Hanya seorang penjual ikan disiang hari. dan pengantar barang dimalam hari itulah pekerjaan pria yang bernama Satria.
Di caci maki sudah menjadi makanannya sehari-hari. Bahkan lebih parahnya lagi dia di khianati oleh istrinya sendiri dan hampir dibunuh oleh selingkuhan istrinya tersebut.
Tapi nasib merubah hidupnya sejak dia menolong seorang kakek tua misterius yang memberinya sebuah kalung pusaka naga.
Dan itu merubah hidupnya menjadi seorang penguasa.
Akhirnya Satria bertekad untuk membalas orang yang sudah merendahkan nya.
Penasaran dengan kisahnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
*
*
*
Revan seakan tidak bertenaga saat mengetahui kenyataan bahwa Satria ternyata lebih kaya dari dirinya.
"Bagaimana bisa?" gumamnya.
Revan perlahan masuk kedalam mobil miliknya, ia ingin kembali keperusahaan cabang milik Satria. Revan takut, jika kinerjanya buruk akan semakin membuat dirinya semakin terpuruk kalau sampai dipecat.
Oya, Victor sudah dibawa oleh anak buah Satria kerumah sakit jiwa atas perintah Satria. Satria membalas dendam tidak dengan cara membunuh, tapi menyerang mental mereka.
Di ruangan Satria...
"Tuan muda!" panggil Dewi.
"Hmmm. Katakan," titah Satria.
"Apa benar Revan sahabat tuan muda?" tanya Dewi.
"Iya, dulu kami adalah sahabat baik. Kami susah sama-sama senang sama-sama. Tapi sekarang sepertinya tidak lagi," jawab Satria.
"Tuan muda, Revan adalah direktur di perusahaan cabang milik tuan," ucap Dewi.
Satria menatap Dewi, spontan Dewi tertunduk takut salah bicara. Satria terdiam sejenak sebelum memulai pembicaraan.
"Mengapa tidak bilang dari tadi?" tanya Satria.
"Maaf tuan muda, saya tidak berkesempatan untuk bicara. Apalagi dia adalah sahabat tuan muda," jawab Dewi yang masih tertunduk. Ia takut tuannya akan murka.
"Ikut aku," titah Satria. Tanpa membantah, Dewi mengikuti Satria yang tidak tau akan mengajaknya kemana?.
Tiba di parkiran, Satria melempar kunci mobil ke Dewi. Dengan sigap Dewi menangkap kunci tersebut.
"Jalan!" perintah Satria.
Dewi pun menurut saja, tanpa bertanya akan kemana Satria mengajak nya pergi. Saat sudah keluar dari gerbang perusahaan, barulah Satria memberitahu tujuannya.
Diperusahaan cabang, tidak ada yang tau kalau Dewi adalah asisten pribadi ke satu. Yang mereka tau hanya Ariel, karena Ariel yang sering meninjau perusahaan cabang.
"Maaf tuan muda, semua karyawan tidak mengenal saya, hanya Ariel yang mereka kenal," ucap Dewi.
"Telepon Ariel, suruh dia datang ke perusahaan cabang," perintah Satria.
Dewi segera menelepon Ariel untuk datang ke perusahaan cabang. Dewi tidak memberitahu keperluan apa. Dewi hanya bilang kalau ini urusan penting.
"Sudah tuan," kata Dewi.
"Hmmm, bagus," ujar Satria.
Merekapun tiba di perusahaan cabang milik Satria, Dewi meminta izin untuk masuk tapi tidak diizinkan oleh penjaga gerbang.
"Bagaimana bisa mereka tidak mengenalmu?" tanya Satria.
"Maaf tuan muda, saya tidak pernah muncul di perusahaan cabang. Karena saya fokus pada perusahaan pusat saja," jawab Dewi.
"Baiklah, kita tunggu Ariel," kata Satria akhirnya.
Satria tidak mau menggunakan kekuasaannya saat ini. Biar nanti karyawan mengenal nya terlebih dahulu.
Tidak berapa lama kemudian Ariel pun datang. Karena Dewi mengancamnya akan dipecat bila terlambat.
Ariel adalah panglima perang dibawah pimpinan Dewi, tapi tugasnya hanya mengurus perusahaan. Bila ada perang besar baru Ariel turun tangan.
Sedangkan Dewi adalah panglima perang terkuat di wilayah selatan. Dan dijuluki Dewi perang, tugasnya mengurus perusahaan dan semua aset yang dimiliki oleh Satria. Dewi memiliki kartu hitam dari perusahaan pemberian pemimpin terdahulu.
Pemimpin mereka berpesan sebelum wafat, siapapun yang bisa membangkitkan naga kembar. Maka dialah penguasa sesungguhnya.
Pemimpin terdahulu selalu datang dalam wujud pria misterius untuk mencari penggantinya. Dan Satria adalah orang terakhir dan orang yang terpilih untuk membangkitkan naga kembar tersebut.
Sekarang pemimpin terdahulu sudah tenang karena sudah menemukan penggantinya. Dan bersatu dengan naga kembar yang ada dilengan Satria.
"Tuan, Nona Dewi," sapa Ariel.
Satria memberi kode kepada Ariel untuk memperkenalkan dirinya sebagai bos mereka. Agar kedepannya mereka tidak melarang Satria dan Dewi untuk masuk.
"Maaf Tuan muda, kami tidak tau kalau ada pemilik perusahaan ini," ucap penjaga menunduk hormat.
Karena sekuriti dan karyawan lainnya bukan dari kalangan panglima ataupun prajurit. Jadi wajar saja kalau mereka tidak mengenal Satria.
"Hmmm. Sekarang sudah tau, kan?" tanya Satria.
"Iya tuan muda, sekali lagi maafkan kami," ucap keduanya.
Satria, Dewi dan Ariel pun masuk. Melihat kedatangan Ariel, para karyawan semua berbaris menyambut kedatangannya.
Mereka mengernyitkan keningnya saat melihat Dewi dan Satria berjalan disamping Ariel. Mereka hanya mengenal Ariel sebagai pemilik perusahaan ini.
"Semuanya sudah berkumpul?" tanya Ariel dengan suara lantang.
"Sudah tuan," jawab mereka serentak.
Revan yang baru turun dari lantai atas tergopoh-gopoh keluar dari lift. Karena dia sibuk memikirkan nasibnya yang bakal dipecat karena sudah menyinggung bos besar.
Deg ...
Revan gugup saat melihat Satria dan Dewi berdiri disamping Ariel. Perasaannya semakin berkecamuk.
"Dengar semua, hari ini saya akan memperkenalkan pada kalian semua bahwa orang yang disamping saya ini adalah Tuan Satria, pemilik perusahaan. Dan ini adalah asisten pribadi satu, sementara saya adalah asisten dua," ucap Ariel.
"Untuk kedepannya kalian harus menghormati tuan Satria dan Nona Dewi," ucap Ariel lagi.
"Baik tuan," jawab mereka serentak.
"Sekarang lanjutkan pekerjaan kalian," titah Ariel.
Mereka semua membubarkan diri untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing. Satria, Dewi dan Ariel masuk kedalam lift menuju lantai atas tempat ruangan petinggi perusahaan.
Revan juga kembali keruangannya melalui lift karyawan. Revan belum bisa tenang, meskipun Satria terlihat tenang-tenang saja saat menghadapinya.
"Bagaimana kalau aku dipecat?" gumam Revan saat berada diruang kerjanya.
Tok ... Tok ... Tok. Revan terlonjak kaget saat pintu ruangannya diketuk dari luar. Ternyata sekretaris Revan.
"Tuan Revan, Tuan Ariel memanggil tuan keruangan nya," lapor sang sekretaris.
"Baiklah," jawab Revan. Revan semakin gugup.
Revan berjalan menuju ruangan Ariel. Karena berbeda lantai, Revan pun masuk kedalam lift. Revan keluar dari lift dengan perasaan tidak menentu.
Revan mengetuk pintu, setelah mendengar suara dari dalam, Revan pun masuk.
"Maaf tuan, tuan memanggil saya?" tanya Revan.
"Duduk!" perintah Ariel.
Revan duduk berhadapan dengan Ariel, hanya dibatasi meja. Sedangkan Satria dan Dewi duduk di sofa.
"Kamu tau mengapa aku memanggilmu kemari?" tanya Ariel. Revan menggeleng.
"Kamu kenal dia?" tanya Ariel. Revan menoleh yang ternyata ada Dewi dan Satria.
"Ke-kenal tuan," jawab Revan.
"Siapa?" tanya Ariel.
"Maaf tuan, saya salah," jawab Revan.
"Tolong jangan pecat saya, tuan," mohon Revan.
"Saya tidak akan memecat kamu, tapi saya akan menurunkan jabatan kamu. Agar kamu bisa menghargai orang lain," bukan Ariel yang berbicara, tapi Satria.
Revan memohon agar jabatannya tidak diturunkan, dia berlutut didepan Satria. Memohon agar tidak diturunkan jabatan.
"Tuan, bukankah kita sahabat?" tanya Revan. Satria tersenyum miring.
"Justru karena kita sahabat, aku ingin membantu kamu agar tidak merendahkan orang lain," jawab Satria.
"Tuan ampuni saya, saya salah, ampun tuan," Revan memohon kepada Satria.
"Ariel, tempatkan dia dibagian cleaning service. Biarkan dia belajar membersihkan dirinya sendiri," perintah Satria.
Revan terbelalak mendengarnya, Revan berlutut memohon. Namun Satria tidak peduli, ia ingin memberikan pelajaran sedikit kepada Revan agar kedepannya tidak sombong.
"Ingat diatas langit masih ada langit," ucap Satria.
Lalu memerintahkan Ariel untuk membawa Revan pergi dari tempat itu.
Dan mulai besok Revan akan menjadi cleaning service selama 6 bulan.
*
*
*