NovelToon NovelToon
Suami Kredit

Suami Kredit

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Jangankan barang, bahkan suami pun bisa dibayar kredit!

Ya, itulah yang dialami Tia. Dia nekat membayar seorang lelaki tampan bernama Sam untuk dijadikan suaminya. Namun karena uang Tia belum cukup, dia terpaksa meminta pembayaran sistem kredit. Bagaimana kocaknya kisah cinta mereka?

"Gaji saya cuma staf admin biasa, Mas. Jadi... tiga juta itu mau saya bayar secara kredit. Cicilan sepuluh kali, tiga ratus ribu per bulan, bunga nol persen. Bagaimana?" - Tiana Anjani.

"Hah?! Mbak bercanda ya?!" - Sam alias Samsudin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - PHK

Sam menyandarkan kepalanya ke pintu kamar mandi yang dingin, mendengarkan gemericik air yang mati mendadak dan desahan napas gusar Tia dari dalam. Otaknya berputar keras mencari jalan keluar paling logis, yaitu kabur secepat mungkin sebelum Mbak-Mbak staf admin itu keluar dengan membawa botol sabun siap pakai untuk menguliti mukanya.

"M-Mbak Tia!" teriak Sam dari balik pintu dengan suara bergetar dan nada panik setinggi langit. "Aku... aku harus bergegas ke kebun binatang sekarang! Si Bejo belum dikasih pakan pagi! Nanti dia stres terus ngamuk! Kunci kamar dan urusan check-out aku serahkan ke Mbak Tia ya! Daaah!"

Tanpa menunggu respon dari dalam, Sam menyambar tas ranselnya, menyambar celana jins ganti dari tas secara asal, dan berlari mengangkang secepat kilat keluar dari kamar VIP nomor 1208. Pria tegap penakluk buaya muara itu kabur terbirit-birit menyusuri koridor hotel berkarpet empuk, bahkan lupa kalau ia masih memegang bantal sofa hotel yang tak sengaja terbawa karena terlalu panik.

Di dalam kamar mandi, Tia yang sudah terbungkus rapat oleh handuk tebal berdiri membatu. Ketika mendengar derap langkah kaki Sam melesat pergi disusul bunyi pintu utama yang tertutup keras, Tia hembuskan napas panjang yang ditahannya sejak tadi.

"Dasar pawang buaya edan!" jerit Tia pelan sambil memegangi dadanya yang berdegup bagaikan bom waktu.

Namun, di balik kejengkelannya, rasa malu yang luar biasa panas membakar seluruh wajah Tia. Bayangan dirinya berdiri telanjang bulat di bawah shower, dan ditatap secara langsung oleh Samsudin yang berdiri kaku membawa bantal, tercetak sangat jelas di kepalanya. Ditambah lagi ingatan semalam saat ia melihat "ular piton" milik Sam.

"Impas... Kita resmi impas, Samsudin..." gumam Tia meratapi nasibnya, menyandarkan dahi ke cermin kamar mandi yang berembun. "Tuhan... bagaimana caranya aku menatap muka pria itu nanti sore?!"

Meskipun hatinya masih bergejolak hebat, Tia memaksa dirinya untuk berbenah. Sebagai wanita karier senior, ia harus tetap profesional. Setelah mengenakan pakaian kantor yang rapi dan memoleskan riasan tebal untuk menutupi lingkaran hitam di matanya, Tia merapikan barang-barang dan melakukan check-out sendiri di lobi hotel, bersikap seolah-olah malam pertamanya berjalan sangat normal tanpa ada insiden ketelanjangan massal.

Pukul 08.30 pagi, Tia sudah sampai di kantornya. Ia melangkah menyusuri koridor gedung perkantoran dengan senyum tipis yang dipaksakan, mengangguk pada beberapa rekan kerja yang menyapa dan mengucapkan selamat atas pernikahannya kemarin.

Tia duduk di kubikelnya, menghela napas lega. "Fokus, Tia. Hari ini kerja. Lupakan dulu soal pawang buaya, lupakan soal malam pertama, lupakan soal utang pinjol lima juta. Fokus cari uang."

Namun, ketenangan itu hanya bertahan tidak lebih dari tiga puluh menit.

Pukul 09.00 tepat, pesan siaran (broadcast) dari bagian HRD masuk ke seluruh email karyawan. Isi pesannya singkat namun mematikan: SELURUH KARYAWAN DIVISI ADMINISTRASI DAN OPERASIONAL DIHARAPKAN berkumpul DI RUANG RAPAT UTAMA SEKARANG.

Firasat Tia mendadak tidak enak. Suasana di lantai kantor yang tadinya bising oleh ketikan papan ketik mendadak hening mencekam. Rekan-rekan kerja di samping kubikel Tia saling pandang dengan wajah pucat pasi.

Tia melangkah masuk ke ruang rapat utama bersama belasan rekannya. Di ujung meja rapat, Pak Bambang, kepala divisi, duduk dengan raut wajah sangat muram. Di sebelahnya berdiri Manajer HRD dan Direktur Keuangan yang melipat tangan di dada.

"Selamat pagi, Rekan-Rekan sekalian," buka Pak Bambang dengan suara parau yang sangat tidak bersemangat. Ia membenarkan letak kacamatanya, menatap satu per satu wajah karyawannya dengan pandangan bersalah.

"Saya tidak akan berbelit-belit," lanjut Pak Bambang. "Seperti yang kita ketahui, kondisi perekonomian sedang tidak stabil. Perusahaan kita mengalami krisis finansial yang sangat berat selama dua kuartal terakhir. Klien utama kita baru saja membatalkan kontrak secara mendadak."

Tia menelan ludah yang terasa sangat pahit. Tangannya mulai gemetaran di atas pangkuan.

"Pihak manajemen telah mencoba berbagai cara untuk bertahan, namun keputusan pahit harus diambil demi menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan total," ujar Direktur Keuangan menimpali. "Mulai hari ini, perusahaan terpaksa melakukan rasionalisasi dan efisiensi besar-besaran... yaitu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal."

Seketika itu juga, desahan napas berat dan bisik-bisik histeris memenuhi ruang rapat. Beberapa staf muda bahkan langsung meneteskan air mata.

Manajer HRD mulai membacakan daftar nama karyawan yang terkena dampak PHK. Satu per satu nama dibacakan, hingga akhirnya...

"Dan yang terakhir... dari staf administrasi senior... Sdri. Tia."

Brak!

Dunia Tia serasa runtuh dan hancur berkeping-keping detik itu juga. Suara di sekitarnya mendadak samar, digantikan oleh dengungan bising yang menyakitkan di dalam kepalanya.

'PHK?! Aku di-PHK?!' batin Tia menjerit histeris.

Setelah rapat dibubarkan, Tia kembali ke kubikelnya dengan langkah lunglai bagaikan mayat hidup. Pak Bambang menghampirinya, memberikan amplop cokelat berisi surat keputusan PHK dan pesangon yang jumlahnya sangat minim karena kondisi perusahaan yang krisis.

"Tia... saya benar-benar minta maaf," bisik Pak Bambang prihatin. "Saya tahu kamu baru saja menikah kemarin. Tapi keputusan ini murni dari direksi atas. Saya tidak bisa berbuat apa-apa."

"I-iya, Pak... Terima kasih atas bimbingannya selama ini," jawab Tia dengan suara parau bercampur getaran menahan tangis.

Jemari Tia yang gemetaran memegangi amplop cokelat itu. Otaknya yang biasa cepat menghitung angka-angka kini mengalami overload hebat:

Ia baru saja di-PHK dan kehilangan sumber penghasilan utamanya.

Tagihan cicilan pinjaman online lima juta rupiah sudah mulai berjalan.

Kulkas dan TV-nya sudah laku dijual demi modal nikah.

Tabungan celengan ayamnya sudah ludes tak tersisa.

Dan yang paling parah, dia terikat kontrak Addendum Sewa Suami Kredit dengan Samsudin sebesar lima ratus ribu per bulan selama dua puluh empat bulan ke depan!

"Gimana aku bisa bayar cicilan 'suami kredit' kalau aku sendiri nganggur?!" bisik Tia memegangi kepalanya yang terasa mau pecah di atas meja kerja.

Tia membereskan barang-barang pribadinya ke dalam kardus bekas. Di tengah keputusasaan yang melilit lehernya, mata Tia menatap kertas draf kontrak pernikahan sewaan yang ada di dalam tasnya.

Dengan air mata yang menetes pelan menembus maskara mewahnya, Tia menyambar ponselnya. Jemarinya menari ragu di atas layar, mencari nomor Samsudin.

Ia tidak tahu bahwa pria yang disewanya dengan sistem cicilan itu saat ini sedang duduk di ruang rapat berAC dingin di gedung Norman Corp, dikelilingi belasan pengacara bernilai miliaran yang sedang menyiapkan pengalihan seluruh aset dan perusahaan untuk sang pawang buaya.

Tia menekan tombol panggil.

Tut... tut... tut...

"Halo, Mas Sam..." bisik Tia dengan suara serak menahan tangis begitu panggilan diangkat. "Kamu... kamu ada waktu tidak nanti sore? Aku... aku kena bencana besar, Mas..."

1
ˢ⍣⃟ₛ ERti ˢ⍣⃟ₛ.
tambahin up dong tor lagi seru lo torr
sampai ikut nangis er baca tadi malam kasihan tia diposisinya nyesek banget gitu

udah dipecat, hutang banyak, barang² dirumah habis, suami kreditnya kalau g mau menerima keadaan lalu kabur apa gak tambah nelangsa Tia
bayangin aja melasssssss bener
Ass Yfa
Sam...kalo belum mau jujur...bilang sja ke Tia...aku siap nafkahi mb tiSd. lahir batin🤭🤭
Ass Yfa
mereka itu miskom..belum ada kejujuran diantara mereka
Ardan
Sam kamu lelaki sejati, tambahin dong kalimat, "aku sudah ada rasa ama Mba Tia" 😍
dan selain membuka hati, juga sampaikan juga bahwa kamu sekarang yang akan menafkahi,
tapi jangan dulu terbuka Sam yang Miliuner, bisa² Mba Tia pingsan sambil melotot, wkwkwk 🤣
Arin
Hayo..... mau cari alasan apa Mas Sam?? Sudah diterima kerja kantoran??? Tapi dalam hati bilang dengan gaji milyaran🤣🤣🤣🤣
Hary Nengsih
lom tau suami nya sultan
Arin
Cobalah saling terbuka, biarpun hanya suami-istri kontrak sementara.
Ida Khalifah: lanjut Thor 💪
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Khaira Almahendra
lanjoot thoor...mkn gregetan ni cerita nya😄,,,💪💪💪othor
Faidah Ida
lucu dan gemes thor,... 🤣🤣🤣

turunin gengsi nya dong Tia agar sam gercep,
tidak sabar liat mereka bucin akut thor... 😄
Ass Yfa
Samsudi...gara2 grogi..mlh bikin dapur berantakan🤭
Ass Yfa
mb Tia suruh nglamar ditempat Sam
Ardan
sing sabar mbar, bojo mu si pawang buaya, udah jadi milyader loh, utang mu wis pasti dilunasin
Rommy Wasini Khumaidi
ini pasti mimpi,gk mungkin mereka secepat kilat melakukanya
❀ ⃟⃟ˢᵏ Eʀᴛɪ
itu akibatnya main nikah² an jadi serbasalah kalau ada adegan dewasa dikit udah tegang😁
ini baru sehari lohhh kalau tiap hari apa gak tambah bingung ularnya.
er yakin kalau sering ada godaan gini gak akan lama mereka udah praktek malam pertama beneran
Ardan
makin lucu aja tingkah berdua🤣
Arin
Hayo lo..... Mba Tia. Sampai umur 35 baru ngelihat bentuk "ular ponton"?? 🤣🤣🤣 Apa lagi punya Mas Sam sang suami " kredit" Apa gak pengin di cicil dulu coba-coba kenalan dulu biar akrab🤭🤭🤭🤭
Hary Nengsih
ada2 ajs🤣🤣
Ass Yfa
😄😄😄😄ular piton...besar ya Tia...nggk pengin kamu🤭🤭
Rommy Wasini Khumaidi
sayang udah disewain kamar kalau dianggurin mas Sam,gas aja daripada nanggung,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!