Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!
Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GAGAL FAHAM
Mila merapihkan sekali lagi rambut juga bajunya kemudian hendak membuka pintu, tetapi Gilang mencegahnya.
"Kamu ganti baju aja dulu, aku yang keluar" Gilang bangun dari tempat tidurnya kemudian keluar kamar meninggalkan Mila.
Mila memegang dadanya sendiri merasakan bahwa masih terasa debaran kencang dari jantungnya, "kenapa ya?" ucapnya pelan.
Mila pun memutuskan mandi untuk bersih-bersih, sedari pagi sibuk masak di dapur membuat badannya terasa lengket dan bau keringat. Hari ini juga pertama kalinya dia diperkenalkan ke seluruh anggota keluarga Gilang sebagai istrinya, untuk itu dia mau berusaha tampil sebaik mungkin, memikirkannya malah membuat Mila khawatir,
"Bagaimana kalo semuanya tidak suka pada Mila?".
"Kalo keluarganya tidak setuju, gimana?"
"Baru Tante Sonya saja dia sudah dibuat kewalahan"
Apalagi Mila hanya gadis miskin yatim piatu yang hidup sebatang kara, siapa yang gak akan berfikir kalo Mila hanya ingin menumpang hidup. Kenyataan pahit yang memang tidak bisa dipungkirinya. Membuatnya jadi tidak percaya diri.
"Ayah, Bunda siapa yang akan menginginkan gadis miskin ini menjadi bagian dari keluarganya?"
Tetapi kemudian Mila sadar, "Apa yang kupikirkan tidak biasanya mengeluh seperti ini, Mila ayo semangat!!!" ujarnya meyakinkan dirinya sendiri.
Setelah itu dia segera mandi dan mengganti pakaiannya, dia mengenakan dres selutut motif bunga, menggulung rambutnya keatas, ponihnya yang sudah panjang iya angkat keatas juga lalu dia letakkan penjepit disana, sederhana namun tampak manis. Malah semakin memperlihatkan sisi anak-anaknya.
Di sisi lain, Gilang yang sedang duduk bersama dengan Pak Harja menemani Omnya yang baru saja datang.
Bu Riris menghampiri Gilang kemudian berbisik, "Mila mana? udah banyak sodara yang datang, mamah kan mau mengenalkannya"
"Kalo gitu aku panggil dulu mah" Gilang lalu berdiri hendak memanggil Mila, baru saja melangkah, Gilang melihat Mila muncul dari arah tangga "tuh Mila mah"
Mila melangkah mendekat ke arah Mamah mertuanya. " maaf mah aku lama"
"Tidak apa-apa sayang" jawab Bu Riris.
"Sini Mila kita sapa yang sudah datang" ajak Bu Riris seraya mengganteng tangan menantunya itu dan Mila menuruti, mengikuti sang Mama mertua yang antusias.
Beberapa tamu yang sudah datang sedang menikmati kue juga makanan ringan yang tersedia. Semakin lama tamu yang datang semakin banyak, kebanyakan yang hadir adalah saudara dari ibu Riris. Beberapa juga ada yang mengenali Mila karena sejak kecil Mila bermain di rumah itu.
"Oooh ini Mila, cucunya Bi Inah yaaaa?"
"Kok mukanya gak berubah ya dari SMP"
"Loh Gilang dan Mila emangnya pacaran sebelumnya"
Itu adalah beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh kerabat Gilang yang mengenal Mila.
Ketika Mila pergi ke samping rumah untuk mengambil sesuatu disana dia melihat Salsa sedang duduk di tepi kolam renang sendirian.
"Salsa kok disini?" tanya Mila.
"Ah enggak, disini suasananya enak aja," jawab Salsa. "Lu sendiri?" Salsa bertanya balik.
"Gue ambil ini" Mila mengangkat tangannya.
Mereka tersenyum kemudian saling diam memperhatikan suasana kolam petang hari.
"Maaf ya Mil" ucap Salsa tiba-tiba membuat Mila menoleh karena penasaran.
"Minta maaf untuk apa?" tanya Mila
"Lo pasti tau tujuannya tante Sonya dan gue datang kesini"
Mila akhirnya faham kemana arah pembicaraan yang dimaksud oleh Salsa, dia memang sedikit kesal karena sejak tadi Salsa dan Gilang selalu bersama di berbagai kesempatan.
Tante Sonya selalu bisa mengambil kesempatan untuk mendekatkan keponakannya dengan Gilang dan menjauhkan Mila. Berusaha agar Gilang bisa terpikat oleh pesona dari Salsa.
Yang membuat Mila jadi tambah kesal adalah Gilang yang sepertinya malah menikmati dan bersikap biasa saja, walaupun Gilang mengatakan bahwa dia tidak tertarik, tetapi hal itu masih membuatnya marah.
"Kenapa juga gue harus marah?" Mila langsung menyadarkan dirinya.
Ketika mereka sama-sama berjibaku dengan pikiran mereka sendiri tiba-tiba Bu Riris memanggilnya dari dalam rumah, "Mila, Salsa kita makan dulu nak" teriak Bu Riris.
Mila menoleh pada sumber suara "iya Mah" jawabnya kemudian berdiri dan mengajak Salsa untuk jalan bersama ke meja makan.
"Mil" panggil Salsa.
"Iya" Mila menghentikan langkahnya kemudian menoleh pada Salsa.
"Sepertinya gue gak bakal bisa menggeser posisi wanita yang sudah lama ada di hati Gilang, gue harap lu segera tau siapa orangnya" Salsa menepuk pundak Mila, kemudian berjalan mendahului Mila yang masih berusaha untuk mencerna satu demi satu kata yang baru saja ditangkap oleh indra pendengarannya.
"Kok bengong? ayo!" ajak Salsa membuat Mila tersentak dan langsung mengikuti walau dia masih gagal faham dengan apa yang dikatakan Salsa dan berusaha untuk mengabaikannya.
Semua anggota keluarga telah mengambil makanan yang sudah di sediakan rapih ditata sebaik mungkin layaknya meja perasmanan, mereka duduk dilantai berlapis karpet tebal dengan posisi melingkar.
Dan Bu Riris sedang sibuk memamerkan masakan yang di masak oleh Mila hingga membuat Mila jadi malu sendiri.
"Ini Mila loooh yang masak"
"Enakkan masakan menantuku"
"Dia itu pintet banget masaknya persis kayak neneknya"
"Gak salah lah saya pilih mantu"
Kata-kata Bu Riris sukse membuat wajah Mila merona merah karena malu.
"Si Mamah timbang tempe goreng aja mujinya kayak jadi juri master chef aja, yang lain mah okelah" ucap Mila dalam hati.
"Kalo kamu bangga sama menantu kamu kenapa enggak dirayain besar-besaran sih pernikahannya, kenapa terkesan diumpetin emangnya si Mila ini udah hamidun apa?" ucapan siapa lagi kalo bukan si tante Sonya yang sukses buat Mila tersedak karena terkejut, dan kini Mila menjadi pusat perhatian.
Mila masih terbatuk hingga tenggorokannya sakit lalu melihat sekeliling yang menatap ke arahnya lalu menggeleng-gelengkan kepala walau masih terbatuk berusaha menepis tuduhan tante Sonya.
Gladys yang berada disamping Mila memberikan air putih "minum dulu ka" lalu Mila menerima dan meminumnya
"Itu kemauan aku tante" jawab Gilang.
"Kenapa karena kamu belum yakin?"
"Kita masih muda, Mila juga masih punya mimpi, dia akan kuliah lagi" Gilang mendekati Mila dan menepuk-nepuk pundak Mila dengan pelan.
"Lalu kenapa kalian malah menikah kalo gitu?"
Gilang merangkul Mila, "Karena aku mau Mila jadi milik aku lah dari pada aku zina, tante kayak gak pernah muda aja" jawaban Gilang sukses membuat para sepupu yang masih muda bersorak membuat Mila menundukkan kepalanya karena malu. Tante Sonya tentu saja berdengus kesal mendengar jawaban Gilang.
"Sudah-sudah mari makan kembali" pinta Bu Riris pada keluarganya.
Setelah acara makan-makan selesai maka selesai juga acara arisan keluarga ini, satu persatu pergi meninggalkan kediaman rumah Pak Harja dengan suka cita, kecuali tante Sonya yang merasa tak ada lagi harapan untuk menikahkan Gilang dengan keponakannya.
"Tante Sonya nyebelin banget sih" ucap Gladys ketika melihat tante Sonya pergi.
"Sssssssssstttt" Bu Riris menaruh telunjuknya pada bibirnya sendiri menyuruh Gladys untuk tak mengatakan apapun yang menjelekkan tantenya itu apa lagi dihadapan Pak Harja.
"Maaf" ujar Gladys.
"Di beresinnya besok pagi aja Mila lagian besok kan tanggal merah jadi kita masih bisa santai" pinta bu Riris pada Mila ketika melihat Mila hendak bersih-bersih.
"Tapi mah" bantah Mila.
"Udah gak apa-apa, pokoknya langsung tidur aja" perintah Sang mamah mertua.
Gilang kemudian mengajak Mila naik ke atas sesuai perintah bu Riris. Gilang, Mila dan juga Gladys naik tangga untuk ke kamar mereka masing-masing. Tetapi suara panggilan dari Pak Harja menghentikan langkah mereka.
"Mila" panggil pak Harja, Mila menoleh pada papah mertuanya begitu juga Gilang dan Gladys.
"Iya pah" jawab Mila.
"Maaf yaa papah terkesan membiarkan Gilang dekat dengan Salsa, itu papah lakukan hanya untuk membuat Sonya senang saja, papah sayang kok sama kamu, papah harap kamu tidak salah faham" ucap pak Harja yang membuat Mila terdiam.
'Kenapa dengan laki-laki di rumah ini, terlihat cuek biasa saja tapi ternyata perhatian juga, gimana bisa gue ninggalin keluarga ini"
#AWALNYA ENGGAK NGAREP KALIAN KOMENT TAPI TERNYATA KOMENTAR KALIAN BUAT AKU SEMANGAT BUAT NULIS.....SEGITU NGARUHNYA
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH LIKE DAN KOMENT.......