assalamualaikum,
hai jumpa lagi dengan saya vera
novel ini menceritakan perjalanan seorang wanita yang menantikan pendamping hidupnya.
lailatul zahwa seorang wanita karir yang berencana menikah setelah wisuda S2 nya. ia pun pergi ke acara wisuda dengan membawa setumpuk undangan dan dibagikan kepada teman temannya juga beberapa orang dosen.
namun takdir berkata lain, laila harus kehilangan calon suaminya beberapa hari sebelum janur kuning melemgkung. laila terpuruk dan mengurung diri hingga ia mendapat teguran dari perusahaan tempat ia bekerja.
ahirnya dengan berat hati laila melepaskan pekerjaan yang ia dapat sebagai bonus dari predikat comlude sarjana nya. ia dipanggil bekerja dengan posisi yang cukup bergengsi, bukan sebagai karyawan biasa.
ahirnya laila memutuskan menjalankan usaha mama dan menjemput jodoh disana. sudah banyak pernikahan orang yang ia rancang dan laksanakan sehingga menjadi meriah dan meninggalkan kesan bahagia yang bisa di kenang seumur hidup.
dan laila pun berharap ia juga bisa menata pernikahannya sedemikian rupa dengan lelaki yang mencintainya. dan mampu mendampinginya sampai ajal memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vera irmayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ACARA MASAK - MASAK 3
setelah semua kue selesai di masukkan ke dalam kotak kue, laila, ustadzah aisyah, ibu saeful dan para santri yang membantu keluar dari ruang kelas.
mereka pun bergegas ke mushola, karena adzan dzuhur sudah berkumandang. ibu saeful yang kembali kerumah mengambil mukena pun berjalan sedikit cepat agar tak tertinggal oleh ustadzah latifah dan laila yang menuju tempat wudhu.
sampai di dalam mushola laila medekati ibu nyai, nenek dan mama yang sudah ada di barisahn shaft. mereka saling bersalaman begitu pula ustadzah aisyah dan ibu saeful.
"masyaallah ibu ndak nyangka ya kita ketemu disini, tadi malam kakek nya baru bilang mau menghubungi bapak, pingin ketemuan katanya belum puas ngobrol" ucap nenek tiba tiba
"masyaallah iya bu, masih ada rezeki buat kita bertemu, monggo mampir kerumah anak saya nek" sahut ibu saeful
laila dan mama yang melihat pun merasa heran melihat nenek yang mengenal seseorang disini. dan tak lama iqomah pun dikumandangkan tanda sholat berjamaah akan segera di mulai.
setelah sholat dzuhur para ibu ibu berkumpul di teras mushola.
"assalamualaikum" suara khas kakek menyapa laila dan para ibu yang sedang duduk santai di anak tangga mushola.
"waalaikumsalam" sapa laila dan yang lain hampir bersamaan
"nek lihat ini, kakek baru mau telfon ternyata sudah bertemu disini" sapa kakek yang sudahenggandeng tangan bapak saeful.
"iya kek, nenek juga ketemu ibunya, alhamdulillah ya kita tidak perlu muter - muter jakarta mencari alamatnya" canda nenek membuat semua yang mendengarnya tertawa
tapi tidak dengan saeful. ia merasa terkejut melihat ibunya sudah duduk manis bergurau dengan laila dan mamanya. sedangkan bapak di gandeng oleh seorang kakek lau mengenalkan pada laila.
"bapak dan ibu sudah ketemu laila ya" ucap saeful lirih dan tetap melihat dari kejauhan.
"ini rita menantu saya, dan ini laila cucu kesayangan kami yang membuat kami nekat naik kerera berdua ke jakarta" ucap kakek semangat mengenalkan laila dan mama pada bapak saeful
laila dan mama pun menganggukkan kepala di iringi senyuman saat diperkenalkan oleh kakek.
"kami satu kereta dengan ibu bapak ini laila, kebetulan anak beliau mengajar di pesantren ini, nanti kita mampir kerumah anaknya ya" ucap kakek sembari menaikkan kedua alisnya ke arah nenek dan laila meminta persetujuan
"iya bu rita saya dan istri saya satu kereta dengan kakek dan nenek, cuma kami berbeda gerbong, kakek di gerbong yang mahal kami di gerbong yang murah" jawab bapak saeful dengan nada candaan dan membuat tertawa yang mendengarnya
"hhmmm iya laila ingat, bapak kan yang nggak sengaja laila senggol sampai karung dan tas yang bapak bawa berhamburan di pintu keluar ya" ucap laila tiba - tiba
"naahhh iya iya, bapak ingat, jadi yang mbak cari kakek dan nenek ini ya" sahut bapak saeful.
"mari kek nek mampir kerumah anak kami, tapi maaf masih lesehan, maklum anak bujang" ajak bapak saeful kepada kakek nenek laila dan mama
"aahh ayo ayo, kalau kita dirumah bu nyai terus nanti ndak enak, barang kali bu nyai nya mau istirahat" sahut kakek semangat
mereka pun berjalan ke arah rumah tinggal saeful. sepanjang perjalanan, kakek dan bapak saeful tak hentinya berbincang sambil bercanda.
saeful yang melihat serombongan orang mengarah ke rumahnya pun lalu mengikuti dari arah belakang. sebelum kedua orang tua nya dan keluarga laila sampai di rumahnya, saeful mempercepat langkah nya mendekati rombongan tersebut.
setelah ibu membukakan pintu, bapak memepersilahkan kakek, nenek, mama dan laila masuk kedalam rumah.
"silahkan duduk nek, kek, bu, mbak laila, maaf tempatnay lesehan" ucap ibu saeful mempersilahkan tamunya untuk duduk di karpet yang sudah terhampar di ruang tamu.
"maaf saya permisi ke belakang dulu" ucap ibu sembari menarik saeful yang baru saja masuk dan menyalami bapak dan kakek laila.
"bantu ibu buat minum ya le, tolong siapkan gelas nya dan kue yang ibu bawa kemaren" perintah ibu pada saeful lalu ibu merebus air dalam teko kecil.
"inggih bu,,," jawab saeful lalu meraih nampan di meja makan sederhananya
"hhmmm bu, itu yang namanya laila, apa ibu sudah kenalan dengannya" uvap saeful lirih
"ssttt sudah, kita siapkan dulu minumnya, ibu sama bapak sudah mengenal kakek dan neneknya" ucap ibu sembari menungkan air panas dalam teko yang sudah terisi teh dan gula
lalu ibu dan saeful membawa teh hangat dan sepiring kue ke ruang tamu.
"ini anak lanang yang saya ceritakan kek" jelas bapak mengenalkan saeful
"waah saya kakek nya laila, katanya kalian sudah saling kenal ya" ucap kakek bersemangat
"iya kek, laila pernah menolong saya waktu saya jadi korban tabrak lari di persimpangan tidak jauh dari ruko mbak laila" sahut saeful
selama menyimak obrolan kakek nenek dengan orang tuanya, dada saeful berdegup kencang. hanya ia dan allah yang tau karena ia menyembunyikan debaran hatinya dengan sesekali menyahut pembicaraan bapak dan kakek laila.
perbincangan mereka pun berlangsung lama. sehingga tidak menyadari kehadiran papa yang menyusul mereka ke pesantren setelah pulang dari kantor.
hingga saat waktu ashar tiba semua obrolan terhenti dan beranjak ke mushola. ternyata papa sudah menunggu di mushola.
"dari mana saja ma, kok papa cari keliling nggak ketemu" tanya papa saat bertemu mama
"dari rumah ustadz saeful pa, itu lo ibu bapak yang di ceritain kakek kemarin ternyata orang tuanya ustadz saeful dan mwngajar disini, jadi merwka ketemu disini" jelas mama pada papa
lalu mereka semua menunaikan sholat ashar berjamaah di mushola dan berpamitan setelah sholat. saeful sedikit kecewa karena kesibukan masing - masing, saeful tak bisa berlama - lama bertemu dengan laila.