NovelToon NovelToon
Calm Down! Mr. Psycho!

Calm Down! Mr. Psycho!

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

"Love or Death?" tanya Lucas sembari menyodorkan satu pisau yang begitu tipis dan tajam tepat di leher gadis yang di rantai di depan nya.

"I love you!" jawab Anna dengan cepat sebelum pisau tajam itu menembus leher nya.

Smirk pria itu naik dengan tatapan hewan buas yang seakan ingin memakan mangsa nya.

Definisi cinta di tolak pisau melayang?

Gadis muda yang menjalani kehidupan sulit itu kini terjebak dengan pria gila yang jatuh cinta dan terobsesi dengan nya?!

Dan obsesi gila itu hanya bermula dari mata biru nya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa kau?

Satu Minggu kemudian

Sekolah.

"Ann,"

"Anna!"

Gadis itu tersentak, ia langsung menoleh ke arah suara teman nya yang memanggil nya.

"Kenapa sih sekarang sering melamun?" tanya Samantha sembari duduk di samping gadis itu dan memberikan es krim.

"Gak apa-apa Sam..." jawab Anna lirih sembari mulai membuka bungkus es krim yang di berikan.

Selama seminggu terakhir memang Lucas tak melakukan sesuatu yang sampai membuat gadis itu benar-benar takut.

Hanya di cium dan di gigit di beberapa anggota tubuh sembari mengelus dan memberikan rabaan.

Namun gadis itu mulai merasa tak nyaman, pasal nya sekarang hal seperti itu sudah seperti hal yang harus di biasakan mulai sekarang.

"Sam?" panggil nya lirih sembari melihat anak-anak voli yang sedang latihan.

"Hm?"

"Kalau ada minta kamu buka baju nih, terus suka gigitin telinga, gigit pipi, gigit leher, terus suka banget ngendus bau kamu, tangan nya juga suka ngeraba-raba tapi dia begitu terus gak pernah sampai yang jauh banget, kamu gimana?" tanya nya sembari menoleh ke arah gadis yang terlihat begitu terkejut itu.

Samantha membatu mendengar nya, memang ia baru mengenal teman nya itu saat masuk ke SMA namun sejauh ia mengenal nya ia tak pernah melihat gadis itu dekat dengan pria.

"Ann?" panggil nya sembari melihat ke arah wajah yang seakan dengan polos nya menunggu jawaban nya.

"Kamu punya pacar?" tanya nya sembari memegang bahu teman nya.

"Hush! Pacar apa? Itu tadi cerita temen aku Sam!" sanggah nya langsung.

Samantha seperti tak mendengar nya, ia mengangguk dan tenggelam dan pikiran nya.

"Iya sih, kamu kan cantik..." ucap nya yang mulai tumbuh jiwa penasaran untuk tau siapa pacar teman nya saat ini.

"Sam! Dengerin! Aku tuh gak punya pacar!" ucap Anna yang ingin langsung menyadarkan teman nya.

"Terus Uda sampai itu belum?" tanya nya dengan melihat ke arah Anna penuh semangat.

"Hush! Di bilang bukan aku kok! Lagi pula juga gak ada yang mau sama aku," sanggah Anna langsung.

"Kenapa? Kamu kan cantik!" ucap Samantha sembari mencubit pipi gadis itu.

"Tapi aku kayak cumi-cumi kering..." ucap nya dengan lesu.

Mendengar seseorang yang terus memanggil nya cumi-cumi membuat nya mulai mempercayai hal itu.

"Siapa? Siapa yang bilang gitu? Mana orang nya? Biar ku pukul ****** pakai sapu!" ucap Samantha yang seperti tak terima teman cantik nya di katai jelek.

Anna memanyunkan bibir nya sembari memeluk teman yang berada di samping nya itu, "Sam..." panggil nya dengan nada yang seakan mengadu.

Samantha tampak membalas pelukan remaja yang terlihat seperti sedang galau itu.

"Sam?" panggil Anna sembari mengambil es krim nya yang masih belum habis.

"Hm?"

Puk!

Samantha terdiam sejenak, es krim coklat yang dingin itu terkena di hidung nya dan ia pun melihat ke arah teman nya yang tertawa.

"Ann?" panggil nya dan melihat gadis di depan nya mulai bangun untuk bersiap kabur.

"Itu untuk yang kemarin! Kamu kan habisin coklat aku!" jawab Anna tertawa dan langsung berlari kabur.

"Makanya aku beliin kamu es krim coklat Ann!"

"Anna! Oy! Ann!" panggil Samantha yang langsung mengejar teman nya jahil itu.

Anna tak mendengarkan, bercanda, curhat dan bermain dengan teman sebaya memang sangat di butuhkan anak remaja seperti nya.

Ia memasuki gedung olahraga dan tentu teman nya yang sudah marah seperti Medusa itu mengejar nya dengan cepat.

Klak!

Gadis itu masuk ke salah satu ruangan dan mengunci nya, ruangan penyimpanan bola basket dan beberapa properti olahraga lain nya.

Tak ada lampu dan terlihat gelap namun ia lolos dari serangan teman nya yang sedang marah karna kejahilan nya.

Suara tarikan napas dan tawa terdengar dari gadis itu, setelah melihat Samantha yang berbalik keluar ketika ia mengintip dari pintu ia pun membalik tubuh nya dan mengarah ke gudang penyimpanan alat olahraga itu.

Bruk!

Mendengar ada suara yang terjatuh membuat nya langsung terkejut, ia pun ingin keluar dan kunci yang ia tadi ia gunakan entah mengapa macet saat ia merasa takut.

Tangan nya pun menuju saklar dan,

Tek!

Hanya satu jentikan dan seluruh ruangan menjadi terang, mata biru nya membulat dengan sempurna ia terkejut melihat dua orang yang setengah tel*njang itu tengah berusaha memakai kembali seragam nya.

"Akh!" teriak nya yang spontan dan langsung menutup mulutnya.

Ia pun langsung berbalik dan tak ingin melihat hal yang erotis atau mungkin memalukan itu.

"Ma..maaf ganggu..." ucap nya yang seperti buru-buru ingin keluar namun lagi-lagi keadaan seperti tak mendukung nya dengan kunci yang macet.

Klek!

Gadis itu tersentak, tangan kecil nya kini di genggam dengan tangan yang lebih besar dan membuat nya dapat membuka pintu tersebut.

"Keluar," ucap remaja tampan dengan mata biru yang ia kenali itu.

Gadis yang terlihat seperti kakak kelas Anna itu pun langsung keluar tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Anna pun juga melakukan hal yang sama, ia ingin seger keluar namun kera seragam nya yang berada di punggung nya itu di tarik seperti sedang mengangkat anak kucing.

"Bukan kau yang keluar," ucap nya sembari kembali menutup pintu tersebut dan mengunci nya.

"I..itu tadi a..aku gak se..sengaja..."

"A..aku ga a..akan bi..bilang kok..."

Cicit gadis itu lirih, dan merasa sinyal diri nya terus memberi tau nya untuk kabur.

"Kalau kau bilang pun juga aku tidak akan masalah tapi mungkin anak yang tadi akan mempersalahkan nya." ucap Gevan dengan senyuman simpul nya.

"Kalian pacaran kan?" tanya Anna dengan mata yang biru yang bersinar melihat pria di depan nya.

"Tidak, kami tadi cuma lagi main-main aja." jawab Gevan dengan tawa kecil namun mencurigakan.

"Kau pikir aku bodoh?" sentak Anna yang tau kalau hal seperti bukan sedang main-main.

"Kau kan memang bodoh," jawab Gevan singkat dengan tawa nya.

"Aku gak bodoh!" ucap Anna dengan kesal.

"1+1 berapa?" tanya Gevan dengan singkat.

"2,"

"2+2?"

"4,"

4+2?"

"8 eh? 6!"

Gevan tertawa mendengar nya, penjumlahan anak TK saja gadis itu sudah salah menjawab apalagi menghitung rumus matematika.

"Betapa nilai matematika mu?" tanya nya yang setengah tertawa padahal tadi nya ia sangat kesal karna menjadi gantung ketika bermain dan ketahuan gadis di depan nya.

"60!" jawab Anna dengan semangat, walaupun masih terbilang rendah tapi itu yang paling tinggi yang pernah ia dapat.

"Bahasa Jerman?" tanya Gevan lagi.

"65!" jawab gadis itu dengan semangat sekali lagi.

"Bahasa Inggris?"

"68!"

"Kenapa lebih tinggi bahasa asing dari pada bahasa negara mu sendiri?" tanya remaja tampan itu mengernyit.

"Itu! Makanya aneh! Lagi pula kan kita udah dari kecil tau sendiri bahasa nya? Kenapa di suruh belajar lagi di sekolah?" tanya nya dengan mengernyitkan alis nya.

Gevan tertawa mendengar nya, sedangkan Anna menatap dengan kecut pada Kakak kelas yang mentertawainya itu.

"Kau kan juga punya nilai yang rendah! Kau juga dengar nya katanya peringkat mu hampir yang terakhir!" ucap Anna dengan kesal.

"Kalau di ujian kali aku mendapat nilai tinggi dan juga peringkat pertama, bagaimana?" tanya Gevan tersenyum.

"Memang bisa?" jawab Anna yang tak percaya dengan ucapan kakak kelas nya itu.

"Bisa saja kalau aku mau," ucap Gevan enteng.

"Ujian kan harus jujur! Gak boleh suap sekolah biar dapat peringkat pertama!" ucap Anna yang mengatakan kalimat seperti menuduh.

"Aku tidak akan memberi suap atau menggunakan ayah ku, tapi kalau aku bisa menjadi peringkat pertama bagaimana?" tanya nya lagi.

"Kalau gak dapat gimana?" tanya Anna sebalik nya.

"Aku tidak akan menganggu mu lagi kalau aku tidak dapat peringkat pertama di ujian selanjutnya." ucap nya dengan senyuman simpul.

Anna menatap tak percaya namun itu bukan tawaran yang buruk.

"Dan kalau aku dapat peringkat pertama kau harus gantikan anak yang tidak jadi bermain sampai selesai dengan ku tadi," bisik nya di telinga gadis itu.

Ia merasa tak akan ada masalah karna ia pikir gadis itu pun sudah biasa melakukan hal tersebut karna ia sering melihat bekas kemerahan di leher gadis itu saat jaket nya tersingkap.

"Gak mau! Enak nya cuma kau saja!" tolak nya langsung.

"Oh iya, aku juga mau kau bicara yang sopan pada ku," ucap nya yang selalu mendengar gadis itu bicara informal.

"Kan aku gak setuju!" ucap Anna sekali lagi.

"Kau juga bakal suka nanti, lagi pula kau juga udah biasa kan?" tanya nya menganggap gadis itu berpura-pura tak mau dan masih suci.

Belum sempat Anna membalas bel mulai berbunyi yang menandakan semua siswa dan siswi harus kembali ke kelas.

Gevan membuka kembali pintu ruangan tersebut dan membiarkan gadis itu keluar.

Awalnya ia memang anak yang sangat pintar di semua mata pelajaran namun karna sang ayah tak pernah memberikan respon atas semua prestasi nya ia membuat ulah dengan menjadi anak brandal yang bodoh dan hanya menghabiskan uang orang tua. Karna hanya dengan seperti itu sang ayah akan melihat nya walau hanya sedikit.

Anna pun langsung keluar dan berlari kembali ke kelas nya.

......................

Mansion Damian.

Pukul 02.35 am

Luc?

Ke sini?

Tangan yang lebih besar itu terasa hangat dan halus di saat bersamaan, membawa nya dengan mengandeng nya.

Punggung yang tampak ramping, rambut yang ikal berwarna cerah seperti mentari itu berjalan di bawah pohon dengan dedaunan yang gugur.

Nak?

Kobaran api menyala dengan besar hingga menyilaukan mata, genangan dari air berwana merah yang kental itu menjalar ke sepatu nya.

Tak ada wajah yang dapat terlihat selain kobaran api yang melahap seseorang hingga menutup dan menghanguskan nya.

...

"Sir?"

"Sir!"

Deg!

Mata yang berwarna hitam itu langsung terbuka seketika, jantung nya berdebar dengan kencang dan suara napas yang terdengar berat.

"Anda baik-baik saja?" tanya Anna sembari melihat ke arah pria yang tertidur di kursi salah satu ruangan di mansion mewah itu.

Awal nya ia ingin kembali ke kamar nya dari taman, ia tak sadar dan tertidur di taman yang luas itu. Ia bahkan terbangun karena merasakan suhu dingin akibat malam yang semakin larut.

Namun saat ia kembali ia tak sengaja melihat seseorang yang seperti tercekik dalam mimpi nya.

Deg,

Deg,

Deg,

Pria itu tak mengatakan apapun, ia masih terlihat mengambil dan mengatur napas nya, mata nya menatap ke arah gadis yang berdiri di samping sofa nya dan menunduk karna membangunkan nya.

Rambut yang awal nya tak pernah ia tau seperti apa warna nya itu mulai terlihat tak asing.

Ikal, bergelombang dan cerah seperti mentari. Tangan nya meraih rambut panjang yang menjuntai ke arah nya itu dan menyisir dengan jemari nya.

Luc?

Suara yang terdengar di telinga nya, mimpi aneh yang tak pernah ia alami sebelum nya serta mata nya yang mulai dapat melihat hal lain dari gadis itu selain warna mata yang indah itu.

Pria itu terpaku sejenak pada warna yang kembali ia dapat ia lihat, cerah seperti mentari dan halus ketika di ia sentuh.

"Kau itu sebenarnya siapa?" tanya nya dengan suara yang lirih sembari terus memegang rambut yang halus itu.

Sebelum ia menemukan gadis itu, hanya ada hitam dan putih. Merah dan anyir.

Namun setelah itu ia melihat sesuatu yang tidak biasa, biru yang bersinar tampak indah. Aroma yang wangi serta mimpi aneh yang mulai datang ke pada nya.

Ekspresi yang tak pernah ia lihat dan ia tau entah mengapa ia seharusnya merasa pernah melihat nya.

Anna terdiam dan bingung, "Maurenne Arianna," jawab nya dengan polos sembari menyebutkan nama nya.

1
rarr
banjir air mata🥹
rarr
nangisss bgttt thor🙏
rarr
na udh bener kok kabur mu, sakit bgt hidup di keluarga ga syg km, trs mimpi mau punya keluarga bahagia aja ga dapet...sakit bgt jd anna😭
ZrLee Darman
🤣🤣🤣 astaga anna 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
ZrLee Darman
tdi diatas bilang 17 THN..knp umurnya malah menurun bukanya bertambah 😅
ZrLee Darman
jadi ingat sama James Thor 🥰
!.
Luar biasa
Aize Ze🗝️🥀°_°
ceritanya bagus Author nya suka nonton film action ya makanya terimpirasi buat ceritanya tapi knp harus sad ending Thor
Aize Ze🗝️🥀°_°
cocok bgt Thor visual cowoknya female lead nya juga cute
Desi Lestari
kejam Lucas kasihan Anna
raara
minn sriuss??
Dian Anggra
inilah yg bener2 genre psycho. keren othor
Seika Hikaru
OMG😭😭😭😭ini cinta yang sangat gila..😭😭
𝓓𝓲𝓪𝓷 𝓒𝓪𝓲𝓷𝓮..💘
mampir thor /Joyful/
Amisaroh
mantap luc
Amisaroh
jijik² ngakak
Amisaroh
astaga lampu gantung🤣🤣🤣
gyelgyl
walaupun sad end tapi novelnya bagus bgt,sampai sampai saya pun nangis baca novelnya
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣 maaf ya aku ngakaknya telat, soalnya aku baru nemu novel ini
Anggun Peratiwi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!