Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rania
Freya tersenyum dan memakaikan Reza dasi, hari ini adalah hari pertama pria itu bekerja, tentu saja suaminya harus berpenampilan menarik. Jika suaminya berpenampilan rapi sepertu ini, pria itu terlihat sangat tampan, karena memang dasar nya Reza tampan dan memiliki senyuman yang memikat, bahkan Freya khawatir jika banyak gadis yang tertarik pada suaminya itu.
"Kamu curang Mas, kamu terlihat sangat tampan jika seperti ini, yang ada kamu menjadi incaran para gadis di hari pertama mu bekerja." Rajuk Freya.
Reza hanya tersenyum, ia mendekati wajah Freya dan mengecup bibir wanita nya itu.
"Tapi aku sudah memiliki mu sayang, dan akan aku beritahu kepada siapa saja yang mendekati ku, jika Freya Alessandra adalah pemilik hati ini."
Freya tersenyum, ia merapihkan dasi Reza. Freya melirik ponsel nya di meja nakas belasan panggilan tidak terjawab dari Kenzo, sejak tadi malam pria itu menghubungi nya, Freya tidak menjawab, Freya sengaja menghindar.
"Sudah selesai, sekarang kita berangkat antar aku ke kantor dulu." ajak Freya.
"Siap my beloved wife, aku akan menjemput mu pulang juga kebetulan jam pulang kita sama." ujar Reza.
Freya mengangguk dan tersenyum, Reza merangkul bahu Freya dan mereka keluar dari rumahnya menuju kantor.
****
Reza mengendarai motor nya sampai tiba di Arthayasa grup, Vino di terima cabang perusahaan Arthayasa grup yang berada di kawasan lain, tempat kerja mereka berbeda dan tidak bisa bertemu. Reza memarkirkan motor nya, ia menatap gedung pencakar langit yang tinggi tersebut, tempat di mulai nya masa depan nya sekarang, Reza mengumpulkan semangat nya, ia harus terlihat baik di hari pertama.
Reza berjalan menuju gedung utama dengan langkah santai, sampai akhirnya matanya melihat Rania yang tangan nya sedang di tarik-tarik paksa oleh seorang pria.
"Lepaskan aku, sudah aku katakan aku tidak mau ikut denganmu Jendra." pekik Rania.
Pria bernama Jendra Mahardika itu tersenyum sinis dan tetap memaksa Rania untuk ikut bersamanya.
"Kamu tidak memutuskan aku begitu saja Nia! Ikut aku sekarang!" bentak Jendra.
"Aku tidak mau, aku harus bekerja." ketus Rania berusaha memberontak.
Jendra mendecih. "Kamu tidak perlu bekerja, aku tidak menyuruh mu, sekarang ikut aku atau kamu akan menyesal Rania Arthayasa!" bentak Jendra lagi.
Rania memandang tatapan Jendra dengan takut, pria itu sangat mengerikan.
"Lepaskan tangan nya, kamu membuat nya kesakitan." Reza langsung menarik tangan Rania dan memposisikan tubuh gadis itu di samping nya. Jendra mendecih dan tersenyum sinis melihat Reza yang ikut campur dengan urusannya.
"Kamu siapa? tidak usah sok ikut campur, Rania adalah kekasih ku, dan aku berhak membawa nya." bentak Jendra menatap bengis ke arah Reza.
Rania mulai bersembunyi di punggung Reza.
"Anda tidak berhak membuat keributan di tempat ini, ini adalah kantor." ucap Reza.
Jendra mengepalkan tangan nya kesal, ia langsung menarik kerah kemeja Reza. Hal itu membuat Rania memekik kaget.
"Bajingan!! Kamu tidak usah sok mengatur ku sialan!"
BUGH!!
Jendra meninju rahang Reza dengan kuat, hingga tubuh pria itu terhuyung dan terjatuh, sudut bibir Reza memar dan berdarah. Rania merasa terkejut.
"Perempuan sialan!!" teriak Jendra menatap tajam Rania.
Tepat di saat itu petugas security datang mengamankan Jendra yang hendak menyerang Rania. Pria itu meronta saat di suruh kembali ke tempat mobil nya.
Rania membantu Jong In berdiri, dan merasa sangat khawatir kepada pria itu. Dihari pertamanya Reza harus menyaksikan perdebatan antara dirinya dan Jendra.
"Reza, kamu baik-baik saja, maafkan saya, karena ini semua gara-gara saya." ucap Rania merasa bersalah.
Reza mengangguk, Rania menatap khawatir pada luka di sudut bibir Reza.
"Kamu tidak terlihat baik-baik saja, ikut aku" ajak Rania yang akan mengobati luka di sudut bibir Reza.
Reza meringis saat Rania mengobati luka di bibir nya, gadis itu membawa Reza ke ruangan nya. Rania mengusap sudut bibir Reza perlahan dengan cairan antiseptik, ia merasa menyesal karenanya Reza jadi seperti ini.
"Apakah sakit? Maafkan saya, gara-gara saya kamu jadi di pukul oleh Jendra." ucap Rania khawatir, Reza menggeleng ia menatap wajah Rania yang dekat dengan nya gadis itu terlihat sangat khawatir.
"Saya baik-baik saja, saya tadi khawatir melihat dia sangat kasar sama kamu." jawab Reza.
Rania menghela nafas nya kasar. "Kelakuan nya memang seperti itu dia kasar dan berlebihan, saya mewakili Jendra minta maaf padamu Za."
"Tidak apa-apa, kamu baik-baik saja kan? Tangan mu sakit? Tadi aku melihat pacar mu itu menarik nya dengan kuat." tanya Reza.
Rania tersenyum dan mengangguk. "Aku sudah terbiasa seperti itu, maka dari itu aku putus dengan nya namun dia tidak terima." jawab Rania.
Reza merasa terkejut, selama berpacaran Freya dan sampai sekarang menikah pun ia tidak pernah bermain fisik, karena wanita makhluk yang lemah dan rapuh.
"Rania, sebaiknya kamu meninggalkan pria seperti itu dia akan terus menyakitimu, saya masih heran dengan lelaki yang suka menyakiti secara fisik di jaman sekarang, kemarikan tangan mu biar saya lihat." titah Reza.
Rania mengulurkan tangan nya, Reza menyentuh pergelangan tangan Rania yang memerah, lalu mengusapnya perlahan. Rania menatap wajah tampan Reza, pria itu sangat lembut, sebelum Reza resmi masuk ke Arthayasa mereka sering bertemu untuk membahas soal pekerjaan sehingga lebih dekat, dan Rania tau bagaimana kepribadian Reza, pria itu sangat menghargai wanita.
Rania memandang wajah itu, dan pergelangan tangan nya terasa hangat sekarang.
"Reza, saya yakin jika istri mu pasti sangat beruntung memiliki pria seperti kamu "
Hal itu membuat Reza menatap ke arah Rania, dan tersenyum.
"Saya juga merasa beruntung memiliki nya, dia mandiri dan selalu mengalah, dia wanita yang cantik, maka dari itu saya takut jika diluaran sana banyak pria yang menyukainya dan lebih sempurna dari saya."
Rania tersenyum sambil menatap wajah tampan itu. "Jika saya menjadi Freya maka saya tidak akan melepaskan pria seperti mu, walaupun banyak pria lain yang lebih sempurna, tampang dan kekayaan banyak di miliki oleh pria lain, namun sifat dan karakter tentu saja tidak." jelas Rania.
Reza hanya diam, Rania memang tertarik kepada Reza sejak pertama kali bertemu, Reza sosok yang baik, sederhana dan pekerja keras, namun semenjak Rania tau jika Reza sudah memiliki seorang istri, jadi ia memilih mundur, karena Rania sadar akan sulit membuat seorang pria setia berpaling di bandingkan seorang wanita.
Dan Rania berharap jika dia tidak akan pernah merusak hubungan orang lain, bagaimanapun juga dia sesama wanita yang juga akan merasakan terluka jika orang yang dicintainya direbut.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor