Badgirl? Cuek? Most famous? Iyya. Itu semua julukan dari seorang gadis cantik, Keyla Arletta Alexandria.
Namun semua sifat itu harus lenyap, ia harus relakan dan digantikan menjadi sifat pendiam dan ramah. Fake Nerd?
Keyla merubah diri nya dari gadis berandalan menjadi gadis pendiam dengan kacamata bulatnya.
Hanya karena menjalankan satu misi dari sang ayah, Keyla rela untuk merubah dirinya.
Apakah seorang gadis berandalan mampu menjadi gadis pendiam, Fake Nerd?
•••••
Write by : yovvandzzam_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unknownnnnn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap duapuluh tiga
“Yuk masuk.” Ucap Aldo seraya mematikan mesin mobilnya. Aldo turun duluan dan membukakan pintu mobil miliknya.
“Yela, gue bisa sendiri kali al.” Keyla terkekeh.
“Gapapa.” Aldo menarik jemari keyla, keyla tertegun namun tak dihiraukan baginya. Aldo membuka pintu utama rumah itu.
“Assalamualaikum.” Ucap Keyla.
“Wa'alaikumsallam, keyla ya?,” ucap wanita paruh baya yang masih terlihat muda.
“Iyya tante,”
“Sini-sini duduk. Iyya bener cantik, Cella dan Cello gak ada henti-hentinya puji kamu.” Risa, ibunya Aldo mengelus kulit putih keyla.
“Ah iyya bisa aja tante.”
“Panggilnya jangan tante, bunda aja.”
“Ah iyya ta- eh bunda.” Keyla kikuk.
“Haha iyya, lucu banget si kamu. Aldo, panggilin Cella Cello di kamarnya.” Ucap Risa.
“Gak usah bunda, biar keyla aja yang ke kamar mereka.” Risa mengangguk seraya tersenyum. “Aldo, antarkan keyla ke kamar kembar.” Aldo mengangguk dan mengalihi keyla lewat ekor mata, keyla mengerti dan mengikuti langkah Aldo.
Sesampainya keyla dikamar kembar, cella dan cello langsung memeluk keyla dan berpekik lantang.
“Ka Key!! Cella kangen.” Cella dan Cello memeluk keyla dengan erat.
“Kalian lucu banget sih! Padahal baru lusa kemarin kita ketemu yah?udah kangen aja.” Keyla mencubit pipi kembar gemas.
“Ka key main perang-perangan yuk sama cello.” Ucap Cello seraya memberi pedang mainan miliknya.
“Ih Cello! Ka key kan perempuan masa main perang-perangan. Ka key itu mainnya barbie sama Cella, ya kan ka?.” Cella menengadah keatas untuk melihat wajah keyla. Keyla berjongkok.
“Gini aja deh ka key main sama cella ka aldo main sama cello.” Keyla menengok ke arah aldo yang sedang menatapnya. Tatapannya bertemu, jantung mereka menderu cepat.
“A-ah iyya Cello main sama abang ya.” Cello mengangguk. Mereka bermain bersama dicampuri canda dan tawanya.
“Aldo, keyla, cella, cello makan siang dulu!,” pekik Risa dari lantai bawah.
“Iyya mah!” Pekik Cello.
“Ayo ka key makan. Ka key gendong aku dong.” Ucap Cella, keyla langsung menggendong Cella.
“Bang Aldo gendong Cello juga!” Cello tak mau kalah oleh kakak perempuannya. Aldo langsung mengangkat tubuh mungil Cello.
“Let's go!!” Pekik Cella dan Cello bersamaan.
Mereka turun ke bawah dan langsung menuju meja makan. Disana sudah ada Risa dan Dirgo dimeja makan.
“Cella, kasian ka key nya, cella kan berat.” Ucap Risa. Cella langsung turun dari gendongan keyla.
“Keyla, kenalin ini om Dirgo papahnya aldo.” Ucap Risa.
“Keyla om.” Keyla salim kepada dirgo.
“Kamu anaknya Gerald yah?” Keyla mengangguk.
“Oh, yasudah kamu makan siang dulu sini.” Keyla dan Aldo duduk bersampingan.
Mereka semua makan dengan khidmat dan tidak ada yang mengeluarkan suaranya sedikitpun, hanya dentingan sendok dan garpu yang berbalasan.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga. Tetap keyla dan kembar bermain disana.
“Ka key sering-sering main ya sama cella, cello.” Ucap Cella.
“Iyya Cella.” Keyla tersenyum kepada 2 twins itu.
“Udah jam 4, keyla pamit pulang ya om, bunda, mau ada acara soalnya.” Alibi Keyla, ia ngantuk saat ini.
“Iyya key, aldo antarkan keyla pulang yah. Cella, Cello ayok salim ke ka key.” Ucap Risa, kembar menyalimi tangan key. Keyla juga menyalimi tangan Risa dan Dirgo.
“Ayo key.” Ucap Aldo.