NovelToon NovelToon
Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Dokter / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senja Merona

Seorang dokter lulusan luar negeri, terjebak dalam hubungan tanpa cinta dan status pernikahan.

Berawal dari sebuah pengkhianatan, hingga membawanya pada kesalahan cinta satu malam dengan seorang sugar daddy yang berprofesi seorang dosen sekaligus pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja dan menjadikan dia seorang wanita simpanan.

Novel ini rate 21 ya. Isi ceritanya banyak adegan dewasa. Jadi untuk yang masih di bawah umur, bijaklah untuk memilih bacaan.

Salam,

Senja Merona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Edward Terbongkar

Kisah di masa lalu acap kali menjadi penghambat di kehidupan yang tengah dijalani, bila tidak ingin melerai dan memulai lembaran baru. Selalu bersembunyi di balik kata trauma, hanya akan menambah kisah suram dan penderitaan. Kebahagiaan semakin menjauh, awan kelabu semakin mendekat.

"Ah... sial, kenapa tiba-tiba ada Edward?!" teriak seorang wanita seraya memukul setir mobil berulang kali.

Dia melihat sekilas ke belakang untuk memastikan kondisi pasangan yang sudah dia tabrak, lalu menancap gas kembali dengan tubuh gemetar dan mulut bersungut-sungut.

"Lihat saja, aku tidak akan berhenti sampai kamu pergi jauh dari kehidupan lelakiku!"

"Kalau cara kasar kali ini tidak berhasil, aku masih punya cara halus untuk memisahkan kalian berdua."

"Edward itu milikku ... siapa pun yang mencoba merebut dia dari tanganku, siap-siap saja liang lahat menanti!"

Tidak selamanya keinginan harus didapatkan. Semakin kita dikendalikan ego dan obsesi, semakin kita mengantarkan diri menuju gerbang kehancuran. Cepat atau lambat.

Xxxxx

Tolong kamu hapus rekaman CCTV di sekitar apartemen malam ini, saya akan bayar kamu lima kali lipat!

Bagus. Berikan nomor rekeningmu!

Saya tunggu!

Wanita yang sedang merencanakan kejahatan tersenyum miring dengan mata menyala dan terselip benda pipih digenggaman. Menurutnya uang adalah segalanya, dia bisa mengendalikan siapa pun menggunakan uang dan kekuasaan. Semua orang harus hidup di bawah telunjuknya. Apa yang dia inginkan, harus menjadi miliknya.

...***...

Pria yang berpura-pura pingsan memberi kecupan pada puncak kepala Rona yang tengah tidur di sampingnya, bertopangkan kedua lengan. Rona menggeliat lalu mengerjapkan mata.

"Ah, sepertinya cuman mimpi. Aku pikir barusan Edward..." gumam Rona seraya memperhatikan Edward yang masih terpejam.

Rona menarik selimut yang tersingkap dan menutupi tubuh Edward, menjaga agar badan pria itu tetap hangat. Dia menatap sekilas laki-laki yang selalu mengobrak-abrik perasaannya, lalu kembali duduk di samping ranjang dan menutup mata kembali.

Sementara Edward, dia menyunggingkan senyuman, tangannya sudah gatal ingin menarik tubuh ramping gadisnya ke dalam pelukan. Dan mencumbu sepanjang malam juga sepanjang waktu.

"Rona..." panggil Leona. Rona menoleh ke arah gadis yang memanggilnya lalu menarik kedua alisnya ke atas.

"Tidur di samping Kak Edward saja. Nanti badan kamu pegal-pegal duduk semalaman seperti itu," saran Leona yang sebenarnya modus permintaan dari Edward.

"Em... tidak apa-apa, aku lebih nyaman begini dari pada harus tidur satu ranjang dengan pria asing," jawab Rona yang membuat wajah Edward berubah muram.

"What? Sudah dua kali melewati malam panas, masih saja menganggap aku ini pria asing?" gerutu Edward di dalam hati.

"Pria asing? Memangnya kalian ini baru kenal?" sahut Leona menatap heran. "Atau jangan-jangan kalian pasangan cinta satu malam alias one night stand?" Leona menyipitkan matanya membuat Rona salah tingkah.

"Em... bu-bukan begitu. Kamu tanyakan saja nanti pada kakakmu kalau sudah siuman," pinta Rona yang tidak berani menatap ke arah Leona.

"Jujur ... aku penasaran dengan hubungan kalian berdua," ungkap Leona yang kembali berbaring di atas sofa.

"Lupakan saja, lebih baik kita melanjutkan tidur," titah Rona yang menghindari pembahasan tidak penting.

Dua gadis yang tidak saling mengenal, kembali merajut mimpi. Menyulam asa dengan harapan esok pagi semua mimpi buruk akan usai.

...***...

Sang surya telah kembali menyapa bumi, mengibaskan bias sinar hangat ke seluruh cakrawala. Memeluk semesta, menyapa alam raya. Menyemai malam yang tersingkir awal hari penuh kilau di balik tetesan embun.

Tubuh yang menggigil seketika menghangat, menyusup ke dalam dada bidang yang masih saja beraroma memikat. Tangan melingkar, wajah mendekat seraya menyesap napas tubuh yang membuatnya terpaku.

"Kak..." bisik Leona.

Edward meletakkan jari telunjuknya di atas bibir. Leona mengangguk tanda mengerti, lalu keluar dari kamar meninggalkan sepasang merpati yang masih malu-malu mengungkapkan isi hati.

Rona semakin menyusupkan wajahnya, mengeratkan pelukan. Dia belum tersadar karena masih enggan melepaskan kenyamanan yang dia rasakan.

Sinar matahari semakin terik, menembus dari celah jendela yang tertutup tirai tipis. Menggelitik wajah cantik yang merebahkan kepala di atas dada dengan tangan yang terus melingkar.

"Ah... sudah pagi rupanya," gumam Rona sembari menggosok kedua mata yang masih sepat. Dia merenggangkan kedua lengan sembari menghirup udara pagi yang sejuk.

Rona mengerdipkan kelopak mata, meyakinkan dirinya dengan apa yang dia lihat. Dada bidang seorang pria menjadi sandaran kepala. Gadis itu terhenyak, langsung menarik tubuhnya seraya menutup mulut yang menganga.

"Ke- kenapa aku bisa tidur di atas ranjang? Mana memeluk Edward lagi!" Rona menepuk kening karena menyadari sikap konyolnya.

Rona mengedarkan pandangan mencari gadis yang semalam tidur di atas sofa. Namun, dia tidak mendapati siapa pun.

"Kemana gadis itu? Aku harus bertanya padanya!" gumam Rona yang melungsurkan kaki lalu berdiri. Sedangkan Edward membuka sedikit matanya dan memandangi punggung Rona seraya tersenyum simpul.

Rona mencium wangi makanan dari arah dapur. Dia berjalan tergesa-gesa dan mendapati Leona tengah menyiapkan sarapan.

"Kamu sudah bangun Rona," sapa Leona yang sedang mengiris buah stroberi.

"Sudah..." jawab Rona meraih cangkir di samping Leona.

"Semalam, kamu yang mengangkat aku ke atas ranjang?" Rona menarik kursi didekatnya.

"Ti- tidak, semalam aku tidur dengan nyenyak. Mungkin kamu pindah ke atas ranjang tanpa sadar," kilah Leona. Dia terus berpura-pura sibuk, memanggang roti yang sebenarnya sudah disiapkan di atas meja.

"Loh, tadi di meja makan bukannya roti panggang?" tanya Rona menunjuk ke arah yang dimaksud.

"Astaga... aku lupa. Ya sudah tidak apa-apa, lagian kan kita bertiga. Rasa-rasanya roti di meja makan tidak akan cukup," tambah Leona.

"Bertiga? Edward kan belum sadarkan diri!" seru Rona mengerutkan keningnya. Leona gugup dan tidak sengaja menumpahkan cereal panas ke tangan Rona.

Leona kelimpungan, dalam kondisi panik seperti ini dia terbiasa memanggil Edward tanpa sadar. Kebiasaannya dari sejak kecil yang tidak pernah hilang hingga sekarang.

"Kak... Kak Edward," teriak Leona gemetar melihat tangan Rona semakin memerah.

"Kak Edward tolong Kak...," Leona berteriak sekali lagi. Edward yang masih terbaring langsung melonjak kaget dan berlari secepat kilat. Dia mendapati Rona tengah mengaduh sembari memegangi tangannya yang hampir melepuh.

"Kenapa bisa seperti ini?" bentak Edward pada Leona. Gadis itu terperanjat begitu juga dengan Rona. Edward mengangkat tubuh Rona seraya menahan sakit di tubuhnya, kemudian membawanya ke atas sofa.

Edward mengambil obat pereda nyeri dan mengoleskan ke atas tangan yang terbakar. Dengan mulut menghembuskan napas, berharap bisa mengurangi rasa panas dan perih.

"Kamu baik-baik saja Edward?" tanya Rona dengan suara yang ditekan karena menahan amarah bercampuh rasa pedih.

"A- aku...," Edward tergemap, dia bingung harus menjawab apa. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya menundukkan kepala dengan terus meniupi luka di tangan gadisnya.

Rona murka, "Lepaskan tanganku! Aku paling tidak suka dibohongi!"

Gadis itu beringsut lalu berdiri dan masuk ke dalam kamar. Membanting pintu sekeras mungkin kemudian memutar kunci. Leona menepuk keningnya dengan tangan satunya di pinggang, lalu mengusap wajah dengan kasar. Dia mendekati Edward dan merangkul pundak laki-laki yang sedang termangu. "Kalau Kakak memang mencintai gadis itu, kejar terus. Jangan menyerah. Aku ingin melihat Kakak bahagia, seperti dulu...."

Edward mengangguk dan cairan bening menetes dari sudut mata. Tetesan yang telah lama tidak pernah membasahi matanya, kini hadir begitu saja.

...*******...

...Akhirnya bisa Up juga, tiba-tiba ide mentok. Hihihihi......

...Tapi teman-teman semua menjadi semangatku....

...Terimakasih banyak ya......

1
Kundriah
ceritax ckp bgs... bisa lebih hot lagi Thor....😀♥️
Si Memeh
Luar biasa
Nadine Ayunda
roland itu bukannya pacar rona yg dulu selingkuh sama musuh bebuyutan ya,
Bundana Irpan Sareng Faizal
kasihan rona😢
elf
visualnya keceeeee badai.. tp aq lbh suka Leona ama nath... cantik segerrrr... nath,,, gemesin paraaahhh... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Martias
Luar biasa
Febri Ana
lanjuuttt
Roro Sri hastuti
kompak banget pasangan ini suka ngadon dan diadon 🤣🤣🤣🤣
Arifin
jangan lupa mampir kak
Arifin
kak saling dukung
Eva Octriana
leona kan diperkosa nathan, knp leona gak kena HIV, sdgkan amber mamanya kena jg
Cecilia Ceci
cerita nya bagus,seru dan tidak bertele tele
Endang Werdiningsih
richad pria lemah yg tdk bisa tegas dgn istri...memalukan sdh dieslingkuhi lg
Endang Werdiningsih
edward spt pria kaya pada umum'a.... mengandalkan kekayaan hanya untk memuaskan diri dan cenderung punya hati jahat...tdk merasa menyesal setelah memperkosa seorang gadis yg dianggapja peremopuan penjaja tubuh...
Arogan msh jahat pula...
Endang Werdiningsih
alur'a msh enak untuk dibaca dan tdk menbosankan,,, dan smoga tokoh Rona sbg perempuan yg kuat dan baik,,,smoga spt ini trus part part kedepan...
semangat kaka' author....
Neng Aulia
ikut dong ke klinik kecantikan, babang Edward... wkwkwkwk
Yulia Apriawanti
Kecewa
Senja Merona🍂
💕💕💕💕💕
Umi Nabila
jgn mau Feliks
Umi Nabila
😂😂😂😂kasian bgt lu mber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!