NovelToon NovelToon
ARCANIST

ARCANIST

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:435.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kei L Wanderer

Di dunia baru yang terbentang begitu luas, banyak misteri tersembunyi dan perlu dijelajahi.

Makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik kabut, dalam hutan luas, di pegunungan tak berujung, bahkan lautan tanpa batas.

Binatang sihir yang penuh pesona, atau makhluk mengerikan yang hanya dalam mimpi buruk. Bunga-bunga indah yang melambangkan duka, atau buah yang membawa keabadian bagi pemakannya.

Ini adalah cerita tentang sihir yang penuh misteri dan terus dijelajahi. Tentang cerita para Arcanist, orang-orang yang mempelajari sihir, mencoba melangkah ke tempat tinggi, dan mengungkapkan misteri dunia.

Ini adalah kisah Ethan, yang menjadi seorang bocah yang dijual oleh pedagang budak. Seorang yang melangkah ke jalur Arcanist, dan ...

Orang yang berkelana untuk menjelajahi misteri dunia dengan tangan dan kakinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei L Wanderer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misunderstanding

“Tunggu! Mohon tunggu sebentar, Tuan-tuan yang terhormat!”

Pemilik Golden Mink Inn, seorang wanita paruh baya agak gempal bergegas lalu melerai mereka di tengah. Melihat para petualang yang tercengang, lalu ke arah para murid dari Tower of Oblivion yang siap bertarung, dia segera menjelaskan.

“Mohon maaf telah mengganggu makan malam kalian. Karena tuan-tuan baru saja datang ke kota ini untuk singgah, jadi tidak mengerti apa yang terjadi di sini. Jadi tolong, biarkan saya menjelaskan.”

“Sebenarnya ini bukan paksaan atau semacamnya. Di penginapan ini, kami juga melayani jasa ‘pelayanan tambahan’. Bisa dibilang, ini adalah foreplay yang biasa dilakukan oleh petugas dan pelanggan. Maksudku-“

“Bukankah suara lembut penolakan membuat para lelaki semakin bersemangat?”

Mendengar ucapan pemilik penginapan yang tersenyum dengan ekspresi ‘kamu pasti mengerti’, para murid dari Tower of Oblivion tertegun.

Pada saat itu, Ethan yang berjalan mendekat hampir tersandung sampai jatuh karena ucapan wanita itu. Dia benar-benar kehilangan kata-kata, menatap ke arah pemilik penginapan lalu para pelanggan dan pelayan dengan ekspresi tidak percaya.

‘Apa-apaan! Tidak bisakah kalian melakukan sesuatu sesuai dengan rutinitas? Apa yang kalian maksud bersemangat!’

‘Aku sudah mempersiapkan jiwa dan raga, memperkuat mental untuk membunuh manusia pertama kali dalam dua kehidupan yang aku jalani. Kamu malah memberiku ini?!’

Ethan meraung dalam hati. Bocah itu benar-benar marah, dan ingin memukul pemilik penginapan itu dengan baguette (roti prancis) yang tadi dia beli.

Benar-benar merasa kesal, hampir muntah darah karena marah!

Melihat suasana masih agak canggung dan emosi para pengunjung belum reda, wanita itu kembali berkata, “Sebagai ganti kerugian, saya akan mengembalikan biaya menginap malam ini. Selain itu, makan malam ini juga gratis. Jika ingin pelayanan tambahan, saya juga akan memberi harga diskon.”

Mendengar itu, para murid saling memandang lalu mengangguk. Ethan tercengang ketika melihat keempat rekannya setuju. Dia hanya bisa menggerutu dalam hati, menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan hari ini.

Sekitar setengah jam kemudian, murid-murid dari Tower of Oblivion mengelilingi sebuah meja besar yang dipenuhi dengan makanan. Menurut pengetahuan umum, tampaknya mereka, para Arcanist lebih ditakuti dan dihormati daripada para bangsawan, jadi mendapatkan perlakuan spesial.

Selain hidangan melimpah, ada juga wanita-wanita cantik yang duduk di samping mereka. Valen dan Ivan tampak biasa saja, Lambert tampak berpuas diri, dan Robert yang sederhana merasa sedikit malu karena hal semacam ini seharusnya tidak diperlihatkan di depan rekan-rekannya.

Sedangkan Ethan? Bocah itu benar-benar mengabaikan orang lain dan fokus melahap makanannya. Garpu di tangan kanan dan paha kalkun di tangan kiri. Dia melahap semuanya dengan ganas untuk melampiaskan rasa marah dan perasaan tidak puas dalam hatinya.

Di sebelah Ethan, tampak seorang wanita dewasa dengan penampilan menawan. Rambut coklat panjang bergelombang, mata seperti zamrud, dan tubuh wanita dewasa penuh gelombang yang membuat lelaki kepanasan. Bahkan parasnya juga cantik, salah satu yang paling cantik di tempat ini.

Nama wanita itu adalah Ellen. Melihat Ethan yang makan dengan lahap sampai pipinya menggembung, dia tersenyum.

“Anda benar-benar terlihat imut, Tuan Muda.”

Kata-kata itu membuat Ethan yang sedang makan hampir tersedak. Dia langsung meletakkan garpu lalu meraih cangkir kayu. Dengan mulut penuh makanan, bocah itu hampir tidak bisa berkata, “J-Jus!”

Ellen segera mengambil jus jeruk dan menuangkannya ke cangkir.

Ethan langsung meminumnya. Setelah semua makanan ditelan dan perasaan nyaris tercekik hilang, dia menoleh ke arah Ellen dan berkata, “Tolong jangan mengatakan hal semacam itu secara tiba-tiba!”

“Ah? Apakah Tuan Muda malu?” Ellen berkedip dengan senyum menggoda. Dia kemudian berbisik di telinga bocah itu. “Apakah Tuan Muda ingin saya mengajarinya? Dari usia anda, seharusnya belum pernah merasakan nikmatnya, bukan?”

Setelah itu, Ellen mundur. Dia menatap ke arah Ethan. Namun, ekspresi malu-malu dan wajah merah yang dia harapkan tidak muncul. Sebaliknya, bocah itu malah menatapnya dengan ekspresi kosong.

‘Apakah kamu bodoh?’

Dari tatapannya, Ellen merasa kalau Ethan mengatakan itu kepadanya. Langsung membuatnya yang seharusnya menggoda menjadi sedikit malu.

Ethan berhenti menatapnya, lalu kembali memakan hidangan yang tersaji di depannya. Bukannya dia tidak tahu apa yang dimaksud Ellen. Namun bocah itu belum memiliki minat pada hal semacam itu. Lagipula, bahkan jika usia di dua kehidupan sudah dewasa, tetapi usia tubuhnya sekarang baru 11 tahun.

Remaja mungkin mengalami pubertas, tetapi Ethan tidak ingin merusak tubuhnya yang masih berkembang dengan hal-hal semacam itu.

Bahkan jika rekan-rekannya yang masih remaja meminum anggur, Ethan tidak melakukannya. Dia memilih minum jus jeruk, yang sedikit tidak pada tempatnya. Namun tidak ada yang mempermasalahkannya.

Setelah setengah jam, Ethan akhirnya berhenti. Dia sebenarnya ingin membalas pemilik penginapan dengan makan lebih banyak. Namun kapasitas perutnya benar-benar tidak begitu memadai. Jadi bocah itu akhirnya menyerah.

“Aku akan beristirahat lebih awal.”

Pada saat semua orang sibuk minum dan berbicara santai, Ethan bangkit dari kursinya dengan ekspresi tegas.

Lambert ingin mengatakan sesuatu, tetapi Robert langsung menyela. “Tidak apa-apa. Kamu bisa kembali terlebih dahulu.”

Ethan langsung mengangguk pada para seniornya. Bocah itu kemudian pergi ke lantai dua sendirian.

Saat itu, barulah Lambert bergumam pelan, “Sungguh bocah yang gila kerja.”

“Ethan. Bocah itu memang terlihat putus asa dibandingkan apprentice lainnya, padahal jelas-jelas bakatnya sangat bagus.Dia bahkan bekerja lebih keras daripada orang-orang tanpa bakat,” ucap Robert sebelum menyesap anggur di cangkirnya.

“Sebutan ‘Mad Apprentice’ itu tidak bohong, dan Tuan Muda ini merasa sedikit terintimidasi karenanya,” tambah Ivan sambil memijat pelipisnya.

“Bukankah itu alasan kenapa orang seperti Lady Catherine menghargainya?”

Mendengar ucapan Valen, semua orang mengangguk diam-diam.

Sementara itu, Ethan yang kembali ke kamar langsung mengunci pintu. Setelah hatinya sedikit tenang, dia memilih untuk bermeditasi. Bocah itu tahu kalau reaksinya kali ini sedikit berlebihan, mungkin efek tubuhnya yang belum dewasa. Namun dia berusaha untuk memperbaikinya.

‘Tenangkan dirimu, Ethan. Sebelum mengenal musuh, kamu harus mengenali dirimu sendiri. Hanya dengan begitu, kamu bisa melihat kelemahanmu sendiri dan berusaha memperbaikinya.’

Ethan berbicara kepada dirinya sendiri. Dia memejamkan mata, mulai fokus untuk bermeditasi. Tidak lama kemudian, bocah itu pun mulai tenggelam di dalamnya.

Setelah itu malam terus mengalir. Langit gelap berhiaskan bintang telah menghilang, digantikan sinar jingga dari sang fajar yang menampakkan dirinya.

Dengan begitu, hari baru telah tiba, dan saat itu juga Ethan beserta rekan-rekannya harus melanjutkan perjalanan mereka.

>> Bersambung.

1
Kevin
siapa tau ada yg minat Baca karya pertama sy Sang Kilat Hantu
minak jinggo
semoga cwe itu mati karna kebaikan'nya. kwkwkw
Santy 2a
cerita bagus tapi banyak bab yg diposting ulang
Budi 130
kok ngulang isi bab lelang nya thor tolong di benerin kalau bisa
bakpao
/Good/
Muh Nasar
Luar biasa
Muh Nasar
Lumayan
Adryan Eko
kanna dan anya bukan nya juga orang terdekat nya MC apocalypse ya??
Adryan Eko
wkwkwkwk.. beneran ngakak
Adryan Eko
wkwkwkw.. gw ngakak beneran
Adryan Eko
udaah gass aja bro.. lumayan nambah anggota keluarga arcanist super kuat.. bayangin aja jendral warewolves kayak apa yg tercipta dari hasil mu nanam benih di chintya.. wkwkwk
Adryan Eko
House Of Wolves.. mantappp
Adryan Eko
yaa yaa yaa.. sangat sesederhana itu
Adryan Eko
emang niat ngerampok lu tong
Adryan Eko
Luar biasa
Adryan Eko
mencurigakan senyuman mu Valen
Adryan Eko
wkwkwk.. peliharaan mu pun dah mulai ke arah bengkok Ethan
Adryan Eko
wkwkwk.. sabar ya Ethan.. circle pertemanan mu memang agak bengkok
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
Luar biasa
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!