NovelToon NovelToon
Balqis Untuk Baim

Balqis Untuk Baim

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:141k
Nilai: 5
Nama Author: Sasa Al Khansa

Putri Balqis yang biasa di panggil Balqis adalah gadis muda yang hidup sebatang kara.Gadis cantik dan lemah lembut yang tidak pernah tahu siapa orang tuanya karena ia hidup di besarkan oleh seorang nenek yang menemukannya saat bayi. Hingga akhirnya ia hidup seorang diri setelah sang nenek meninggal.

Muhammad Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Baim adalah seorang pemuda yang memilih hidup di jalan daripada di rumah. Meninggalnya sang ibu dan merasa ayahnya lebih sayang pada sang kakak membuatnya menjadi pemuda pemberontak yang tidak mau di atur hingga ia memilih menjadi bagian dari geng motor.

Baim jatuh cinta pada Balqis yang telah menolongnya dari pengeroyokan yang menimpanya.

Bagaimana kehidupan keduanya selanjutnya setelah pertemuan hari itu?

Happy Reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUB 24 Kehidupan Baru

Balqis Untuk Baim

"Dia sudah menikah?," perempuan yang tidak lain istri dari Ilham itu terkejut.

"Dia memperkenalkannya begitu."

"Lalu apa rencana Mas selanjutnya?,"

...******...

"Abang jadi pergi?," tanya Balqis memastikan.

Semalam, mereka bercerita panjang lebar. Baim memenuhi janjinya yang tertunda. Balqis di buat terkejut dengan apa yang ia dengar. Baim yang tahu bahwa istrinya akan kembali minder pun selalu meyakinkan bahwa ia akan tetap jadi Baim yang istrinya kenal.

Balqis pun tahu bahwa uang milik Baim memang tidak sedikit. Apalagi Ilham masih rutin mengiriminya uang. Sementara sang ayah memang tidak pernah tahu nomor rekening milik Baim yang baru. Karena rekening ini di buat oleh Ilham.

Hanya saja, Baim tidak pernah ingin menggunakan uang itu. Ia pertama kali menggunakan uang itu untuk membayar denda pada Bang Elang dulu. Hingga bisa di bayangkan berapa banyak isi rekeningnya.

"Iya,tapi aku mau beli mobil dulu untuk akomodasi kita" Jelas Baim. "Setelah itu, kita akan mencari ruko. Mudah-mudahan bisa dapat dua yang saling bersebelahan." jelas Baim.

Selain Baim yang akan membuka bengkel. Balqis pun akan membuka toko kue. Karena itu, keduanya sepakat untuk mencari ruko di mana tidak hanya menjadi tempat usaha tapi juga menjadi tempat tinggal bagi mereka berdua.

"Kamu tunggu di rumah dulu ya. Nanti, setelah aku mendapatkan mobil yang kita butuhkan, aku akan mengajakmu mencari ruko bersama." Jelas Baim dijawab anggukan oleh Balqis.

Baim pun berjalan keluar rumah di ikuti oleh Balqis. Balqis mencium tangan suaminya. Lalu Baim mencium kening Balqis.

Tidak ada lagi rasa canggung saat keduanya melakukan aktivitas tersebut. seperti pertama kali mereka melakukannya saat di rumah Arumi dulu.

Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk menetap di kota ini. Awalnya Baim ingin kembali pergi agar bisa menghindari kakaknya. Namun, ia kini tidak bisa seperti dulu. Kini, ia adalah seorang suami. Ada Balqis yang harus ia pikirkan.

Baim pun akhirnya menggunakan kembali uang pemberian kakaknya .Rencananya ia akan menggunakan uang itu untuk memulai usaha.

Setelah mendapatkan mobil yang mereka butuhkan, Baim kembali ke rumah dan menjemput Balqis untuk mencari ruko.

Akhirnya mereka menemukan ruko yang cocok. Di mana ada dua ruko yang saling bersebelahan. Mereka pun kembali melakukan renovasi kepada kedua tempat tersebut agar sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Dua bulan pun berlalu. Baik Baim maupun Balqis sudah mulai terbiasa dengan kehidupan mereka yang baru. Baim dengan aktivitasnya di bengkel dan Balqis dengan aktivitasnya di toko. Bahkan keduanya kini sudah mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk membantu mereka.

Pagi ini tidak seperti biasanya. Balqis terlihat kembali memejamkan matanya setelah melaksanakan salat tadi ia merasa kurang enak badan.

Srettt

Baim membuka gorden agar matahari bisa masuk ke dalam kamar.

"Bang," panggil Balqis dengan suara parau nya, khas orang yang baru bangun tidur.

" Bisa tolong ditutup lagi gordennya?,' pinta Balqis yang enggan untuk membuka matanya karena merasakan silau.

" Tapi, ini sudah siang, sayang," ucap Baim. Kini, ia tak segan-segan untuk memanggil Balqis dengan panggilan sayang.

"Tapi, aku merasa semakin pusing saat melihat panasnya sinar matahari," jelas Balqis menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.

"Kamu sakit?," Baim menghampiri Balqis.

"Kepalaku pusing dan aku sedikit mual," jelasnya.

Tadi, bahkan Balqis sempat memuntahkan cairan kuning dari mulutnya yang itu terasa sangat pahit.

Baim sendiri karena ada keperluan setelah salat subuh tadi, ia pergi keluar sehingga ia tidak tahu apa yang dialami oleh Balqis.

"Kita ke dokter, ya?," ajak Baim.

"hmmm"

Balqis hanya berdehem.

Baim pun keluar dari kamarnya dan menuju bengkel. Untuk mempermudah aktivitasnya, Ia membuat pintu penghubung di lantai atas agar ia lebih mudah pergi ke bengkel di sebelah ruko Balqis.

Setelah ia berpesan kepada para karyawannya Baim pun kembali ke kamar.

Karena Balqis merasa lemas, Baim pun menggendong Balqis dan membawanya ke dalam mobil. Setelah itu, ia pun melajukan kendaraan roda empat itu ke rumah sakit yang terdekat.

"Jadi, bagaimana dok? istri saya sakit apa?," tanya Baim khawatir.

Dokter pun tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Baim.

"Istri anda tidak sakit apa-apa ini hanya gejala awal dari kehamilan istri anda. Biasanya kita menyebutnya dengan morning sick yaitu mual dan muntah di pagi hari. Ini biasanya akan dialami oleh para ibu yang hamil muda dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, untuk waktunya sendiri atau berapa lama istri Anda akan mengalami gejala mual muntah di pagi hari seperti ini, tidak sama untuk setiap ibu hamil."

Baim terdiam ia masih mencoba mencerna apa yang dokter sedang jelaskan.

"Tunggu dok. Jadi, maksud anda istri saya Hamilton," tanya Baim dengan wajah yang terkejut.

Tidak hanya Baim, Balqis pun terkejut. Ia mulai mengingat-ingat kapan terakhir Ia datang bulan dan memang benar setelah keduanya datang ke kota ini bersama Baim, ia belum mengalami datang bulan sekalipun.

Dokter tersenyum dan mengangguk. "Benar, istri anda sedang hamil. Namun, Karena saya hanya dokter umum saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci tentang kehamilan istri anda. Karena itu, saya menyarankan setelah ini anda membawa istri anda ke dokter obgyn untuk mengetahui lebih jelas mengenai berapa lama usia kandungan istri anda maupun hal yang lainnya."

Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, dengan antusias Baim mengajak Balqis untuk memeriksakan diri ke dokter obgyn sesuai dengan saran dari dokter.

"Apa benar istri saya sedang mengandung, dok?," tanya Baim. Ia ingin memastikan bahwa penjelasan dokter sebelumnya tidaklah salah.

Sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter bertanya kepada Balqis mengenai beberapa hal agar ia semakin yakin bahwa Balqis memang sedang hamil.

Mendengar jawaban bahwa Balqis memang sudah telat datang bulan, dokter pun melanjutkan dengan melakukan USG untuk melihat lebih jelas kondisi janin yang ada di dalam kandungan Balqis.

Balqis dan Baim pun tersenyum setelah melakukan pemeriksaan ke dokter obgyn tadi. Sepanjang perjalanan di lorong rumah sakit, Baim memeluk pinggang Balqis dengan posesif. Ia akan berusaha untuk menjadi suami dan ayah siaga bagi istri dan calon anaknya.

"Abang senang?," Balqis bahagia saat melihat senyum yang tak pernah luntur dari bibir suaminya.

"Tentu saja aku senang. Aku akan menjadi seorang ayah. Bukankah aku hebat karena walaupun untuk yang pertama kali tapi langsung menghasilkan?."

Jawaban Baim malah membuat Balqis memicingkan matanya ke arah suaminya yang ternyata bisa narsis juga memuji dirinya sendiri.

Namun, Balqis pun mengakui itu karena dari penjelasan dokter Mira tadi kandungan Balqis sudah memasuki usia 8 Minggu.

"Kamu mau membeli sesuatu, sayang?," tanya Baim.

Namun, saat Balqis baru akan membuka mulut, seseorang berbicara pada keduanya.

"Kalian ada di sini?," tanya seseorang heran melihat keberadaan Baim dan Balqis di rumah sakit.

Baim dan Balqis pun melihat ke sumber suara. Di mana ada sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan ke arah mereka. Terlihat jelas bahwa yang perempuan sedang hamil besar.

Baim merubah ekspresi wajahnya menjadi datar saat melihat orang itu. Sementara Balqis memasang senyum manisnya.

TBC

...----------------...

...Dukung terus ya, supaya Author nya tambah semangat upload.....

...Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan subscribe...

...Terima kasih atas dukungannya...

...🥰🥰...

1
Idah Jafar
wah jangan jangan....
Surati
bagus ceritanya 👍, tapi kok gantung sih thor
Andariati Afrida
Ceritanya bagus thor, tapi napa tamatnya gantung ya
Asih S Yekti
waduh kok tamat , ceritanya nggantung gak ada yg endingnya jelas
Rifaria Binelti
ayo siapa yg mendengar pembicaraan mila dan rini?
Syalum
😍
Fera Damayanti
Luar biasa
Sri Puryani
lho kok sdh selesai thor? kok ngantung gini , di atas tamat lho....ternyata akhirnya kok ngantung thor
Sri Puryani
sebetulnya itu karma ibunya bilqis tp tdk nyadar
Sri Puryani
alhamdulillah hslnya negatif
Sri Puryani
semoga hsl test dna nya negatif
Sri Puryani
hamil muda kok mkn durian? blh ya thor?
Sri Puryani
enak saja pas lg butuh nyari anak yg dibuang
Sri Puryani
siapa hayo? bpknya baim kah?
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus cuma pas ending nya gantung banget ceritanya
Mama lilik Lilik
gini,yg gak suka ceritanya gantung, di awal di tulis end, gak taunya di PHP /Sob/
Mama lilik Lilik
di awal cerita, lupa babnya nama nya Andini,sekarang ganti Siska, ganti lagi dara ,yg benar mana nich
Mama lilik Lilik
manggilnya ya Abang ya kakak,yang bener mana🤦🏼‍♀️
ghina suabey
kok crtnya TDK d teruskan
ghina suabey: diteruskan crtnya kah, soalnya bgs
total 1 replies
Mama lilik Lilik
pasti ulah Andin kerjasama bos nya Baim,pak Bondan,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!