NovelToon NovelToon
Akibat Perjodohan

Akibat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:37.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mei_Mei

Afsensa Faiha Azahra, perempuan cantik dengan paras ayu, biasa dipanggil Sensa. Dia gadis sederhana yang hanya hidup sebatang kara, orang tuanya meninggal 1 tahun yg lalu karena kecelakaan.

Arsel Dirga milard, CEO muda diperusahaan Milard Company. Kekayaan Arsel tidak akan habis tujuh turunan, apalagi dengan wajahnya yang nyaris sempurna selalu membuat wanita jatuh hati pada pandangan pertama 😊😊
Arsel pria dingin, sedikit kasar mudah terbakar emosi. Apalagi setelah ditinggal kekasihnya sikap Arsel semakin dingin tak tersentuh.
Kedua orang tua Arsel menjodohkan dengan Sensa, akankah keduanya bisa bahagia atau justru saling menyakiti?

Ayo ikuti kisahnya...

selamat mmbaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei_Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 24

Semakin hari Arsel dan Sensa sudah lumayan semakin dekat. Bella sering berkunjung kerumah dan tak jarang memamerkan kemesraannya bersama Arsel didepan Sensa.

Sensa sendiri sudah semakin kebal dengan perlakuan Bella. Sering kali Bella sangat marah dengan perlawanan yang dilakukan Sensa. Sikap Arsel juga sedikit berubah dengan Bella, tidak seperti dulu yang selalu memanjakannya.

Karna perlakuan Arsel yang semakin berubah membuat Bella merasa semakin terancam.

Bella terus memikirkan berbagai cara supaya Arsel kembali membenci Sensa.

Dan bila perlu bercerai dan meninggalkan Sensa.

Otak yang terus berfikir itu, menemukan ide yang begitu licik.

*************************

Beberapa hari, Bella menyuruh orang untuk memantau Sensa. Begitu Sensa pergi keluar nanti dia akan melaksanakan rencana liciknya.

Pagi ini seperti biasa, Arsel memulai sarapan bersama Sensa.

"Tuan, hari ini saya mau izin kepasar." Sensa mengawali pembicaraan.

"Kenapa harus kepasar. Lebih baik belanja di Supermarket atau di Mall saja 'kan lebih enak, kamu tidak perlu capek-capek pergi kepasar yang lumayan jauh." jawab Arsel, dia tidak setuju jika Sensa pergi kepasar yang lumayan jauh. Sedikit banyak Arsel sudah mulai mengkhawatirkan Sensa, takut terjadi sesuatu pada Sensa.

Itu sudah termasuk kalimat panjang dari Arsel. Karna dulu dia selalu cuek dan irit bicara, sekarang Arsel sudah mulai menunjukkan keperdulianya dengan Sensa.

"Tidak apa-apa, Tuan. Saya sudah terbiasa. Kalau saya berbelanja dipasar bisa jauh lebih murah dan lagi ikan-ikannya masih segar-segar." jawab Sensa.

Arsel yang sedikit tersinggung itu sedikit jengkel.

"Walaupun setiap hari kamu belanja di Mall. aku tidak akan bangkrut, Sensa!" jawab Arsel sedikit sewot. Kini Arsel sudah tidak canggung lagi menyebut nama istrinya.

Sensa hanya tersenyum, mendengar jawaban Arsel. Suaminya itu memang selalu saja sombong dan tidak terbantahkan.

"Nanti kalau mau pergi suruh anter Mang Udin saja." perintah Arsel.

"Kemarin Mang Udin izin pulang kampung. Anaknya sedang sakit." jawab Sensa.

"Kenapa tidak meminta ijin padaku!"

"Tuan masih dikantor. Jadi Mang Udin pamit sama aku. Dia juga terburu-buru perginya."

"Ya sudah, kamu siap-siap biar sekalian kita berangkat bareng." usul Arsel.

"Saya masih harus berberes dulu, Tuan. Nanti biar saya naik angkutan umum saja." tolak Sensa.

"Nanti biar aku carikan pelayan. Biar kamu tidak harus kelelahan mengurus semuanya sendiri. Kamu perginya naik taksi aja, jangan naik angkutan umum." pesan Arsel.

Sensa tersenyum dan mengangguk.

"Terima kasih, Tuan." jawab Sensa. Akhirnya, suaminya itu bisa mengerti keadaanya. Sensa sangat bahagia merasakan perubahan sikap Arsel yang lebih perduli padanya.

"Ya sudah, aku berangkat dulu." pamit Arsel.

" Tapi, sepertinya sekertaris Rengga belum datang, Tuan."

"Hari ini aku berangkat kekantor sendiri, Rengga aku suruh keluar kota untuk mengecek anak cabang kantor yang ada di Surabaya."

Arsel sudah berjalan menuju pintu depan, Sensa mengikuti dibelakang, dan membawakan tas kerja suaminya.

Sampai didepan pintu, Sensa menyodorkan tangan untuk bersalaman dan mencium punggung tangan Arsel. Arsel sudah terbiasa dengan kebaktian Sensa padanya.

Arsel tersenyum dan melambaikan tangan sebelum masuk kemobil.

Sensa membalas melambaikan tangannya, sampai mobil Arsel hilang dari pandangan.

Setelah selesai berberes pekerjaan rumah, Sensa langsung berganti pakaian dan berdandan biasa saja.

Sensa berjalan kedepan pintu gerbang yang lumayan jauh dari rumah Arsel.

Sensa menunggu beberapa saat, hingga ada sebuah taksi yang kebetulan lewat. Dan Sensa langsung memberhentikan taksi itu untuk mengantarnya pergi kepasar.

Naas, dijalan yang lumayan sepi taksi yang ditumpangi Sensa itu di dipaksa berhenti ditengah jalan.

Ada dua preman yang turun dari mobil sedan hitam, berjalan kearah taksi yang ditumpangi Sensa dan mengetuk kaca mobil taksi.

Sopir taksi menyuruh Sensa untuk tidak membuka pintu mobil. Tapi preman-preman itu tidak berhenti memukul kaca mobil sambil berteriak dan mengancam.

"Sudah, pak. Biar saya buka saja kaca mobilnya. Saya takut mereka semakin marah dan akan berbuat nekat."

"Tapi, Neng?"

Tidak mendengarkan perintah sopir taksi, Sensa justru sudah menurunkan kaca mobilnya.

"Mau apa kalian!!" tanya Sensa pada preman-preman itu, Sensa memaksa diri untuk berani membuka kaca mobil.

Salah satu preman memaksa Sensa untuk turun dan memasukan Sensa kedalam mobil mereka.

Sensa mencoba berteriak, tapi salah satu preman membekap mulut Sensa dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.

Dan tidak butuh waktu lama, akhirnya Sensa sudah tidak sadarkan diri.

Preman-preman tadi membawa Sensa pergi ke sebuah hotel, sebelumnya Bella sudah memberitahu para preman itu untuk membawa Sensa kehotel yang sudah dibooking nya.

Bella sendiri, sudah menunggu dikamar hotel itu.

Bella tersenyum puas, saat salah satu preman membopong tubuh Sensa dan menaruhnya diranjang hotel.

Bella mulai membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Sensa dan hanya tinggal menyisakan dalamannya saja.

Bella ingin menjebak Sensa, seolah Sensa sedang melakukan hubungan intim dengan seorang lelaki. Dan Bella juga akan membuat vidio untuk dikirim kenomor ponsel Arsel.

Bella sudah memalsukan suara Sensa, membuat rekaman suara seolah Sensa sedang berbincang-bincang dengan lelaki itu.

Rencana licik itu sudah dilakukan, dan sekarang tinggal menunggu waktu untuk mengirim vidio dan rekaman itu ke nomor ponsel Arsel.

Hingga saat Sensa mulai sadar nanti, Arsel sudah datang dan seperti sedang memergoki Sensa berselingkuh.

"Rencana yang sempurna!!" Bella benar-benar merasa puas. Karna rencananya sebentar lagi berhasil.

Di kantor Arsel masih fokus berkutat didepan layar komputer.

Handphone diatas meja itu bergetar, Arsel melihat sekilas kelayar handphone nya.

'Nomor baru?' batin Arsel.

Arsel yang penasaran mulai membuka pesan Vidio itu.

Matanya melotot, Arsel terkejut sangat-sangat terkejut melihat Sensa sedang dicumbui lelaki lain. Didalam vidio itu, Sensa tampak memejamkan mata menikmati cumbuan dari lelaki itu.

Belum selesai pemutaran vidio, handphone itu kembali mendapat pesan rekaman suara.

Arsel langsung membuka pesan suara itu.

Tangan penuh otot itu menggenggam kuat dan memukul meja didepannya.

Dibawah pesan suara tertera alamat hotel.

Sudah tidak menunggu lama, Arsel keluar ruangan dengan aura yang terlihat mematikan. Para staf dan karyawan tidak ada yang berani menyapanya.

Setelah keluar dari dalam lift Arsel berjalan cepat menuju kemobil dan mengendarai mobil dengan sangat cepat menuju kehotel.

Sampai dihotel, Arsel menuju bagian resepsionis untuk bertanya nomor sebuah kamar. Arsel beralasan ingin menemui rekan kerja.

Setelah resepsionis itu memberitahu, Arsel langsung berjalan cepat dan membuka pintu kamar hotel itu dengan kasar.

Mata elang itu seperti menyala, melihat Sensa berada dipelukan seorang lelaki.

Saat Sensa mengerjapkan mata dan memegangi kepalanya yang sedikit pusing, melihat sekeliling dan begitu terkejutnya Sensa melihat Arsel berdiri didekat pintu dengan wajah Monsternya.

"Tuan?" panggil Sensa bingung, Sensa ingin duduk.

"Astagfirullahaladzim." dia baru sadar badannya sudah setengah telanjang. Sensa memegangi selimut sebatas leher untuk menutupi tubuhnya. Sensa lebih terkejut lagi saat melihat ada seorang lelaki setengah telanjang seperti dia, tidur disampingnya.

Kedua bola matanya melotot hampir keluar.

"Ya Allah, apa yang sudah terjadi?" bingung Sensa.

Lelaki yang tidur disamping Sensa ikut terbangun.

"Sayang, kamu sudah bangun? kamu pasti capek, kita tidur lagi saja." ajak lelaki itu, padahal semua yang diucapkan itu bohong.

"Kamu siapa? aku tidak kenal dengan mu!!" bantah Sensa. Karna memang kenyataan Sensa tidak mengenal lelaki itu.

"Sudahlah sayang, sandiwara kita sudah terbongkar jadi untuk apa ditutupi lagi." kata lelaki itu memandang kearah Arsel yang masih berdiri disamping pintu dengan raut wajah yang sudah merah padam menahan emosi.

"Demi Allah, aku tidak kenal dengan mu!!!" Sensa berbicara marah kepada lelaki disampingnya itu. Karna semua kata yang keluar dari mulut lelaki itu hanya kebohongan.

"Tuan!! tolong percayalah, ini semua hanya fitnah. Saya berani bersumpah, saya tidak melakukan apapun dengan lelaki ini dan saya juga tidak pernah menghianati, Tuan." Sensa berbicara dengan menangis.

"Tidak perlu berpura-pura bodoh. Wanita jal*ng!!! ternyata seperti ini kelakuanmu dibelakang ku!! berpura-pura polos, ternyata kamu lebih menjijikan dari seekor bin*t*ng. Cih,,,benar-benar munafik!!!" kalat Arsel sangat marah.

Arsel keluar kamar dan membanting pintu dengan keras.

"Kamu siapa? kenapa kamu tega memfitnah saya?" Sensa bertanya kepada lelaki itu.

Lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Sensa, dia memunguti pakaian yang berserak dilantai dan memakainya dikamar mandi.

Sensa masih menangis, dadanya terasa sesak. Siapa yang sudah tega memfitnahnya.

Setelah lelaki itu pergi. Sensa segera berpakaian, dia merasa sangat berdosa karna aurat yang dijaganya selama ini terlihat oleh lelaki yang bukan muhrimnya.

Setelah berpakaian dan memakai jilbab. Sensa keluar dari hotel dan mencari taksi untuk pulang.

Dia berfikir, Arsel pasti sudah sangat marah.

Dia takut untuk pulang kerumah, tapi dia juga harus menjelaskan semuanya.

1
Nuryati Yati
rasain malu g tuh ibu ketua geng
Sumi Sumi
aku kembali akak mei ,,
Erni Bae
Kecewa
Wahyu Kasep
Thor pertanyaan ' ana belum antum jawab
yang gubug itu
Wahyu Kasep: soal gubug derita
emang di jaman modern ini masih ada gubuk derita
total 2 replies
Wahyu Kasep
Wati baik sama sensa 😏 biasanya akan di usahakan di kasih tempat yang layak dan pekerjaan ya' misal buruh cuci/ lainya?
ini terlalu mengada " ceritanya
Wahyu Kasep
Ansel akan ber hijrah dan mengenal Sunnah ☝️ serta akan meninggalkan semua urusan dunia winya Demi ber hijrah di jalan Allah SWT
inayah machmud
ya ampun kelakuan nya Sensa sama Arsel...🤭🤣🤣🤣
DALAM yang paling DALAM...
🤔🤔🤔🤔
Yuni Youn
Luar biasa
Sumi Sumi
kalau udah sampai sini sebentar lagi pasti mewek berjamaah
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣rese bnget bos somplak nih kasian kan babang angga ga jadi jadi belaj duren nya🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
ini tuh cerita yang ga nanggung ,, dari mulai menguras air mata sampai mata ku bengkak gara gara kesadisan suami ,, ketemu kebahagiaan pasangan yang harmonis dan romantis nah sekarang kocaknya sampe bikin sakit perut kebanyakan ketawa emang nih cerita ga ada habisnya pokonya seribu bintang pollll
Sumi Sumi: iya aka mei rindu certa taka aku
total 2 replies
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kasian ayamnya kamu cabutin bulu nya taka taka
Sumi Sumi
ulah apa yang baklan d laku kan ci kembar
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sumi Sumi
🤣🤣🤣🤣🤣 asli ini mah keluarga unik
Sumi Sumi
untung ada saka pintar
Sumi Sumi
akhirnya sesa sadar juga
Putriani Putriani
oh di sini kok banyak banget bawangnya😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!