Spin off Sepenggal Kisah Ary.
Dalam novel ini akan mengisahkan kehidupan Ary dan Eno.
Session 1, Mengisahkan kehidupan Alex dan Ary.
Setelah sekian lama berpisah, akhirnya Alex dan Ary dipertemukan kembali dengan keadaan sama sama single. Bukan karena mereka belum pernah menikah, tapi keduanya sudah menyandang status duda dan janda.
Perbedaan membuat mereka harus berjuang lebih keras lagi. Akankah Alex dapat memperjuangkan Ary dan mempertahankannya?
Session 2, mengisahkan tentang Eno yang pecicilan dengan suaminya yang cool.
Perjodohan yang menyatukan Eno dengan suaminya. Agam seorang duda beranak satu, yang awalnya menyukai Ary harus pasrah ketika ibunya menjodohkan dirinya dengan gadis pecicilan.
Bagaimana kisah mereka? Yuk baca selengkapnya di karyaku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Calon
Sebelumnya minta tolong dong 👉👈, pencet gambar jempolnya jangan lupa ya
"Berarti mas Agam kena pelet dokter Ary dong!" celetuk Joseph ketika Eno selesai bicara.
"Bukan pelet, hanya saja keluarga Ary mempercayai bahwa laki-laki itu mudah ditaklukkan dengan masakan. Itu saja! Tapi Ary tidak pernah mempercayainya, karena selama ini yang menyukai Ary belum pernah merasakan masakan Ary. Kecuali suaminya!" kata Eno menjelaskan maksud ucapannya tadi.
"Kan dokter Ary waktu itu sengaja memasak untuk kami, berapa dia sengaja dong cari jodoh." sangkal Joseph.
"Setiap dia hari dia juga masak kok! Tapi dikit, cukup buat kami berdua aja. Masakannya enak, pas di lidah. Hanya saja dia gak pernah pakai penyedap rasa, penyedapnya hanya gula dan garam." jelas Eno.
"Berarti Ary hobinya masak!" kata Joseph.
"Tidak juga, kalau ada waktu senggang dia lebih memilih membaca. Masak hanya saat akan makan. Dia paling malas di dapur." jelas Eno.
Sebenarnya Eno tidak mau membocorkan keburukan Ary. Dia hanya ingin orang tahu, bahwa cinta itu bisa datang dari perut yang kenyang atau berasal dari masakan seseorang.
"Kok kalian hanya berdua saja, mas Agam kemana?" tanya Eno saat mereka bertiga selesai membayar makanan dan keluar dari warung.
"Agam hendak bertemu calon istrinya." jawab Joseph.
"Agam mengambil cuti seminggu, katanya mau mengurus perjodohannya dengan wanita pilihan mertuanya." jawab Rival.
"Sebenarnya siapa sih, yang memiliki ide menjodohkan Agam? Kurang kerjaan banget!" gerutu Eno.
Eno merasa kesal karena Agam tidak jadi berjodoh dengan Ary. Padahal dia sudah mendukung Ary untuk menerima Agam sebagai ganti Rendy.
"Keduanya!" jawab Rival.
"Owh!!! Okelah kalau begitu, aku pulang dulu ya. Sebentar lagi toko ramai pengunjung." kata Eno sambil melangkahkan kakinya hendak menyeberangi jalan.
"Oke! Byeeee!" kata Joseph dan Rival bersamaan sambil melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan.
Agam mengambil cuti selama seminggu untuk menyenangkan perasaan ibunya. Dia menyetujui perjodohan itu jika calon istrinya juga mau menerimanya. Oleh karena itu, dia pulang ke rumahnya hendak bertemu dengan calon makmumnya.
***
Setelah selesai rapat dengan investor yang menanamkan modalnya di Rend Com, Ary segera bergegas pulang ke rumah peninggalan Rendy. Besok pagi Ary harus menghadiri seminar kesehatan selama seminggu di Surabaya. Oleh karena itu, Ary akan mempersiapkan semuanya dari sekarang. Rencananya nanti malam dia akan berangkat Surabaya dengan menggunakan travel.
Ary hanya mengabari kedua orang tuanya serta Brandon. Ary lupa untuk memberi kabar pada Eno. Ary benar-benar lupa untuk mengabarkan dirinya pada Eno, karena kesibukannya mengurus rumah sakit dan peristiwa secara bersamaan. Sehingga dia melupakan orang-orang terdekat, jika tidak ditanya. Begitulah Ary, jika sudah asik dengan pekerjaannya dia lupa dengan orang-orang di sekitarnya.
Itulah kenapa Rendy terlambat ditangani saat dia berada di Kulonprogo. Rendy yang tidak mau meneruskan mengkonsumsi obat dari medis, mengakibatkan paru-parunya kolaps. Untung saja Ary segera mengetahui, jika tidak, belum sempat menikah Ary Sud kehilangan Rendy.
Tapi semua yang dilakukan Ary hanya menunda kematiannya saja. Tepat sejam setelah dinyatakan sah, Rendy meninggalkan dia sendiri. Meninggalkannya dengan rasa sesal yang tidak berkesudahan. Walaupun Rendy meninggalkan banyak harta, tapi Ary kesepian. Ary tidak pernah lagi mendapatkan perhatian Rendy. Ary masih sering menangis sendiri bila merindukan suami brondongnya.
Tengah malam Ary sampai di Surabaya, dia langsung check in di hotel yang telah disediakan oleh panitia. Hotel bintang lima dengan kualitas terbaik, Kali ini Ary menempati kamar dengan single bed. Biasanya dia selalu menempati kamar double bed, dan berbagi kamar dengan peserta seminar lainnya.
Ary langsung merebahkan badannya setelah memasukkan bajunya ke dalam lemari. Tadi sebelumnya dia telah mencuci muka dan gosok gigi, jadi begitu selesai menyimpan pakaiannya Ary langsung tidur.
Rasa kantuk dan lelah bercampur jadi satu, sehingga tidak butuh waktu yang lama Ary pun akhirnya terlelap.
Keesokan harinya, Ary bangun saat suara adzan subuh berkumandang. Setelah selesai semuanya, Ary keluar untuk mengambil sarapannya. Di hotel itu, semua kebutuhan Ary dan seluruh peserta seminar ditanggung oleh panitia.
Ary mulai bergabung dengan para peserta seminar lainnya, setelah bertanya sebelumnya pada receptionis. Karena memakai atribut peserta seminar, Ary diarahkan ke sebuah ruangan yang luas. Semua peserta diarahkan ke ruangan tersebut, setiap kali waktunya makan.
Di ruangan itu Ary bertemu dengan beberapa dokter lain yang sudah dikenalnya. Ary pun mulai berbincang dengan mereka.
***
Tinggal satu hari lagi jadwal seminar, besok Ary akan pulang ke Jogja. Hari ini setelah seminar selesai, Ary dan beberapa teman dokternya akan membeli oleh-oleh. Sehingga mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama ke pusat kota, dimana disana ada pusat penjualan oleh-oleh.
Saat sedang sibuk memilih oleh-oleh, terdengar suara ponsel berbunyi dari dalam tas Ary. Sambil berjalan, Ary pun mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya. Karena tidak melihat jalan, Ary tidak sengaja menyenggol lengan seseorang.
Ary mengangkat telponnya, karena itu panggilan dari mertuanya yang tinggal di Medan. Ary meminta maaf pada orang yang ditabraknya tadi hanya menggunakan kode tangan saja. Ary mengatupkan kedua tangannya di dada sebagai permintaan maaf.
"Ary?!" sapa orang yang ditabraknya tadi.
Ary mendongakkan kepalanya, karena dia merasa mengenal suara itu. Suara dari seseorang yang tidak bisa digapainya. Akhirnya panggilan dari mertuanya berakhir. Kedua mertuanya menginginkan Ary berkunjung ke Medan.
"Hmm... A.. Alex?!" tanya Ary ragu-ragu, karena dia sudah mulai lupa dengan wajah Alex.
Setelah sepuluh tahun tidak bertemu, banyak perubahan dalam tubuh Alex. Dulu badan Alex tinggi dan kurus. Sedangkan Alex yang sekarang berbadan berisi dan jangan lupakan dada bidangnya. Ary sedikit tidak mengenali Alex, tapi tidak berlangsung lama. Tidak lama kemudian Ary mulai mengenal Alex dan menjawab sapaan Alex.
"Alex?!" tanya Ary untuk meyakini bahwa yang didepannya saat ini Alex.
"Ini aku, Ar! Kamu sudah melupakan aku?" tanya Alex sambil memegang tangan Ary seolah tidak percaya wanita yang didepannya saat ini adalah wanita yang dicintainya. Wanita yang menjadi ratu dalam hatinya.
Ary langsung melepaskan tangan Alex, begitu dia tersadar bahwa mereka berada di tempat umum.
"Apa kabar?" tanya Ary untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
"Puji Tuhan, baik. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Alex antusias.
"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat." jawab Ary dengan senyum terukir di bibirnya.
"Mencari oleh-oleh juga?" tanya Alex basa-basi.
Alex sangat bahagia bisa bertemu dengan seseorang yang selalu bertahta di hatinya. Walaupun dia sudah pernah menikah, rasa cintanya tidak pernah hilang.
Ada info menarik nih, yuk ikutan lomba podium gift ke karyaku. Ayuk buruan gift yang sebanyak-banyaknya novelku "MENIKAHI DUREN ANSA".
LOMBA PODIUM GIFT
Juara 1 100k pulsa
Juara 2 75k pulsa
Juara 3 50k pulsa
Juara 4 25k pulsa
Juara 5 20k pulsa
aku baru gabung nih.. di ceritanya author..
semua masih berkaitan ya ceritanya satu novel sama lainnya..
tokohnya sama.
pertama ku buka cinta sendiri..
trus ini.. kok sama tokohnya.
😁🙏
selamat utk Ary dan Alex walaupun Mama Jessie blm merestui nmun mudah2an nanti bs menerima Ary....
Wahhh Alex dpt janda kembang nih....
terkesan hanya ustad bayaran, walaupun paham sih mksudnya.
Mungkin baiknya tdk perlu ada kata2 BAYAR...cukup yg mgajarkan Alex ttg agama Islam. 🙏🙏
Semoga segera terajut kmbali kisah Ary dan Alex yaa
udah like bab yg tertinggal