NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Suasana di area taman belakang kediaman Aditama mendadak terasa begitu canggung, entah apapun itu tujuan kedatangan Razan saat ini. Namun yang jelas Aditama merasa hal ini bukanlah sesuatu yang baik, mengingat ini baru pertama kalinya Razan menginjakkan kakinya di kediaman Aditama sejak kepergiannya bersama Sagara meninggalkan rumah tua.

"Apa yang membuat Papa mendadak datang, setelah sekian lama tak pernah muncul atau bahkan hanya sekadar menanyakan kabar ku saja?" ucap Aditama memecah keheningan namun langsung menembus ke dada Razan saat itu.

"Mengapa kamu ketus sekali, Papa ini sudah tua setidaknya sopan lah sedikit." ucap Razan dengan nada yang terdengar merendah, namun sayangnya malah membuat Aditama bertanya-tanya akan sikap ramah yang tiba-tiba diberikan oleh Razan.

"Ini sudah aku coba melakukannya Pa, tidak usah basa-basi aku tahu kedatangan Papa bukan hanya untuk sekedar saling sapa bukan?" ucap Aditama kembali yang lantas membuat Razan memasang raut wajah yang datar.

"Batalkan pernikahan Sagara dengan Putri keluarga Amera, papa tidak menyukainya." ucap Razan dengan nada yang terdengar datar, namun sama sekali tidak disukai oleh Aditama.

"Sepertinya Papa salah besar jika mengira aku yang menjodohkan keduanya, hubungan Sagara dan juga Luna murni karena keduanya saling suka tanpa campur tangan dariku sama sekali." ucap Aditama sambil tertawa kecil begitu mendengar permintaan Razan barusan.

"Kamu mengejek Papa? Kedatangan Papa ke sini untuk menegaskan hal tersebut, Papa ingin Sagara menikah dengan Elika bukan Luna atau siapapun itu." ucap Razan dengan nada yang tegas.

"Maaf Pa, ini di luar kendali ku... Aku tidak bisa melakukan apapun untuk masalah ini. Lagi pula Papa sama sekali tidak mempunyai hak untuk mengatur Sagara, putra yang ku besarkan sendiri tepat setelah kepergian ku dari Rumah tua, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Papa!" ucap Aditama yang lantas membuat Razan terlihat murka.

"Kau..." ucap Razan sambil mengangkat tangannya hendak menampar Aditama, namun langsung terhenti di awang-awang.

"Mengapa Papa berhenti? Jika ingin menampar lakukan saja? Ada apa Pa? Mengapa Papa ragu?" ucap Aditama kemudian dengan nada yang menantang.

"Kamu tak perlu memancing ku seperti itu, hanya karena perusahaan mu berhasil berkembang pesat bukan berarti bisa menjadikan mu angkuh di hadapan ku! Apa yang aku inginkan harus terpenuhi!" ucap Razan seakan seperti tak mau menerima sanggahan.

"Sayangnya tetap tidak bisa, Sagara adalah anak ku! Suka atau tidak suka, Papa harus mengikuti aturan ku!" ucap Aditama dengan tegas.

"Mengapa kau keras kepala sekali? Coba saja kau sedikit melunak tidak hanya Sagara bahkan Rania mungkin masih berada di sisi mu!" ucap Razan dengan tiba-tiba yang lantas langsung membuat Aditama menatapnya dengan tatapan yang penasaran.

"Apa maksud ucapan Papa?" tanya Aditama kemudian.

"Jika kau ingin tahu, maka syaratnya Sagara harus menikahi Elika!" ucap Razan yang seakan seperti tengah memanfaatkan celah.

"Tapi Pa..." ucap Aditama hendak kembali menolak.

"Pikirkan baik-baik karena kesempatan tidak datang dua kali." ucap Razan pada akhirnya sambil menepuk pundak Aditama dan berlalu pergi.

Sepertinya Razan sengaja memanfaatkan kelemahan ayah dan anak itu. Jika dengan cara kasar baik Aditama maupun Sagara tidak luluh, maka satu-satunya cara adalah dengan memanfaatkan Rania. Ibu sekaligus istri yang sedari dulu mereka berdua cari keberadaannya, meskipun akan mustahil bagi Razan, namun jika hanya sekedar bermain tipu muslihat Razan adalah ahlinya.

Aditama terduduk lemas begitu mengetahui syarat yang diminta oleh Razan tepat setelah kepergiannya. Entah mana yang harus ia pilih, namun keduanya sangatlah penting bagi Aditama. Aditama berada di antara dua pilihan dimana ia harus memilih antara kebahagiaan putranya Sagara, atau informasi keberadaan Rania saat ini.

"Apa yang harus aku katakan kepada Sagara?" ucap Aditama pada diri sendiri sambil tertunduk lesu.

***

Sementara itu di area istirahat mall, terlihat Luna tengah sibuk menikmati es krim yang baru saja keduanya beli. Entah apa yang sedang di cari oleh gadis itu, namun setelah begitu banyak mengitari beberapa outlet di mall tersebut, sayangnya tak ada satupun barang yang di beli oleh Luna.

"Apa kamu sedang mengerjai ku Lun?" ucap Sagara pada akhirnya sambil membuka jas yang ia kenakan sedari tadi karena gerah.

"Tidak juga!" ucap Luna dengan santai.

"Lalu apa fungsinya kita menjelajah sedari tadi jika ternyata tidak ada satupun yang kamu beli?" ucap Sagara menggerutu kesal.

Luna tertawa renyah mendengar gerutuan dari Sagara barusan, entah mengapa rasanya terdengar begitu lucu.

"Santai aja muka mu atuh.... Aku memang mencari sesuatu yang spesial, namun sayangnya belum ku temui meskipun kita sudah berkeliling satu mall sedari tadi." ucap Luna dengan nada bicara yang santai.

"Memangnya apa sih yang sedang kamu cari? Ribet amat!" ucap Sagara kembali.

"Ada sesuatu, sesuatu yang bisa membuat seseorang merasa spesial karena menerimanya mengingat bagaimana perjuangan ku dalam mendapatkannya." ucap Luna kembali dengan nada yang berbinar.

"Halah...mana ada coba benda yang seperti itu, dimana-mana momenlah yang menciptakan segalanya menjadi spesial bukan sebuah benda." ucap Sagara kemudian dengan asal, namun anehnya malah memunculkan ide cemerlang di kepala Luna.

"Momen! Gila kamu hebat banget...." ucap Luna dengan penuh semangat.

Setelah mendapatkan ide, Luna lantas bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah Sagara.

"Terima kasih tuan Sagara untuk idenya, aku pergi dulu...sampai jumpa...." ucap Luna dengan riang gembira melangkahkan kakinya meninggalkan Sagara seorang diri.

"Tunggu dulu..tapi Lun...!" ucap Sagara hendak mengejar Luna, namun terhenti begitu sebuah panggilan masuk lantas terdengar menggema melalui ponselnya.

.

.

"Ada apa Pa?" tanya Sagara tepat setelah menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.

"Pulanglah ke rumah Papa, ada yang ingin Papa bicarakan kepadamu." ucap Aditama namun kali ini dengan nada yang terdengar seperti tengah terjadi sesuatu.

"Apa ada sesuatu Pa? Suara Papa seperti terdengar agak lain..." ucap Sagara kemudian dengan raut wajah penasaran.

"Pulanglah, maka kamu akan tahu..." ucap Aditama kembali yang semakin menimbulkan rasa penasaran dalam diri Sagara saat itu.

"Baiklah Pa.... Setengah jam lagi Sagara akan meluncur..." ucap Sagara pada akhirnya sebelum mengakhiri panggilan telpon tersebut.

Sagara menghela napasnya panjang sambil meletakkan bungkus wadah es krim di tempat sampah. Sagara yakin ada sesuatu yang tengah terjadi, namun sayangnya Sagara tidak tahu apa itu. Hal tersebut membuat rasa penasaran semakin menyeruak memenuhi hatinya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa suara Papa seperti ada sesuatu?" ucap Sagara pada diri sendiri sebelum pada akhirnya beranjak pergi.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!