Ini adalah kisah seorang pria kaya dingin yang memiliki misophobia. Yang terkena sebuah jebakan dari seorang wanita yang sangat dibencinya.
Tapi, apa jadinya bila jebakan ini berakhir menjadi sebuah berkah?
Kehidupan mereka berubah, mulai dari rasa benci yang kini menjadi cinta.
Albert Robert Nero, akankah pria kaya dingin ini mampu meluluhkan hati seorang Sena Laurenchia si wanita nakal?
Baca kisah mereka di BOS DINGIN MENGEJAR ISTRI NAKAL.
***
Sikap dingin seorang Antonio Lefrand tidak membuat Aurelie Daneliya berhenti mengejarnya. Karena Aurelie tahu, di balik sikap dinginnya terdapat hati yang sangat lembut.
SEASON 2 (MENCURI HATI BOS DINGIN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Su Hwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BDMIN 24
Renata : Al, aku ingin bertemu. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan.
Albert : Baiklah, aku juga memiliki sesuatu untuk dibicarakan denganmu. Kita bertemu nanti malam di restoran B.
Renata : Oke, sampai jumpa nanti malam.
Renata menutup teleponnya dan tersenyum smirk.
"Sampai jumpa nanti malam, Albert sayang." gumam Renata.
--------------------------
Malam harinya setelah menyelesaikan seluruh pekerjaannya Albert langsung menuju ke restoran B untuk bertemu dengan Renata. Rencananya malam ini ia akan mengutarakan kembali keinginannya untuk memutuskan pertunangannya dengan Renata. Dan diterima atau tidak, Albert sudah membulatkan tekad untuk tetap pada keputusannya.
Albert ingin segera lepas dari ikatan pertunangannya dengan Renata yang selama ini dia terima dengan terpaksa. Albert ingin segera bisa meminang Sena, ibu dari putranya untuk menjadi istrinya. Menjadi satu-satunya wanita yang menyandang gelar Nyonya Albert Nero, membesarkan Alnorld bersama-sama dan memberi banyak adik untuk Alnorld agar putranya itu tidak kesepian seperti dirinya yang merupakan anak tunggal. Membayangkannya saja, membuat Albert tersenyum bahagia.
Setelah memarkirkan mobilnya, Albert segera memasuki restoran dan menunggu kedatangan Renata di meja yang sebelumnya sudah ia pesan. Sembari menunggu Renata, Albert memesan minuman dan melakukan sebuah panggilan telepon.
Sena : Halo,
Albert : Hai, kau sedang apa? Apakah Alnorld sudah tidur?
Sena : Aku sedang sibuk. Kau ingin berbicara dengan Alnorld?
Albert : Tidak perlu, ini sudah malam. Aku hanya ingin tahu kau sedang apa. Aku merindukanmu.
Sena : Persetan dengan rindumu. Akan ku tutup teleponnya. Bye.
tut
tut
tut
"Wanita ini benar-benar membuatku gila." gumam Albert sembari tertawa kecil.
Tak lama kemudian minuman pesanan Albert pun datang, tapi wanita yang ia tunggu belum juga menampakkan dirinya. Tanpa merasa curiga atau apapun, Albert mulai menikmati minuman yang telah ia pesan.
dan beberapa saat kemudian,
"Kenapa kepalaku tiba-tiba pusing?" gumam Albert sembari memijit pelipisnya.
Matanya mulai berkunang-kunang dan tiba-tiba semuanya gelap.
"Kau akan menjadi milikku, sayang. Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku." kata Renata mengelus pipi Albert yang sudah tergeletak tak berdaya.
Renata memerintahkan orang suruhannya untuk membawa Albert ke sebuah kamar hotel. Dan beberapa saat kemudian Albert mulai sadar, ia mengerjapkan matanya dan merasakan panas di seluruh tubuhnya.
Melihat Albert sudah mulai sadar dan obat yang ia masukkan ke minuman Albert mulai bereaksi, Renata pun menghampiri Albert. Renata dengan sengaja menantang gairah Albert yang sudah di ubun-ubun dengan tubuh seksinya yang berbalut lingery hitam transparan.
"Hai, sayang." kata Renata mendekat dan tersenyum sensual.
"Kau memang ******, Renata." kata Albert dengan nafas tersengal-sengal.
"Ya, sayang. Aku adalah jalangmu. Sekarang bagaimana? perlu ku bantu menuntaskan hasratmu sayang? Ayolah, aku sudah siap." tanya Renata dengan nada manja.
Albert merasa jijik dengan kelakuan Renata. Dengan berusaha sekuat tenaga Albert mengontrol nafsu lelakinya, dan mendorong kasar Renata hingga wanita itu terjungkal ke belakang.
"Minggir kau, ******. Aku tidak sudi menyentuhmu. Dan ingat satu hal, mulai sekarang pertunangan sialan antara kita sudah berakhir dan jangan lagi menampakan dirimu di depanku, *****." kata Albert kemudian meraih kemejanya yang entah sejak kapan terlepas dan dengan langkah gontai keluar dari kamar hotel.
"TIDAK, ALBERT KAU MILIKKU. KAU TIDAK BOLEH PERGI. ALBERT, TIDAK ADA YANG BOLEH MEREBUTMU DARIKU. ALBEEEEERRRTT." teriak Renata dengan bercucuran air mata.
Tidak ia sangka, rencananya gagal dengan begitu mudahnya. Tidak ia sangka, bila Albert rela menahan nafsunya mati-matian dari pada harus berhubungan badan dengannya.
"Aaaaaaaaaaarrrgggg" teriak Renata sembari menjambak rambutnya frustasi.
Dengan langkah gontai dan nafas tersengal Albert berusaha untuk keluar dari hotel dan mencari taxi. Setelah mendapatkan taxinya, Albert segera meminta pada supir untuk mengantarkannya ke tempat yang ia harapkan bisa menolongnya sekarang.
bikin baper