NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerjasama

Aulia baru saja tiba di lobby kantornya, dengan pakaian yang rapi berwarna merah bata, setelan jas khusus wanita itu terbalut indah ditubuhnya yang langsing dan tinggi, tak lupa ia menggunakan heels dan tas handbag agak besar ditangannya.

bagi orang yang melihat akan terpukau dengan penampilan serta kecantikan yang dimiliki Adik dari pemilik perusahan ternama itu.

Mey yang sedari tadi menunggu Atasannya itu, langsung mendekat dan memberi hormat sebelum berjalan beriringan dengan membawa Tab ditangannya, untuk memberi tahu apa saja kegiatan Aulia hari ini.

"pagi bos, hari ini bos ada rapat dikantor sekitar jam 9 ini, setelah itu bos akan melakukan pengecekan ke gudang untuk pengiriman bahan makanan ke beberapa resto set...." ucap Mey terpotong saat Aulia menghentikan langkahnya.

Aulia memalingkan wajahnya kearah Mey yang terlihat terpaku menunggu reaksinya.

"sedikit lagi rekanku akan datang, undur jam meeting, bisa kan?" tanya Aulia sambil berjalan kembali diikuti oleh Mey.

Mey merasa tidak masalah dengan pertanyaan bosnya dan langsung berucap.

"baik bos, apa ada lagi" ucap Mey kini masuk ke dalam lift bersama Atasannya.

"bisakah mey yang pergi mengecek langsung ke gudang, hari ini mungkin aku akan menghabiskan waktu diruangan" ucap Aulia sambil tersenyun kearah Mey.

Mey hanya bisa membalas senyuman itu dengan wajah canggung.

ting.

pintu lift terbuka Aulia berjalan duluan disusul oleh Mey, sebelum Aulia memasuki ruangannya dia menengok kembali kepada Mey, yang direspon dengan tanda tanya dirautnya.

"kita akan ke gudang bersama setelah meeting, aku akan mengajarimu" ucap Aulia sambil membuka pintu ruangannya, dan berucap kembali sebelum masuk.

Mey yang baru meletakkan tasnya dimejanya langsung melirik Atasnya.

"bisa minta tolong mey, suruh OB bawakan jus dan beberapa cemilan, thanks yah" ucap Aulia sebelum masuk keruangannya.

Mey hanya membungkukkan badannya tanda mengerti apa yang diutarakan oleh Bosnya.

.....

Maxim baru saja tiba dia pun menuju meja resepsionis untuk memberi kabar bahwa ia sudah ada janji temu bersama pemilik perusahaan tersebut.

"permisi, bisa bertemu dengan ibu aulia?" ucap Max kepada salah satu resepsionis tersebut.

"ia, maaf tuan tunggu sebentar, saya cek dulu" ucap Resepsionis.

terlihat Resepsionis itu melakukan panggilan kepada Sekretaris Mey, yang langsung ditutup kembali selepas bercakap, dan tak lupa memberi tahu kepada Maxim.

"tuan, anda bisa langsung keruangan atasan, dilantai 25, silahkan tuan" ucap Resepsionis tersebut sambil mempersilahkan Maxim untuk melangkah menuju ruangan Aulia.

dari kejauhan setelah pintu lift terbuka Mey melihat lelaki tinggi semampai itu tersenyum kearahnya, Mey pun dapat mengetahui jika lelaki itu yang ingin ditemui oleh bosnya, Ia pun berdiri sambil memberi sapaan sebelum mempersilahkan Maxim masuk ruangan Bosnya.

"ada yang bisa dibantu tuan, apa anda tuan max, silahkan masuk, bos sudah menunggu" ucap Mey dengan senyum khasnya.

Maxim hanya mengangguk dan tersenyum, ia tahu jika wanita didepannya ini sedang canggung.

Mey pun mengetuk terlebih dahulu sebelum ia membuka ganggang pintu ruangan bosnya.

"maaf bos, tuan max sudah tiba" ucap Mey kepada Aulia yang sedang fokus dilayar digitalnya.

"suruh saja masuk" ucap Aulia sambil menghentikan kegiatannya menunggu Max masuk.

Maxim pun masuk, Mey pun menutup kembali ruangan Atasannya.

Maxim berjalan perlahan sambil melempar pandangan kearah Aulia., Aulia pun tersenyum dan berdiri menyambut kawan lamanya itu.

Mereka pun duduk di sofa yang terletak ditengah-tengah ruangan itu.

Aulia memencet intercom yang a tersambung langsung ke pantry kantor, untuk membawakan minuman untuk tamunya.

"jadi kak bagaimana.? ucap Aulia membuka percakapan

Maxim nampak terperangah ketika Aulia masih menganggap dia adalah Kakak kelasnya.

"lia, bisakah kita memanggil nama saja" ucap Max menawarkan

Aulia hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.

"mungkin aku sudah nyaman dengan sebutan itu" ucap Aulia dengan mengambil Map-map yang sedari tadi sudah disiapkan oleh Mey.

"ini kak berkas dari kami" ucap Aulia sambil mengarahkan Map diatas meja tersebut kearah Maxim.

Maxim hanya mengangkat keningnya dan memberikan Map yang berbeda kearah Aulia.

"aku senang bisa kerjasama denganmu lia, semoga kita bisa mengembangkan bisnis ini" ucap Maxim sembari menanda tangani kontrak kerjasama itu.

begitupun dengan Aulia, tidak beberapa lama, seorang OG membawa minuman untuk tamu Presdir.

saat OG pergi, Maxim terlihat menatap Aulia begitu lama, Aulia yang menyadari menghentikan kegiatannya membolak-balikkan selembaran kertas dan menangkap basa tingkah Maxim.

"ada apa kak? sedari tadi memperhatikanku" tanya Aulia

Maxim yang menyadari, langsung meneguk perlahan minuman didepannya dengan sesekali melirik kearah Aulia.

sebelum Maxim mengutarakan maksudnya ia berdehem dulu untuk menetralkan perasaannya sambil sibuk melonggarkan sedikit dasinya yang ia rasa mencekik.

"eehhemm., hanya kagum saja" ucap Maxim

Aulia dapat melihat dengan jelas tindakan Maxim, ia hanya mengekerutkan dahi dan ada sedikit senyum tipis dibibirnya.

Aulia pun berjalan kearah mejanya untuk mengecek beberapa surel yang masuk.

Maxim pun membenarkan posisi duduknya dengan menyibukkan diri membolak-balikkan kontrak kerjasama yang tertera di atas meja.

"mmmm., sepertinya aku masih ada janji, bagaimana kita lanjutkan saat meeting saja" ucap Maxim sambil melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.

Aulia yang tersadar karena fokus di layar monitor langsung melirik kearah Maxim dan berdiri menuju Maxim yang sudah lebih dulu berdiri.

Aulia dan Maxim saling melempar senyum dan berjabat tangan.

"semoga lancar kerjasama kita yah kak" ucap Aulia tulus.

Maxim membalas dengan menepuk pundak Aulia dengan wajah bahagia.

"pastinya, aku jalan dulu" ucap Maxim

"hati-hati yah kak, aku enggak bisa antar sampai kedepan, karena masih ada meeting" ucap Aulia dengan wajah sedikit bersalah dengan berhiaskan senyum canggungnya.

Maxim yang mengetahui hanya bisa tersenyum dan mengangguk.

"tidak masalah, aku pun sama sepertimu" ucap Maxim.

Aulia hanya mengantar Maxim sampai kedepan pintu lift, selepas kepergian Maxim Aulia nampak terhenti langkahnya karena Mey memanggil dari arah belakangnya.

"bos, bos, maaf, sepertinya ada sedikit masalah di gudang" ucap Mey sambil berlari kecil kearah Aulia terlihat dia susah dalam mengatur nafasnya karena berlari mengejar Aulia.

Aulia hanya mengernyitkan keningnya sambil memijat sedikit dahinya, ia pun berjalan sambil berucap disusul oleh Mey dibelakang.

"bukannya hari ini harus penyortiran ke Resto lantas.." ucap Aulia bingung sambil menunggu jawaban dari Sekretarisnya.

"memang seharunya produk akan berangkat tapi, ada sedikit kendala yang menghambat" ucap Mey dengan sedikit tertekan.

Aulia yang baru saja masuk ke ruangannya langsung duduk dengan sedikit berpikir sebelum berucap lagi, terlihat Mey mulai berpikir juga.

"begini saja, meeting jam berapa?" tanya Aulia

"30 menit lagi bos" ucap Mey

"kau pergilah dulu, setelah meeting saya akan menyusul" ucap Aulia.

Mey yang baru pertama kali bekerja langsung turun ke lapangan, seperti berpikir, iakan hanya seorang Sekretaris khusus untuk Presdir tetapi dia belum tahu harus apa yang ia lakukann disaat seperti ini.

Aulia yang mengetahui raut wajah bingung Mey langsung berdiri menghadap ke arah Mey.

"aku percaya kamu bisa mengatasinya, kamu bukan hanyq sekretaris presdir disini tapi juga Sekretaris pribadi untukku disaat seperti ini" ucap Aulia menenangkan kegundahan hati Mey.

Mey hanya mengangguk dan tersenyum mendengar Bosnya berkata seperti itu, itu tandanya ia dipercaya untuk seorang yang penting di perusahaan yang ia jalani.

Mey pun mempersiapkan segala hal untuk Bosnya saat meeting nanti, dan pergi ke lokasi untuk mencari solusi dalam hambatan kerjaannya.

......

"dok, bagaimana kondisi anak saya?" ucap salah satu keluarga pasien.

Ayla yang baru saja memeriksa keadaan Pasiennya, hanya bisa tersenyum dan membalas genggaman tangan orang tua pasien tersebut.

"syukurlah anak ibu dalam kondisi baik, beberapa jam lagi dia akan sadar karna pengaruh obat bius paska operasi semalam" ucap Ayla menenangkan orang tua pasien.

"terima kasih dok" ucap orang tua pasien

Ayla yang ditemani beberapa Dokter Residen yang ada, langsung memerintah salah satunya.

"angel, periksa keadaan pasien saat siuman dan berikan suntikan beberapa" ucap Ayla sambil meninggalkan kamar inap Pasiennya.

Angel terlihat mengecek monitor dan selang infus sebelum pergi.

Dreeett dreeett

ponsel Ayla terlihat bergetar yang ada di saku jas putihnya.

"ia halo an.." ucap Ayla menyapa

"kok an., yang lengkap dong" goda Angga diseberang sana

Ayla hanya menghela nafas dan tersenyum

"ia angga" ucap Ayla sambil duduk disalah satu kursi yang ada di lorong Rumah Sakit itu.

Angga yang baru selesai dengan pekerjaannya hanya menghabiskan waktu diruangan, ia lebih memilih makan siang diruangan sambil mendengar suara Ayla.

mendengar Ayla menuruti permintaanya terlihat puas dengan tersenyum

"sedang apa? aku enggak ganggukan" ucap Angga

Ayla hanya memanyunkan bibirnya sambil tersenyum

"habis ketemu pasien, sedikit mengganggu sih" ucap Ayla sambil menyipitkan matanya ia berusaha menggoda Angga diseberang sana.

"gitu yah, ya udah aku tutup yah" ucap Angga terlihat tidak bersemangat.

Ayla yang berhasil menggoda hanya tersenyum puas.

"enggak, enggak, bercanda" ucap Ayla sambil tertawa kecil

mendengar Ayla tertawa Angga menyandarkan badannya kebelakang sofa, ia merasa puas dan terhibur seakan beban pekerjaan terlepas sedikit.

"kapan kamu off" ucap Angga

Ayla sempat berpikir

"mmmm., lusa" ucap Ayla

Angga pun memajukan badannya ke layar komputer mengcek jadwalnya 2 kedepannya.

ia merasa cocok dan langsung bersuara kembali

"kalau begitu, lusa waktunya untukku yah, nanti aku jemput" ucap Angga bersemangat.

Ayla yang merasa penasaran hanya mengernyitkan dahinya.

"untuk" ucap Ayla

"ada deh, kejutan" ucap Angga mencoba merahasiakan maksudnya.

"ya udah, angga, sepertinya aku kembali keruangan dulu" ucap Ayla yang melihat Adrian berjalan kearahnya.

panggilan pun terputus, Ayla melihat kearah Adrian yang makin mendekat dengn melambaikan tangan, mau tidak mau Ayla pun membalas sambil berdiri.

"hay" ucap Ayla tersenyum.

Adrian membalas senyum Ayla

"kita keruanganku saja, jika ada yang ingin dibicarakan" ucap Ayla sebelum Adrian bersuara.

mereka pun berjalan beriringan menuju ruangan kerja Ayla.

Didalam ruangan mereka terlihat duduk saling berhadapan hanya meja kerja Ayla saja yang menghalangi mereka.

"bagaimana kabarmu?" ucap Adrian membuka percakapan

Ayla yang nampak terkejut dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Adrian hanya bisa bereaksi mengakat bahunya.

"seperti yang kamu lihat, tapi apa maksudnya" ucap Ayla

Adrian hanya mengangguk dan tersenyum

"hanya saja malam itu, kita tidak menyapa dengan benar, maaf soal itu" ucap Adrian.

Ayla hanya terkekeh, dia pun membuat kopi instan yang tersedia diruangannya.

"tidak masalah, jadi bagaimana keadaan kakek" ucap Ayla sambil memberikan secangkir kopi kehadapan Adrian.

"terima kasih, begitulah, setelah kejadian itu jantung kakek sering lemah dan harus banyak dipantau oleh dokter" ucap Adrian sambil menyesap minumannya.

Ayla pun duduk kembali, dan memperhatikan Adrian.

"andre, bagaimana dengannya" tanya Ayla

sebelum bercerita Adrian menghela nafasnya

"kondisi fisiknya baik, hanya saja lain halnya dengan otaknya" ucap Adrian.

Ayla kaget mendengar berita itu dan makin penasaran.

"maksudnya?" tanya Ayla

"dia kehilangan sebagian memorinya, dan hanya mengingat kenangan sampai ibunya meninggal selebihnya dia tidak ingat" ucap Adrian menyesap kopinya lagi

Ayla pun mengerti, dia terlihat tidak ingin bertanya terlalu dalam lagi, ia pun mengalihkan pembicaraan.

"oh yah, apa kabarmu, apa sudah ada pendamping" ucap Ayla

Adrian tahu Ayla mengalihkan pembicaraan dia pun tersenyum dan memandang Ayla.

"baik, sama sekali belum ada, kamu sendiri" ucap Adrian balik tanya

"aku, jujur aku sedang dekat dengan seseorang, apa belum ada wanita yang bisa meluluhkan hatimu?" ucap Ayla

"wah bagus dong, aku, sebenarnya dulu ada wanita yang sangat aku cintai tapi kedulua. dengan andre, dan sekarang wanita itu ditinggal pergi olehnya" ucap Adrian jujur.

mendengar ucapan Adrian, Ayla menyandarkan kepala dan tanganya saling bertautan, dan tersenyum ke arah Adrian.

"apa kamu masih menyukainya" tanya Ayla penasaran

"kalau bisa jujur, selalu, tapi mungkin tidak akan pernah aku bisa dapatkan dia" ucap Adrian

ingin rasanya Ayla bertanya lagi, tapi ia tahu bagaimana perasaan Adrian saat ini, ia pun mengurungkan niatnya.

Adrian yang sempat melirik jam tangannya, langsung tersenyum ke arah Ayla

"ayla, makasih uda mau dengar curhat, sepertinya aku malah mengutarakan perasaanku" ucap Adrian terkekeh sendiri dengan kelakuannya yang tidak bisa menutupi masalahnya kepada Ayla

"tidak masalah, bukankah kita dari dulu berteman, aku senang bisa menjadi salah satu teman curhatmu" ucap Ayla

Adrian pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ayla, dan ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Dokter Bedah Syaraf itu.

......

Angel baru saja selesai memeriksa keadaan Pasiennya yang ditugaskan oleh Dokter Seniornya, terlihat ia membawa Map bening yang menggantung di tangannya, karena merasa kelelahan ia sambil meregangkan otot-otot tubuhnya sesekali ia melemaskan otot lehernya.

di kejauhan Adrian yang baru keluar dari ruangan Ayla terperangah melihat Angel dan refleks ia memanggil namanya

"angel, kamu angel kan.?" tanya Adrian

Angel yang melihat terpaku dan kaget melihat sosok yang ia tidak sangka-sangka, Angel hanya bisa terdiam ditempat tidak merespon, ia sempat melirik papan tanda pengenal bahwa yang baru saja dimasuki Adrian adalah ruangan Dokter Seniornya.

Adrian yang merasa benar, langsung mendekat dan mengulurkan tangannya.

"wah, angel aku tidak nyangka ternyata benar kamu" ucap Adrian seraya mengulurkan tangannya.

mau tidak mau Angel membalas uluran tangan itu dengan rasa canggung dan sedikit bingung.

"sedang apa.." ucap Angel menyelidik kearah pintu ruangan dihadapannya.

ia bermaksud untuk memberi Map bening itu kepada Ayla berhubung karena ada Adrian ia mengurung niatnya.

"oh, aku habis ketemu teman" ucap Adrian melihat kearah pintu yang tertutup.

Angel hanya mengernyitkan dahinya dan membulatkan matanya, ia tidak ingin terlalu jauh menyelidik.

Adrian yang tahu jika Angel sedang penasaran hanya tersenyum.

"oh ya, gimana kabarmu dan adit" ucap Adrian tiba-tiba

Angel yang terkejut dengan pertanyaan itu hanya bisa tersenyum kecut dan menggaruk kecil kepalanya.

"aku, baik seperti yang kamu lihat, dan... aku sudah lama tidak berhubungan dengannya, pikiranmu terlalu jauh" ucap Angel tidak ingin menyebut Aditya.

Adrian yang tidak tahu bagaimana hubungan keduanya hanya bisa mengernyitkan dahinya dan berhenti melangkah, saat ini mereka menuju taman yang ada di rumah sakit itu.

Angel yang sadar dengan tindakan Adrian langsung berbalik melihat Adrian

"kenapa?" ucap Adrian seketika

Angel memilih duduk terlebih dahulu dan memberi ruang untuk Adrian duduk disampingnya.

"aku kira kalian para saudara mengetahui satu sama lain apa yang terjadi disekitar kalian" ucap Angel

Adrian langsung menggelang cepat, dan duduk disamping Angel untuk siap mendengarkan.

"hubungan kami, tidak sejauh yang kamu pikirkan barusan, sampai detik ini aku tidak ad hubungan apa-apa dengannya, dan dia yang memilih melepaskan aku" ucap Angel menghela nafas setelah usai bercerita.

"oh ya, aku dengar, kamu sekarang jadi penerus perusahaan kalian" ucap Angel mengalihkan.

terlihat Adrian masih berpikir dengan ucapan Angel barusan.

"pantas saja.., ia aku sekarang menjadi lelaki karier" ucap Adrian

"oh yah, terus kalau..." ucap Angel terputus tidak ingin melanjutkan

Adrian tahu apa yang ingin diucapkan Angel, ia langsung mengalihkan pembicaraan.

"maaf ngel, sepertinya aku harus kembali ke kantor" ucap Adrian sambil memperlihatkan panggilan masuk dari Sekretaris Mike.

Angel pun hanya mengangguk dan tersenyum, membiarkan Adrian pergi tanpa menjawab pertanyaan Angel yang pasti Adrian tahu maksud Angel bicara tadi.

Angel pun teringat dengan Aulia, ia merasa kasihan dengan sahabat sekaligus sepupunya itu.

"aulia, aku tidak tahu ada apa dengan keluarga itu, kenapa mereka menutup rapat keberadaan Andreas" ucap Angel dalam kesendiriannya sambil menghela nafas.

ia tertunduk melihat Map bening itu masih ada di genggamannya, ia pun buru-buru beranjak pergi ke ruangan Ayla.

.....

Hari semakin sore, Aulia masih fokus denga pekerjaannya setela ia habis keluar membereskan masalah kecil di gudang, tidak lupa Aulia meregangkan otot-ototnya menyandarkan kepalanya memijat pelipisnya perlahan dan sedikit memejamkan mata.

tok tok tok

Terlihat Mey masuk dan berjalan kearah Bosnya itu.

"bos, ini berkas yang anda butuhkan" ucap Mey memberikan kepada Aulia dihadapannya.

Aulia yang sadar langsung mendekat kearah meja kerjanya dan melihat-lihat berkas itu, sebelumnya ia menghela nafasnya.

"coba aku lihat, yah kamu sekarang boleh pulang kalau uda beres kerjaanmu" ucap Aulia sambil fokus kembali dengan pekerjaannya.

Mey yang merasa aneh dengan tingkah Bos-nya itu hanya mengernyitkan keningnya sambil menyelidik ingin bertanya tapi urung ia lakukan.

Aulia sadar dengan tatapan Mey yang melihat kearahnya ia pun menengadahkan kepalanya kearah Mey.

"ada apa.?" ucap Aulia

Mey yang ketahuan hanya bisa tersenyum canggung.

"tidak bos, tapi ini sudah mulai malam, apa sebaiknya saya menunggu anda diluar" ucap Mey

Aulia yang sempat berpikir langsung mengangkat kedua bahunya dan tersenyum.

"terserah, tapi kalau saya masih lama kamu bisa pulang duluan" ucap Aulia sambil melanjutkan kembali kegiatannya.

Mey langsung beranjak meninggalkan ruangan Bosnya.

Aulia yang merasa Sekretarisnya pergi langsung berhenti dengan kegiatannya dan membalik kursinya kearah luar jendela kemudian termenung memandang kejauhan, tidak terasa airmatanya jatuh begitu saja.

ia tidak sadar akan hal itu, Aulia pun langsung mengusap dengan kasar dan memperjelas airmata itu ditangannya.

"kenapa aku bisa nangis lagi, bahkan airmata ini masih bisa jatuh tanpa aku suruh" ucap Aulia sambil memandang kejauhan.

ia tidak tahu kenapa hatinya begitu sakit, Aulia pun kembali ke kursinya dan menghela nafas panjangnya. Aulia pun melanjutkan pekerjaannya ia larut dengan kegiatannya sampai ia tidak tahu jika sekarang menunjukkan pukul sembilan lewat, sudah mulai larut malam.

dreeett dreeett

panggilan dari Angga menyadarkan Aulia dari pekerjaannya.

"ia halo bang" ucap Aulia dengan tangannya sibuk mengutak-atik keyboard komputernya.

terdengar Angga diseberang sana sangat khawatir

"lia, kamu dimana sayang? kok jam segini belum pulang" cemas Angga

Aulia sempat melirik jam ditangannya ia pun terkejut dan menggigit bibirnya sambil tersenyum.

"aku masih dikantor ini baru mau pulang, ya udah aulia pulang dulu oke bye" ucap Aulia menyudahi panggilan itu.

Aulia pun berdiri menata sedikit berkas-berkas yang berserakkan di mejanya dengan asal dan langsung menyambar jas dan juga tasnya.

Ia pun segera keluar, ia terkejut dengan apa yang ia lihat, ternyata Mey masih stay ditempatnya ternyata Sekretarinya itu cukup khawatir dengan Bosnya.

"astaga, mey kamu masih menunggu" tanya Aulia

Mey yang melihat Bosnya baru keluar dari ruangannya langsung berdiri dan menunduk memberi hormat.

"ia bos, aku takut jika bos tertidur di ruangan atau ada sesuatu hal" ucap Mey ragu.

Aulia pun berjalan menuju lift sambik tersenyum diikuti oleh Mey.

"jadi kamu khawatir padaku" ucap Aulia

Mey pun memencet tombol disalah satu lift itu.

ting.

pintu lift terbuka mereka pun masuk

"ia bos, karena selama anda bekerja disini saya perhatikan anda sangat senang menyibukkan diri sampai malam" ucap Mey begitu saja.

Ia yang baru sadar dengan ucapannya langsung membungkam mulutnya sendiri.

Aulia yang berdiri dihadapannya hanya bisa tersenyum dan terkekeh mendengar ucapan Mey.

"apa benar, aku seperti ini bukan karena menyukai pekerjaan ini, hanya saja ada sesuatu yang ingin aku lupakan" ucap Aulia

tidak tahu kenapa Aulia bisa berterus terang begitu saja pada Mey, orang yang terbilang baru ia kenal walau itu Sekretarisnya.

Mey yang mendengar hanya bisa menyimak dan tidak ingin terlalu jauh lagi menyelidik.

setelah pintu lift terbuka mereka pun keluar, sekali lagi Mey menunduk memberi hormat sebelum ia pergi kearah mobilnya.

Aulia pun berlalu kearah mobilnya, ia langsung meninggalkan perusahaan itu.

.....

maaf author baru bisa rilis update terbaru 🙏 selamat membaca yah readers 😉

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!