NovelToon NovelToon
Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Cerita ini adalah cerita kelanjutan dari Novel Love, Revenge, And The Sea, tapi Anda bisa menikmati cerita ini tersendiri, namun sangat disaran membacanya dahulu untuk tahu tokoh-tokoh di dalamnya.



Cinta itu sebuah misteri, seberapa banyak pun orang yang mencoba memahaminya, namun tak ada yang pernah bisa benar-benar mengetahui apa itu cinta sebenarnya.


Dimana kah awalnya? bagaimana cara dia bekerja? pada siapa dia akan berlabuh? bagaimana dia berjalan? membawa suka kah? atau malah menambah derita.

Akan kah cinta berakhir bahagia atau malah menabur air mata, hanya yang mengalamai cinta yang tahu rasanya.

Beribu bahkan berjuta cerita cinta telah tertuliskan di dunia, namun tetap saja tak ada yang sama.

Ini sebuah cerita tentang penantian, ketulusan, dan pengorbanan, sedikit arti cinta yang indah dengan segala lika-likunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 - Tunggu Aku Di Sana.

Hujan tinggal meninggalkan rintiknya, semilir angin menusuk kulit, suara langkah Ceyasa dan Archie terdengar menghancurkan keheningan malam, Ceyasa berjalan cepat sekali bahkan terlihat terburu-buru, Archie mengikutinya cukup jauh, dia tidak ingin berjalan seperti dikejar setan, seperti yang sekarang dilakukan oleh Ceyasa.

"Hei, bisakah kau lebih cepat?" teriak Ceyasa menegur Archie.

"Aku tidak punya kepentingan jadi aku ingin menikmati suasana malam di sini," kata Archie asal saja, mendengar itu Ceyasa jadi makin tidak suka melihat Archie, biar saja, kalau dia kehilangan Ceyasa dan dia tersesat, itu bukannya bagus? jadi jika dia ingin menuntut Ceyasa  lagi  itu bukan salahnya, pria menyebalkan itu yang tidak ingin jalan cepat, baiklah, biarkan saja dia melakukan apa maunya.

Ceyasa lalu mengambil ancang-ancang, dia segera berjalan lebih cepat, bahkan sesekali berlari kecil, dia segera menjauh dari Archie, Archie yang melihat gelagat Ceyasa segera kaget.

"Hei, wanita aneh!" panggil Archie, dia segera berlari mengejar Ceyasa, namun saat tiba dibelokan, Archie tidak bisa menemukan Ceyasa, dia sudah menghilang, Archie bingung melihat ke arah kanan dan kiri, kemana wanita itu? apa dia benar-benar meninggalkannya di sini? jalan ini gelap dan tidak ada penerangann, lalu ke mana arah ke desa? apa dia harus kembali, dia dari tadi tidak memperhatikan jalan, kalau pun dia kembali dia kan lupa dengan jalannya.

Ah! sial! wanita aneh itu! pikir Archie.

Ceyasa yang berjalan cepat, sebenarnya bersembunyi ke salah satu pohon besar yang ada di dekat belokan itu, dia tahu benar apa saja yang ada di sana karena ini adalah jalan yang dia lalui setiap hari. Dia memperhatikan Archie yang tampak panik dan mencarinya ke mana-mana, melihat pemandangan itu membuat Ceyasa puas dan tertawa.

Rasakan! lagi pula siapa yang menyuruhnya membuat aku kesal, pikir Ceyasa.

Dia lalu keluar dari sana ketika melihat Archie berjalan ke arah rumahnya, dia segera berjalan dengan wajah dan senyuman yang sangat senang, akhirnya dia akan lepas dari pria menyebalkan itu.

Namun semakin dia melangkah, semakin tak enak perasaannya, benarkah dia setega itu membiarkan pria yang bahkan tak ingat namanya sendiri mencarinya kalang kabut di tengah lereng bukit yang kosong dan ditemani hujan?

Ceyasa memang buruk dalam mengatur emosi, tidak sopan dan terkadang ceroboh, namun dia bukan wanita yang tak punya perasaan dan jahat, jadi walau pun tadi dia merasa sangat lega, sekarang dia malah merasa bersalah, dia lalu segera kembali dan mencoba mencari Archie.

Dia berjalan kembali, berbelok dan melihat ke arah jalanan yang gelap, di antara hujan rintik dia tak bisa menemukan Archie, kemana pria itu? apa dia sudah kembali? memang dia tahu ke mana jalan menuju rumah Ceyasa?  bagaimana jika dia terpeleset dan jatuh ke danau? jam segini air danau rasanya bagaikan pedang

Pria itu! ah! menyusahkan sekali.

"Hei! aduh siapa namamu! kau dimana?" teriak Ceyasa mengoyak keheningan malam.

Jika terjadi apa-apa dengan pria itu dan tubuhnya ditemukan, maka dia akan menjadi tersangka utama karena terakhir kali pria itu terlihat hidup waktu bersama dengannya, ah ini benar-benar membuat Ceyasa frustasi, kenapa dia tidak bisa jadi wanita yang tegaan saja? kenapa harus memikirkan pria itu?

Kalau dia meninggal itu juga bukan salah aku kan? Mereka pasti menemukan penyebab kematiannya kan? pikir Ceyasa sambil terus mencari ke segala arah untuk mencari Archie.

"Kau mencariku?" kata Archie yang tiba-tiba muncul di belakang Ceyasa.

Ceyasa yang mendengar itu segera kaget dan hampir teriak, dia melihat Archie dengan tatapan terkejutnya, bagaimana dia bisa tiba-tiba ada di belakangnya? padahal dari tadi dia sudah mencari pria ini dari tadi.

"Dari mana saja kau!” kata Ceyasa kesal.

"Seharusnya yang bertanya itu aku, dari mana saja kau?” kata Archie menatap Ceyasa dengan tatapan curiga.

"Aku? eh … aku tadi jalan saja, tapi waktu aku melihat kebelakang, kau sudah tidak ada, siapa suruh kau jalan begitu santai, aku sudah terlambat, ayo pergi," kata Ceyasa yang sedikit salah tingkah karena ditatap sinis oleh Archie, dia langsung berjalan melewati Archie. Archie yang melihat tingkah Ceyasa hanya bisa tersenyum tipis, melihat wajah Ceyasa yang gugup tadi dia merasa itu lucu.

"Ayo lah! nanti kau bilang aku meninggalkanmu lagi, aku sudah sangat terlambat!" teriak Ceyasa.

"Aku tidak pernah mengatakan kau meninggalkan ku," jawab Archie.

"Oh, benarkah? ya sudahlah, ayo," kata Ceyasa mencari alasan, dia keceplosan, ah, semua jadi kacau lagi sekarang.

Tak lama mereka sampai juga di suatu tempat di tepian danau, tempat yang terlihat paling ramai di desa itu, banyak orang duduk dan minum di sana, Archie mengamati tempat itu, semacam bar, mungkin ini yang dikatakan oleh Gerald, tempat itu terbuat dari kayu bergaya retro, terlihat sederhana namun juga menarik sedikit kontras dengan keadaan desa ini jika siang hari.

"Tunggu di sini," kata Ceyasa segera berjalan ingin masuk, namun saat dia ingin masuk dia di hadang seorang pria, pria itu  seperti orang asing.

"Ceyasa, kau sudah terlambat 30 menit, aku harus memotong gajimu," kata pria itu menatap Ceyasa.

"Charles, jangan potong gajiku, hari ini aku akan lembur 1 jam setelahnya, membersihkan semaunya, bagaimana?” rayu Ceyasa pada Charles, Charles segera mengamati wajah Ceyasa, dia lalu mengangguk.

"Baiklah, cepat ganti bajumu, musim liburan sebentar lagi akan datang, kita sudah punya tambahan pelanggan," kata Charles lalu masuk ke dalam barnya.

Archie mengamati itu dan diam-diam mendengarkan percakapan Ceyasa dengan pria itu, saat pria itu pergi, Ceyasa mendatangi Archie lagi.

"Aku akan bekerja 3 jam, tapi karena kau telat, aku harus menambah 1 jam lagi, kalau kau ingin kau bisa menunggu di dalam, duduk saja di ujung sana tempat pelayan beristirahat, jangan duduk di tempat lain karena kau akan dilayani jika ditempat lain, aku dapat 1 jatah minuman yang tidak pernah aku ambil jadi nanti aku akan memberikannya padamu, tapi jika ingin pulang, kau tinggal ikuti jalan itu lurus saja, kau akan sampai rumah tapi lebih jauh," kata Cayasa lagi menunjukkan sebuah jalan yang berbeda dengan mereka datangi.

"Kenapa kau harus bekerja lebih lama?" tanya Archie.

"Ya tentu agar gajiku tidak di potong, gajiku saja tidak cukup membiayai keperluanku apa lagi ditambah denganmu, sudah jangan banyak tanya, aku bekerja dulu," kata Ceyasa dengan wajah kesal, lalu segera meninggalkan Archie dan masuk ke dalam, dia segera menghilang saat dia masuk ke dalam sebuah ruangan.

1
Betty Wulansari
Ceritanya benar benar menguras emosi dan air mata, jalan ceritanya susah ditebak, cerita dari Kak Quin selalu all out, Kak Quin keren 😍😍😍
Betty Wulansari
😭😭😭
elsaanisya
sebelum ini udh ada novel ceritanya ya ? belum ngeh hubungan Archie sama suri
annisya yulianti
Huxley klo bucin serem ya, Angga vs Aksa dulu aja sampe ribet culik2an, tunggu ada yg mati dulu baru adem 😅
annisya yulianti
suri bego!
Tya Afat
Johan betul2 ksatria
Tya Afat
aku udah baca yg ke 4 kalinya. tetap suka
Tya Afat
aku mampir lagi. heheheh....ini sdh ke sekian kalinya membaca ulang. belum move on
Ayu Annisa
Jared Suri🫶🏻
Jin Noona
baca novel Quin dari tahun 2019, seingatku . sebelum adanya grup chat , dan mt nt hits d awal 2020 pas Corona sampe sepi seperti skrg . tapi aku ga pernah hapus mt , karena sering bolak-balik baca lagi karya ka Quin . entah sudah berapa kali. dan novel ini yang paling aku suka .
Tya Afat: samaaa....aku jg sukaaaaaaaa
total 2 replies
palupi
terimakasih 💐💕
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
acting
Wangintowe Tundugi
tanya author pasti tau bang archi 😆
Wangintowe Tundugi
keren kamu ceyasa
Wangintowe Tundugi
hujan hehe
Wangintowe Tundugi
hanya author yg tau
Wangintowe Tundugi
siena entah utusan siapa
Wangintowe Tundugi
di part ini suri egois
Wangintowe Tundugi
kok sy merasa bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!