Dara dan Gadis adalah saudara kembar identik yang terpisah sejak kecil, Nasib mereka sangat berbeda. Dara tumbuh dikeluarga yang sederhana sedangkan Gadis, ia tumbuh dikeluarga yang bergelimang harta. Gadis mempunyai calon suami bernama Valen Bramanta dan Dara, Ia hanya mempunyai teman Azka. laki laki yang sering membuatnya kesal. Suatu hari tanpa sengaja Dara bertemu dengan Gadis mereka kemudian bertukar posisi. Dara menjadi Gadis dan Gadis menjadi Dara, Bagaimanakah kisah percintaan mereka? Akankah mereka bertukar pasangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan sikap Dara
Valen kembali lagi keapartementnya pukul lima sore, saat itu ia baru saja pulang. Ketika Valen masuk kedalam apartemennya, ia melihat Gadis sedang menonton tivi.
Valen berjalan mendekati Gadis sampai ia berdiri persis didepan Gadis, Valen lalu duduk disebelah Gadis. Dengan suara lembut ia berkata.
"Gadis, aku mau mandi terus pergi lagi. Kamu tidak apa apa dirumah sendirian?"
Gadis mengabaikan Valen, ia benar benar sedang tidak ingin bicara dengan Valen. Gadis tetap fokus menonton drama korea kesukaannya, ia bahkan tidak menoleh kearah Valen.
"Aku ingin kerumah papamu." Ucapan Valen membuat Gadis menoleh padanya.
"Untuk apa?" Gadis tidak mengerti. ia sedang marah dengan Valen, tapi kenapa Valen justru ingin pergi kerumah papanya.
"Tadi siang, aku tidak sengaja bertemu dengan Dara direstaurant, kebetulan juga papa kamu lewat direstaurant itu. papa kamu pulang bersama Dara. papa kamu mengira, Dara itu kamu." Cerita Valen.
"Jadi, papa salah orang?"
"Iya.. sekarang aku mau jemput Dara. aku juga mau makan malam dirumah papa kamu." Valen berdiri lalu ia pergi kekamar mandi.
.
"Kenapa Dara tidak memberi tahu aku? Biasanya dia selalu meneleponku." Gadis sedih, ia merasa sikap Dara berubah.
Gadis kemudian menelepon Dara, ia ingin menanyakan tentang kebenaran cerita Valen.
Sementara itu ditempat lain, Dara sedang tidur tiduran diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Ia langsung duduk saat ia melihat ada panggilan masuk dari Gadis.
"Hallo Gadis, Ada apa?" Dara menjawab panggilan telepon dari Gadis.
"Dara, apa benar kamu sekarang dirumah papa?" Tanya Gadis.
"Iya, aku ada dikamarmu." Dara kembali berbaring.
"Sebaiknya kamu pergi, aku dan Valen akan datang. kamu tidak perlu repot repot menyamar jadi aku."
Gadis berencana ingin datang bersama Valen, Papanya tidak akan menyadari kalau Dara pergi jika Gadis buru buru datang kerumah papanya. Gadis juga merindukan papanya.
"Aku tidak mau, aku sudah terlanjur berpura pura jadi kamu. sebentar lagi malam dan aku tidak mau pulang sendiri." kata kata Dara terdengar ketus ditelinga Gadis.
Gadis tidak kenyangka Dara akan menolak keinginannya.
"Dara, Kenapa kamu berubah?" Mata Gadis berkaca kaca. ia merasa sedih.
"Aku tidak berubah. Jangan berlebihan, aku tidak sengaja bertemu papa. aku juga tidak bermaksud menyamar jadi kamu, tapi sudah terlanjur lagi pula setelah makan malam aku akan pulang." Suara Dara ditelepon masih terdengar ketus.
Dara kemudian memutuskan panggilan telepon Gadis, tanpa menunggu Gadis selesai bicara. Gadis segera menyeka air matanya ketika Valen keluar dari kamarnya, laki laki itu baru saja selesai mandi dan berganti pakaian.
"Valen.. apa kamu mau menjemput Dara dirumah papa lalu mengantar Dara pulang?" Gadis seakan tidak rela suaminya berdekatan dengan Dara meskipun Dara adalah saudaranya.
"Kamu lupa? kemarin malam kamu meminta Dara untuk menemani aku keacara pernikahan temanku. Apa salahnya? kalau sekarang aku mengantar Dara." Mengingat kebohongan Gadis, Valen jadi kesal sendiri.
"Aku tahu. aku salah, tapi aku sudah minta maaf. Valen, aku mau ikut kerumah papa." Gadis tampak bersungguh sungguh dengan ucapannya.
"Maksud mu?" Valen tidak mengerti maksud ucapan Gadis.
"Mungkin sudah saatnya papa mengenal Dara. Jadi, Biarkan aku dan Dara sama sama bertemu papa." Gadis ingin papanya mengetahui tentang keberadaan Dara.
Sebenarnya Valen tidak ingin Gadis ikut dengannya karena ia ingin berduaan dengan Dara, tapi Valen merasa tidak enak menolak keinginan Dara.
"Terserah." Ucap Valen pasrah.
"Aku ganti baju dulu sebentar." Gadis terlihat senang, ia lalu buru buru masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah Gadis berganti pakaian, Gadis dan Valen kemudian pergi kerumah tuan Abhian.
🍀
🍀🍀🍀
Dara membuka lemari pakaian milik Gadis, didalamnya masih ada baju baju milik Gadis. Gadis memang tidak membawa semua pakaiannya karena pakaiannya terlalu banyak.
Dara mengambil salah satu baju yang menurutnya bagus dan cocok untuk ia pakai. Dara lalu memakai baju itu setelah itu ia menyisir rambutnya lalu berdandan.
Dara mendengar suara mobil berhenti dihalaman rumah itu, dengan penuh semangat ia berjalan kearah jendela.
"Itu pasti Valen."
Dara melihat keluar jendela, pandangan matanya tertuju pada halaman rumah. Dara tersenyum senang ketika ia melihat mobil Valen.
Valen keluar dari mobilnya, ia berjalan memutar lalu membuka pintu mobil yang satu lagi.
Dara memincingkan matanya saat ia melihat Gadis keluar mobil itu.
"Gadis, ia benar benar datang." Wajah Dara tampak kesal, ia kecewa karena Valen datang bersama Gadis.
Valen dan Gadis masuk kedalam kediaman tuan Abhian mereka disambut dengan hangat oleh tuan Abhian. Tuan Abhian meminta Valen dan Gadis untuk duduk.
Valen, Gadis dan tuan Abhian pun duduk bertiga disofa ruang tamu.
"Papa senang, kamu mau datang Valen. Papa kira Gadis ada dikamar." Ucap tuan Abhian
"Aku ada diteras pa, aku menunggu Valen." Gadis menarik nafas lega karena papanya tidak tahu kalau Dara sempat menggantikan posisinya.
"Pa, Aku mau kekamar dulu sebentar." Walaupun Gadis tidak tinggal dirumah itu lagi, tapi kamarnya tetap sama tidak ada yang berubah. Gadis bisa pulang dan menginap dirumah itu kapanpun ia mau.
Usai berpamitan Gadis pergi kekamarnya. ia ingin mencari Dara lalu mempertemukan dengan papa mereka, tapi ia tidak menemukan Dara.
"Dimana Dara?" Gadis bertanya tanya.
Karena tidak menemukan Dara. Gadis mencoba menghubungi Dara, tapi sia sia. Dara tidak menjawab teleponnya.
Beberapa saat usai Gadis menelepon Dara, ada pesan yang masuk kedalam ponsel Gadis. Gadis buru buru membuka pesan yang ternyata dari Dara.
Aku pergi sesuai dengan keinginanmu. Saat kamu butuh bantuan. kamu meminta bantuanku, tapi saat kamu tidak butuh kamu mengusirku. Kamu memang egois. Tenang saja, aku tidak akan muncul lagi didalam hidupmu. Selamat tinggal perempuan egois.
Pesan Dari Dara membuat Gadis semakin sedih bahkan ia sampai menangis.
🍀
🍀🍀
🍀🍀🍀
Valen mencari Gadis dikamarnya, ia ingin mengatakan kalau tuan Abhian sedang menunggu mereka untuk makan.
Valen berdiri mematung, langkah kakinya terhenti ketika ia melihat Gadis menangis.Valen meneruskan langkahnya, ia menghampiri Gadis lalu duduk disebelah Gadis.
"Kamu kenapa?" Ada rasa iba dihati Valen saat ia melihat istrinya menangis.
"Dara pergi, dia marah." Gadis menyeka air matanya.
"Sudah biarkan saja, jangan dipikirkan." Valen mengusap usap kepala Gadis.
.
"Dara itu saudaraku satu satunya. sejak bertemu dengan Dara. Aku merasa hanya Dara yang tulus menyayangiku. Aku juga merasa tidak punya siapa siapa selain Dara." Gadis terisak.
"Kamu salah Gadis. bukan hanya Dara, tapi ada aku. Selain Dara, kamu juga punya aku." Valen memeluk Gadis dari samping.
Gadis merasa nyaman dalam pelukan Valen,dalam hati Valen merasa bersalah karena ia sudah menghianati Gadis.
"Ehm.... " Suara deheman seseorang membuat Valen melepaskan pelukannya, ia dan Gadis menoleh secara bersamaan.
"Maaf, papa mengganggu. kita makan sekarang." Tuan Abhian terlihat senang, ia mengira rumah tangga anaknya harmonis.