NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Gengsi

Laluna hanya menoleh sekilas, senyum miring terukir diwajahnya.

"Oh ya,Silahkan ambil saja kalau kamu bisa dasar Jalang!"

Laluna segera berjalan meninggalkan Selena yang menatapnya dengan kesal. Setelah Laluna pergi,Selena segera menatap ke arah Kevin.

"Kevin... Lihat dia, dia menindasku," ujarnya, tidak terima.

Kevin hanya terdiam, sejujurnya jika saja kemarin malam ia tidak memohon mohon kepada pak Rangga ia akan benar benar di tendang untung syuting drama ini. Apalagi saat pria itu memintanya untuk tidak mmebuat Laluna merasa tidak nyaman.

"Sudahlah, jangan banyak bicara. Ayo kita lanjutkan syutingnya."

Setelah mengulang selama tiga kali, akhirnya Laluna berhasil menyelesaikan adegan pertamnya. Ia segera berjalan ke arah pak Rangga untuk kembali melihat aktingnya.

"Bagaimana, Pak?" tanya Laluna sambil berdiri di sampingnya.

Rangga tidak langsung menjawab. Ia masih memutar ulang rekaman adegan tadi, memperhatikan setiap ekspresi Laluna dengan saksama.

Beberapa detik kemudian, ia mengangguk.

"Jauh lebih bagus. Apalagi emosi kamu sangat terasa, pas adegan kamu menampar pipi Selena."

Laluna yang mendengar itu hanya mengangguk, sejujurnya ia bisa saja sekali take. Tapi saat adegan menampar Selena, ia memang sengaja melakukan kesalahan agar amarah yang selama ini ia pendam bisa tersalurkan saat menampar gadis itu.

"Kalau begitu aku izin istirahat dulu ya pak Rangga," ujarnya, ia melangkah ke arah mobilnya.

Namun,baru sampai ia di parkiran. Tatapannya tiba tiba membulat saat melihat pria menjulang tinggi tengah menunggunya di mobil pribadinya.

"Nathan, kenapa kamu disini?" tanyanya.

Jordi yang ingin berbicara tiba tiba di hadang oleh Nathan.

"Saya hanya lewat sini, lagi pula saya mau lihat drama yang sudah saya investasikan," ujarnya.

Jordi yang mendengar alasan itu sontak terkejut, padahal sedari tadi bosnya itu memang sengaja untuk menemui istri kontraknya itu.

"Dasar pria gengsian," gumamnya, yang masih bisa di dengar oleh Nathan.

"Diam kamu!" Nathan menoleh dan menatap tajam ke arah Jordi.

Laluna yang mendengar jawaban Nathan hanya mengangguk. Ia tidak merasa curiga dengan kehadiran pria itu, lagi pula bukankah wajar seorang investor ingin melihat hasil investasinya.

"Kamu sudah makan?" tanya Nathan.

Laluna mengerutkan kening. Pertanyaan itu terasa sedikit tidak terduga baginya, apalagi ia tahu pria di depannya itu tidak suka berbasa basi.

"Belum. Memangnya kenapa?"

Nathan yang mendengar itu segera menatap ke arah Jordi. Jordi yang paham segera berjalan menuju bagasi mobilnya. Ia segera mengambil banyak sekali makanan.

"Saya tidak membelikan makanan ini untukmu saja, saya juga membelikan untuk kru lain. Jadi saya harap kamu tidak kepedaan."

Laluna hanya mengangguk, ia sedikit kesal degan ucapan suami kontraknya itu.

Sedangkan Nathan masih menatap istri kontraknya itu dengan datar, sebenarnya ia kesini memang berniat makan siang bersama istri kontraknya itu, hanya saja gengsinya setinggi langit.

Nathan segera mengambil dua kotak makan dari tangan Jordi. Ia menarik tangan Laluna untuk menuju ke bangku kosong yang tak jauh dari arah parkiran.

"Duduk, ayo kita makan bersama," ajaknya.

Laluna menatap tangan Nathan yang masih menggenggam pergelangan tangannya. Ia kemudian menatap pria itu dengan tatapan heran.

"Kenapa harus makan bersama?" tanyanya.

Nathan melepaskan tangannya, lalu duduk lebih dulu di bangku tersebut.

"Sudahlah, semua kru disini tidak akan menyebarkan hubungan kita. Tidak usah takut."

"Ini lokasi syuting,Nathan. Wartawan banyak sekali yang mengintai."

Nathan hanya menatap istri kontraknya itu datar. "Saya sudah membawa beberapa penjaga untuk menjaga tempat ini dari wartawan. Tidak usah banyak bicara, cepat makan."

Jawaban singkat itu membuat Laluna menghela nafas pelan. Pria ini benar-benar sulit diajak bicara. Ia akhirnya duduk di samping Nathan, sementara Jordi meletakkan beberapa kotak makanan di atas meja.

"Ini semuanya makanan untuk kru?Apa tidak terlalu banyak?" tanya Laluna.

"Tidak nona, ini sangat cukup untuk kru. Jika lebih mereka bisa makan dua kotak," jawab Jordi, sambil tertawa.

Nathan langsung meliriknya. Asistennya ini benar benar sangat bodoh, padahal ia sudah memberi kode agar pria itu pergi dan meninggalkannya berdua bersama istri kontraknya itu.

"Jordi."

"Ya, Pak?"

"Pergilah."

Jordi terdiam selama beberapa detik.

"Ke mana, Pak?"

Nathan segera menatap tajam ke arah pria itu, "Mana saja. Yang penting jangan di sini," jawabnya, ketus.

Jordi menahan tawanya. Ia sudah hafal betul sifat atasannya. Gengsinya yang tinggi tetapi di sisi lain proa itu juga bucin sekali dengan istri kontraknya itu.

"Baik, Pak."

Jordi segera pergi meninggalkan mereka.

Laluna membuka salah satu kotak makanan. Namun, baru melihat isinya, alisnya langsung berkerut.

"Aku tidak suka ini."

Nathan yang sedang membuka botol air mineral menoleh.

"Apa?"

"Sayurnya."

"Kamu tidak suka sayur."

"Bukan begitu. Aku tidak suka sayur yang seperti ini."

Laluna menunjuk ke daun bawang yang berada di atas makananya. Nathan menatap isi kotak makanan tersebut, kemudian menatap Laluna. Dengan cepat, ia memisahkan daun bawang itu dari makanan Laluna.

Laluna yang melihat perlakuan pria itu terdiam, ia tidak menyangka ada pria yang mau memisahkan makanan yang tidak ia sukai. Bahkan ia baru menyadari hubungannya dengan Kevin, juga tidak seperti ini. Kevin pasti akan mengomentari ketidak sukaanya dan selalu menasehatinya untuk memakan semua makanan agar tidak mubazir.

Laluna masih menatap Nathan yang dengan santainya menyingkirkan daun bawang dari makanannya.

"Kamu..." Laluna menggantung ucapannya.

Nathan tidak menoleh. Ia tetap fokus memisahkan daun bawang yang tersisa.

"Apa?" Nathan mengangkat alisnya.

"Kamu tidak merasa itu merepotkan?"

Nathan mengangkat bahu. "Kenapa harus repot?"

"Biasanya orang akan bilang, cuman daun bawang tinggal dimakan saja daripada harus repot di pisah pisah."

Nathan akhirnya menatapnya.

"Kalau kamu tidak suka, ya jangan dimakan."

Jawaban sederhana itu membuat Laluna terdiam.

Entah kenapa, kalimat tersebut justru terasa berbeda baginya. Nathan kemudian mendorong kotak makanan itu kembali ke hadapan Laluna.

"Sudah. Makan."

Laluna menatap makanan tersebut beberapa saat sebelum akhirnya mengambil sendok.

"Terima kasih."

Nathan tidak menjawab pria itu segera memakan makanannya. Saat mereka berdua tengah asyik makan bersama. Kevin dan Selena yang melihat Laluna berduaan dengan seorang pria segera berjalan mendekatinya.

"Kau?kenapa kau ada disini?" Kevin menatap tajam ke arah Nathan.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!