NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.

Senyum tipis perlahan terukir di bibir Sultan, sembari menatap kotak bekal yang kini berada di hadapannya. Ada rasa hangat yang menjalar di dadanya mendapatkan perhatian sederhana dari Kahiyang.

“Kamu sampai segitunya perhatian sama aku?” gumamnya pelan.

Kahiyang mengangkat bahu, lalu kembali sibuk membuka kotak bekal untuknya sendiri. “Ya, iyalah. Kamu itu suamiku. Masa aku biarin kamu makan sembarangan?”

Sultan terkekeh kecil, kemudian tangannya menarik kotak bekal tersebut lebih dekat. “Kalau begitu, aku akan menghabiskannya,” ujarnya sambil mengambil sendok.

Kahiyang tersenyum puas. “Harus. Jangan sampai ada yang tersisa.”

Sultan mengangguk patuh. Namun, sebelum menyuapkan makanan, ia sempat menatap istrinya dengan pandangan penuh arti. Mendadak hatinya dipenuhi perasaan haru yang meluap.

“Makasih, Ayangku. Makasih atas perhatianmu yang begitu besar padaku. Aku nggak nyangka kalau kamu akan melakukan ini untukku," bisiknya dengan suara tercekat.

Kahiyang terdiam menatap Sultan, tangannya yang memegang sendok bahkan berhenti di udara. Panggilan itu membuat pipinya kembali menghangat.

“Sudah, makan saja,” balasnya sambil menundukkan wajah, berusaha menyembunyikan senyumnya.

Sultan pun mulai menyantap bekalnya. Baru beberapa suapan, ia mengangguk-angguk kecil. “Enak... Tapi kali ini lebih enak dari biasanya.”

Kahiyang langsung mengangkat wajahnya. “Benarkah?”

Sultan tersenyum sambil menganggukkan kepala, lalu kembali menyuapkan makanan. “Mungkin karena makanan ini dibuat istriku dengan penuh cinta."

“Mulai deh...” gumam Kahiyang, tetapi senyum di wajahnya justru semakin lebar.

Sebenarnya Sultan masih ingin menggoda Kahiyang, tetapi mengingat sang istri yang harus kembali ke tempat kerjanya, dia pun kemudian memilih untuk melanjutkan menikmati makan siang bersama di tengah suasana kantor yang seharusnya sibuk.

.

.

.

Ojek online yang mengantar Kahiyang akhirnya berhenti di depan kantor cabang. Wanita itu segera turun, kemudian merapikan pakaiannya sejenak. Lalu setelahnya ia berjalan dengan langkah cepat memasuki lobi.

Sebenarnya Sultan berniat mengantarkannya sendiri, tetapi Kahiyang menolak karena tidak ingin menarik perhatian. Ia memilih menggunakan ojek online dengan alasan agar lebih cepat dan menghindari kemacetan. Namun, karena jarak antara kantor pusat dan kantor cabang tidaklah dekat tetap saja membuatnya terlambat beberapa menit.

Begitu keluar dari lift yang berhenti di lantai tempat divisinya berada, Kahiyang langsung mempercepat langkah menuju ruangannya. Ia berharap keterlambatannya tidak terlalu diperhatikan.

Baru saja duduk di kursinya, bahkan belum sempat membuka laptop kerjanya, Selbi yang berada di sebelahnya langsung menoleh.

"Kahiyang, disuruh menghadap Pak Anton di ruangannya,” ujar gadis itu memberitahu.

"Sepertinya kamu dalam masalah besar,” bisiknya lagi sambil mendekatkan wajahnya. “Sebenarnya kamu dari mana? Kenapa bisa terlambat?”

Kahiyang menghela napas pelan. Ia hanya menatap Selbi sekilas. “Aku ke ruangan Pak Anton dulu.”

Ia segera bangkit dan berjalan menuju ruangan atasannya. Begitu berada di depan ruangan atasannya tak lupa mengetuk pintu. Setelah mendapat izin, ia membukanya perlahan lalu masuk dengan langkah sedikit ragu.

“Maaf, Bapak memanggil saya?” tanyanya sambil berdiri menundukkan kepala di depan meja kerja Pak Anton.

Pria itu mengangkat wajah dari berkas yang sedang diperiksanya. Tatapannya langsung tertuju pada wanita di hadapannya.

“Ini jam berapa?” tanyanya dengan tatapan dingin. “Dan kenapa kamu baru datang? Apa kamu pikir ini perusahaan nenek moyangmu sehingga bisa seenaknya keluar masuk tanpa ijin?”

“Maaf, atas keterlambatan saya, Pak. Tadi ada urusan sebentar, tapi ketika di perjalanan ke sini tiba-tiba jalanan macet,” jawab Kahiyang tak semuanya dusta.

“Urusan?” Pak Anton menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Sepenting apa urusan kamu sampai mengabaikan pekerjaanmu di kantor? Apa kamu tidak bisa meminta ijin sebelumnya?”

“Maaf, Pak. Itu urusan pribadi dan cukup mendesak, sehingga saya lupa meminta ijin,” jawab Kahiyang berusaha tenang.

“Urusan pribadi dan mendesak?” ulang Pak Anton dengan senyum tipis yang terasa menyindir. “Atau kamu baru saja menemui seseorang?”

Kahiyang mengernyit bingung. “Maksud... Bapak?”

Pak Anton bangkit dari kursinya, kemudian berjalan perlahan mendekati Kahiyang. “Ayolah, Kahiyang. Jangan terlalu naif. Seharusnya kamu tahu bagaimana dunia kerja berjalan."

Kahiyang mulai merasa tidak nyaman. Ia menggeser badannya sedikit ketika jarak pria itu semakin dekat.

Pak Anton justru tersenyum miring. “Seharusnya kamu sudah cukup paham bahwa ada hal-hal yang bisa kamu dapatkan, kalau saja mau bersikap sedikit lebih terbuka.”

Kahiyang menatap atasannya dengan pandangan tak mengerti. “Saya tidak tahu apa yang Bapak maksudkan."

“Jangan berpura-pura tidak mengerti, Kahiyang. Kamu wanita dewasa. Saya yakin kamu tahu apa yang saya maksudkan.” balas Pak Anton.

“Kalau kamu sedang butuh sesuatu, kamu tinggal bilang. Saya bisa memberikan lebih dari sekadar uang. Apalagi kalau kamu mau menemani saya di luar jam kerja, saya bisa membayar mahal," lanjutnya santai.

Kahiyang mengerutkan kening.Tatapannya seketika berubah tajam. "Saya rasa pembicaraan ini sudah mulai tidak pantas dan di luar konteks pekerjaan."

Namun, Pak Anton seolah tidak peduli. “Jangan terlalu jual mahal,” katanya sambil terkekeh.

"Saya hanya menawarkan jalan yang lebih mudah. Kalau kamu pintar mengambil kesempatan, saya juga bisa membantu kariermu. Pekerjaan yang lebih baik, kenaikan gaji, atau bahkan posisi yang selama ini kamu inginkan.”

Pria itu berhenti tepat beberapa langkah di hadapan Kahiyang. “Anggap saja sebagai keuntungan karena kamu mau bekerja sama dengan saya.”

Kahiyang mengepalkan jemarinya di sisi tubuh, sembari menatap atasannya tak percaya. Kini ia benar-benar memahami maksud di balik semua perkataan pria itu.

“Maaf, saya tidak membutuhkan bantuan seperti yang Bapak tawarkan!” jawabnya tegas.

Pak Anton terkekeh kecil. “Jangan terburu-buru menolak. Saya tahu usiamu sudah tak muda lagi, Kahiyang. Masih sendiri pula, masa tidak pernah terpikirkan olehmu untuk mencari seseorang yang bisa memberikan kenyamanan?”

Ucapan itu membuat rahang Kahiyang mengeras. “Status pribadi saya tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, Pak.”

Tiba-tiba tangan Pak Anton terangkat dan hendak menyentuh pundaknya. Namun, sebelum berhasil menyentuhnya, Kahiyang sudah terlebih dahulu menggeser tubuh sehingga tangan pria itu hanya menyentuh udara.

“Jangan sentuh saya!” tegasnya.

Pak Anton terdiam di tempatnya, sementara Kahiyang menatapnya dengan pandangan yang mulai menunjukkan keberanian.

“Saya datang ke ruangan ini karena Bapak memanggil saya untuk urusan pekerjaan,” lanjut Kahiyang. “Kalau yang ingin Bapak bicarakan justru hal seperti ini, saya rasa pembicaraan kita sudah cukup.”

Tanpa menunggu jawaban, Kahiyang berbalik dan melangkah menuju pintu. Akan tetapi, sebelum benar-benar keluar ia berkata yang membuat pria itu terkejut.

"Siapa bilang saya masih sendiri?" Kahiyang mengangkat tangan kirinya memperlihatkan cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya

"Saya sudah menikah dan suami saya adalah seseorang yang memiliki posisi penting di perusahaan induk Rafsanjani!" ucapnya tegas.

Sorot matanya menatap tajam, disertai senyuman tipis di sudut bibirnya. Kemudian ia melangkah keluar dan menutup kembali pintu itu dengan keras, sehingga menarik perhatian beberapa rekannya.

Kahiyang memejamkan mata sejenak, barulah ia melangkah menuju meja kerjanya.

"Ay, ada yang terjadi? Kamu nggak papa?" tanya Selbi tampak panik.

Kahiyang hanya menggelengkan kepala tak ingin membahas apa yang baru saja dialami kepada rekannya. Ia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya dan berharap waktu berjalan lebih cepat agar bisa segera pulang ke rumah.

...

Sementara itu seseorang tampak mengepalkan tangannya erat-erat di atas meja, sembari menatap tajam rekaman kamera tersembunyi dari ponselnya.

1
〈⎳ FT. Zira
baru aja minum obat ya? 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin😂
total 1 replies
vj'z tri
loh kok tumben pinter /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terpaksa
total 1 replies
vj'z tri
wahhh saran w ambil pacul terus gali lubang kubur Lo sekarang /Hammer/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
vj'z tri
bukan anda salah bukan nenek moyang tapi suami moyang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
ayo mami bikin huru hara biar ada yg kejang kejang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm/kompor nya meleduk beneran
Nar Sih
beruntung nya kmu ayang punya suami seperti rafka
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pengin dong
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah semua udah terselesaikan masalah di kantor, sekarang tinggal nunggu resepsi pernikahan mereka...
lanjuut thor
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lg nulis
total 1 replies
Nar Sih
sdh tenang sekarang kerja nya ya ayang,anton atasan yg jht sdh tertangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kasian kamu Anton kali ini salah pilih mangsa 😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
Patrick Khan
kaget kan kau anton🤣🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!