NovelToon NovelToon
Di Dunia Orang Bodoh, Akulah Sang Jenius

Di Dunia Orang Bodoh, Akulah Sang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Pelukis Mimpi

Arya Pratama dikeluarkan dari sekolah. Nilai jelek, masa depan hancur, semua orang bilang dia tidak berguna. Tapi hari itu, dia menyadari sesuatu yang mengubah segalanya — bukan dia yang bodoh... seluruh dunia yang bodoh.

Apoteker tidak bisa hitung tambah-kurang. Profesor universitas menulis rumus yang salah selama ratusan tahun tanpa ada yang sadar. Juara catur dunia bisa dikalahkan dalam sepuluh langkah. Di dunia ini, pengetahuan SMA biasa adalah kekuatan tertinggi — dan Arya adalah satu-satunya orang yang memilikinya.

Dari siswa yang dibuang, dia naik menjadi legenda yang tidak pernah menunjukkan wajah aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelukis Mimpi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Bab 33: Teori Papan yang Melampaui Zaman

Ronde keempat menjadi awal perubahan bahasa komentator.

Pada ronde pertama sampai ketiga, mereka masih memakai kata kejutan, cepat, berani. Setelah Master Suroso membedah partai Bu Sulastri, kata-kata itu mulai terasa tidak cukup. Keberanian bisa menerangkan serangan tanpa takut. Kecepatan cocok untuk tangan yang bergerak sebelum lawan. Kejutan milik penonton yang tidak siap. Semua kata itu tetap gagal menjelaskan kenapa ancaman Arya terlihat biasa sampai terlambat.

Lawan ronde keempat adalah Arief Santoso, master daerah dari Bandung yang dikenal kuat dalam permainan defensif. Ia tidak mengejar kemenangan cepat. Sejak langkah pertama, ia menutup pusat, menolak pertukaran tajam, dan memaksa papan melebar. Beberapa pemain senior mengangguk. Ini strategi yang benar: jangan beri anak muda panggung taktik.

Arya melihatnya, lalu mengubah permainan menjadi sesuatu yang lebih buruk bagi Arief.

Ia tidak menyerang pusat. Ia membangun tiga area kecil di sisi berbeda, masing-masing tampak tidak lengkap. Arief harus memilih area mana yang perlu ditutup. Jika ia menutup satu, dua lainnya tumbuh. Jika ia membiarkan semua, Arya mendapat inisiatif. Dalam lima belas langkah, Arief masih belum kalah, tetapi seluruh waktunya habis untuk memadamkan api kecil.

Komentator Aditya bertanya kepada Suroso, "Apakah ini gaya modern?"

Suroso menatap papan demonstrasi. "Modern untuk kita, mungkin. Tapi ini lebih seperti gaya yang seharusnya muncul setelah komunitas kita kalah ribuan kali dari mesin."

Aditya tertawa gugup. "Maksud Master?"

"Manusia suka pusat, bentuk, dan serangan yang terlihat indah. Anak ini tidak peduli indah. Ia membuat jaringan probabilitas. Setiap batu mengancam sekarang sambil mengurangi pilihan lawan di masa depan."

Klip itu menyebar cepat: bermain seperti dari masa depan.

Di meja utama, Arief akhirnya mengambil risiko. Ia membuat serangan balik di diagonal kiri. Penonton kecil di belakangnya menghela napas lega. Serangan itu tampak kuat. Arya bahkan harus menutup dua titik jika ingin aman.

Arya tidak menutup.

Ia meletakkan batu hitam di kanan bawah, jauh dari serangan Arief.

Rizky hampir protes. Putri menahan lengannya. Hendra yang menonton dari kursi unggulan langsung condong ke depan. Batu itu terlihat tidak relevan, tetapi justru karena terlalu tidak relevan, ia mencurigakan.

Arief menyerang lagi. Arya menaruh batu kedua di kanan bawah. Kali ini Suroso berdiri dari kursinya.

"Dia mengorbankan diagonal?" tanya Aditya.

"Tidak," kata Suroso pelan. "Dia membuat diagonal Arief berubah menjadi kewajiban yang membebani."

Dua langkah kemudian, semua orang melihatnya. Jika Arief menyelesaikan serangannya, Arya menang lebih dulu di kanan bawah. Jika Arief menutup kanan bawah, diagonalnya mati dan pusatnya pecah. Serangan terbaik Arief berubah menjadi borgol di tangannya sendiri.

Arief menyerah pada langkah tiga puluh satu.

Ia tidak terlihat marah. Ia tampak seperti orang yang baru sadar bahwa dinding di depannya ternyata cermin. "Saya tidak melihat batu kanan bawah itu," katanya.

Arya menjawab, "Bapak melihatnya. Bapak hanya belum percaya itu lebih penting daripada serangan Bapak."

Kalimat itu menjadi pelajaran pahit bagi seluruh aula.

Setelah ronde, Hendra akhirnya duduk di depan papan analisis dengan Suroso. Dua nama senior itu biasanya menjadi pusat ruangan. Hari ini mereka membahas anak SMA.

Hendra berkata, "Dia berani mengambil risiko besar."

Suroso menggeleng. "Itu bukan risiko baginya. Itu risiko bagi kita yang belum melihat cukup jauh."

Hendra menatapnya tajam. "Master Suroso mulai memuji terlalu tinggi."

"Saya memuji posisi yang ia bangun. Kalau posisi benar, usia pemain tidak penting."

Hendra tidak suka mendengar kalimat itu. Selama bertahun-tahun, usianya, reputasinya, dan sejarah kemenangannya menjadi tekanan sebelum batu pertama diletakkan. Arya membuat semua itu tampak seperti dekorasi.

Ronde kelima menentukan delapan besar. Arya menghadapi pemain muda agresif bernama Jovan. Jovan mencoba meniru gaya Arya dari klip sebelumnya: membuat ancaman tersebar, memancing pilihan buruk. Masalahnya, ia hanya meniru bentuk luar. Ia tidak memahami urutan prioritas.

Pada langkah kesembilan, Arya memotong satu batu kunci. Pada langkah ketiga belas, semua ancaman Jovan berubah menjadi titik mati. Pada langkah ketujuh belas, Jovan menyerah sambil tertawa pahit.

"Meniru kamu ternyata cara tercepat kalah," katanya.

"Meniru hasil tanpa memahami alasan selalu begitu."

Delapan besar diumumkan malam itu. Arya masuk sebagai peringkat pertama fase Swiss. Hendra, yang mendapat lawan lebih berat di jadwal unggulan, masuk peringkat kedua. Media langsung membuat judul: Anak SMA Menggeser Raja.

Rafi mengirim laporan ke Maya. Eksposur: ekstrem. Respons publik: terbelah antara kagum dan marah. Respons Hendra: mulai defensif. Risiko Bayangan: meningkat.

Maya membaca laporan itu dan memberi instruksi baru: jangan biarkan Arya keluar sendiri setelah semifinal. Jika ia mencapai final melawan Hendra, siaran nasional akan menjadi titik panas.

Di hotel, Pak Surya membaca berita dan merasa pusing. Rizky membaca komentar dan merasa bangga. Putri membaca pola akun yang menyerang Arya dan merasa khawatir. Arya membaca partai Hendra berikutnya dan merasa bosan.

"Bosan?" tanya Putri.

"Dia mulai mengubah gaya karena saya. Tapi perubahan mendadak membuat struktur lamanya bocor."

"Berarti final akan mudah?"

Arya menutup buku. "Tidak. Orang hebat yang terpojok bisa menemukan langkah bagus. Pertanyaannya apakah Hendra cukup hebat untuk meninggalkan egonya sebelum terlambat."

Di kamar lain, Hendra menonton ulang partai Arya sampai lewat tengah malam.

Setelah ronde kelima, beberapa pemain senior meminta izin melihat buku catatan Arya. Arya menolak memberi seluruh buku, tetapi menyalin tiga diagram di kertas panitia. Diagram pertama menunjukkan ancaman langsung. Diagram kedua menunjukkan ancaman yang baru aktif setelah lawan bertahan benar. Diagram ketiga tidak punya ancaman nyata selama lima langkah, tetapi membuat semua jawaban lawan menjadi lebih sempit.

Seorang pemain bertanya, "Kalau tidak ada ancaman nyata, kenapa lawan harus takut?"

Arya menjawab, "Karena rasa aman mereka memakan ruang. Saat mereka menyadari tidak ada ruang tersisa, ancaman nyata tidak perlu banyak."

Suroso mendengar jawaban itu dan tertawa kecil. "Itu bukan teori pembukaan. Itu teori masa depan."

Hendra tidak suka kata masa depan. Ia sudah menjadi masa lalu bagi terlalu banyak orang malam itu.

Putri membaca komentar itu di ponselnya dan merasa kata masa depan terdengar indah sekaligus berbahaya. Orang yang disebut masa depan biasanya tidak dibiarkan berjalan santai di masa kini. Ia mengirim pesan kepada Arya: jangan keluar sendiri setelah ini. Arya membalas: sudah tahu. Putri menatap balasan itu dan berharap kali ini dia benar-benar berarti tahu.

Catatan itu menjadi pengingat pertama bahwa kemenangan di papan juga memperbesar peta ancaman di luar papan.

Untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, ia tidak yakin papan akan berpihak kepadanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!