melihat iklan itu. Felisia menoleh pada suaminya yang begitu fokus pada layar laptop sejak tadi.

"Carlos!" panggil Felisia, tapi tak didengar oleh Carlos.

Wanita hamil itu mendegus kesal, menggoyangkan bahu suaminya.

"Apa?" tanya Carlos, yang merasa terganggu dengan istrinya yang terus menggoyangkan bahunya.

"Pengen ayam," ucap Felisia membuat Carlos mengernyitkan alisnya.

"Ayam apa?" tanya Carlos.

"Ih, ayam goreng lah!" kesal Felisia, mengembulkan pipinya.

Carlos yang mendengar hal itu ber-oh riah tanpa suara, segera meletakkan laptopnya di atas meja untuk segera bangkit dari duduknya memasuki dapur dan menyiapkan makanan keinginan istrinya. Tapi sebelum ia berhasil melangkahkan kakinya, sebuah tangan sudah lebih dulu menarik baju koas biru tua yang ia kenakan.

"Apa?" tanya Carlos, menoleh pada Felisia.

"Aku mau kamu yang tangkap ayamnya sendiri di peternakan!" ucap Felisia, lebih tepatnya perintah.

Carlos melongo mendengar hal itu, hingga mulutnya sedikit terbuka karena terkejut. Menangkap ayam sendiri di peternakan secara langsung? Yang benar saja.

Tiga puluh menit kemudian.

Di sinilah Carlos, berdiri dengan raut wajah datarnya menatap begitu banyak ayam di hadapannya. Ia menoleh ke belakang, menatap sang istri yang kini mengacungkan jempol ke arahnya. Carlos menghela nafas kasar, mengangkat kakinya melangkahi sebuah pagar yang tidak terlalu tinggi.

Carlos berdiri tegap, menatap ayam yang begitu banyak tengah mematuk tanah, lebih tepatnya makanan yang sengaja diberikan oleh sang pemilik peternakan agar membuat Carlos mudah menangkap salah satu ayam itu.

Carlos mulai melangkah sambil sedikit membungkukkan badannya, mengejar berapa ayam yang berlari menjauh darinya. Sekuat dan sekeras apapun ia berlari, sang ayam tetap bisa menghindarinya.

Felisia terdiam melihat tingkah kejar-kejaran sang suami dengan para ayam itu, yang selalu berhasil meloloskan diri. Ia menoleh pada pria paruh baya di sampingnya, yang merupakan pemilik peternakan.

"Em, pak. Cara menangkap ayam seperti itu, ya?" tanyanya sambil menunjuk ke arah suaminya yang belum juga menangkap satu ekor ayam.

Pria paruh baya itu hanya tersenyum canggung dan terkejut saat tiba-tiba mendengar suara Carlos, seketika mereka berdua menoleh dan terkejut melihat Carlos yang terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurap.

"Ya Tuhan!" pekik Felisia, tak percaya dengan hal yang ia lihat.

"Argh! Ayam sialan! Berhenti mematukku!" teriak Carlos berusaha bangkit saat para ayam itu mulai menggila dan mematuk tubuhnya. "Argh! sialan!"

Hal itu menjadi pengalaman terburuk Carlos, dan sampai akhir ia tak dapat menangkap satu ekor ayam, membuat Felisia mogok bicara padanya selama 3 jam.

***

Felisia masih berusaha mendorong tubuh bayinya agar segera keluar, tiba-tiba ia melepaskan genggaman tangannya pada tangan suaminya, beralih menjambak rambut lebat Carlos.

"ARGH! AKU TIDAK AKAN MEMINTA SUAMIKU MENANGKAP AYAM LAGI, JADI KELUARLAH SAYANG!" teriak Felisia, menarik keras rambut suaminya, tak peduli pada suaminya yang berteriak.

Bersamaan dengan hal itu, terdengar suara bayi yang menangis dengan keras membuat Carlos terdiam seketika, menoleh ke arah dokter yang kini mengendong tubuh bayi yang penuh dengan darah.

Carlos tersenyum senang, menatap istrinya yang perlahan-lahan melepaskan jambakan di rambutnya dengan nafas yang tak beraturan dan keringat membanjiri keningnya.

"Kalau saja dari tadi kamu menjambak rambutku, pasti dari tadi dia sudah keluar." ucap santai Carlos dengan senyum di wajahnya.

PLAK!

Felisia menampar wajah suaminya itu, sedang orang yang ditampar hanya terkekeh, tak peduli dengan rasa panas di pipinya.

***

Pukul 4 sore, Negara A.

Vivian berjalan pelan memasuki sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumahnya, membeli sesuatu sekaligus membeli susu untuk keponakannya. Sebelum meninggalkan rumah, ia sudah lebih dulu meminta izin pada sang kakak ipar yang berada di rumah sambil menjaga Jayden, sedang Revan pergi membantu Revin menyelesaikan beberapa masalah di perusahaan.

Vivian berjalan dengan susah payah di dalam minimarket itu, sebenarnya ia bisa saja memakai mobil diantar oleh sang supir yang telah disediakan oleh kakak iparnya, tapi mengingat jika dirinya sudah sangat lama tidak jalan-jalan di sore hari membuat ia memutuskan untuk berjalan kaki.

Setelah mengambil semua barang-barang yang ia inginkan, Vivian pun berjalan mendekati kasir, membayar belanjaan lalu keluar dengan satu gresek sedang di tangannya.

Vivian berjalan semakin menjauh dari minimarket dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya, hingga tiba-tiba sebuah tangan membekap hidungnya dengan saputangan yang membuat ia perlahan-lahan kehilangan kesadarannya.

1
Salsha Bila Maharani
pingin kisan rhena thor
ningnong
judulnya apa thor
Wita Arym
Apakah it reana
Umi Rahmawati
pas baca eps ini,,,, ya allah sedih banget ,, sampek nangis,,,,, untung bacanya di kamar,,,, jdi kagak tahu p. suami kalau lagi nangis
Ita Nusta Mega
noveltoon dong thor
Ita Nusta Mega
Aku ga sanggup ngebacanya thor...aku ga ikhlas Ana meninggal...😭😭😭... sedikit kecewa...
Ita Nusta Mega
makin lucu ... guemmmeeeessss Ama author nya...😅😅😅💪
onalis
kasih tau dong thor judul nya ap
Nurul84837058
msh blm ikhlas anna meninggal suka gamon kalo liat arian:(
Erlin
jadi baper.. habis dech tissue 1 kotak.. mantul thoor sdh bikin baper
Erlin
wkwkwk
Defe
udah ad belum novel Jaydennya thor???
Yu Ye
Kok ra ia mcm kurang perhatian sama anak ya ya tor
Jepilopez
Jgn di tamatin thor
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Maria Ina Tapo
thor novel jayden judulnya apa yah
Herfina Fina: authornya nggak mau jawab kayaknya... kita jadi pensaran
total 1 replies
Lyn
ok siap Thor. mari kita ke novel Jayden.
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Nayra Syafira Ahzahra
ok thor.... makasih
Herfina Fina
judulnya apa thor? aku penasaran gimana jayden setelah dewasa... please thor kasih tahu.. aku ngikutin cerita ini dari awal 🙏
Amel Otiek
knp ana mesti di buat mati gk asik
Nadia Farah Dini
cerita nya ini nyambung ya ko aku bingung bacanya yang mana duluan yang disebalah udah punya anak disini baru punya anak jaid bingung aku harus baca yang mana duluan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!