Sebelum baca kisah ini,sangat disarankan untuk membaca kisah sebelumnya " Senyuman Anak yang terbuang " biar tau siapa aja tokoh dan peran mereka dalam ceria ini.
Kisah cinta seorang gadis lugu yang di paksa seorang wanita tua sakit sakitan untuk menikah dengan putra nya yang sudah dewasa dan mapan.
Ketidak sengajaan pertemuan 2 wanita itu membuat gadis bernama Yuni Ayunda terpaksa menerima lamaran wanita itu karna tak tega.
Lalu bagaimana kisah hidup Yuni menjalani bahtera rumah tangga meski saling tak kenal,dan bagaimana tanggapan orang tua Yuni saat tau anak gadis nya di lamar saat putrinya baru menginjak 21 tahun ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Kebesokan paginya saat Yuni terbangun dari tidur,gadis itu tak mendapati suaminya tidur disebelah seperti malam sebelumnya.
"Kak Romi mana ya ?" Gumam Yuni masih mengantuk.
Terlihat tak ada jejak Romi disana,Yuni bangkit dari tidurannya dan melihat sekeliling.
"Ngak ada,mana ya ?" Tanya Yuni heran.
Gadis itu melihat jam di dinding,terlihat jam baru menunjukkan pukul stengah 6 pagi yang artinya masih terlalu pagi untuk berangkat bekerja pikir Yuni.
Gadis itu mengikat rambutnya dan berjalan keluar dari kamar.
"Apa jangan2 Kak Romi keluar ya semalam,tapi kok ngak bilang aku sih ?" Gerutu Yuni kesal.
Gadis itu duduk di meja makan,seraya otak nya berpikir kemana Romi.
"Huh dah lah,masih pagi juga mungkin dia lagi joging." Gumam Yuni berpikir positif.
Gadis itu kembali tersenyum dan mencoba menenangkan dirinya.
"Aku bikin nasi goreng aja lah,mumpung masih pagi." Kata Yuni ceria.
Yuni pun langsung membuka kulkas mencari bahan yang akan dia gunakan disana.
Beberapa hari tinggal dirumah baru,kini Yuni cukup leluasa mengerjakan apa yang ia inginkan.
Dengan telaten gadis itu menumis bumbu lalu memasukkan nasi kedalam wajan dan mengaduknya dengan rata.
"Hm kurang asin." Gumam Yuni pelan.
Dengan cepat Yuni menambahkan sedikit garam berharap nasi gorengnya menjadi lebih nikmat.
Hampir stengah jam berkutat kini nasi goreng sederhana ala Yuni pun sudah tersedia diatas meja.
"Yeee akhirnya jadi." Pekik Yuni girang.
Saat Yuni sudah duduk dimeja makan,gadis itu teringat lagi akan suaminya yang belum juga muncul.
"Kak Romi mana sih kok ngak muncul2 ?" Gumam Yuni heran.
Tak lama pintu pagar rumah terbuka.
Yuni langsung bergegas mengintip dari jendela rumahnya dan alangkah terkejut nya Yuni melihat mobil suaminya baru masuk pekarangan rumah.
"Loh Kak Romi bukannya joging ya ?" Gumam Yuni kaget sendiri.
Yuni masih mengintip keluar tanpa membuka pintu,ia ingin melihat itu Romi atau bukan.
"Astagfirullah." Gumam Yuni terbelalak kaget saat yang keluar dari arah kemudi bukan lah suaminya melainkan seorang wanita yang cukup sexy.
Yuni menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
Kakinya melemas seketika melihat sang suami terlihat berjalan sempoyongan dibantu oleh wanita itu masuk ke pekarangan.
Tok tok tok...
Pintu rumah diketuk dari luar,Yuni masih terdiam ditempat dengan tatapan kosong.
Tok tok tok...
Pintu kembali diketuk,Yuni tersadar dan langsung berlari kearah pintu.
Ceklek...
Pintu rumah terbuka,Yuni terdiam didepan pintu melihat wanita cantik itu memapah Romi yang terlihat mabuk didepan nya.
"Kamu siapa ?" Tanya wanita itu kaget melihat Yuni.
"Hah ak aku aku..." Kata Yuni terbata.
"Ck,siapin kamar Romi mabuk." Decak Wanita itu melihat Yuni yang masih syok.
"Iiiya." Kata Yuni tersadar dan langsung kelabakan sendiri.
Yuni berjalan menunduk dibelakang mereka berdua.
"Buka pintunya." Titah Wanita itu tegas.
"Kok dia tau ini kamar Kak Romi ?" Batin Yuni terdiam.
"Cepatan,berat nih." Bentak wanita itu kesal.
"Eh iiya Kak." Kata Yuni kelabakan dan langsung membuka pintu kamar.
Yuni mengikuti dari belakang dengan jantung berdebar,ia tak tau apa yang sedang terjadi sekarang.
Wanita itu membawa Romi kearah ranjang dan menghempaskan lelaki itu disana.
Brug...
Romi terbaring disana bersama wanita itu.
Saat wanita cantik itu ingin melepaskan diri,Romi menarik tangannya dan wanita itu pun terjatuh lagi menghantam tubuh Romi.
"Jangan pergi Mel." Racau Romi memeluk wanita itu erat.
"Astagfirullahalazim." Kata Yuni kaget dan langsung berbalik badan.
Wanita itu tersadar dengan adanya orang lain disana.
"Lepas Rom." Kata wanita itu mendorong Romi.
Dengan dorongan kuat akhirnya pelukan itu terlepas.
Romi kembali tertidur dengan posisi telentang,tanpa sadar siapa yang sedang melihatnya saat ini.
Yuni masih berdiam diri disana dengan kondisi hati yang tak menentu.
"Kita keluar saja,biarkan Romi istirahat." Kata wanita itu tak enakan.
Yuni mengangguk tanpa menoleh dan langsung berlari keluar kamar.
Kini 2 wanita itu saling berhadapan duduk disofa rumah.
"Kamu siapanya Romi ?" Tanya wanita itu menelisik.
Yuni masih menunduk dengan tangan gemetar.
"Hei." Tegur wanita itu heran melihat sikap Yuni.
"Aa aku ak u.." Kata Yuni terbata.
"Siapa ?" Tanya wanita itu penasaran.
"Em,Kakak siapanya Kak Romi ?" Tanya balik Yuni.
"Aku ?" Tanya wanita itu.
Yuni mengangguk mengiyakan.
"Aku mantannya Romi." aku wanita itu.
"Maan tan ?" Tanya Yuni gugup.
"Iya,aku dulu pernah berpacaran dengan Romi selama 1 tahun saat ia bekerja di luar negeri bersama bosnya." Kata wanita itu santai.
"La lu ?" Tanya Yuni ketakutan.
"Ya,kamu tau kehidupan orang luar seperti apa,itu lah yang kami lakukan." Kata Wanita itu tersenyum miring.
Yuni terdiam,otak polosnya berpikir jauh maksud perkataan wanita didepannya ini.
"Oh iya,kamu siapa nya Romi,aku pikir kamu pasti bukan adiknya ?" Tanya wanita itu menelisik.
Yuni terdiam,dirinya bingung harus mengaku sebagai siapa.
Praaaaangggggg...
Bunyi pecahan gelas membuyarkan obrolan mereka.
Wanita itu langsung berlari kearah kamar,sedangkan Yuni juga akan berlari tapi kalah cepat dengan wanita itu.
Yuni terdiam di sofa,memikirkan apa yang sedang terjadi kepadanya pagi ini.
"Hei,ambilkan sapu." Pekik wanita itu keluar dari kamar.
Yuni menoleh dan mengangguk cepat mencarikan sapu.
Saat gadis itu masuk kekamar,Yuni terdiam melihat Romi sedang duduk bersama gadis itu diranjang.
Terlihat wanita itu sangat memperhatikan suaminya.
"Yuni." Pekik Romi kaget melihat Yuni berdiri diambang pintu dengan memegang sapu dan pengki.
Romi langsung sedikit menjauh dan menetrakan dirinya saat ini.
Yuni menarik nafas memejamkan matanya sejenak agar tak menangis.
"Ayo Yun,kamu bisa." Batin Yuni berusaha tegar.
Romi masih menatap gadis itu tanpa kedip,apalagi melihat tatapan terkejut Yuni tadi.
"Hm,tolong bersihkan pecahannya." Titah wanita itu kepada Yuni yang masih diam.
Romi melotot kaget melihat wanita itu.
Yuni mengangguk memberi senyum terpaksanya.
"Iya Kak." Kata Yuni patuh.
Dengan kaki gemetaran gadis itu berjalan mendekati mereka berdua.
Yuni menunduk memungut satu persatu beling gelas yang berhamburan dilantai.
Wanita itu diam bersedekap dada melihat Yuni yang terlihat hati2.
Romi hanya diam saja,dirinya bingung harus berbicara apa.
Melihat Yuni yang menurut membuat lelaki itu merasa sangat bersalah.
"Tuh sana banyak belingnya." Kata wanita disamping Romi menunjuk beling dengan kakinya.
Yuni mengangguk dan berjongkok lagi mengambil beling.
"Auu."Pekik Yuni kaget saat tangannya tak sengaja tertusuk pecahan gelas itu.
Romi langsung ingin turun dari ranjang membantu Yuni,tapi ditahan wanita tadi.
"Jangan,kamu masih lemah." Larang wanita itu menahan tubuh Yuni.
Yuni terdiam memijit jemarinya yang berdarah tertusuk beling.
"Kamu ngak papa ?"Tanya Romi serak.
Deg..
Hati Yuni berasa hancur seketika mendengar suara serak pria itu.
"Yun." Panggil Romi lemah.
Yuni menahan air matanya agar tak tumpah disana.
"Yuni." Panggil Romi lagi memaksa turun dari ranjang.
Baru saja Romi ingin melangkah,Yuni langsung menahan tangannya agar Romi tak bergerak.
"Jangan mendekat!!" Kata Yuni gemetar.
"Yun.."Panggil Romi merasa sangat bersalah.
Yuni langsung berlari keluar,hingga tak sengaja kakinya pun ikut menghantam pecahan hingga darah berceceran dilantai.
"Yuniiiii..." Teriak Romi mengejar gadis itu.
"Rom,Rom,sudah biarkan dia." Kata Wanita tadi menahan tubuh Romi.
"Tapi dia.." Kata Romi menatap nanar pintu yang terbuka bahkan telapak kaki Yuni membekas dilantai bersama darah.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment yaa
Harap bersabar ini ujian,jadi jangan mudah terbawa emosi okeeyyyy