Dilarang spam promo di sini!
Warning! Banyak tindak kekerasan, penuh masalah moral. Harap ditanggapi dengan bijak!
Tahap Revisi!
Genre : Dystopia, High Fantasy, Romance, Action, Mystery, Psychology, Adventure.
Sakura, gadis yatim piatu berotak cerdas, yang selama hidupnya dibesarkan di sebuah Panti Asuhan.
Karena sebuah tragedi, ia dilahirkan kembali menjadi seorang Putri di Negeri Asing. Negeri di mana, seorang perempuan berusia empat tahun akan dipaksa bertunangan dengan seorang asing, lalu saat perempuan tersebut menginjak tujuh belas tahun ... Dia akan dieksekusi jika laki-laki yang menjadi tunangannya itu, menolak mentah-mentah dirinya.
Tak ada kebebasan untuk perempuan, yang ada hanyalah ... Hukum mutlak jika hanya laki-laki yang berkuasa, perempuan tak lebih berharga dari seekor hewan.
Ini kisah Sakura, yang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Ini kisahnya, kisah yang akan membawamu ke sisi paling kelam kehidupan.
Semangat, cinta kasih, haru biru, memenuhi perjuangannya di dalam kisah ini. Perjuangan, yang akan membawa nasib perempuan untuk kedepannya.
2 chapter, up daily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FufuHima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter XXIV
"Kau sudah sangat pandai melafalkan bahasa kuno itu, Tsubaru." Tukasku seraya menatapnya dengan mata memerah
"Tentu saja. Guru yang mengajariku bahasa kuno itu adalah anak yang jenius." Sambungnya sembari tersenyum menatapku
Berjalan ia seraya menggendongku menuju Haruki dan Izumi yang tengah berdiri mengawasi para warga desa...
"Kau kenapa, Sa-chan? kenapa dengan matamu.." tukas Haruki seraya menatap mataku yang memerah
"Tidak sengaja kemasukan debu..." ucapku berbohong
"Tsubaru, turunkan aku" sambungku seraya menatapnya
"Baiklah, Putri" balasnya seraya menurunkanku dari gendongannya
"Kau yakin baik-baik saja?" sambung Izumi
"Aku baik-baik saja, nii-chan" tukasku seraya berjalan dan berdiri di samping Haruki
"Bagaimana? Apa semuanya berjalan lancar?" ucap Haruki
"Sampai sekarang tidak ada masalah, mereka melakukan nya dengan baik" sambungku seraya menatap para warga dan Ksatria yang bekerja membantu satu sama lain
"Apa Tatsuya dan para Ksatria yang mengikutinya akan baik-baik saja, nii-chan?" ucapku seraya berbalik menatap Haruki
"Tentu, para pelayan kita sangat bisa diandalkan dalam pertarungan jarak dekat maupun jauh. Itulah kenapa? Aku sangat terkejut dengan kemampuan panah mu yang payah, padahal Tsubaru salah satu petarung terbaik di kerajaan kita mengajarkan mu secara langsung..." ucap Haruki seraya mengangkat kepalanya dan meletakkan jari telunjuknya di bibir bagian bawahnya
"Aarggh sialan... Kenapa juga dia harus mengungkitnya sekarang..." gerutuku dalam bathin seraya tersenyum palsu menatapnya
"Kau salah satu petarung hebat di Kerajaan, Tsubaru?" tanyaku seraya mengalihkan pandangan ke arahnya
"Apa aku belum memberitahumu, Sa-chan?" tukas Haruki
"Memberitahu apa?" tanyaku bingung
"Kau ingat dengan Kazuya?" ucapnya lagi
"Wakil kapten" ucapku singkat
"Kau benar, wakil kapten. Kerajaan kita punya sepuluh wakil kapten yang dirahasiakan identitasnya, hanya Kazuya yang sengaja di angkat ke permukaan untuk mengecoh musuh-musuh kita. Kau tahu? Tatsuya, Tsutomu, dan juga Tsubaru salah satu dari mereka. Bahkan Tsutomu, bisa menembakkan anak panah dengan mata tertutup..."ungkap Haruki dengan nada pelan
"Eh?" ucapku bingung seraya mengalihkan pandangan ke arah Tsutomu
"Apa kau terkejut akan kehebatan ku, Putri?" ucapnya seraya menggosokkan hidungnya yang memerah menggunakan jari telunjuknya
"Tutup mulutmu, Tsutomu. Kau bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku." ucap Izumi dengan nada setengah berteriak
"Cih, setidaknya biarkan aku merasakan bangga terlebih dahulu walaupun sekejap" gerutu Tsutomu dengan nada berbisik
"Lalu bagaimana dengan Tsubaru?"
"Tsubaru? Tsubaru petarung yang bisa menggunakan senjata dengan tangan kanan dan kirinya bahkan dalam waktu yang bersamaan." tukas Tsutomu
"Benarkah?" ucapku seraya mengalihkan pandangan ke arah Tsubaru yang dibalas dengan anggukan kepalanya
"Jika aku kehilangan tangan kananku karena melindungi mu, Putri. Saat itu juga, aku akan melanjutkan melindungi mu dengan hanya tangan kiriku." ucapnya seraya tersenyum manis ke arahku
"Bertahanlah jiwa jomblo ku..." ucapku dalam hati seraya balik menatap Tsubaru
"Begitukah? aku beruntung punya Tsubaru di sampingku" ungkapku seraya balik tersenyum kearahnya
"Kazuya, Tatsuya, Tsutomu dan Tsubaru. Empat orang, berarti masih ada enam orang lagi" tukasku seraya mengangkat kelima jari di telapak kanan tanganku dan ibu jari di telapak kiri tanganku
"Kau tidak akan menemukan mereka, Putri. Karena mereka ditugaskan Raja untuk menyebar berkelana mencari informasi tentang musuh-musuh yang nantinya akan menyusahkan Kerajaan." lanjut Tsutomu
"Bagaimana dengan Duke Masashi? Apa Duke Masashi adalah kapten kalian?" tanyaku lagi
"Tentu saja tidak, Kapten kami lebih menakutkan. Berdoalah semoga kau tidak bertemu dengannya, Putri..." ucap Tsutomu dengan wajah pucat pasi
"Kau benar, aku rasanya tidak ingin lagi bertemu dengan mimpi buruk itu" lanjut Izumi diiringi dengan ekspresi yang sama seperti Tsutomu
"Kapten adalah orang yang hebat, kami banyak belajar teknik bertarung darinya. Benarkan, Tsubaru?" ucap Haruki yang dibalas dengan anggukan kepala Tsubaru
"Cih, dua jenius sialan..." gerutu Izumi seraya mengalihkan pandangannya
"(menghela nafas) lagipula Duke Masashi tetaplah seorang Duke. Dia memimpin beratus-ratus ribu pasukannya sendiri dibawah izin Raja. Karena itulah, saat dia berkata..." ucap Haruki tertahan
"Saat dia berkata, dia akan menjadi bantuan yang sangat besar dalam perang bukanlah suatu kebohongan." sambung Haruki
"Yang Mulia..." ucap beberapa anak berdiri dan membungkukkan tubuhnya di hadapan kami seraya membawa piring berisi sekitar sepuluh tusuk sate Jeruk karamel tersusun di atasnya
"Kami membawakan sate Jeruk karamel untukmu, Putri" sambung salah satu anak
"Kalian sudah selesai membagikannya kepada semua orang?" tukasku seraya menatap mereka
"Sudah, Putri. Seperti yang Putri perintahkan" ucapnya
"Kalau begitu, terima kasih" sambungku seraya mengambil piring yang ada di tangannya
"Kami permisi, Yang Mulia" ucap mereka serempak seraya membungkukkan tubuh dan berbalik pergi
"Ini sate Jeruk karamel yang aku katakan ingin kubuatkan untukmu sebelumnya, nii-chan" ucapku seraya mengambil satu tusuk sate Jeruk karamel di piring dan kuberikan pada Izumi
Kuambil beberapa tusuk sate Jeruk karamel yang lainnya seraya kuberikan pada Haruki, Tsutomu dan juga Tsubaru...
"Aku tidak tahu kalau karamel bisa digunakan seperti ini juga..." ucap Haruki seraya menatap sate Jeruk karamel yang kuberikan
"Rasa manis dari karamel bergabung dengan rasa asam dari Jeruknya. Ini enak sekali..." tukas Izumi sembari memakan potongan jeruknya yang kedua
"Apa kau ingin mencobanya, Lux?" bisikku seraya mengangkat satu tusuk sate Jeruk karamel ke arah bahu kiriku
"Gula terbuat dari tumbuhan yang bernama Tebu, jadi kupikir tidak akan ada masalahnya jika kau mencobanya" sambungku berbisik
"Aku ingin mencobanya. Akan tetapi sebelum itu, berjanjilah terlebih dahulu padaku, Sachi..."
"Jika kau ingin menangis seperti tadi, setidaknya berikan aku kode sehingga aku bisa menjauh..."
"Kami para Peri sangat sensitif dengan perasaan manusia. Perasaan sedih yang kau keluarkan tadi, sangat membuatku menderita, terlebih lagi aku berada tepat di samping mu..." lanjutnya berbisik
"Aku akan coba mengingatnya..."
"Terima kasih, Lux." Bisikku kembali
"Jeruknya terasa manis, lebih manis dari saat pertama kali aku memakannya.." bisiknya lembut setelah memakan sedikit sate Jeruk karamel yang kuberikan
"Kau benar, ini terasa lebih manis dari sebelumnya" tukasku seraya menatap warga desa dan para Ksatria yang ikut memakan sate Jeruk karamel buatan kami dengan senyum terukir di wajah mereka.
ga tau lupa awal baca tahun berapa.. hehehehe...
skrg malah baper bgeettttt
"aku membuat puding untuk kakak ku yang pecemburu"