NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:62.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Wajah Darmawan Adiwangsa yang biasanya setenang permukaan danau beku kini memerah padam, menampilkan urat-urat halus di pelipisnya.

Mulut pria paruh baya itu terbuka dan tertutup beberapa kali, persis seperti ikan mas koki yang kehabisan oksigen. Ia menoleh ke arah asisten pribadinya yang juga merangkap sebagai konsultan hukum, meminta penjelasan.

​Sang asisten menelan ludah dengan susah payah, lalu mengangguk kaku.

"E-benar, Tuan Darmawan. Menurut KUHP perdata, hak sewa tidak gugur meskipun properti dipindahtangankan. Jika kita mengusirnya paksa dengan alat berat hari ini juga tanpa kesepakatan kompensasi... secara teknis, kita bisa dituntut atas perusakan barang dan perbuatan melawan hukum."

​Mendengar konfirmasi legal dari pihak musuh, dada Alea membusung dadanya dengan bangga. Ia mengibaskan kuitansi leceknya di udara layaknya memegang sertifikat saham mayoritas.

​"Tuh, dengerin kata bawahan lo, Om!" seru Alea penuh kemenangan.

"Sekarang Om bisa pilih mau transfer uang pinaltinya ke akun DANA atau bayar cash dari koper itu juga gak masalah, atau mungkin Om mau Alea panggil wartawan lokal buat ngeliput Om, yang ngusir anak yatim piatu dari kontrakan pakai ekskavator? Lumayan nih, buat bahan vlog gue pasti langsung fyp!"

​Arka tidak bisa lagi menahannya. Tawa bariton yang berat, maskulin, dan sangat lepas akhirnya mengalun dari bibir sang pewaris takhta sindikat bawah tanah. Suara tawa itu bergema di teras sempit kontrakan, membuat para pria berjas hitam di sana menatapnya dengan horor.

Seumur hidup, tidak ada satu pun anggota keluarga Adiwangsa yang pernah melihat Arka tertawa, apalagi di tengah konflik perebutan lahan.

​Arka melangkah maju, berdiri berdampingan dengan Alea. Aura membunuhnya telah lenyap, digantikan oleh superioritas absolut yang jauh lebih merendahkan.

​"Kau dengar sendiri kan, Paman," ucap Arka dengan senyum tipis yang mematikan.

"Manajer pribadi gue memiliki argumen hukum yang jauh lebih solid daripada firma hukum sewaan Papa. Bayar denda pinaltinya sekarang, atau aku sendiri yang akan memastikan video paman yang menindas anak yatim-piatu menjadi headline berita nasional besok pagi."

​Darmawan mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Menggunakan kekerasan fisik saat Arka berada dalam jarak serang adalah bunuh diri.

​Dengan napas memburu karena harga dirinya diinjak-injak hingga rata dengan tanah, Darmawan menoleh pada asistennya.

"Cepat berikan uang itu pada tikus kecil ini."

​"Oh satu lagi, Om!" sela Alea cepat sebelum asisten itu mulai menghitung tumpukan uang di dalam koper.

"Berhubung Om ngusirnya dadakan, tanpa ngasih waktu cukup untuk packing, jadi pinaltinya naik sepuluh persen!"

​Darmawan tidak menjawab. Ia berbalik dengan gerakan kaku dan amarah yang meledak-ledak, melangkah masuk ke dalam sedan mewahnya tanpa menoleh lagi.

Asistennya meletakkan tumpukan uang tunai ke atas meja teras dengan tangan gemetar, lalu buru-buru menyusul bosnya. Sedan Maybach itu melesat pergi, meninggalkan kepulan debu di gang sempit tersebut.

​Hening sejenak. Bu Ratna yang sejak tadi menahan ikut menahan nafas akhirnya pingsan di pelukan Pak RT saking shock-nya melihat uang tunai ratusan juta berserakan di depan matanya.

​Alea langsung menerjang meja tersebut, memeluk gepokan uang seratus ribuan itu dengan air mata haru yang nyata.

"Bos! Nih bener-bener duit asli, kan?! Ini bukan halusinasi gue gara-gara kurang tidur, kan?! Uang pinaltinya beneran cair! Ya ampun, rezeki anak Sholehah yang rajin menabung dan baik hari memang tak kan kemana!"

​Arka bersandar pada pilar kayu teras yang mulai keropos, menatap gadis itu dengan tatapan melembut.

"Lo sangat hebat Alea, dengan mudah lo berhasil memeras pamanku yang bahkan belum pernah terkalahkan dalam negosiasi bisnis tingkat Asia."

​"Bukan meras, Bos! Ini namanya memperjuangkan hak konsumen!" ralat Alea sambil memasukkan gepokan uang itu ke dalam tas ranselnya dengan kecepatan kilat.

Namun, sedetik kemudian, gerakan tangannya melambat. Bahunya sedikit turun saat ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar kontrakannya yang kecil dan berantakan.

​Realitas akhirnya menghantamnya. Uang pinalti memang sudah di tangan, tapi besok pagi, ia resmi menjadi tuna wisma di ibu kota yang kejam ini.

​"Bos..." gumam Alea pelan, memeluk tas ranselnya erat-erat. Wajah cerianya redup seketika.

"Gue memang kaya mendadak, tapi malam ini gue tidur di mana? Cari kontrakan baru yang nerima bayaran bulanan dan nggak rese soal jam malam tuh susah banget. Mana barang-barang diskonan bgue lumayan banyak lagi..."

​Melihat sorot mata gadis itu yang tiba-tiba kehilangan pendar percaya dirinya, dada Arka terasa ditarik oleh benang tak kasat mata. Insting protektifnya yang gelap dan posesif kembali mengambil alih. Papa-nya telah menghancurkan zona nyaman Alea, maka Arka akan membangun benteng baru yang tidak akan pernah bisa ditembus oleh siapa pun.

​"Kemasi barang-barang lo sekarang," titah Arka pelan, melangkah mendekat dan mengambil alih kardus kosong di sudut ruangan.

"Malam ini juga lo pindah. Gue punya sebuah apartemen kosong yang tidak terdaftar atas nama keluarga Adiwangsa."

​Alea langsung mendongak, matanya membelalak waspada. Insting kapitalisnya kembali menyala bagai alarm kebakaran.

"Tunggu dulu! Apartemen? Yang ada kolam renang infinity dan lobi marmernya?! Nggak, deh, Bos! Gue nggak mau bayar maintenance fee, biaya parkir bulanan, sama iuran sampah yang harganya bisa buat beli beras sekwintal! Mending gue tidur di emperan minimarket untuk sementara!"

​Arka menghentikan gerakannya. Ia menatap lurus ke dalam sepasang mata bulat yang memancarkan ketakutan finansial luar biasa itu. Sebuah ide licik nan brilian melintas di kepalanya.

​"Siapa bilang kau harus membayar iuran manajemen?" tanya Arka dengan wajah sedatar papan, memainkan perannya dengan sempurna.

"Apartemen itu adalah aset pribadi yang harus kujaga fisiknya agar harganya tidak turun. Jika dibiarkan kosong, debu dan kelembapan akan merusak perabotan. Aku justru sedang mencari seseorang untuk merawat apartemen itu."

​Telinga Alea langsung berdiri tegak. "Tunggu, jadi... gue disuruh jadi penjaga properti gitu?"

​"Hmm! Apa lo bersedia, kalau tidak gue bisa cari orang lain." sahut Arka santai, merajut kebohongan paling mulus sepanjang sejarah klan yang ia pimpin.

"Dan sebagai kompensasinya, lo boleh tinggal di sana secara gratis. Tidak ada biaya sewa, tidak ada tagihan air, dan seluruh perabotan bebas di gunakan. Tapi dengan syarat harus memastikan lantai dibersihkan dua hari sekali, dan tidak boleh ada lumut di kamar mandi. Apa lo sanggup menerima kontrak kerja tambahan ini?"

​Mata Alea langsung berbinar-binar hingga nyaris menyilaukan. Tinggal di apartemen mewah gratis hanya dengan bayaran ngepel dan nyikat WC? Ini adalah durian runtuh yang harus segera di amankan.

​"DEAL, BOS!" teriak Alea kegirangan, langsung lari masuk ke kamar lalu nyambar koper bututnya dari bawah ranjang.

"Gue bakal bikin lantai apartemen lo se- glowing mungkin! Ayo buruan bantuin gue packing, dong! Sebelum paman kacamata lo itu berubah pikiran dan bawa pasukan sniper ke sini, kita evakuasi malam ini juga!"

​Melihat gadis mungil itu berlarian ke sana kemari memasukkan baju ke dalam koper dengan semangat membara, Arka hanya bisa menyembunyikan senyum puasnya.

​Keluarga Adiwangsa mungkin berpikir mereka berhasil memutus rantai kehidupan Alea dengan mengusirnya. Namun tanpa mereka sadari, mereka justru baru saja menyerahkan Alea langsung ke dalam cengkeraman Arka.

Mulai malam ini, gadis absurd bermental baja itu akan sepenuhnya berada di bawah perlindungan sang Tuan Muda.

Bersambung...

1
Priskha
ayo thor jgn lama2 buka identitas Alea yg sebenarnya aq pingin lihat muka org2 yg sombong itu...
Priskha
si Lucian emosian banget ya sdh ditolongin gak ada rasa terimakasih blas yg ada malah pingin perang aja
Priskha
gila kak bahasanya ampun dech bikin ngakak smp perut kram 🤣🤣🤣
𝓛𝓾𝓷𝓮𝓻𝓲𝓪𝓷𝓮
𝚢𝚊𝚑𝚑 𝚊𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚠𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚍𝚛𝚒 𝚝𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚎 𝚍𝚒 𝚖𝚊𝚛𝚊𝚑𝚒𝚗 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚠𝚊² 𝚙𝚊𝚜 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚊𝚕𝚊𝚖 🤣
Munas Tuti
keknyaaa bajalan seruu niii 👍
Munas Tuti
akhirnya happy end yaa
Rani Saraswaty
bukan 1 th ya? kls 3 aj
riniasyifa: hah! bagaimana kak? nih ceritanya Alea dari kelas satu dia disitu dan sekarang udah lulus berarti ia dah tga tahun dong dai SMA harapan warga🤭🤣
total 1 replies
Rima R P
mau nanya arka ini umur nya berapa thor😄
Rima R P
baru nemu novel ini sumpah lucu banget wajib baca sih ini yg baru nemu juga kaya gue🤭😄
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru:)🙂
neny
akhirnya happy ending,, terimakasih kak othor sdah menyuguhkan cerita yg menarik antara arka dan Alea,, sukses selalu kak othor,dan tetap semangat 💪❤️
Umi Zein
kak othor pokoke bonchap yoo🤗🤭🤭
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺: di tunggu bonchapnya 😄
total 1 replies
Umi Zein
yaah kak. kok tamat?! kan blm perang dunia 🤣🤣🤣
akhirnya manajer nikah sma bos nya
ratu diskon ketemu bos mafia 😍😍🥰
Umi Zein
sekali terbongkar kedok busuk lo. kelar hidup loe sma selingkuhan dan anak haram loe hartasengketa 😠😠
Munas Tuti
habiss nasa jayamu Adiwangsa teehormat 🤣🤣
Dewi kunti
yaaaaahhh nggak ada keseruan pas pindahan ke LN
Arw
happy ending 😍😍... akhirnya gadis pemuja diskon menikah dng boss nya. Xixixi
Munas Tuti
kapoook Hartawan...kamu gak tau kan siapa Alea hi..hi..pingin cpt liat reaksinya klo tau ternyata Alea....
neny
kuapok km hartawan,,gk ada apa2 nya km dibanding kan sm Duke,,kira2 itu siapa ya,,lucian, cassian atau Duke ya?,,jd penasaran gmn raut muka nya si hartawan klau Alea adalah anaknya mafia erofa yg paling ditakuti dan di hormati,,😄
Dewi kunti
tunggu runtuhnya kejayaanmu adiwangsa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!