NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

SELAMAT MEMBACA

Setelah menelfon mamanya Vika merasa sedih.

Dengan jelas tadi ia mendengar mamanya menangis.

"Mama kenapa ya kok tadi nangis, apa lagi ribut sama Papa, tapi seingat aku meraka tidak pernah bertengkar" ucap Vika sambil berusaha mengingat-ingat apakah orang tuanya pernah bertengkar atau tidak.

"Seingat gw mereka itu terlihat harmonis malah" batin Vika masib berusaha mengingat-ingat tapi tetap saja ia tidak bisa mengingat karena memang orang tuanya tidak pernah bertengkar.

"Apa aku harus kembali tinggal sama Mama, trus gimana sama Nene" batin Vika.

Vikapun malam itu tidak dapat tidur dengan nyenyak karena memikirkan hal itu.

Disatu sisi Jika ia kembali ke bersama mamanya ia tidak tega meninggalkan sang Nenek yang seorang diri.

Tapi jika masih tetep bersama neneknya ia tidak tega jika harus melihat mamanya sedih lagi.

Rencananya besok Vika akan coba berbicara dengan Nenek Dilla bagaimana jika ia ikut tinggal di rumahnya di Jakarta, ia rasa hanya itu jalan satu-satunya yang terbaik.

Seperti biasa setiap pagi Vika sudah rapi karena Jadwal kuliahnya yang lagi.

Nenek Dilla yang sedang menyiapkan sarapan nampak memperhatikan Vika.

"Ada apa nek, kok lihatinnya kaya gitu?" tanya Vika sambil memakan sarapannya.

"Kamu abis begadang lagi ya telponan sama si Ujang" tabak Nenek.

"Dih sok tau banget sih nenek"

"begadangnya sih bener tapi bukan telponan sama Ujang lah" jawab Vika

"Terus sama siapa, pacar kamu kan si Ujang"

Vika hanya tersenyum mendengar ucapan Neneknya.

"Masih pagi udah bahas Ujang aja si nenek, sebentar lagi juga nyampe buat anter Vika ke kampus"

Tidak lama setelah Vika berucap demikian Ujang pun tiba.

"Assalamualaikum " ucapnya memberi salam.

"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh, sekalian Jang sarapan dulu" ucap Nenek.

"Udah sarapan ni tadi dirumah" Ujang pun duduk disebelah Vika yang masih asik menikmati sarapan paginya.

"Asik banget sih sarapannya, aku disebelah gak disapa" ucap Ujang sambil memperhatikan Vika.

Vika tidak menjawab, ia hanya tersenyum sekilas ke arah Ujang lalu kembali asik dengan makanannya.

Setelah selesai sarapan mereka pun segera menuju kampus dimana Vika kuliah dan setelah mengantar Vika Ujang pun kembali pada rutinitasnya.

Siang itu sepulang dari kampus dan setelah beristirahat Vika menghampiri neneknya ypyyang sedang asik membuat rangginang.

"Nek...." panggil Vika

Nenek Dilla tidak menjawab namun melihat kearah cucunya.

"Emang itu gak panas apa kan masih berasap banget" tanya Vika sambil memperhatikan neneknya yang sedang sibuk mengambil ketan yang baru matang dengan tangannya lalu dibentuk bulat dan disusun diatas tampah.

"Tangan nenek sudah kebal sama rasa panas Vik, tumben banget ada apa?" tanya nenek Dilla sambil memperhatikan cucunya.

Vika nampak ragu untuk menanyakan kepada neneknya.

Ia pun hanya memperhatikan nenek Dilla yang sibuk membuat cemilan kesukaannya.

"Assalamualaikum"

Terdengar suara Ujang yang memberi salam dan tanpa di suruh pun Ujang sudah lebih dahulu masuk.

"Ish Aa tadi ucap salam kok gak ada yang jawab sih" tanya Ujang dari depan pintu dapur.

"Udah jawab aa, tapi kan aa denger aku jawab nya disini tadi" jawab Vika sambil tersenyum.

"bukan bantuin neneknya malah jadi penonton aja sih neng"

"Gak bisa Jang, lagian itu panas banget, kalau nenek sih udah punya ilmu kebal jadi kuat he..he" jawab Vika sambil tersenyum kearah neneknya.

Sementara itu di rumah Ikhsan pria itu nampak begitu gelisah.

Ingin rasanya ia menyusul Vika ke Bandung namun tidak mungkin karena ia masih harus kuliah dan kerja paruh waktu.

Sebenarnya Ikhsan bukan karena kekurangan uang ia bekerja, orang tuanya lumayan berada.

Ia bekerja untuk menghindari Rany yang sebentar-sebentar minta anter ke sini, minta temenin ke salon dan tidak jarang juga uang Ikhsan habis hanya untuk menuruti keinginan Rany.

Setelah mendapatkan saran dari teman-temannya untuk menghindari Rany namun bermanfaat ya itu bekerja disebuah kafe milik temannya.

Sementara itu di rumah Vika mama Iren sedang asik melihat-lihat foto lama saat Vika dan Pian masih kecil.

Tanpa terasa air matanya mengalir saat melihat foto Vika dan Ikhsan waktu mereka sama-sama di TK dulu.

"Sekarang kalian sudah besar, mama rindu saat kamu kecil Vika,saat kamu nagis jika tidak dibelikan mainan, saat kamu tertawa bahagia walaupun hanya mama belikan mainan yang murah"

Mama Iren mengelus foto Vika dewasa yang mereka ambil saat kemarin bermain di pantai.

"Sekarang kamu sudah cantik nak, semoga saja sikap kamu tidak berubah, tetap Vika yang ramah dan tidak sombong nak" Mama Iren mengecup foto Vika beberapa saat.

Tanpa mama Iren sadari Pian yang tadinya hendak kedapur tanpa sengaja melihat mamanya sedang melihat album usang dan terlihat sedih.

Ia sempat memvidiokan bebarapa menit saat Mamanya menangis saat melihat foto mereka masih kecil.

Pian yang awalnya berniat membuat kopi akhirnya kembali ke kamarnya.

Ia duduk disisi tempat tidur sambil berpikir.

"Mungkin mamanya kesepian karena memang beberapa hari terakhir ini ia sibuk dengan urusan kuliahnya, sedangkan sang Kaka berada jauh di luar kota sana"

Sore itu Pian sedang mencuci motornya diteras depan.

Ia terkejut karena Ikhsan tiba-tiba saja datang menghampirinya.

"Ian ...." panggil Ikhsan

"Apa..." jawab Pian tanpa melihat kearah Iksan yang berdiri dibelakangnya.

"Woi..liat dulu sini kenapa Ian" protes Ikhsan.

"Apa sih San,gw lagi nyuci motor nih, kalo mau ngomong ya udah ngomong aja gw denger juga" jawab Pian lagi.

"Hari Sabtu kita ke Bandung yuk, naik motor gw aja"

Pian yang terkejut mendengar ajakan Iksan langsung melihat kearah Iksan.

"Loe mau ngapain ke Bandung Dan?" tanya Pian pura-pura tidak tahu.

"Emm itu Pian gw...." Iksan sedikit ragu untuk bilang pada Pian jika saat ini sangat rindu pada Vika.

"Apaaan sih emmm doang" ucap Pian lalu melanjutkan mencuci motornya.

"Gw mau ketemu sama Kaka loe"ucap Iksan pelan

Wkwkwk

Iksan pun terkejut saat tiba-tiba saja Pian tertawa.

"Kenapa loe ketawa sih, gw serius bilang kangen sama Kaka loe" Iksan nampak kesal karena Pian yang tidak percaya jika ia sangat merindukan sosok Vika.

"Tar ya gw liat jadwal gw dulu kalo gw banyak kegiatan gw gak bisa kasihan nyokap gw sendirian dirumah" jawab Pian masih belum ada kepastian.

"Ajak aja nyokap loe kesana, gw yakin kok dia juga pasti mau ketemu sama anaknya" ucap Iksan sedikit memaksa.

"Kata loe naik motor, ya mana muat kalo nyokap gw ikut" jawab Pian.

"Ya kalo nyokap loe ikut kita bawa mobil aja, sekalian jalan-jalan" ucap Ikhsan yang memang sudah sangat ingin bertemu dengan Vika.

"Nanti lah gw tanya nyokap dulu, nanti hari Jumat gw kabarin" Pian pun langsung membereskan peralatannya lalu meninggalkan Iksan yang masih berdiri di depan rumahnya.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
¢ᖱ'D⃤ ̐ ˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡zc❖
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!