NovelToon NovelToon
Suamiku Anak Mami

Suamiku Anak Mami

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:29.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anarita

Ketika Gadis tomboy bertemu dengan Hello Kitty bernyawa.

Sebuah kesalahpahaman membuat dua remaja harus di keluarkan oleh pihak sekolah. Mereka dinikahkan secara paksa demi menutupi aib Keluarga.






Warning:

Ada sejuta kebucinan di dalamnya.


Info novel dan visual cek Instagram :


@anarita_be

Penulis : Anarita
Cover By: Ay_graphic

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngobrol-ngobrol

Seharian ini Reyno dan Jennie tidak keluar kamar sama sekali. Bahkan hingga menjelang makan malam. Reyno meminta pelayan untuk mengantarkan makan malam mereka ke dalam kamarnya.

Bisa dikatakan untuk seminggu kedepan Jennie dan Reyno akan aman di rumahnya. Papi dan William ada kunjungan proyek di luar negri, sementara Mami Dina pergi ke Paris untuk menenangkan diri selama satu minggu. Kejadian buruk yang menimpa keluarganya membuat wanita paruh baya itu strees dadakan. Satu-satunya obat adalah travelling ke luar negri, bertemu dengan teman-teman kalangan sosialitanya di sana.

"Jennie udah mau tidur belum?" tanya Reyno mulai merangkak naik ke atas ranjang. Cowok itu mendekati Jennie yang sedang sibuk bermain game ular di ponselnya.

"Mau ngapain?" tanya Jennie jutek. Gadis itu masih marah karena kejadian tadi siang. Tapi kalau di pikir-pikir Jennie sendiri yang salah. Itulah akibatnya jika memiliki niat jahat terhadap suami polos seperti Reyno. Yang sekarang sepertinya sudah tidak terlalu polos-polos amat akibat bergaul dengan istrinya. Si cewek yang membuat Reyno mengenal seperti apa rasanya ciuman dan pelukan. Jennie.

"Mau ngobrol-ngobrol aja sama Jennie. Kita ngga pernah ngobrol-ngobrol kan. Seringnya malah berantem terus." Reyno menyandar pada pinggiran ranjang. Menarik selimut sampai ke pangkal pahanya.

"Mau ngobrolin apa?" menoleh malas.

"Ngobrolin kehidupan kita. Jennie suka mikir kayak Reyno ngga, sih? kalau kita itu sudah menikah, tapi kadang suka lupa gitu. Reyno kadang ngerasa kalau Reyno itu masih sama kayak dulu. Terus kalau liat ada Jennie, baru Reyno sadar kalau ternyata sudah punya istri, hehe." Reyno nyengir sambil menggaruk kepala belakangnya.

"Eh, kok bisa sama kayak aku? aku juga gitu, aku suka lupa kalau ternyata udah menikah. Udah punya suami juga." Jennie meletakan ponselnya di atas nakas, sepertinya Reyno sudah berhasil membuat Jennie antusias untuk ngobrol bersama.

"Kamu ingat tidak, waktu resepsi pernikahan kita waktu itu. Reyno bingung banget harus gimana, banyak sodara pada liatin kita, rasanya awkward banget ngga, sih? pasti mereka sambil liat sekalian ngejelekin kita. Secara di mata mereka kita itu beneran berbuat mesum di toilet sekolah."

Acara ngobrol- ngobrol mereka semakin terasa mengasyikan. Keduanya sudah sama- sama antusias. Saling menatap dan melempar senyum satu sama lain.

"Yang paling bikin canggung itu pas Papi kamu ngurung kita di hotel. Aku itu bingung banget harus gimana. Itu pertama kalinya aku sekamar sama cowok. Aku mau tidur di sofa, tapi masa suami istri tidur pisah ranjang." Jennie mengambil bantal, lalu meletakanya di atas pahanya.

"Oh, yang waktu itu kita langsung bikin perjanjian ngga boleh ada kontak fisik. Itu kan, ya?" Reyno tergelak sedikit. menampilkan deretan gigi rata dan putihnya.

"Tapi kamu peluk aku pas pagi-pagi. Aku dianggap Tayo kamu." Jennie mengerucutkan bibirnya, tetapi tidak marah.

"Itu pertama kalinya ada kontak fisik diantara kita, kan?" tanya Reyno lugu.

"Iya, huuuuu..." Jennie berseru protes.

"Ah, kamu juga malah lebih parah. Kamu cium aku, hayoo?" Reyno tidak mau kalah. Ia mengungkit masalah ciuman dadakan yang Jennie lakukan waktu itu.

"Heh, itu karena kamu bawel banget, makanya aku cium." Kesal. Wajah Jennie semakin di tekuk berlipat-lipat.

"Ngga pa-pa, gara-gara Jennie Reyno jadi tahu rasanya ciuman, biasanya kan cuma lihat di drama korea. Hahaha," kelakarnya sembari tertawa.

"Em, emang gimana rasanya menurut kamu?"

Reyno terlihat berfikir dan mengingat-ingat kejadian waktu itu. "Rasanya aneh pasti, pengin muntah. Waktu itu Reyno terus sikat gigi berkali-kali. Reyno jijik banget saat bibir kita saling bersentuhan." Seluruh tubuh Reyno bergetar jijik saat mengatakanya.

Cih. Sudah ku tebak cowok setengah jadi itu memang tidak normal.

"Oh, maaf kalo begitu." Jennie kehabisan kata-kata. Gadis itu mengambil air putih di atas nakas. Meminumnya lalu meletakanya kembali.

"Tapi waktu Reyno yang cium Jennie di pantai beda rasanya." Reyno memutar kembali memorinya saat di pantai.

"Oh, ya? emang gimana rasanya."

"Rasanya Reyno marah. Reyno ngga suka liat Kak William ngerebut Jennie dari tangan Reyno. Terus tiba-tiba Reyno cium Jennie gitu aja, Reyno kayak ngerasa harus buktiin ke Kaka, kalo Jennie itu sudah jadi milik Reyno," terangnya sembari menatap Jennie serius.

"Tapi kamu deg-degan ngga?"

"Iya lah, pasti. Itu pertama kalinya Reyno berbuat kurangajar terhadap perempuan," tuturnya. Dimana letak kurangajarnya, sedangkan mereka adalah suami istri yang sah. Melakukan hal yang lebih saja tidak ada masalah. Kembali lagi pada Reyno. Ingat. Reyno masih delapan belas tahun, wajar kalau ia masih sungkan terhadap istrinya sendiri.

Ponsel Jennie berdering, tertera nama William di ponselnya. Jennie melirik sedikit.

Duh, ganggu aja, sih? aku lagi ngga mau berantem.

"Angkat!" bentak Reyno marah. Wajah itu langsung berubah ketika melihat Jennie gugup. "Siapa, kenapa ngga mau angkat?" tanya Reyno.

"Ini William."

"Ya udah, angkat aja. Jangan lupa di loudspeaker," ancam Reyno dengan wajah seram ciri has lelaki manja.

"Eh, i ... i .. iya." Gemetar-gemetar takut, Jennie menekan tombol hijau di ponselnya.

*Malam sweetheart,* Sapa William dari balik sana.

Cih. Sweetheart. Jijik sekali kamu, Kak. Reyno sewot.

"Hem, ada apa?" Jennie melirik Reyno sedikit takut. Terlihat jelas bahwa cowok itu merasa terganggu dengan panggilan telepon William. Tapi kenapa suruh diangkat, Jennie sama sekali tidak paham dengan jalan pikiran Reyno.

*Aku kangen kamu sweetheart, kamu sudah makan?*

"Ehm, su-su-su-dah." Melirik ke arah Reyno sekali lagi.

*Sweetheart, tunggu aku pulang. Aku akan mengajak kamu pergi jauh, kita mulai hidup bahagai hanya berdua saja.*

Reyno mendadak panas mendengar kalimat itu. Cowok itu menerkam Jennie tiba-tiba.

Eh ... eh ... mau apa dia.

Jennie panik saat tangan Reyno menelusup ke balik kaos yang ia kenakan.

Ya, tidak sopan sekali dia.

*Jennie*

"Em, iya." Sambil menggeliat karena kegelian, tangan Reyno terus mengerayangi punggung belakang Jennie. Cowok itu juga membenamkan wajahnya di ceruk leher Jennie, membuat gadis itu menggeliat dan mengeluarkan desahan- desahan kecil dari bibirnya.

*Hei, Jennie! Apa yang kamu lakukan di sana?* William panik bukan main, ia bukan lelaki polos yang tidak paham dengan suara desahan Jennie.

Reyno terus melancarkan aksi-nya. Mengelus punggung Jennie dengan kedua tanganya. Bibirnya terus meniup-niup leher dan telinga Jennie.

*Hei, Reyno sialan. Apa yang kau lakukan terhadap wanitaku. Bedebah!* Mungkin William sudah sangat kalut di sana. Terdengar beberapa suara barang yang dibanting dari balik sana.

#$@@::"@#@$:@$$#@$( #. Entah apa yang William katakan, Jennie sama sekali tidak dapat mendengarnya. Konsentrasi pikiranya pecah akibat perlakuan Reyno. Jennie langsung mematikan ponselnya. Ia langsung menyingkirkan Reyno dari tubuhnya.

"Hei, apa yang kamu lakukan?" Marah. Emosi. Berapi-api. Sedikit terangsang. Pokonya rasa itu tidak karuan.

"Cuma pegang punggung sam tiup-tiup doang, kok. Gak pegang yang lain," ucap Reyno polos tanpa dosa. Tidak tahukah ia sedang membangunkan gairah seorang gadis delapan belas tahun.

Gila, aku hampir mati lemas gara-gara cowok sinting itu. Ini, juga tubuhku, kenapa kau menikmatinya. Sialan aku.

"Dari mana kamu mempelajari hal gila semacam itu?" bentaknya emosi, tapi penasaran ingin tahu. Secara Reyno itu cowok polos.

"Drama korea. Gimana? keren kan?"

Sumpah, aku ingin menamparmu. hal berbahaya seperti ini kamu anggap keren.

"Gila, jangan menonton hal seperti itu lagi. Nanti kamu bisa keracunan."

"Tapi keren kan? Kaka langsung marah dan cemburu, tadi. Ternyata yang ada di drama itu benar. Semua yang Reyno lalukan berhasil." Wajahnya senang sekali.

"Yeaaaaaay..."

Kegirangan bagai mahluk tanpa dosa. Sementara Jennie masih mencoba mengatur pernafasanya agar dapat menghirup udara dengan bener kembali.

Bersambung...

1
mbak mimin
🤣🤣🤣🤣Q bc lg
pipi gemoy
👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
🥀🥀🥀🥀🥀🥲
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆👻
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😆😆😆😆😆😆👻
pipi gemoy
reyno 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
welcome baby twins 🌹
kacau itu papa kalian 😂😂😂😂😂😂😂
Wan
suka ceritanyaa, pertama kali baca novel ya ini, tahun berapa lupa, no dah ke 2 kali nya baca,ga bosenin, pokoknya bikin ketawa,
Anim
nyesek banget bacanya
blue
love you kk
SaSa🐕
Gak kuatt😭 ngakakk melilu
SaSa🐕
No sensor banget Reyn😭
Byna Gokil
AQ dari tahun 2025 ,,nangis sesenggukan 😭gak rela jeni Ama reyno metong
Mayyuzira
aduh hahahaha
Mayyuzira
hahahahaha modus modus
Mayyuzira
hahahahaha
Mayyuzira
😂😂😂😂😂😂 kasian Tayo nya reyno
Mayyuzira
😂😂😂😂😂
Aska Farastika
ko gk da di novel toon tentang menikah Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!