NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuhku

Menikah Dengan Musuhku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:38.3k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Zuri Keilana Wesley adalah putri sulung dari keluarga Wesley.

Gadis naif yang selalu berharap ada yang mencintainya dan menerimanya.

Tepat beberapa hari setelah kekasihnya yang telah ia taksir selama 20 tahun melamarnya, pria itu justru melakukan perbuatan tercela yang tak bisa Zuri maafkan meski ia berlutut memohon ampun.

Ethan Aviel Leon, tunangan Zuri kedapatan telah berselingkuh dengan adik kandung Zuri yaitu Leona Agatha Wesley.

Marah dan sakit hati membawa Zuri pada situasi yang pelik serta rumit.

Dan disaat itulah ia memikirkan balas dendam pada kedua pengkhianat itu dengan membuat perjanjian nikah bersama pria yang paling ia benci yaitu Davian Maverick Junior yang juga sedang diincar oleh Leona adiknya.

Davian dan Zuri sama-sama memiliki kepentingan dalam pernikahan ini.

Akankah pernikahan kontrak itu berubah jadi pernikahan manis atau sebaliknya?

yuk simak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kabar mengejutkan

Keesokan paginya....

Zuri membuka matanya. Sayup-sayup ia mendengar gemericik air di dalam kamar mandi.

Perlahan ia bangkit sembari menahan selimut guna menutupi tubuh polosnya.

Zuri meringis saat ia berusaha menurunkan kakinya dari ranjang.

"Jadi ini rasanya?Tapi kenapa orang-orang begitu sering melakukannya jika sesakit ini" gumamnya.

Kepalanya menoleh kearah jendela yang sedikit tersingkap.

Hangat sinar mentari masuk melalui celah gorden.

"Kau sudah bangun? Mau aku bantu kekamar mandi?" ujar Davian yang muncul dengan lilitan handuk sebatas menutupi bagian bawahnya.

Air menetes dari rambutnya yang basah.

Zuri terdiam sejenak melihat betapa tampannya pria yang telah menguasai tubuhnya semalam.

Panas menjalar dipipinya kala mengingat betapa bergairahnya malam mereka.

Zuri memalingkan wajahnya. Takut ketahuan jika otaknya masih memikirkan kejadian tadi malam.

"Kau mikir apa?" tanya Davian yang entah sejak kapan sudah berada dekat dengan Zuri.

Zuri menahan nafasnya ketika wajah Davian hanya berjarak beberapa senti darinya.

"Haaahhh... enggg...." Zuri menggeleng kuat.

"Ayo bersihkan dirimu... Hari ini kita akan jalan-jalan mengelilingi perkebunan" ujar Davian.

"Kau saja yang pergi... Aku lelah" tolak Zuri.

"Benar kau tidak mau ikut?"

"Ya..."

Davian menegakkan tubuhnya. "Kalau begitu, bagaimana jika kita tidur seharian, sepertinya itu bukan ide yang buruk" ujarnya.

Menyadari akan bahaya, Zuri memegang kuat selimutnya.

"Aku mandi dulu..." ujar Zuri berusaha turun dari ranjang.

Langkahnya sedikit tergesa menuju kamar mandi diiringi tawa Davian yang meledak.

Zuri masih berdiri didepan cermin wastafel.

Jarinya sibuk menghitung banyaknya tanda yang diberikan oleh Davian.

"Dia ini drakula ya... Kenapa banyak sekali?" decaknya.

"Aku melanggar perjanjian kami... Bagaimana jika aku hamil?"

"Zuri.... Kau begitu b*doh!"gumamnya mengetuk kepalanya.

"Sudah tahu kalian hanya nikah kontrak masih saja terperdaya rayuan pria narsis itu..."

Kepalanya tertunduk.

Ribuan ketakutan menari-nari di kepalanya.

Zuri menekan pinggir meja wastafel hingga ujung kukunya memerah.

Setetes air mata jatuh di pipinya. Ia mengutuk ketidakberdayaan dirinya menolak pesona Davian.

"Jangan Zuri... Jangan pernah jatuh cinta padanya...!"

Bahunya bergetar menandakan rasa yang membuncah.

"Ingat tujuan awalmu yang ingin lepas dari keluarga Wesley... jangan pernah melabuhkan hatimu pada Davian... please Zuri... "

Zuri terus berdialog dengan hatinya.

Hampir dua puluh menit dia berada di kamar mandi. Saat ia keluar, tidak ada Davian di setiap sudut kamar.

Zuri menghela nafas lega. Pasalnya ia lupa membawa pakaian ganti karena terburu-buru.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Selamat pagi nona Zuri... tuan Davian menunggu anda di teras belakang untuk sarapan" sapa Joedi saat melihat Zuri turun dari lantai dua.

"Terima kasih Joedi... Aku susul Davian kesana" ujarnya mengarahkan kaki ke tempat yang dimaksud Joedi.

"Ayo sarapan lalu kita keliling sekitar villa" ujar Davian ketika Zuri datang menghampirinya.

Zuri menarik kursi dan duduk tenang sembari menikmati teh hijau favoritnya.

"Makan yang banyak agar tenagamu pulih" ujar Davian meletakkan sepotong sandwich keatas piring Zuri.

Wajah Davian nampak begitu tenang seolah tidak pernah terjadi sesuatu pada mereka tadi malam.

Zuri memakannya tanpa protes sambil sesekali mencuri pandang pada Davian.

Sesuai ucapan Davian tadi, kini keduanya sedang menikmati udara sejuk sekitaran villa.

Zuri menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya.

"Jangan kau hirup semuanya... sisakan juga untukku" ujar Davian yang berdiri di samping Zuri.

Zuri tak membalas candaan Davian yang garing itu. Ia sibuk mengagumi pesona alam yang selalu membuatnya takjub.

Keduanya berjalan beriringan melalui jalan setapak yang dibuat serapi mungkin seolah sedang berada di kawasan wisata.

"Apa ini semua milik kakek Edgar?"

"Hmmm..."

"Ini indah... Bagaimana dengan masalah peternakan, apa sudah selesai?"

Davian mengedikkan bahu dan menggeleng pelan.

Zuri merasa kesal karena reaksi pria itu.

"Kau ini, apa tidak bisa menjawab lebih panjang? Sejak tadi cuma hmmm... Mengeleng... bikin kesal saja!" oceh Zuri marah.

Zuri berjalan terlebih dahulu yang diikuti Davian dibelakangnya.

Zuri perlu menyegarkan otaknya yang sumek karena ulah pria itu.

Senyum terukir dibibirnya saat melihat kawanan sapi yang berada dikandang koloni. Perlahan ia mendekati kayu pembatas yang menjadi pagar kawanan sapi tersebut.

"Kau nikmati dulu suasananya, aku mau bertemu Joedi. Tapi ingat, jangan jauh-jauh....!" ujar Davian sebelum Zuri menjauh darinya.

Zuri hanya menjawab dengan acungan jempol kearah Davian.

Cukup lama Zuri berpetualang dan bercengkrama dengan para karyawan SAG.

Ada beberapa ilmu yang ia serap dan mungkin akan ia pergunakan suatu hari nanti jika ia memiliki pertanian mini impiannya.

Zuri sangat ingin memiliki rumah yang jauh dari keramaian dan dikelilingi sawah atau perkebunan dan rencanannya, ia akan mewujudkan hal itu setelah mendapatkan uang kompensasi perceraian dari Davian nantinya.

Tak lama, Davian berjalan tergesa-gesa kearahnya.

Wajahnya juga tampak tak biasa.

"Kenapa?" tanya Zuri berjalan mendekat pada Davian.

"Kita kembali ke Jakarta siang ini..."

"Heeh..."

"Kakek anfal..." hanya dua kata tapi bisa membuat Zuri tak bisa berfikir jernih setelahnya.

"Ayo... kita siap-siap..." ujar Zuri menarik tangan Davian dan sedikit berlari menuju villa.

Keduanya dalam perjalanan menuju bandara yang ada di kota Semarang.

Dan sepanjang perjalanan, Davian hanya diam sambil sesekali menghubungi Rodeo atau asistennya Gama untuk mengetahui kabar kakek Edgar.

Ini pertama kalinya Zuri melihat kegelisahan di wajah Davian.

Entah dorongan darimana, Zuri menggenggam tangan Davian yang hangat.

Davian sontak menatap Zuri yang hanya menatapnya penuh arti.

Jangan ditanyakan alasan Zuri melakukannya. Ia hanya sedang mengikuti kata hatinya.

"Kakek Edgar akan baik-baik saja... dia pria yang kuat..." ujar Zuri pelan.

Davian tak menyahut, hanya genggamannya yang semakin menguat hingga tangan kecil Zuri tenggelam di tangan lebar suaminya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rodeo masih gelisah sembari sesekali mengintip kedalam ruang perawatan insentif dimana kakek Edgar sedang ditangani.

Dia tidak sendiri melainkan ada Adam beserta keluarganya yang menemani.

"Apa Davian sudah sampai?" tanya Adam kepada Gama yang juga tak beranjak dari sana sejak kabar itu ia dapatkan.

"Mereka dalam perjalanan kerumah sakit.. mungkin sebentar lagi mereka sampai..." sahut Gama.

Dan benar saja, terdengar langkah buru-buru dari ujung koridor dan memperlihat Davian bersama Zuri disana.

"Bagaimana kondisinya? Dan apa yang terjadi?" suara berat Davian sedikit menggema disana.

"Tadi malam tuan Edgar mengalami flu disertai demam dan saya mengusulkan agar beliau mau dirawat dirumah sakit namun beliau menolak. Jadi saya hanya memanggil dokter pribadi beliau... Tapi ternyata tepat tadi subuh, beliau mendadak tidak sadarkan diri dengan suhu tubuhnya meningkat drastis" jelas Rodeo sedikit gugup.

Davian sontak emosi tapi ia juga tak bisa menyalahkan Rodeo karena tahu jika sang kakek orang yang keras kepala.

Tak lama, dokter yang merawat kakek Edgar keluar bersama seorang perawat.

"Beliau mengalami heat stroke yang disebabkan demam tinggi atau hipertermia. Dan kondisi ini cukup serius mengingat tuan Edgar yang sudah lanjut usia..." papar dokter paruh baya yang juga merupakan salah satu dokter pribadi kakek Edgar.

Semua orang tentu sangat terkejut dan cemas mendengarnya. Karena selama ini, Edgar adalah orang yang jarang sekali sakit bahkan dia selalu rutin berolahraga.

"Saya harap semua orang bisa lebih memperhatikan kondisi beliau dan jangan biarkan beliau stres... satu jam lagi tuan Edgar akan dipindahkan keruang rawat dan akan tetap dalam pantauan kami" ujar dokter tersebut meninggalkan pihak keluarga yang terlihat masih syok terutama Davian.

"Edgar akan baik-baik saja dan pasti bisa sembuh... Kakekmu itu pria yang kuat bahkan hidupnya lebih teratur dibanding aku..." ujar Adam menepuk pundak Davian.

"Terima kasih atas perhatian anda..." sahut Davian.

Bersambung....

1
irma hidayat
masih bodoh damian ga mampu memcari bukti yg sebenarnya siapa yg salah, punya kekasih selingkuh masih dibela pecundang juga
Reni Anjarwani
keren bgt thor ceritanya
nur adam
smgt untuk krya mu thoir crita bgs
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
up trs thor makin seru
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
doubel up thor
nur adam
lnjut
nur adam
lnjt
Ids Manurung
ternyata betul dugaan ku leona sayang sama zuri...jd terharu bacanya
HIATUS
alooooo
Reni Anjarwani
sudah dikhianati masih aja mengharap nia davian
Reni Anjarwani
lanjut thot
Ids Manurung
kayak leona jg sayang banget deh sama kakkny zuri...masih abu2 y thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!