NovelToon NovelToon
SATRIO PAMUNGKAS

SATRIO PAMUNGKAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Al Orchida

Pandji dilahirkan pada hari yang orang Jawa kuno sebut sebagai hari kejayaan setan, yaitu pada tengah malam saat cuaca sangat tidak bersahabat dan badai angin melanda wilayahnya. Dengan demikian dia memiliki sifat 'lakuning geni' atau berperilaku layaknya api.

Pandji dikaruniai bakat bawaan dari kedua orang tuanya berupa kekuatan supranatural. Bakat istimewa yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani takdirnya sebagai ksatria.

Pandji yang konon adalah 'anak dalam ramalan' hanyalah pemuda biasa. Pemuda berambut hitam bermata tajam dan berkulit putih halus layaknya wanita. Tampan adalah ciri utama yang melekat pada dirinya.

Bagaimana Pandji menjadi seorang pelindung keluarga dan perjalanannya sebagai Ksatria Terakhir yang penuh darah dan cinta?

Bisa dibaca kisahnya dalam SATRIO PAMUNGKAS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 24

Mika mengeluh mual dan pusing, dia meminta Pandji mengantarnya ke kamar agar bisa istirahat lebih cepat.

Pandji menolak dengan menggeleng kepala, "Aku akan memanggil Gia dan Ratna, mereka yang akan menemanimu istirahat!"

"Tapi …," tolak Mika tanpa memberikan alasan yang jelas. Wajahnya merona merah dan tubuhnya bereaksi dengan tidak biasa hanya karena melihat Pandji.

Mika mulai kesulitan mengatur kecepatan detak jantungnya, dia mulai sadar ada yang salah saat dia bersitatap dengan Biantara. Yang tak dimengertinya adalah dia tidak tertarik pada Bian, tapi dia sangat menginginkan Pandji mendekapnya.

Pikirannya kacau dan liar, bagaimanapun Mika berusaha menolak mantra sihir Biantara dengan kekuatannya ... dia justru makin kehabisan tenaga dan kehilangan kewarasannya.

"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Pandji resah melihat cepatnya perubahan Mika.

"I want you …," bisik Mika dengan muka merah, dia spontan menutup mulutnya dengan tangan. "Tolong aku!"

Pandji membuka kedua tangannya saat Mika mendadak maju memeluknya, belum sempat Mika melakukan hal yang diinginkan dari bibir Pandji dia sudah jatuh pingsan.

Dengan mantra sihirnya, Pandji menekan tengkuk Mika, meniup ubun-ubun kakaknya dan membuatnya kehilangan kesadaran.

Pandji berteriak pada adiknya yang kebetulan lewat, "Raksa … bantu angkat kak Mika ke kamar, bilang Ibunda untuk membantu menyadarkannya!"

Raksa yang melihat Mika lemas dalam pelukan Pandji langsung mengambil alih, dibantu Ayahnya mereka membawa Mika masuk ke dalam rumah.

Pandji menggertakkan gigi dan mencari Biantara, dia sudah tidak sabar menunggu hari pertandingan tiba. Pandji ingin menghajar Bian saat itu juga karena sudah memperdaya Mika dengan mantra kotornya.

Melihat Bian ada di sudut lain sedang memegang minumannya, Pandji berniat mendatanginya. Dia membawa jus jeruk dan berjalan santai mendekati pria aneh yang sudah menantangnya lewat kakak cantiknya.

Pandji harus menahan diri karena ada Elok yang berdiri di sebelah Bian seperti patung hidup. Dengan ramah Pandji menyapa Elok, "Aku ingin bicara dengan Biantara, bisakah kamu menunggu di tempat lain?

Gia ada di dekat tempat makan jika kamu butuh teman, kamu kan udah kenal sama dia."

Elok tetap bergeming pada tempatnya, tidak ada tanda-tanda dia mau menuruti permintaan Pandji. Sungguh bukan Elok yang Pandji kenal.

Melihat itu sudut bibir Pandji terangkat, dia menatap geram pada Bian dengan ekspresi menghina. "Katakan pada Elok kalau ini urusan pria, dia hanya menurutimu bukan?"

Bian menyeringai, dengan kasar dia mendorong bahu Elok. "Pergi! Ambilkan minum lagi untukku!

Elok hanya mengangguk setelah memperbaiki posisinya yang hampir jatuh karena didorong Bian, dia melangkah lamban dengan tatapan mata kosong.

Pandji menautkan kedua alis melihat cara Bian memperlakukan teman kecilnya, dia mengutuk dalam hati.

Aku tidak menyangka akan separah itu akibatnya pada Elok!

Bian tertawa melihat kegusaran Pandji, "Kaget ya Elok lebih menurut padaku?"

"Itu bukan cara pria bangsawan beretika untuk mendapatkan wanita idamannya," sindir Pandji datar.

"Orang tuanya sudah setuju, mereka menyerahkan teman kecilmu itu padaku! Jadi kau mau apa?"

Kali ini Pandji yang tersenyum, "Aku hanya ingin mengingatkan bahwa kau tamu di rumahku, alangkah baiknya kau menjunjung tinggi kesopanan pada Mika sebagai tuan rumah dengan tidak melakukan hal menjijikkan padanya.

Kau sengaja memancing emosiku agar segera bisa membalaskan dendam adikmu yang me*sum itu ha?"

Bian menyeringai berbahaya, angin dingin menyapu tubuh Pandji, mengibarkan rambut hitam dan bajunya sesaat. "Akan kurobek mulut pedasmu itu!"

Gelas kosong yang ada di tangan Biantara melayang ke arah Pandji, dan dengan kecepatan tak terlihat mata sudah pecah menjadi ribuan beling dan luruh ke tanah.

Pandji hanya mengangkat alisnya melihat gelas yang hampir menyentuhnya seperti menabrak dinding tembus pandang. Dia membekukan udara di sekitarnya untuk melindungi diri bersamaan dengan Bian melempar gelas tersebut.

"Bian …!" Paman Candika mendekat dan menegur muridnya, "Jangan membuat ulah di sini!"

"Jangan ikut campur, Guru!" ujar Bian tak acuh.

Pandji yang merasakan luapan mana sihir di sekitarnya pun bersiap.

Tak perlu menunggu lusa, lebih cepat lebih baik, kamu jual aku beli, Bian!

***

1
Ririt Rustya Ningsih
satriyo pamungkas...selkur lanjaran....santet 40 hari nyimak terus👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terimakasih🙏
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
hadinata yg dl mau dijodohin SM bund selia y Thor?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak
total 1 replies
Yuu Puttichai Kasetsin
maung ny gia keren banget. kata alpha: gini susah ny perang sambil momong bocil🤣🤣
Yuu Puttichai Kasetsin
calistung nya kan beda level mas pandji
Kustri
☝solo hadir
Kustri
hla lak tenan to, al meneh
Kustri
ujung"e al meneh ngko
Kustri
buah tibo ora adoh ko uwite😄
Kustri
kisah berulang turun temurun soko bapa'e trus anak'e😄
Sahbana Sahbana
overall ceritanya seru, walaupun banyak fans service nya 🗿
Kusumawardani
silahkan tanya saja lur,,,krna diriku jg tak tahu,,,,semua itu.....🙏🙏
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Suris
Good. Karya ini cukup memikat untuk dibaca sampai akhir. Dengan background lokal (jawa) dan dikombinasika dgn turnamen bela diri ala wuxi (cina). membuat penasaran. Apalagi deskripsi tokoh2nya cukup simple dan mudah dicerna (baca : dibayangkan).
Kekurangannya adalah tidak ada unsur2 islami dlm tokoh2mya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: Terima kasih🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
thorrr, hiks.. gantung gini... kecewahh aq..
𝖓𝕯o🕷
plakk😉😉
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
tiaraaaaaa
Diana Dwiari
baru tau kalo nyleneh ya...wkwkkw
Diana Dwiari
woah....pandji suka sama mika ya....
Rafly Rafly
bagus ceritanya THOR... ilmu leluhur yg perlu di lestarikan
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks 🙏
total 1 replies
Sibungas
ouekehhh mas ta kirim yo kupi nya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk makasih 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!