NovelToon NovelToon
Mahligai Prahara

Mahligai Prahara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:348.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: cmeely ayu

Inginku rengkuh kebahagiaan, namun apalah daya nestapa lebih dulu merajai mahligai pernikahan kita.
Terbelenggu dalam dilema yang dihadiri oleh orang ke tiga.

"Aku tak akan pernah mempermasalahkan tentang apa yang terjadi pada kesucianmu ataupun anak yang ada dalam kandunganmu.
Aku akan menerimanya, karena anak dalam kandunganmu adalah anakku juga."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cmeely ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Lusuh.

Setelah lelah dengan kesepian yang mendera jiwa, dalam keheningan yang membelenggu dan menderanya dengan kecamuk rindu.

Reynand pun akhirnya menyerah, ia beranjak dari tempatnya dan kemudian segera mengemudikan kendaraannya menuju kediamannya.

Malam sudah teramat larut, di tambah dengan rintik gerimis serta sepoi angin malam yang menghembuskan hawa dingin yang menerpa permukaan kulit.

Sesekali pria itu mengusap pergelangan tangannya sendiri, menepikan hawa dingin yang merasuk melalui celah separuh jendela yang terbuka.

Ia mendengus lirih, menyesal karena tak seharusnya ia memilih pulang dan berakhir dengan terjebak dalam rintik hujan yang terasa kian deras mengguyur permukaan bumi.

Suasana terasa sunyi, menepikan hiruk pikuk kendaraan yang biasanya masih sering berlalu lalang di jam-jam larut seperti ini. Akan tetapi ia hanya seorang diri malam ini, membelah jalanan sepi dan hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan lain yang mempercepat laju kendaraannya.

Hanya dengus napas panjang yang menemani perjalanannya menuju arah kediamannya, namun pasti lelahnya akan terbayar lunas ketika dapat melihat istrinya yang telah lelap dalam keheningan.

Di situ hatinya serasa tercubit, sesak di selimuti sesal dan juga rasa bersalah.

Seharusnya ia bisa menepikan segala emosi dan menyokong wanita pujaannya itu dalam keadaan seperti saat ini. Namun ia begitu lemah untuk menyisihkan lara yang sudah menyatu dengan jiwanya, rasa sakitnya bahkan belumlah berkurang walau sesungguhnya ia telah berusaha untuk melupakan dan menganggap tidak ada kejadian itu dalam hidupnya.

Akan tetapi segala upayanya untuk berpura tidaklah membuahkan hasil apapun. Semakin ia memaksa untuk lupa maka semakin dalam pula luka itu kian tertancap dalam hatinya.

Hanya bisa mengusap dada tatkala gelenyar rasa perih itu perlahan kembali merambah dalam ingatannya, mencoba memalingkan muka seolah tak perduli dengan apapun yang telah terjadi.

Larut dalam buai lamunan yang memercikan kembali kisah cintanya yang tak kunjung menemukan jalan lurus, ia tenggelam dalam angan yang menyita seluruh kesadarannya hingga tak tersisa. Menyisakan raga dan membiarkan pikirannya berkelana kemana-mana.

Lampu-lampu jalanan yang biasanya hidup pun kini sebagian ada yang mulai padam, merabunkan jarak pandang yang terhalang oleh kabut dan juga percikan air yang tak kunjung berhenti berjatuhan.

Ia tersadar dari lamunannya, mulai kembali fokus dan konsentrasi dengan setir kemudinya.

Tetapi ketika ia baru saja mulai berkonsentrasi, tiba-tiba saja ia kembali tersentak oleh sesuatu yang mendadak melintas di hadapannya.

Membuat ia menginjak pedal remnya dengan sekuat tenaga seraya membelokkan kemudinya dengan cepat.

Darahnya berdesir cepat, meletupkan amarahnya yang sudah membuncah pada saat itu juga.

Tanpa basa-basi lagi ia pun bergegas turun, berbasah-basahan di bawah guyur hujan dan tak peduli dengan situasi. Berniat untuk melepaskan emosinya dengan memarahi seseorang yang nyaris saja membuat dirinya terseret dalam kasus kriminal jika saja ada korban yang terluka.

Langkahnya berderap cepat menghampiri sesosok tubuh ringkih yang nampak gemetar sedang membelakanginya.

"Hey! apa kau buta, ha?" tanyanya dengan suara geram, seraya memegangi bahu orang itu dan menariknya paksa untuk menghadap ke arahnya.

Sejenak ia tertegun dengan apa yang dilihatnya, ternyata orang itu bukanlah seorang pria seperti yang ia duga sebelumnya.

Rupanya ia adalah seorang wanita, namun rupa wajahnya tak terlalu nampak jelas karena mimik muka itu terhalang oleh selendang hitam yang menutupi sebagian wajah dan tubuhnya. Tetapi satu yang pasti, wanita itu terlihat tidak baik-baik saja, tubuhnya yang kurus dengan pakaian lusuh yang membalut tubuhnya semakin memperkuat dugaannya mengenai wanita di hadapannya.

"Ma-maaf," ucap wanita itu dengan terbata. Ia membungkukkan tubuhnya berulang seraya mengucapkan kata yang sama, yakni meminta permohonan maaf.

Tubuh ringkihnya masih bergetar hebat, bahunya masih naik turun ikut menggetarkan genggaman reynand yang masih berada di sana.

"Bisakah jika kau lebih berhati-hati? nyaris saja aku menabrakmu dan kemungkinan kau akan terkapar di sini dengan linangan darah yang mengucur di sebagian tubuhmu! apa kau mau mati konyol, ha?" Reynand berucap dengan nada tinggi, namun tak berniat sedikit pun untuk menjatuhkan hardikan kepada sosok wanita di hadapannya itu.

Emosinya meluap karena kekhawatirannya akan keselamatan bersama, dan ia sedikit lega karena ia bisa dengan cepat mengendalikan laju kendaraannya sendiri di tengah jalanan licin.

Tubuh wanita itu kian berguncang hebat, di iringi sengguk seraya jerit tangis yang menyayat hati. Ia merosot, bersujud di hadapan reynand seraya berucap beberapa kata mengenai takdir yang tak pernah berlaku adil terhadapnya.

Sempat reynand berpikir untuk menepi, memilih pergi daripada mengurusi hal semacam ini yang sudah ia pahami sejak usianya masih muda.

Mungkin itu hanya sebuah kepalsuan, dimana wanita seringkali memanfaatkan kelemahan seorang pria yang tak lain adalah belas kasih dan juga paras sempurna.

Semula ia berpikir untuk tak peduli, namun tangis wanita itu terdengar kian menyayat hati, membuat ia mengurungkan niatnya untuk pergi dan kembali pada sosok wanita yang masih terisak-isak di belakangnya itu.

Seluruh pakaiannya telah basah begitupun dengan pakaian yang ia kenakan.

Angin yang sesekali bertiup membuat dirinya kian menggigil di terpa sejuk yang menembus hingga kedalam tulang-tulangnya.

"Berhenti bicara tentang hal bodoh! kau dan takdirmu saat ini, itu sudah kehendak yang di gariskan oleh Sang Pencipta. Adapun nasip yang buruk yang berlaku padamu saat ini seharusnya kau jadikan sebagai pembelajaran dan bukan kau jadikan sebagai sebuah penyesalan. Bagaimana kau bisa mengubah takdirmu, jika dirimu saja seolah pasrah dan menyerah? apakah semua wanita itu selalu lemah dan bersikap menyedihkan seperti mu, ha?" Reynand menegaskan ucapannya, lalu kemudian ia berbalik membelakangi wanita itu dan kemudian masuk kedalaman mobilnya.

"Naiklah, aku akan memberimu bantuan jika kau berkenan untuk melakukan perubahan dalam sudut pandang dan juga kehidupan mu."

1
Elok Pratiwi
kecewa
YuWie
chuzz langsung nengok ivana..semoga happy
YuWie
kopi like..bagus..walo isinya banyak kesedihan dan end nya pun sad ending
Ersa
novel ini bagus, meskri tdk happy ending tapi aku suka
Sri Wahyuni
num klau d awal suami dah nerima kmu yg dah ga suci lg dngn lapang dda knp ga jjur lgi mslh s dannil spya ga ada slh fhm yg bsa mnghancurkn biduk rmh tannga mu
Sri Wahyuni
mka y jd cwe tuh hanum hrs byk brsyukur punya suami yg mncinta mlah d cuekin akhir y karma mu lngsung d byr lunas
mbak i
terlepas dari ending nya yang bikin sedih,,,tapi cerita ini sangat bagus bahasanya indah banget,,,terima kasih untuk cerita yang luar biasa ini,,walau penuh air mata😭
Fa Rel
terpuruk boleh sampai benci anak hanum wanita bodoh
Fa Rel
bikin reynand nyesel thor
Fa Rel
terlalu banyak.bermain kata kayak.puisi aja
Andi Rezky
penasaran critanya
Acheuom Rahmawatie
prahara
Acheuom Rahmawatie
reyy suami idaman🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Acheuom Rahmawatie
hamil
Masiah Firman
Daniiiil kurang ajar ...perusaka rumah tangga
Masiah Firman
kurang dialognya thour
Masiah Firman
hiiiih peninor
Masiah Firman
thour 😀😀😀
Sushie Ajjah
kenapa???.... endingnya bikin🥺🥺😢😭😭😭😭
Cmeely Ayu: Terima kasih, Kak Sushie🙏
Untuk endingnya kenapa begini, ya.
Aku menyesuaikan dengan judulnya sih, kakak ☺️ Karena judulnya emang udh sedih atau Ndak bahagia, jadi endingnya pun sama🤗.
Terima kasih sudah berkenan hadir, kakak 🙏
total 1 replies
Ind_Di
keren banget banget banget & mengandung banyak bawang sumpah 😭😭😭
thanks author udh bikin novel kek gini yg bahasanya so puitis...
aq sukaaaa 😍😍😍
Cmeely Ayu: Terima kasih banyak, kakak🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!