KAILA SAFIRA seorang gadis cerdas berusia 22 tahun, yang tewas usai tertabrak mobil saat akan membeli martabak selepas menghadiri rapat perusahaan milik mendiang orang tuanya.
Bukannya menuju alam barzah, Kaila justru masuk ke dalam tubuh KANAYA ADELINE. Seorang figuran yang hanya satu kali di sebutkan dalam novel yang berjudul 'MY DESTINY' tokoh dengan kehidupan yang tak diketahui bahkan oleh penulis itu sendiri.
Penasaran dengan kelanjutan kisahnya?
Mari kita ikuti ceritanya di bawah ini......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skyalexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Saat mereka semua akan pergi, dari luar terdengar ketukan pintu yang membuat mereka serentak menghentikan langkahnya.
Tok
Tok
Tok
Tak berapa lama setelah pintu terbuka, masuklah seorang Dokter Hans beserta satu suster di belakangnya.
"Bagaimana kondisinya Dok?" tanya Kenan setelah Dokter Hans menyelesaikan pemeriksaan nya.
"Syukurlah kondisi Pasien sudah jauh lebih baik," jelas Dokter Hans menatap mereka semua.
"Kapan saya boleh pulang Dok?" tanya Kanaya ingin segera keluar dari rumah sakit.
"Sebelum cairan infusnya habis, kamu tidak boleh pulang." jawab Dokter Hans.
"Tunggu! Mengapa tidak dirawat sampai benar-benar pulih" ujar Kenan tidak setuju dengan perkataan Dokter Hans.
"I'm fine Ken" ucap Kanaya meyakinkan.
"No baby! Daddy setuju dengannya, kamu harus di rawat dulu sampai benar benar sembuh dan daddy sendiri yang akan menjaga kamu selama disini" ucap tegas Antonio menatap putrinya.
"Apa daddy lupa, daddy harus kembali ke kantor cabang, masih banyak pekerjaan yang harus daddy selesaikan disana" jelas Kanaya memberi pengertian.
Setelah Antonio pikir-pikir lagi benar juga apa kata putrinya, pekerjaan nya sudah menumpuk dan akan semakin menumpuk jika ia tak disana, jadi dengan terpaksa ia akan menyetujui permintaan putrinya tersebut.
"Huft, baikla-"
"Maaf om saya menyela, tapi saya dan yang lainnya yang akan menjaga Kanaya, jadi biarkan dia tetap disini sampai sembuh" usul Saga memotong perkataan Antonio.
"Aku juga setuju dengannya, tapi untuk masalah menjaga Kanaya, biar aku sendiri yang melakukan nya!" timpa Kenan tegas.
"Tapi tadi Dokter bilang jika cairan infusnya habis Naya bisa pulang, bukankah itu artinya Naya sudah tidak apa-apa" jelas Kanaya masih kekeh dengan keputusannya.
"Apa begitu Dokter?" tanya Antonio menatap Dokter Hans.
Dokter Hans yang di tanyai pun langsung menatap Antonio. Tapi, ia juga bisa melihat jika ada banyak pasang mata yang menatapnya tajam seolah ingin mengulitinya.
"Ya memang benar jika cairan infusnya habis kamu boleh pulang. Tapi akan jauh lebih baik jika kamu di rawat disini, setidaknya satu sampai dua hari lagi agar memudahkan kami memantau kesembuhanmu" jelas dokter Hans membuat Kanaya menatap tak percaya, ia merasa seolah-olah dunia telah menghianati nya.
"Baiklah..jadi sudah di putuskan jika kamu harus di rawat disini sampai benar-benar sembuh, dan mereka yang akan menjagamu, jadi dengan begini daddy bisa kembali tanpa rasa khawatir" jelas Antonio membuat Kanaya mendesah pasrah.
"Huft okey" pasrahnya menerima keputusan Antonio.
Dokter Hans yang melihat perdebatan mereka hanya menggelengkan kepalanya, sungguh ia merasa terhibur dengan raut wajah Kanaya yang terlihat kesal akan perkataanya.
"Yasudah jika begitu saya permisi" ucap Dokter Hans meninggalkan ruangan Kanaya menuju ruang kerjanya.
"Kalian juga pergi sana" usir Kanaya setelah melihat Dokter keluar ruangan
"Yaudah deh kita pulang aja, tapi inget lo juga harus istirahat jangan maenan hp" ujar Indra setelah melihat jika mata Kanaya tertuju pada handphone nya.
"Iya iya bawel lo" jawabnya membuat mereka menganggukan kepalanya dan melanjutkan langkahnya.
Setelah melihat kepergian mereka semua, kini suasana di ruangannya menjadi hening, hanya terdengar jarum jam yang berdetak.
'Sh*t..gara-gara si cumi asin nih, badan gue jadi lemes banget" gerutunya kesal disaat ia menggerakkan bagian tubuh yang terasa tak bertenaga. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman Kanaya memutuskan untuk beristirahat.
*****
Kini waktu sudah menunjukan pukul 01.21 terlihat di ruangan kanaya hanya terisi dua orang saja yakni Kanaya dan Kenan.
Keduanya sama-sama tertidur pulas sampai tiba-tiba pintu ruangan kanaya terbuka dari luar, dan terlihat seorang pria dewasa dengan sebuah topi dan master hitam yang menutupi setengah wajahnya berjalan mendekati brankar Kanaya dan duduk di kursi sebelahnya.
"Aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu" lirihnya dengan kepala tertunduk seraya menggenggam tangan Kanaya.
"Maafkan aku,.saat itu kupikir menghindar adalah cara terbaik, tapi nyatanya aku salah. Aku justru mengecewakanmu"
"Dulu aku sangat menyukaimu, dan kini aku tetap menyukaimu. Aku akan membuatmu kembali padaku meskipun aku tau itu tak akan mudah" ucapnya seraya melihat Kenan yang tertidur di sofa.
Disaat tangannya masih menggenggam tangan Kanaya, ia merasakan ada sedikit pergerakan yang terasa. Mendapati kanaya yang akan terbangun, pria itupun segera beranjak pergi dari sana.
Kanaya yang sudah membuka matanya pun melihat jika ada seorang pria mencurigakan tengah berjalan keluar dari ruanganya, tanpa pikir panjang langsung saja ia berusaha untuk mengejarnya meski dengan sedikit tenaga.
"Woi siapa lo!!" teriaknya seraya berlari mengejar.
Sedangkan untuk pria yang berusaha di kejarnya pun berhasil melarikan diri dengan bersembunyi di salah satu ruangan.
Meskipun ia berhasil melarikan diri tapi yang tak dia sadari adalah barang yang sangat amat penting miliknya terjatuh dari kantung bajunya sewaktu ia berlari menghindari Kejaran Kanaya.
"Hosh hosh, jangkrik tu orang larinya kenceng banget" gumamnya menarik nafas dalam-dalam.
Setelah gagal menangkap pria itu, Kanaya pun pasrah dan berbalik menuju ruanganya, tapi baru beberapa langkah kakinya berjalan, tak sengaja ia menginjak sesuatu. Dengan rasa penasaran, Kanaya pun menunduk dan mengambilnya.
Setelah melihat benda tersebut, ia pun dibuat terkejut saat mendapati sebuah kalung dengan liontin bunga sakura berada di tangannya.
"I-ini kan..kalung gue...." ucapnya terbata tak menyangka jika kalung yang sudah dicarinya selama 3 tahun kini berada disini. Bukan apa-apa, hanya saja kalung itu adalah kalung miliknya pada saat ia masih menjadi kaila, ia tak menyangka jika sekarang kalung itu bisa berada Di dunia yang baru beberapa minggu ia masuki.
'Apa kalung ini cuma mirip ya...tapi jelas-jelas ini kalung gue, ada inisial K di belakangnya, apa dia ngikut gue kesini ya?' batinya berpikir keras seraya berjalan menuju ruang rawatnya.
Setelah berada di depan ruangannya, Kanaya pun bertemu dengan Kenan yang juga ikut terbangun saat mendengar teriakan nya.
"Hei ada apa?" tanyanya khawatir melihat kedatangan Kanaya yang terlihat sedikit linglung.
"Tidak papa om" jawabnya berbohong, ia tak ingin memberitahu kejadian tadi pada Kenan karena ini masalah privasi nya, apalagi kenan tidak tau masalah tentang perpindahan dunianya, bisa kacau dia.
"Yasudah kita masuk dan lanjutkan istirahat mu" ujarnya membawa Kanaya ke brankarnya.
*****
Setelah satu hari terlewat, kini Kanaya bersiap akan kembali ke mansion, sungguh ia merasa tak nyaman tinggal diam di Rumah Sakit.
"Are you okey" tanya Kenan saat melihat Kanaya duduk termenung.
Kanaya yang mendengar pertanyaan Kenan segera menolehkan kepalanya dan tanpa mengatakan apapun dia hanya tersenyum.
Kenan yang melihat senyuman manis Kanaya di buat terpukau, ia mengagumi keindahan senyuman dari gadis disampingnya ini.
"Kenapa om?" tanyanya saat melihat Kenan masih memperhatikan nya.
"Kamu cantik" ujarnya membuat Kanya salting.
"Berikan tangan mu" ujarnya lagi membuat Kanaya bingung
"Maksudnya?"
Tanpa menjawabnya, Kenan dengan cepat mengambil tangannya dan membawanya kedalam genggaman nya.
'Om pliss jangan buat gue tambah baper, ni jantung juga murahan banget, masa cuma digituin aja udah berdebar' batin Kanaya memegang dadanya seraya memperhatikan Kenan yang terlihat jauh lebih tampan saat mengemudikan mobil dengan satu tangan. Ditambah dengan kemeja hitamnya yang dilipat sampai siku membuatnya semakin mempesona.
nyesel bacanya