NovelToon NovelToon
Pemuas Sang Dosen Muda

Pemuas Sang Dosen Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:401.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

_Tiara hanya ingin hidup tenang di kampusnya. Belajar dengan baik dan lulus tepat waktu tanpa ada drama. Namun, tak lama setelah kehidupannya di dunia kampus, desas-desus tentang dosen baru yang luar biasa ganteng merajalela di antara mahasiswi._

_"Ganteng banget, loh!" kata-kata ini selalu menghiasi telinga Tiara, tapi dia tak terlalu tertarik._

_Namun, nasib memiliki rencana lain. Suatu hari, kecelakaan kecil membuat Tiara bertemu dengan seorang pria misterius. Keduanya terlibat dalam momen singkat yang tak terlupakan, meski awalnya hanya sebuah pertemuan kebetulan._

_Sekarang, pandangan pria itu terus mengikuti Tiara, dan sebuah obsesi yang mengerikan tumbuh di dalam hatinya. Bagaimana jika obsesi ini berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap dan berbahaya daripada yang pernah dia bayangkan?_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Setelah dua hari kemarin Tiara mengurung dirinya, hari ini Tiara kembali beraktivitas seperti biasanya.

Hari ini juga adalah hari pertama ujian dimulai, namun sebelum kedalam kelas Tiara berencana untuk menemui Adit

Saat Tiara hendak melangkahkan kakinya, ia melihat Sintia yang masuk kedalam ruangan Adit. Karena Tiara penasaran, akhirnya Tiara pun mencoba mendengarkan apa yang terjadi diantara keduanya.

Tiara membuka sedikit celan pintu, dan dari situ ia dapat mendengar jelas apa yang tengah keduanya bicarakan.

" Kamu mau minta tanggung jawab apa ke saya Sintia..? Saya ga merasa melakukan apapun ke kamu " ucap Adit dengan rasa tak perduli

" Bapa bilang bapa ga melakukan apapun..? Bapa ga ingat kita ngelakuin pak, bahkan bapa bilang menikmatinya. Lalu sekarang saat saya hamil, bapa gamau bertanggung jawab atas kehamilan saya " ucap Sintia yang sedikit meninggikan suaranya

Tiara menutup mulutnya, jadi selama ini Adit juga melakukan kepada perempuan lain bukan hanya kepada dirinya. Tiara yang masih penasaran pun tetap memutuskan untuk mendengarkan, ia ingin tau semuanya.

" Sintia..!! Saya sudah bilang berkali kali, saya tidak pernah menyentuh kamu..!! Apa kamu punya bukti kalau saya yang menghamili kamu?? " tegas Adit yang kini sudah bangkit dari kursinya

Tiara pun memutuskan untuk menyudahinya, ia berfikir jika ia berbicara kepada Adit ia akan bernasib sama dengan Sintia.

Tiara memutuskan untuk merahasiakan kehamilannya, bagaimanapun ia tak mau bernasib sama dengan Sintia.

Tiara masuk kedalam kelas dengan melamun, ia merasa tubuhnya sangat lemas namun ia harus tetap kuat tak boleh terlihat lemah.

" Tiara, kamu belum berobat?? " ucap Alya saat Tiara duduk di sebelahnya

" Udah Alya, tenang aja aku ga apa apa ko " jawab Tiara setenang mungkin.

Tiara menoleh kearah kursi Sintia, namun wanita itu belum juga masuk keruangan sedangkan jam pelajaran akan segera dimulai.

" Selamat Pagi " sapa Adit yang baru saja masuk kedalam kelas

" Pagi Pak " sapa lainnya serentak, kecuali Tiara bahkan wanita itu enggan menolehkan kepalanya kepada Adit.

" Saya minta ponselnya di letakkan di meja saya, dan tas di letakkan di depan, segera " ucap Adit dengan tegas

" Alya, aku nitip yah " ucap Tiara dan Alya mengangguk

Alya pun membantu Tiara untuk meletakkan ponselnya ke meja Adit, dan juga menaruh tas milik Tiara di depan.

Adit memperhatikan Tiara yang sejak tadi enggan menoleh kearahnya, bahkan untuk mengumpulkan saja ia meminta bantuan kepada Alya.

Setelah semua ponsel dan tas di kumpulkan, Adit mulai berjalan membagikan lembar ujian kepada muridnya.

Saat Adit tepat di meja Tiara, dengan jelas Adit melihat Tiara yang membuang wajahnya.

" Waktunya 60 menit, dimulai sekarang" ucap Adit dan dengan serentak semuanya pun mengerjakan ujiannya.

Adit duduk di kursinya, matanya terus memperhatikan Tiara yang sedang mengerjakan ujian.

" Huek " Tiara menahan rasa mualnya

" Ti kamu ga apa apa..? " ucap Alya yang mendengar

" Engga apa apa, aku ke toilet dulu yah "

Tiara yang kembali merasa mual, dengan terpaksa harus meminta izin ke toilet.

" Saya izin ke toilet pak " ucap Tiara yang langsung pergi begitu saja

Adit merasa ada yang aneh dengan Tiara, selama ia mengajar kemarin Tiara selalu izin ke toilet.

" Huekk huekk " Tiara mencoba memuntahkan isi perutnya.

Ia mengatur nafasnya sambil memegangi perutnya yang masih mual, ia mengambil minyak angin yang ada di dalam jas almamaternya dan menghirupnya.

Setelah merasa cukup baik, Tiara memutuskan untuk segera kembali ke dalam kelas sebab kali ini ujian.

Sesampainya di kelas Tiara melihat sebuah air mineral diatas mejanya.

" Dari Pak Adit " ucap Alya berbisik

Tiara menyingkirkan minuman itu, ia kembali mengerjakan soal ujian miliknya.

Sambil mengerjakan soal, sesekali Tiara menghirup aroma minyak angin miliknya. Beruntung Tiara mampu mengerjakan soal soal ujian tersebut, setelah selesai ia pun berisitirahat sejenak sebab waktu ujian masih ada 30 menit.

" Kalau sudah selesai bawa kesini, Tiara " ucap Adit

" Baik Pak " Dengan terpaksa Tiara bangkit dari kursinya dan menyerahkan lembar ujiannya.

Tiara mencari ponselnya, namun ia tak menemukan diantara ponsel lainnya.

" hp saya mana ya Pak " tanya Tiara yang tak menemukan ponselnya

" Buka blokir saya, baru saya kasih hp kamu " jawab Adit sambil memeriksa ujian Tiara

" Oke " jawab Tiara singkat

Adit mengeluarkan ponsel milik Tiara dari saku jasnya, dan memberikan kepada Tiara.

" Mau aja saya bohongin " gumam Tiara yang kemudian berjalan menuju kursinya kembali

" Ada yang bunuh diri ada yang bunuh diri " ucap seorang wanita dengan histeris berlari

Seketika kelas merasa ricuh, dan beberapa dosen berlari menuju toilet.

Karena penasaran Tiara mencoba bangun dari kursinya, begitu ia lihat wanita itu adalah Sintia. Sintia mencoba membunuh dirinya sendiri, ia langsung menoleh kearah Adit sedangkan laki laki itu nampak tenang.

Sesuai selesai mata kuliah, Tiara mendatangi ruangan Adit begitu ia masuk ia melihat Adit yang tengah duduk di kursinya.

" Tiara " panggil Adit dengan raut wajahnya yang senang, sebab wanita itu kembali menemui dirinya

Plakk..!!

Sebuah tamparan berhasil Tiara berikan di pipi Adit.

" Dasar cowo brengsek, ga mau bertanggung jawab " ucap Tiara yang setelah itu pergi keluar

Adit hanya diam bahkan ia bingung, ada apa dengan Tiara

1
Rehan Rama
😭😭😭😭
Bunda Silvia
childish tiara harusnya ngga ambil kesimpulan sendiri
Bunda Silvia
walah malah ketemu dokter pribadinya adit🤣🤣
Bunda Silvia
Hahaha kapok yg ngidam adit 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
bodohnya tiara emang deket kampus ngga ada bank
harus banget ya narik uang di jalan
Frely Hursepuny
Tiara kebiasaan nggak nanya, main asumsi sendiri dan overthinking.
bukan sikap dewasa tapi konyol
Liydianalin
Kecewa
Liydianalin
Buruk
Novita Dewi
lanjut
Muna Irwan
cb panggilnya ara jgn ti kurang srek aja gitu 🙏🙏
Daryati Idar
lanjut thor
Ce Habibah
lanjut makin seru kak
Ce Habibah
ngeri
Ce Habibah
aneh Adit tanggung jwb GK mau giliran di jaga orang mau,hadeh
Ce Habibah
jujur aja ti ti
Ce Habibah
benere Adit itu baik,cuma gk bisa mengendalikan nafsu
Riski Budi
suka banget sama ceritanya 👍
surveyor05 mtj
novel bagus .bisa memainkan para pembaca....
Sayang penulis tidak mempunyai pengetahuan dlm hukum pernikahan....
Yg membuat isi novel tidak jelas...dan mengecewakan.....
Aku nyesel baca novel ini....
Semoga bisa bikin novel bagus.....
mending baca kopingho & nick carter...
yg jelas ada ceritanya
Maaf... suwun
Caramel Machiato: Terimakasih atas komentarnya kak, jika memang Kaka tidak menyukai tidak apa /Smile/ Tapi saya minta tolong lebih hargai karya orang yah kak, dan jangan asal berkomentar negatif /Smile/
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut
💝F&N💝
alur ceritanya sudah lupa, thor. saking lamanya up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!