NovelToon NovelToon
ARETHA

ARETHA

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 5
Nama Author: Min Ziy. Minfiatin FauZiyah

"Tak pernah kusangka, mencintaimu adalah sebenar-benarnya bencana, dan tak pernah kuduga, pria setampan dan sebaik dirimu bisa membuat luka yang sempurna." Aretha.

"Aku tidak mencintainya, lalu mengapa cemburu itu ada?" Reyhan.

"Kau mengatakan jika kau tidak mencintaiku, tapi reaksi tubuhmu begitu mudah jatuh dalam sentuhanku, Aretha." Fabrizio O'clan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Min Ziy. Minfiatin FauZiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mr. CEO

..."Siapa yang tidak akan jatuh dalam pesonaku? Ketampananku, keseksianku, kekayaanku, aku adalah penggambaran sempurna sosok seorang pria." Fabrizio O'clan....

***

"Designe ulang semua ini, aku tunggu sebelum jam makan siang, jika kau tidak dapat menyelesaikannya, maka kau bisa menyerahkan surat pengunduran dirimu padaku, dengan senang hati aku akan menandatanganinya." Ku lempar kasar beberapa kertas bergambar designe interior salah satu restauran yang baru dibangun di kawasan wisata tepi pantai, yang terhubung dengan salah satu hotel milikku yang ada di pusat kota.

Entah apa yang mereka kerjakan, tidak satupun dari pekerjaan mereka yang bisa membuatku senang, apalagi puas, mereka hanya menatapku kagum karena aku tampan, yah, aku memang sangat tampan, tapi nyali mereka seketika menciut ketika aku sudah menunjukkan taringku, mereka harus tahu jika aku bukanlah orang sembarangan.

***

..."Bismillah, dengan menyebut nama Allah aku mengawali hari agar semua baik-baik saja." Aretha....

***

Aku mendengar dengan seksama penuturan wanita yang duduk di kursi depan meja Nona Grace, mereka saling duduk berhadapan, sedangkan aku berdiri di belakang Nona Grace, hampir seharian aku seperti ini, berdiri, kecuali harus mengerjakan sesuatu di laptop Nona Grace dan Nona Grace akan mengizinkanku untuk duduk di kursinya.

"Mr. CEO menolak semua designe kita, dia meminta saya merubah semuanya dalam waktu singkat, sebelum jam makan siang, jika tidak, saya akan dipecat," staf divisi designe itu bercerita sambil menangis, Nona Grace tak begitu menanggapinya, ia nampak acuh sambil memainkan jari kukunya yang baru dicat.

Sedangkan aku, aku merasa kasihan dengan wanita yang akhirnya kutahu namanya Tika itu.

"Nona, saya mohon, tolong bantu saya, anda yang memilih designe ini untuk saya kembangkan, tolong bicara dengan Mr. CEO, jika tidak, saya bisa kehilangan pekerjaan"

"Kenapa kau merengek padaku? Aku sudah memilih designe yang tepat, kau saja yang tidak becus dengan pekerjaanmu, kenapa kau malah sibuk meronta padaku?"

Wajah Tika nampak pias setelah mendengar jawaban Nona Grace, sungguh kasihan dia.

"Tapi, Nona. Anda yang,,,"

"Sudah, keluar dari ruanganku atau kupanggil scurity untuk mengusirmu."

"Tapi Nona, ini tanggung jawab kita bersama, ini juga tanggung jawab divisi marketing, bukan hanya sa...."

'Brakkkk!'

Aku dan Tika sama-sama kaget saat Nona Grace menggebrak meja. Hasil akhir yang Tika terima adalah ia harus kembali ke kubikelnya untuk mendesigne ulang semua pekerjaannya. Dan itu pasti tidak mudah, apalagi dalam waktu kurang dari dua jam. Sedangkan pekerjaan seperti itu setidaknya harus dikerjakan satu mingguan.

***

Jam makan siang tiba, setelah kejadian designe Tika tadi, Nona Grace keluar dari kantor dan pergi entah kemana, aku menggunakan waktu itu untuk melesat ke kubikel divisi designe menemui Tika dan timnya.

Aku bukan orang ahli, tapi setidaknya, aku memiliki selera yang kuharap akan lebih baik dari designe sebelumnya.

Aku datang dengan tujuan membantu Tika dan tim, mereka awalnya enggan menanggapiku, tapi setelah aku mulai mendesigne sambil terus menjelaskan pada mereka arti, fungsi, dan seni dalam designe itu, Tika dan timnya mulai menghargaiku, ini adalah awal yang baik bagiku menjalin hubungan pertemanan, meski mereka berasal dari kubikel lain.

"Cepat, kita hampir kehabisan waktu," ucap salah satu teman Tika yang mendorong Tika untuk lekas pergi membawa hasil designe yang baru.

Waktu yang diberikan Mr. CEO hampir habis, kami semua mengantar Tika sampai di lantai ruang CEO, dan kebetulan orang yang akan Tika temui keluar dari ruangannya.

"Sial, jam makan siang!" cicit salah satu teman bersuara pelan. Menandakan waktu telah habis.

"Sir, Mr. O'clan, saya telah menyelesaikan designe yang anda inginkan, mohon diperiksa," ucap Tika gemetar, suaranya sangat bergetar seiring dengan perasaan tremor yang melandanya.

Langkah kaki pria tinggi itu terhenti, melihat Tika yang menyerahkan beberapa kertas designe sambil menunduk, namun tanggapan yang diberikan sangat mengecewakan.

Mr. CEO itu melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

"Aku tunggu surat pengunduran dirimu!" ucapnya angkuh sambil kembali melangkah.

Ya Tuhan,,,, apa dia manusia? Ingin rasanya aku berkata kasar, Tika hanya terlambat satu menit dan dia sama sekali tak memberikan ampunan? Ini tidak bisa dibiarkan, keterlaluan.

Tika hanya diam sambil menangis gemetar, teman satu timnya tak ada yang berani berkomentar, mereka semua menunduk kala Mr. CEO itu berjalan melewati kami.

"Apa kau tidak punya perasaan?" entah dari mana keberanianku saat itu muncul. Tiba-tiba saja aku berteriak hingga ayunan kakinya yang panjang berhenti seketika.

Aku menutup mulutku rapat, menyadari kebodohanku yang sudah memanggil singa yang tengah lapar.

Mr. CEO membalikkan tubuhnya dengan gaya angkuh, sungguh sialan. Menatap tajam ke arahku, membuatku semakin gemetaran. Bodoh, kenapa aku bisa berteriak seperti di dalam hutan?

Semua orang menunduk, hanya aku yang mendongak tegak menatapnya, tapi sungguh hatiku berdebar, tanganku berkeringat dingin, jantungku berpacu seperti secepat pacuan kuda.

"Kau mengatakan sesuatu?" tanyanya lagi-lagi bernada angkuh.

Aku menelan saliva kasar, tenggorokanku tiba-tiba terasa kering, aku ingin bicara namun suaraku tercekat.

"Siapa kau? Staf divisi apa?" tanyanya yang kemudian melangkah menghampiriku, ia berdiri menjulang tepat di hadapanku.

Aku terus menatapnya, menatap mata tajamnya yang serasa ingin menghunus mengobrak-abrik isi perutku, ya Allah,,,, aku ingin menangis saking takutnya.

"Jawab, aku tidak suka mengulang kalimatku!" suara baritonenya terdengar berat seperti beban berton-ton yang dijatuhkan padaku, ia mendekat, sedikit membungkuk hingga wajahnya sejajar dengan wajahku. Wajah kami sangat dekat, hingga bisa kurasakan nafas hangatnya yang beraroma mint and musk, namun itu semua tak berpengaruh karena aku sedang ketakutan.

"A-a aku, aku," Aku kehabisan kata-kata. Untunglah Nona Grace datang menyelamatkanku, tidak, dia datang untuk menemui Mr. CEO, tapi setidaknya aku terselamatkan oleh kehadirannya.

"Zio,,,, kau sudah selesai dengan pekerjaanmu? Aku baru saja ingin menemuimu, aku ingin mengajakmu makan siang bersama," seru Nona Grace langsung bergelayut manja di lengan Mr. CEO. Nampak wajah Mr. CEO seketika malas.

Aku menunduk, akhirnya tengkukku yang sedari tadi kaku tak dapat kugerakkan bisa menundukkan kepalaku juga.

"Aretha, kau di sini? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Nona Grace, seketika kepala yang baru saja menunduk kembali terangkat, bukankah tidak sopan jika kita bicara tidak melihat lawan bicara?

"S-sa saya,,,,"

"Kau mengenalnya?" Tanya Mr. CEO.

Dapat kulihat, wajah nona Grace tiba-tiba pucat, ia gugup dan panik, apa itu artinya, selama ini Mr. CEO tidak tahu jika nona Grace menggunakan seorang aspri untuk menyelesaikan pekerjaannya? Oh, tentu saja dia tidak tahu. Jika dia tahu, pasti aku sudah kehilangan pekerjaanku sejak lama.

"D-di dia,,,, dia,,,," ucap nona Grace terbata, ia belum siap menjawab karena belum mempersiapkan catatan.

"Kau, ikut aku!"

'DEG!'

Apa? Apa aku tidak salah dengar?

"S-sa saya?" tanyaku memastikan.

"Apa ada orang lain yang kau lihat berada dalam lensa mataku saat ini?"

Ya, dia hanya menatapku, itu artinya dia memintaku untuk mengikutinya, tunggu, Dia memintaku untuk mengikutinya? Tapi dia melangkah masuk ke dalam ruangannya? Oh Tuhan, apa yang akan terjadi? Apa yang harus aku lakukan?

"Zio,,,," panggil nona Grace menghentikan langkah kaki Mr. CEO.

"Sir, Sir." ucap Mr. CEO mengoreksi cara nona Grace memanggilnya. Membuktikan jika mereka tidak ada hubungan apa-apa, seperti yang pernah Namira ceritakan, jika hanya nona Grace yang selalu mengejar Mr. CEO, tapi Mr. CEO tak pernah menanggapinya.

Hey, kenapa aku malah memikirkan itu? Nasibku sedang berada di ujung tanduk saat ini.

Ya Tuhan, apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku menggali kuburanku sendiri? Di sini nona Grace menatapku penuh amarah, dan di sana, Mr. CEO pun menatapku tidak kalah tajam seperti ingin mengulitiku.

Kemana kakiku harus melangkah? Apa aku kabur saja? Tidak, jika aku lakukan itu, aku akan kehilangan pekerjaanku, yah, meskipun aku masuk nanti hasilnya juga sama saja, tapi ada Namira yang nantinya akan tersangkut paut dan aku tidak mau itu terjadi.

***

Bersambung.

1
slohnayani berutu
Luar biasa
Ros Yusmiasih
wah tambah seru ceritanya.......
Ros Yusmiasih
aku tersenyum ....lucu sekali ....
martina melati
hahaha.... iy kocak nih thor bundany reyhan
martina melati
iy betul nih kata2 dr.bian
martina melati
lho? kamu sendiri jg sedang meluk rena... masa tangan mantan istri dpegang dr.bian jd marah...???
martina melati
kamu salah orang.. salah orang... dbikin tiktok aja
martina melati
hahaha... gk usah heran, perempuan itu ingat lho... bukan dendam y!
martina melati
emang gk dgigit nyamuk2 nakal???
martina melati
koq malah mikir bgini sih... wajarlah suami istri melakukan hubungan intim kan sdh sah
martina melati
maaf lho..,, bukan mihak aretha... tp rena, mumpung blm menikah sbaikny relakan reyhan... x aja jodohmu lbh dr reyhan
martina melati
lho sdh bercerai toh... emang boleh dcium???
martina melati
jangan sering nangis lho bumil... kasihan nti bayiny kalo sdh lahir jd cengeng...
martina melati
jangan2 yg ngidam nih reyhan
martina melati
kasianny... mau mkn dcegah dminta buatin masakan...
martina melati
nah... loe... td kn sdh dkoment jika jodoh mau cerai pun kyk'e sulit dpisahkn walo sdh sah cerai
martina melati
benar toh patah jadi 2
martina melati
katanya mau belajar jualan baju agar bisa buka toko baju... y gpp tinggal sm mantan ibu mertua apalg jika baik hati...
martina melati
egois... sdh menikah dg satu wanita ingin memiliki lg satu wanita... patah jadi 2 nih namany
martina melati
ngaur... jika tidak berjodoh walo saling mencintai y gk bisa dpaksakn donk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!