NovelToon NovelToon
Aku Sayang Kakak Iparku

Aku Sayang Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Rara terpaksa tinggal dirumah kakaknya untuk sementara waktu. Ia terpaksa karena ada masalah financial yang menimpanya.

Ia adalah wanita yang manis, menarik dan menggoda. Tak ada satu pun pria yang bisa memalingkan wajah saat melihatnya.

Sejak Rara melihat malam yang penuh gairah dikamar kakaknya. Ia perlahan mulai ada ketertarikan dengan suami dari kakaknya. lambat laun perasaan yang seharusnya tak ia selami terlalu dalam, berubah menjadi keinginan untuk memikat pria yang atletis itu.

Lalu gimana dengan perjalanan rumah tangga kakaknya ?. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 22

Rara perlahan melajukan mobilnya masuk parkiran. Walaupun 3 hari yang lalu pernah lecet, kini mobil Honda JAZZ nya sudah kembali seperti baru. Tak terlihat bekas lecet apapun.

Setelah memarkirkan mobilnya, Rara mengambil tas bahu mewahnya lalu melangkah keluar. Ia berdiri sejenak merapikan dress satinnya sebelum melanjutkan langkahnya ke pintu utama Velvet & Gold.

Rara melenggang bak model kedepan pintu utama. Belahan dress dipahanya dipadukan sepatu high heels membuatnya kakinya tampak jenjang.

Tinggal beberapa langkah lagi Rara sampai pintu utama, ia terpaksa berhenti sejenak. Membalikkan badan dan melihat Alisha berjalan tergopoh-gopoh kearahnya.

"Rara berhenti dulu," ucap Alisha yang semakin dekat ke arah Rara.

"ayo ikut gue sebentar, cepet ayo." Saat hampir sampai ke depan Rara, Alisha seketika meraih tangannya. Sontak itu mengejutkannya. Mau tidak mau ia harua ikut Alisha.

"eeh sha kita mau kemana, sha ada apa ini ?" kata Rara yang mulai bingung.

Alisha menarik Rara menjauh dari pintu depan kelab malam dan mendekati mobil yang tak jauh dari sana. Lalu bersembunyi dibaliknya.

"sha ada apa ?" tanya Rara semakin bingung.

Alisha tampak terengah-engah dan penuh keringat di dahinya. Sesekali ia juga mengintip dari balik mobil ke arah pintu utama.

"dengerin gue ra..." Alisha berhenti sejenak, merapikan napasnya sebelum melanjutkan katanya.

"dengerin ra. Ada orang suruhan Rudi lagi nyari lo," lanjut Alisha.

"lihat, dua orang pria yang badannya besar itu, mereka orang suruhan Rudi." Alisha menunjuk 2 pria yang berjalan tegap menuju pintu utama dan terhenti di depan pintu. Mereka tampak ditolak, tidak diijinkan masuk. Seperti biasa aturan di kelab malam ini, bila tidak bisa menunjukkan kartu anggota tidak boleh masuk. Lebih baik pergi atau diusir paksa. 2 pria itu kini tampak berdebat dengan petugas keamanan kelab malam.

"tadi gue di chat Rudi, lihat ini," ucap Alisha. Ia membuka pesan dari Rudi dan menyerahkan ponselnya ke Rara.

Jangan coba-coba lindungi Rara. Malam ini aku akan cari dia. Untuk ikut masuk penjara. Kalau nekat, tahu sendiri nanti akibatnya. Lebih baik kamu diam dan menjauhlah darinya atau mau ikut kedalam masalah.

Rara membaca pesan itu yang dipenuhi nada ancaman. Ia lalu menyerahkan kembali ke Alisha.

"ra sebenarnya semua yang dikasih Rudi udah lo balikin belum ?," tanya Alisha.

"udah, semua udah gue balikin. Apartemennya juga udah gue tinggalin," jawab Rara dengan yakin.

"terus kenapa Rudi sampai segininya ?" tanya Alisha heran.

"dengerin gue sha, kemarin pas gue balikin semua uang yang pernah di kasih Rudi, katanya ada bunganya. Ya gue kan nggak tahu kalau ada gituan. Kan juga gue dikasih buat bayaran bukan minjem. Ya gue nggak mau lah," jelas Rara kesal dengan nada yang tidak terlalu keras, agar 2 orang yang sedang mencarinya tak mendengar pembicaraannya.

"sementara waktu, kita disini dulu, nunggu mereka pergi," jawab Alisha.

"lo kok bisa tahu kalau itu, orang suruhan Rudi ?" tanya Rara.

"tadi diparkiran, semua tamu perempuan ditanyain satu-satu sama orang itu sambil nunjukin fotomu," jawab Alisha.

"menurut lo gue harus gimana ?" tanya Rara berharap mendapat solusi.

"kalau gue jadi lo, gue juga nggak mau bayar bunganya, itu sama saja Rudi mau meres lo," jawab Alisha.

Sedetik kemudian, Ponsel Rara berdering di tas bahunya. Itu panggilan dari Stevan. Ia lalu bergegas mengangkatnya.

Halo ra. Lo dimana sih ? Ini semua udah nungguin lo. Sebentar lagi Bram juga dateng. Sama Alisha juga ini, belum dateng. Lo ada dimana sekarang ?

Rara mengintip lewat balik mobil. Ia memandang ke depan pintu utama. Ternyata Stevan melakukan panggilan tidak jauh dari sana. Pria itu beberapa kali mengedarkan padangan kearah parkiran, berharap menemukan wajah Rara.

"ya sebentar lagi. Sebentar lagi gue sampai," jawab Rara.

Sebentar lagi ? Kapan ? Jam berapa ? Ini udah mau jam 11 !.

Stevan menjawabnya dengan suara yang keras. Bahkan suara itu sampai ke telinga Rara dan Alisha yang berusaha sembunyi.

"jangan keras-keras," ucap Rara.

Haaa...apaaaa ?

"sekarang lo ke parkiran, gue tunggu disini," kata Rara. Ia langsung akhiri panggilan sebelum Stevan sempat menjawabnya.

" Ya ? Halo ? Halo ?," ucap Stevan saat panggilan terputus.

"gimana sih, udah ditungguin malah suruh jemput," lanjut Stevan dengan kesal. Ia lalu berjalan menuju parkiran.

Tepat saat Stevan melewati Rara, ia segera menarik tangannya dan ikut sembunyi dibalik mobil.

"loh kok malah disini ? Ayo..." ucap Stevan dengan nada kesalnya. Sebelum ia melanjutkan katanya, Rara segera membekap mulutnya agar tidak didengar pria suruhan Rudi yang sedari tadi masih sulit masuk ke dalam.

"diem..diem..diem..." ucap Rara.

"dengerin Stev, disana ada orang suruhan Rudi, mereka lagi cari gue," lanjut Rara.

"apa hubunganya dengan gue ?" tanya Stevan.

"ya adalah. Lo kan yang ngenalin gue ke Rudi. Tanpa lo emang bisa gue ketemu dia ? Enggak kan ?" Jawan Rara mulai kesal.

"jadi kita sekarang nunggu mereka pergi sebelum masuk," sela Alisha.

"emang lo ada masalah apa sama Rudi ?" tanya Stevan pada Rara.

"nanti gue jelasin didalam. Sekarang gini aja lo masuk, seolah nggak tahu kalau gue udah ada disini. Ya bersikap normal," jawab Rara.

"tapi janji ya kalian berdua harus masuk. Jangan habis ini kalian malah pulang," kata Stevan.

"benar janji," jawab Rara dan Alisha hampir bersamaan.

Stevan pun kini berjalan kembali ke depan pintu utama Velvet & Gold. Sementara Rara dan Alisha mengamati situasi saat Stevan sudah hampir dekat ke pintu. Tidak ada hal yang aneh, Stevan dapat bersikap normal dan berhasil kembali masuk ke dalam.

Rara dan Alisha masih terjebak di balik mobil. Mereka tidak berani untuk keluar sekarang. Orang suruhan Rudi masih ada disekitar pintu utama. Setelah cukup lama berdebat tidak diijinkan masuk, kedua pria itu kini tampak sedang merokok disana.

Disisi lain, didalam kelab malam itu sudah menunggu Susan dan Stevan. Tidak lama kemudian ada Bramantyo dan 1 pria yang merupakan tamu kontrak Alisha menghampiri mereka. Mereka menanyakan dimana keberadaan Rara dan Alisha ?, kenapa sampai jam segini belum datang ?. Untuk menenangkan suasana, Stevan ajak ngobrol dan minum untuk mengalihkan kekesalan mereka.

Susan terus mengirim pesan ke Rara dan Alisha. Mereka berdua diminta segera masuk kedalam kerena sudah mulai larut malam. Rara dan Alisha kompak tidak menjawabnya.

Akhirnya, pukul 11 kurang 10 menit, 2 orang suruhan Rudi sudah berjalan meninggalkan pintu masuk. Sesegera mungkin Rara dan Alisha melangkah masuk. Mereka berdua lalu menemui tamu mereka. Tak lupa kata maaf mereka katakan dengan manja supaya tamu mereka dapat memaklumi. Setelah itu suasana kembali normal.

1
Rumah Pena
lanjutt thorrr..
Pena Biru
jangan lupa like yaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!