Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membawanya pergi
Nadia sudah tidak berniat untuk memberitahukan perihal kehamilannya kepada Kenan. karena dia sudah mengetahui kenyataan pahit itu. rasa kagumnya kepada Kenan berubah menjadi rasa benci. dia sangat kecewa karena Kenan sudah merencanakan semua itu. apalagi Nadia harus menjadi korbannya.
Nadia mulai sadar, tidak ada gunanya jika dia merasa terpuruk seperti saat ini. justru itu akan membuatnya terlihat lemah. dia harus sabar dan kuat menjalani hari-harinya yang menyedihkan. dia yakin jika dia akan sanggup melangkah kedepan seorang diri. lagian sebentar lagi dia tidak sendiri lagi. ada malaikat kecil yang akan membuat hari-harinya lebih berwarna.
Tepat tengah malam, Nadia terbangun dari tidurnya. dia merasa sangat lapar. Nadia bangkit dari ranjangnya untuk mencari makanan yang bisa dimakan. setelah mengobrak-abrik isi dapur, Nadia hanya menemukan mie instan saja. Nadia segera memasak mie instan itu untuk mengganjal perutnya yang lapar.
Nadia memakan mie instannya dengan kurang berselera. jujur saja, akhir-akhir ini dia lebih sering menginginkan makanan mahal yang di jual di cafe dan sejenisnya. tapi dia berusaha menahan. tidak semua makanan yang dia inginkan bisa dia beli.
dia harus menghemat untuk biaya hidupnya sehari-hari.
Pagi ini Reyhan memberitahukan kepada Kenan, tempat dia menurunkan Nadia beberapa hari yang lalu. kebetulan jalan menuju kampus mereka melewati jalan itu.
"Ken, lihatlah! itu Nadia sedang berjalan sendirian." Reyhan memberitahukan jika dirinya melihat Nadia.
"Dimana Nadia Rey?" tanya Kenan sambik menatap ke arah luar. lalu tatapannya beralih kepada perempuan berhijab yang sedang berjalan sendirian di pinggir jalan.
Reyhan meminggirkan mobilnya. lalu tatapannya beralih kepada Kenan yang tampak terbengong melihat Nadia dari dalam mobil.
"Kenapa Bro? loe terpesona lihat Nadia? bener kan kata gue kalau dia sekarang terlihat lebih sexy." ucap Reyhan
Kenan hanya tersenyum tanpa menimpali perkataan Reyhan.
"Menurut loe, kita ajak Nadia pergi sekarang atau gimana?" tanya Kenan kepada sahabatnya.
"Nanti saja Bro, lebih baik sekarang kita ikutin dia. sepulang kita kuliah, baru kita bertindak." ucap Reyhan
Kenan dan Reyhan terus saja mengikuti Nadia. sampai Nadia memasuki angkot. hingga angkot itu berhenti di pinggir jalan. mereka melihat Nadia turun dari angkot dan berjalan ke dalam salah satu ruko.
"Dia mau ngapain kira-kira?" gumam Kenan
"Mungkin dia mau belanja Bro. kita mau ikutin dia sampai ke dalam atau langsung ke kampus saja?" tanya Reyhan kepada sahabatnya.
"Jalan saja Bro, lagian, ngapain kita jadi penguntit segala. yang ada dia kepedean kalau kita ngikutin dia." ujar Kenan
Reyhan segera mengemudikan lagi mobilnya menuju ke kampus.
Tak terasa waktu begitu cepat. seharian ini Nadia merasa sangat cape karena banyaknya pekerjaan yang harus di kerjakan. kebetulan temannya ijin kerja setengah hari karena ada urusan keluarga. jadi Nadia hanya kerja berdua saja.
Nadia berjalan memasuki gang menuju ke kontrakanya. dia terlihat sangat lesu bahkan sudah lapar sekali. dia hanya membawa bekal sedikit dan itu habis dia makan saat makan siang.
Nadia merasakan pusing dan lama kelamaan pandangannya kabur. dia hendak terjatuh, namun seseorang merengkuh pinggangnya. Nadia sudah tak sadarkan diri di dalam pelukan Kenan.
Kenan menggendong Nadia dan membawanya ke dalam mobil yang dikendarai oleh Reyhan.
"Loe apain Bro? kenapa bisa pingsan?"
"Kagak gue apa-apain,tadi gue lagi ngikutin dia tapi keburu dia pingsan. jadi lebih mudah untuk kita bawa dia pergi." ucap Kenan
"Gue kira loe pukul dia sampai pingsan gitu Bro."
"Enak saja, gue juga masih waras kali. masa iya gue mukul wanita sampai tak sadarkan diri."
Mereka sudah sampai di Apartemen milik Kenan. lebih tepatnya Apartemen yang baru dibelinya beberapa waktu yang lalu. Kenan menggendong Nadia hingga ke dalam.
"Sudah sanah loe pulang saja Bro. lagian hari sudah mulai malam. loe pasti mau istirahat juga kan?" Kenan mengusir Reyhan agar segera pulang.
"Bilang saja loe mau berduaan. gitu yah udah di bantu malah ngusir."
"Bukan gitu Bro, tapi kan emang udah malam."
"Iya iya gue pulang, loe jangan lupa pakai pengaman." ucap Reyhan sebelum dia keluar dari Apartemen sahabatnya.
"Eh, loe mah mikirnya kesana mulu. otak loe perlu di sterilkan kayaknya." Kenan tak habis pikir dengan sahabatnya. bisa-bisa dia bicara seperti itu kepada Kenan. memangnya dia tega jika meniduri wanita yang tidak berdaya.
Setelah kepergian sahabatnya, Kenan segera menengok Nadia di kamar tamu.
Kenan melihat wajah cantik itu tampak pucat. perlahan-lahan, Kenan melepaskan jilbab yang di pakai oleh Nadia. lalu dia melepas ikat rambut yang dipakai untuk mengikat rambut Nadia.
Kenan membelai wajah cantik itu. ada perasaan tenang saat Nadia berada di sisihnya.
Gue perlu panggil Dokter apa kagak usah yah." Kenan masih bingung harus memanggil dokter atau tidak. karena melihat Nadia yang masih belum juga sadar.
Akhirnya Kenan memutuskan untuk menghubungi Dokter keluarganya. Kenan masih mencari kontak yang akan di hubungi. namun dia melihat Nadia terlebih dahulu membuka kedua matanya. Kenan mengurungkan niatnya untuk menghubungi Dokter keluarganya.
"Emm aku dimana?" Nadia menatap kamar mewah yang menurutnya sangat asing.
"Apa yang sakit? apa perlu aku panggilkan Dokter?" tanya Kenan dan seketika Nadia langsung menoleh ke sumber suara.
"Kenan, ngapain kamu ada disini?" Nadia terkejut saat dirinya berdua dengan seorang lelaki di dalam kamar itu.
"Ini Apartemenku Nad, tadi kamu pingsan jadi aku bawa kamu kesini."
"Kenapa tidak antarkan aku ke kontrakan saja? ahhhh---" ucap Nadia sambil mencoba bangkit dari ranjang. namun Nadia masih merasa sangat pusing.
"Jangan bangun dulu, istirahatlah! badan kamu masih lemah. sekarang, biar aku hubungi dokter dulu untuk memeriksamu." ujar Kenan
"Eh, jangan! jangan panggil Dokter. aku tidak apa-apa ko."
"Yakin tidak mau aku panggilkan Dokter." ucap Kenan meyakinkan
"Tidak usah, aku tidak mau di periksa." tolak Nadia
Kenapa aku bisa pingsan? dan juga, kenapa harus Kenan yang menolongku. aku harus cepat pulih agar bisa langsung pergi dari sini." batin Nadia sambil memegangi kepalanya yang masih pusing.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.