NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Bertemu Johan dengan Nadya

Seharian pun aku hanya berleyeh-leyeh dikasur empuk ini, badanku pun lengket dibanjiri oleh keringatku yang bercucuran. Rambutku pun berantakan tak karuan. Kalau wanita yang sedang hamil bawaannya mageran terus seperti diriku ini. Niat hati ini dari pagi mau ke swalayan untuk berbelanja buah-buahan segar namun apa daya kaki ini sangat berat sekali untuk melangkahnya.

Dengan kekuatan yang kukumpulkan dari pagi, akhirnya sore hari yang masih cerah pun aku bersiap diri untuk berbelanja ke swalayan terdekat dari tempat kontrakanku ini. Begini nasib jomblo tidak ada yang menemani sepertinya aku harus membiasakan diriku dengan keadaanku sekarang ini.

Dengan mendorong pelan troli swalayan, aku berjalan sangat lambat menyusuri tempat swalayan.

PRANG...PRANG...

Bocah lelaki berusia 5 tahun yang sedang berlarian tepat berada didepanku pun menabrak etalase kosmetik seketika pengunjung swalayan ramai berkumpul melihat apa yang sedang terjadi.

Ibu bocah lelaki tersebut pun menangis meraung-raung melihat wajah anaknya yang terluka dipenuhi lumuran darah. Karyawan swalayan pun menolong anak malang tersebut.

Sebagian pengunjung bukan hanya menolong mereka hanya menonton bahkan ada yang melakukan live streaming kejadian naas tersebut di akun sosmed pribadi miliknya. Empati mereka sudah putus sepertinya atas kejadian yang menimpa bocah malang itu.

Seketika mata memandang.ditempat keramaian yang dipenuhi oleh kerumunan pengunjung swalayan, mataku menangkap sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan melihat kejadian tersebut.

Sepasang kekasih tersebut ialah teman dekatku dikantor yang bernama Nadya sedangkan lelaki yang mengandeng mesra tangan Nadya adalah Mantan suamiku.... JOHAN..."Hey... Winda lagi apa kamu". Tanya Nadya dengan suara gugup dan pelan kepadaku. Wajahnya pun terlihat pucat pasi dan tegang. Ia pun dengan lembut menarik tangan Johan agar segera menjauhi dari diriku ini. Sementara Johan hanya cuek saja dirinya.

"Aku lagi belanja buah, Nadya". Sahutku melihat mereka berdua seperti ada penyesalan dalam diriku karena sudah menyia-nyiakan Johan selama menjadi suamiku itu.

Ingin rasanya bertanya dengan Nadya sejak kapan mereka menjalin hubungan dengan mantan suamiku itu. Rasa penasaranku segera kuhempaskan karena diri ini terlanjur malu karena aku pernah berselingkuh dari Johan sampai aku hamil dengan lelaki lain.

"Sudah berapa bulan kandungannya, Win dan kamu belanja sendirian win. Kenapa tidak ditemenin suamimu ?". Ujar Johan kepadaku dengan mimik wajah tidak menyimpan rasa sakit dan dendam kepadaku ini. Pertanyaan dari Johan pun membuat hati ini "deg" langsung mengena sampai ke relung hati yang paling dalam.

"Baru jalan 7 bulan, Mas Johan". Sahutku dengan pelan dan singkat. Dan akhirnya aku berpamitan pergi duluan sebelum bertanya lebih panjang serta mengetahui keadaan aku yang sebenarnya.

"Maaf aku ijin kesana dulu ya, ada yang aku mau beli". Jawabku kepada Johan dengan mengalihkan pertanyaannya itu.

Selama Nadya tidak pernah cerita dan menutup rapat hubungannya dengan Mas Johan dariku. Aku pun menoleh kebelakang melihat kearah pasangan kekasih itu mereka berdua sangat serasi dan cocok.

Semakin lama aku memandang Mas Johan rasa bersalahku terhadap dirinya semakin besar dan dalam. Nadya pun menoleh kebelakang juga melihatku dan memberikan senyum miring seakan tidak menyukai keberadaanku disini.

Ketika aku sedang membutuhkan seorang lelaki sekarang ini untuk menemaniku yang keberatan dalam berjalan karena perutku yang makin membesar ditambah bobot tumbuhku makin bertambah, Namun keadaanku yang sekarang ini tak ada yang menemani. Aku pun harus menerima perbuatanku yang dulu kulakukan kepada Johan. Menjadi manusia yang tak bersyukur membuatku sekarang menjadi manusia yang rugi.

Aku harus membuka lembaran baru dan menjalani kehidupan yang lebih baik lagi. Aku harus menjadi ibu yang baik juga untuk anakku ini.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!