"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latih Tanding
"Apa kau sudah siap ?"
Zhou Yu bertanya dengan santai
Disisi lain, Li Xuan mengencangkan pegangan pedangnya dan mengangguk dengan serius sebagai jawaban
Tepat saat Li Xuan baru saja mengangguk
Zhou Yu tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di depan Li Xuan secara mengejutkan sambil mengayunkan pedang di tangannya
Li Xuan tersentak dan terlambat bereaksi dengan serangan tersebut
Tubuhnya seketika terlempar ke tanah sejauh lima meter dan menimbukan bunyi jatuh yang cukup keras
"Haa... "
Pemuda tersebut kemudian mendengus kesakitan dan nafasnya tertahan
Meskipun pedang yang mereka gunakan adalah pedang kayu
Namun tingkat kekerasan pedang kayu tersebut tidak main-main
Di tambah dengan kekuatan yang digunakan Zhou Yu dalam menyerang tidaklah kecil
Li Xuan memiliki ilusi terkena tandukan seekor babi hutan raksasa saat pedang tersebut mengenai tubuhnya yang membuatnya kesulitan bernafas
Zhou Yu tidak bergerak melihat pemandangan tersebut dan berkata dengan tenang
"Sebaiknya kau menghapus ilusi bahwa aku akan bersikap pasif seperti kemarin"
"Dalam pertarungan sesungguhnya, lawan tidak akan membiarkanmu memimpin apalagi melihatmu memamerkan jurus-jurus mentah yang kau miliki itu"
Li Xuan mengerutkan kening, tapi tidak membalas pernyataan tersebut
Setelah oksigen masuk kedalam tubuhnya dengan normal
Pemuda tersebut berusaha bangun sambil memegang dadanya, berharap dapat meringankan rasa sakit
Li Xuan kemudian menarik nafas panjang dan kembali memegang pedangnya dengan erat sambil menatap Zhou Yu dengan ekspresi yang lebih serius
Disisi lain, Zhou Yu masih terlihat tenang
Pria bertopeng tersebut kemudian kembali menghilang dan muncul di samping Li Xuan sambil mengayunkan pedang kayu di tangannya persis seperti gerakan pertama
Namun meskipun demikian, gerakan pria bertopeng tersebut terlalu cepat dan sulit di tangkap mata sehingga Li Xuan kembali terlempar dan tersungkur ke tanah sama seperti sebelumnya dengan gerakan yang sama
Menahan rasa sakit yang menyerang tubuhnya, Li Xuan menggertakkan gigi dan kembali bangun
Pemuda tersebut kemudian kembali memasang kuda-kuda dan bersiap menghadapi serangan berikutnya
Melalui dua serangan tersebut, Li Xuan menyadari bahwa Zhou Yu tidak berniat menggunakan jurus apapun dalam latihan kali ini, tetapi lebih memilih menyerangnya dengan cara paling sederhana dan juga kasar
Karena itu, pemuda tersebut bersiap dengan serangan Zhou Yu berikutnya yang kemungkinan besar sama seperti sebelumnya
Harus dikatakan bahwa kesadaran tempur Li Xuan cukup bagus sehingga dengan mudah melihat maksud dari tindakan Zhou Yu
Namun meskipun demikian, dengan celah kekuatan di antara keduanya yang terlalu besar
Analisa Li Xuan tidak berguna, karena pemuda tersebut bahkan tidak mampu melihat gerakan Zhou Yu, apalagi menahan dan melakukan serangan balik
Dalam pertempuran tersebut, Li Xuan hanya dengan pasif menerima berbagai serangan Zhou Yu dengan tubuhnya, berharap dapat menemukan celah
Hal itu membuat wajah pemuda tersebut terdistorsi dan berkeringat dingin
Meskipun serangan Zhou Yu sangat terukur dan tidak membahayakan nyawa Li Xuan
Namun rasa sakit dari setiap serangan yang mengenai Li Xuan tidak berkurang bahkan seolah diperkuat dan langsung mengenai jiwa pemuda tersebut sehingga membuat semangatnya terombang-ambing bahkan memiliki tanda-tanda keruntuhan
Namun meskipun demikian, Li Xuan tidak berteriak menyerah ataupun meminta istirahat
Pemuda tersebut hanya menggertakkan giginya diam-diam untuk menekan rasa sakit dari tubuhnya dan berusaha terus bangun
Hal itu membuat pria bertopeng yang menyiksanya mengangguk diam-diam
Perjuangan putus asa Li Xuan akhirnya berakhir ketika tubuh pemuda tersebut tidak lagi mampu menanggung rasa sakit lebih lanjut dan menolak mendengarkan perintah Li Xuan tidak peduli bagaimana ia berteriak untuk bangun
***
'Apakah hanya sampai disini kemampuanku !?'
Li Xuan berteriak tidak mau dalam hatinya sambil terengah-engah dan meringis kesakitan
Seluruh tubuh pemuda tersebut terlihat gemetar dan dipenuhi memar yang sangat menakutkan
Namun meskipun demikian, Li Xuan tetap berusaha bangun sambil menggertakkan giginya
'Jika aku tidak bisa bertahan dalam latihan ini, bagaimana aku bisa...'
Membayangkan bahwa dirinya harus bersaing dengan berbagai kekuatan untuk mendapatkan tanaman ajaib yang dapat menyembuhkan ibunya serta keberadaan Keluarga Li yang mengancam nyawa mereka
Li Xuan tidak ingin menyerah dan berusaha memeras potensinya
Namun meskipun demikian, tidak peduli bagaimana pemuda tersebut berusaha, tubuhnya menolak mendengarkan
Tepat ketika Li Xuan merasa tidak mau dan marah
Zhou Yu berlutut disamping pemuda tersebut dan menepuk pundaknya
"Tekad yang bagus, aku harap tekad ini tidak berubah sampai kapanpun"
Li Xuan tertegun dengan tindakan pria bertopeng tersebut
Sebelum ia bisa bereaksi, Li Xuan merasakan perasaan hangat dari tangan pria bertopeng tersebut dan mengalir keseluruhan tubuhnya
Untuk beberapa alasan, Li Xuan merasa sangat nyaman saat aliran hangat tersebut berenang ke seluruh tubuhnya
Pemuda tersebut bahkan memiliki ilusi bahwa luka-luka ditubuhnya berangsur-angsur sembuh dan tidak lagi menimbulkan rasa sakit
Tepat ketika Li Xuan merasakan perasaan nyaman yang belum pernah terjadi sebelumnya
Aliran hangat yang mengalir dari tangan Zhou Yu berhenti dan pria bertopeng tersebut menjauhkan tangan dari tubuhnya
Li Xuan seketika menatap Zhou Yu dengan ekspresi bingung
Disisi lain, pria bertopeng tersebut menaikan alisnya dan bertanya
"Apa kau ingin terus berbaring seperti itu ?"
"Aku..."
Li Xuan ingin membalas, tapi kalimat tersebut segera kembali tertelan ke dalam perutnya dan ia tertegun dengan ekspresi takjub
Pemuda tersebut akhirnya menyadari bahwa luka-luka ditubuhnya benar-benar sembuh dan bukan ilusi seperti yang ia pikirkan
Li Xuan kemudian duduk dan menatap pria bertopeng di depannya dengan ekspresi kagum
Meskipun ia mengetahui bahwa ilmu pengobatan pria bertopeng tersebut sangat hebat dan bahkan mengalaminya langsung setelah pertarungan kemarin
Namun pada saat itu, ia kehilangan kesadaran dan tidak bisa merasakan apa yang terjadi pada tubuhnya
Sementara itu, situasi kali ini berbeda
Li Xuan dalam kesadaran penuh sehingga ia bisa merasakan seberapa menakjubkan kemampuan pengobatan pria bertopeng tersebut
Hanya dalam waktu singkat, tubuh yang penuh memar dikembalikan seperti sedia kala sehingga membuat Li Xuan tidak bisa tidak berpikir bahwa gelar pria bertopeng tersebut sebagai tabib nomor satu di Kekaisaran Yan sangat layak
Menghadapi tatapan kagum pihak lain
Zhou Yu terlihat acuh tak acuh dan melemparkan sebuah pil yang entah dari mana pria bertopeng tersebut mengambilnya
Li Xuan menangkap pil tersebut secara naluriah dan bertanya dengan heran
"Apa ini ?"
"Sebuah obat"
Zhou Yu menjawab dan menjelaskan fungsinya
Menurut Zhou Yu, dengan mengkonsumsi pil tersebut
Kekuatan fisik Li Xuan akan langsung pulih dalam waktu singkat dan membuatnya kembali ke keadaan puncak
Pria bertopeng tersebut kemudian menekankan bahwa Li Xuan harus segera mengkonsumsi pil tersebut dan kembali bangun untuk melanjutkan pertarungan
Mendengar hal itu, Li Xuan tidak ragu-ragu dan langsung memasukan pil tersebut ke dalam mulutnya
Saat pil tersebut memasuki mulut, pil tersebut berubah menjadi cair dan meluncur ke perutnya dengan lancar
Perut Li Xuan tiba-tiba seolah memiliki api kecil yang mengalirkan perasaan hangat yang sangat berbeda dengan perasaan hangat yang dialirkan Zhou Yu
Ketika perasaan hangat tersebut memenuhi perutnya
Li Xuan dapat merasakan sel-sel diseluruh tubuhnya bersorak dan dengan rakus menyerap khasiat dari pil tersebut
Hanya dalam waktu singkat, Li Xuan merasakan tenaganya berangsur-angsur pulih dan tubuhnya kembali bisa dikendalikan
Merasakan hal tersebut, Li Xuan memiliki perasaan kagum sekaligus pahit
Dengan khasiat obat yang begitu luar biasa, Li Xuan bisa menebak bahwa pil yang diberikan Zhou Yu tidaklah murah
Namun sebelum Li Xuan berpikir lebih jauh
Zhou Yu kembali mendesaknya untuk bangun dan melanjutkan pertarungan
Pertarungan berat sebelah pun kembali terjadi, selain perasaan jatuh bangun, Li Xuan juga harus merasakan rasa sakit dan kesembuhan secara berulang-ulang sehingga membuat wajah pemuda tersebut menjadi pucat
Namun meskipun demikian, Li Xuan tidak terlihat putus asa ataupun kelelahan
Pemuda tersebut malah terlihat penuh tekad dan sangat bersemangat
Meskipun ia masih gagal menahan satu serangan pun dari Zhou Yu dan harus tersungkur ke tanah
Li Xuan menyadari bahwa persepsinya akan bahaya berangsur-angsur meningkat dengan kecepatan yang dapat dirasakan dengan jelas
Beberapa kali Li Xuan bahkan berhasil merasakan arah serangan Zhou Yu dan hampir menahan serangannya
Namun hal itu batal karena tubuhnya gagal mengikuti peringatan bahaya yang ditangkapnya
Hal itu membuat Li Xuan terlihat penuh semangat juang layaknya seekor serigala yang mencium bau darah
Pertarungan pun terus berlanjut dan baru berakhir ketika matahari sudah menggantung di atas kepala serta pakaian di tubuh Li Xuan yang telah berubah compang-camping layaknya seorang pengemis
***