NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gigolo Lebih Baik

Malam itu Anne berguling-guling di atas

kasur saat ketiga anaknya telah tidur, ia melihat ponselnya pria itu tidak mengiriminya uang hari ini, juga wanita yang kemarin memberinya DP dua ratus juta itu tidak juga mengirim sisa pembayarannya hingga malam ini.

Apa yang terjadi?

Anne pun mengirimi pesan pada pria itu,

namun tidak di balas, meneleponnya hingga berulang kali tapi juga tidak di angkat, kini ia semakin khawatir, apakah gigolonya masih hidup? dia jadi merasa bersalah kini setelah memintanya untuk melayani tiga wanita itu sekaligus, bisa saja dia tidak sanggup malam tadi.

"Aku harus mencarinya, ya ... aku harus

bertemunya." gumamnya.

Anne segera mempersiapkan dirinya mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian biasa, setelah itu menyambar tasnya dan pergi dari kamarnya untuk mencari taksi.

****

Setibanya di sana, dia melihat ruangan yang biasanya di gunakan pria itu sedang di renovasi oleh beberapa pelayan, ruangan itu terlihat kosong tidak ada sofa ataupun meja.

Anne menghentikan seorang pelayan yang keluar dari sana, "apa yang sudah terjadi?"

"Aku tidak tahu, tapi yang jelas sebelum

aku membersihkan ruangan ini, aku melihat ada darah bercecer di lantai. Ku fikir ada yang telah meninggal."

Anne tercengang, dia melebarkan matanya dengan tatapan tak percaya, "apa! ada yang meninggal?"

Dia menjadi tak karuan saat ini, tubuhnya

bergetar di liputi perasaan bersalah, hatinya tiba-tiba sedih, 'apa pria itu yang meninggal?" batinnya, dugaan ini bisa saja benar mengingat tiga wanita semalam bertubuh besar.

Bisa saja dia terkapar di atas ranjang lalu muntah darah.

Anne menggelengkan kepalanya, merasa

tak tenang, ia merasa bersalah karena telah serakah dengan uang.

Kini dia menjauh dari depan ruangan itu dan berjalan tidak tentu arah, di tengah gemerlap lampu temaran dan warna-warni bar itu dia mencari tempat untuk duduk, lalu mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi pria itu, ia benar-benar cemas saat ini, "ayolah angkat panggilan ku!", dia masih berharap jika pria itu akan hidup.

"Maafkan aku, harusnya aku tidak menjualmu pada tiga wanita itu, aku

menyesal," Anne terus bergumam.

Dia menunggu di tempat itu dari malam hari hingga mejelang pagi, rasa kantuknya pun dia tahan, demi bertemu pria itu, ia masih berharap jika dia masih hidup dan akan muncul lagi di tempat ini.

Dia menumpu wajahnya di atas meja di sudut ruangan itu.

Semakin malam maka pesta semakin meriah, banyak sekali orang-orang yang mabuk, Anne mulai takut dia tak tenang

ketika ada beberapa orang mendekatinya untuk menggoda.

"Hei, nona manis. Apa kau mau minum

bersama kita?" godanya sambil menjulurkan satu sloki minuman berwarna kuning.

Anne menghindar, dia memalingkan wajahnya.

Namun rekan pria itu mengikuti arah wajahnya dan kembali menggodanya, kali ini dia bertindak lebih berani, pria itu mengangkat dagu Anne sambil mengedipkan matanya.

"Ayo nona yang manis kita berdansa."

"Jangan bermimpi!" Anne menepis tangannya lalu bangkit dan menjauhi mereka.

Namun pria yang pertama tadi menahan tangannya.

"Hei! mau kemana? ayolah minum sebentar saja, kenapa harus buru-buru si?"

"Lepaskan tanganku, aku tidak mau!"

"Dasar gadis yang sombong, kamu hanya gadis malam kenapa berlagak tidak mau." rekan yang lainnya menimpali, lalu ikut menarik tangan Anne yang sebelahnya, hingga kini ia di tahan oleh dua orang pria sekaligus.

Mereka berdua tertawa lalu saling melempar pandang seolah ada yang tengah mereka incar darinya, Anne menatap waspada.

Di saat itu tiba-tiba saja tubuhnya di tarik oleh mereka berdua menjauh dari ruangan itu menuju lorong kamar.

"Hei, lepaskan aku! kalian akan membawaku kemana? jangan kurang aja! Tolong!" ronta Anne berteriak.

"Menurut saja, sayang, kita bersenang-senang bertiga malam ini."

Bola mata gadis itu mengerjap terang, dia begitu takut saat ini, ia tak mau kejadian seperti malam itu terulang lagi.

Dia pun menggunakan keberaniannya untuk menendang mereka, "dasar brengsek! tidak tahu diri!"

Dia menendang kaki laki-laki di kanan

tubuhnya, pria itu terjatuh, kemudian dia

menendang laki-laki di kiri tubuhnya, pria itu sedikit melawan hingga Anne jatuh.

"Awh!"

Melihat rekannya yang di tendang Anne pingsan karena banyak minum, dan Anne

yang jatuh membuat pria itu manfaatkan

kesempatan itu untuk menyeretnya ke kamar, "baguslah jika dia pingsan jadi kita bisa bersenang-senang berdua saja. Ayo kita masuk." bisik laki-laki itu.

Anne makin ketakutan, dia merasa seperti telah kehabisan kesempatan lagi, tubuhnya di seret seperti seekor keledai yang malang.

Air matanya mulai meleleh dari sudut matanya.

Dia benar-benar menangis kencang saat ini.

Bug! Bug!

Di saat ia sedang putus asa, tiba-tiba pria yang menyeretnya tadi terpental sejauh tiga meter hingga menabrak pintu, mulutnya langsung mengeluarkan cairan.

Anne terkesiap, dia langsung menatap kebelakang, siapakah yang baru saja menolongnya? Begitu dia menoleh, dia melihat seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan topeng di wajahnya dan tatapan tajamnya sedang berdiri dengan angkuh.

Wajahnya terlihat bersinar di tengah cahaya temaram itu.

Pandangan pria itu lalu teralih pada Anne.

"Kamu!"Anne menunjuknya dengan perasaan girang, sebait senyum pun melengkung dengan manis di bibirnya.

Dia langsung bangkit dan merentangkan tangannya.

Sambil berlari ke arahnya, Anne pun tersandung hingga wajahnya membentur

dadanya, dia pun langsung memeluk pria itu.

"Dasar wanita ceroboh!" gerutu Viktor.

Anne benar-benar tidak menyangka jika dia masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.

"Aku mencarimu kemana-mana. Rupanya

kamu ada disini." ucap gadis itu, tidak lama dia pun melepas pelukan itu dan menatapnya.

"apakah kamu baik-baik saja?"

"Jika aku tidak baik-baik saja aku pasti tidak akan menolongmu barusan." Balas Viktor.

Anne masih tak menyangka.

"Beberapa saat yang lalu aku baru saja dari ruangan yang biasa kamu tempati, dan pelayan mengatakan jika ada yang telah meninggal semalam, ku pikir kamu sudah muntah darah dan mati di tempat." selesai berkata itu Anne buru-buru mengatupkan bibirnya menggunakan tangannya.

"Um, maksudku apa yang sebenarnya

sudah terjadi padamu semalam?" Viktor menghiraukan perkataan itu dengan menarik tangan Anne menjauh dari tempat itu, sebelumnya Viktor sengaja datang sendiri ke tempat ini jadi tidak ada anak buah atau siapapun yang mengawalnya.

Begitu pun Vin yang selalu ia suruh pergi ketika ia bersama Anne, dia tak mau Anne akan mencurigainya dan tahu identitasnya dahulu sebelum ia mengenalnya lebih dalam.

"Aku minta maaf, semalam itu memang salahku. Tidak seharusnya aku menjualmu pada mereka." ucap Anne di sela perjalanan mereka.

Namun Viktor terus saja diam.

"Apakah kamu masih marah denganku?"

"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."

mohon Anne.

"Hei gigoloku kamu pasti akan memaafkan ku kan?" sapa Anne.

Saat itu Viktor menatapnya tajam,

"berhenti memanggilku gigolo."

Anne tercengang, "maaf, tapi aku tidak

tahu harus memanggilmu apa?"

Anne merasa emosi pria itu sedang tidak baik dari caranya menarik tangannya.

Tak lama mereka pun tiba di tempat parkir, Viktor berhenti di depan mobilnya lalu membuka pintu depan dan mendorong Anne masuk kesana.

"Awhh!" namun gerakan kasar Viktor telah membuat luka di tangannya terasa berdenyut.

Viktor menatap sekilas lalu berputar dan

memasuki kursinya dari pintu lain, dia

menatap tangan Anne yang terus dia pegangi setelah duduk di dalam mobil.

"Apa yang sudah terjadi?" tanya Viktor.

"'Seharian ini nasibku sangat sial. Pagi tadi mobil temanku yang ku tumpangi saat bekerja ditabrak oleh bosku sampai penyok, tapi dia tidak bertanggung jawab sama sekali. Setelah itu aku terlambat satu menit itu pun karena temanku harus memarkirkan mobilnya sedikit lama, tapi apa kau tahu, aku malah di hukum oleh bosku, dia memintaku untuk membersihkan ruangannya, saat aku selesai menyapu dia sengaja menjatuhkan berkasnya supaya aku kerja dua kali, tidak hanya itu dia juga menjatuhkan gelasnya hingga ini lah akibatnya tanganku terluka." terang Anne saat mobil itu mulai melaju.

Viktor menahan tawa mendengar keluhannya, "ketahuilah setiap perbuatan

buruk akan mendapat karmanya." singgungnya.

Akhirnya tawa pria itu pecah dia tidak bisa menahan nya lagi.

"Bagaimana kau malah tertawa seperti

ini? tanganku sakit setelah kau tarik-tarik,

dan si iblis itu memang tidak berperasaan, apakah kau tahu setelah dia melihat tanganku terluka dan berdarah dia tidak mengobatiku justru malah memintaku untuk tetap menyelesaikan pekerjaanku. Untung saja ada temanku yang membantu membalut lukaku tadi, tapi tidak lama iblis itu keluar lagi dan menendang kotak sampah ke arahku." lanjut Anne, di saat itu tawa Viktor pun berhenti, wajahnya kembali murung.

"Apa kau bilang tadi? si iblis?" Viktor menyipitkan matanya tak senang dengan

panggilan Anne yang lain untuknya itu, ya hari ini dia mendapat dua panggilan tak menyenangkan darinya.

Anne mengangguk, "ya si iblis tapi sialnya dia tampan." balasnya.

Viktor termenung, kata terakhirnya sedikit membuat kemarahannya terayu.

Tapi meski begitu sikap gadis itu tak dapat menahan kemarahannya, dia menaikan kecepatan mobilnya di tengah jalan raya malam itu.

Angin berhembus dengan sangat kencang.

Viktor menyalip pengendara lain di depannya dengan lincah, hal itu membuat Anne ketakutan, dia menatap pria itu dengan cemas, hingga tak lama kemudian pria itu tiba-tiba berbelok dan membuat kepala Anne terantuk ke jendela.

"Aduh!" ia mengaduh sambil memegangi

kepalanya.

Viktor hanya menatap melalui ekor matanya dengan perasaan puas.

"Ya, lanjutkan lagi cerita tentang bosmu

tadi." kata pria itu.

Anne mengernyit kesakitan, "apa yang

kamu lakukan mengapa mengendara dengan cepat sekali, kau tahu aku sangat takut."

"Kenapa takut?"

Anne membalas menatap pria itu, "apa

kamu mencoba balas dendam padaku atas kejadian semalam, dengan mempercepat kendaraan ini?"

"Aku tahu aku salah, bukankah aku juga sudah minta maaf padamu."

Namun pria itu hanya menarik sebelah

alisnya.

"Aku tidak seharusnya menjualmu pada

mereka, untung saja kamu melarikan diri, jika tidak mungkin kamu sudah muntah darah dan mati di tempat tidur."

"Tidak akan!" sanggah pria itu.

Anne menoleh, "itu bisa saja terjadi mengingat tubuh mereka yang besar-besar."

"Seandainya jika itu terjadi, coba bayangkan siapa yang akan mengirimiku

uang?" Viktor menoleh ke samping, yang ada di otakmu hanya uang dan uang."

"Jadi kamu kasihan padaku hanya karena uangku?"

"Uh, tidak juga."

Viktor tetap melajukan mobilnya dengan

kecepatan tinggi.

"Iya pokoknya kamu harus rajin bekerja,

jangan seperti kejadian kemarin sampai aku berusaha mencarikanmu pelanggan. Dan berujung kejadian seperti ini." terang Anne.

"Mungkin mulai sekarang kamu harus bergabung dengan madame yang menyalurkan pelanggan itu supaya kamu tidak kesusahan mencari pelanggan. Ya, kau harus pintar mengatur jadwalmu. Pendapatan bersihnya pun juga lumayan, jadi kau tidak terlau rugi antara uang yang kamu beri untukku dan untukmu."

Srrrkk!

Di saat jengah mendengar celotehan-celotehan Anne, Viktor menghentikan mobilnya secara mendadak.

Dia mendekatkan wajahnya ke arah Anne

dan menatapnya dengan tajam gadis itu.

Anne gugup, dia berusaha mengalihkan kecanggungannya dengan menampakkan

senyum lebarnya saat melihat ekspresi dingin pria itu.

"Jadi apa yang kamu mau?" seru pria itu dengan dingin.

"Ya ... sesuai dengan apa yang kita setujui

sejak awal, uang satu milyar."

Viktor mendesahkan nafasnya kasar sampai terasa menyapu pipi gadis itu, "iya aku tahu itu, kau memang wanita yang mata duitan, serakah... sebenarnya untuk apa uang sebanyak itu kau seperti menafkahi banyak anak saja!"

Anne terkesiap, dia mendadak kelu, di dalam batin nya dia berkata, ya memang benar, aku menafkahi tiga anakmu, tapi kau malah malas-malasan seperti ini.' di saat itu bayangan wajah ketiga anaknya yang menggemaskan pun muncul, namun tak lama kemudian dia segera menggelengkan kepalanya tak mau pria itu tahu apa yang telah terjadi.

"Tidak, tidak, aku kan hanya ingin kamu mempertanggung jawabkan semua, lagi pula itu sepadan dengan apa yang kamu dapatkan dariku dulu, dan sekarang ... aku hanya ingin minta pertanggung jawaban mu mumpung kita telah ber...

"Jadi tanganmu sudah tidak sakit lagi?" belum selesai Anne berbicara Viktor menjeda kalimatnya, dan melirik tangan gadis itu yang di letakkan di atas pahanya.

Anne mengikuti kemana arah tatapan pria itu hingga ia pun menunduk, "iy-iyya lumayan tidak sakit jika tidak di sentu ...h," namun tak lama Viktor menarik dagu gadis itu supaya menatapnya, hingga bibir Anne

bergetar.

Tiba-tiba juga tangannya di tarik pria itu ke samping lengannya, ia mendesis saat pria itu menyatukan telapak tangannya, hingga jari-jari besar itu menyelip di antara celah jarinya yang mungil, merenggangkan lukanya yang kembali terasa nyeri.

Anne melihat tatapan tak bersahabat darinya.

"Jangan marah, aku kan tadi hanya memberimu saran." dia berusaha bersikap tenang, di saat itu ia merasakan wajah pria itu makin mendekat, hingga tak lama bibir pria itu menempel di bibirnya.

Dia mencium dan melumat bibirnya.

"Engh!" Anne terkesiap, merasakan kelembutan bibir pria itu menyesapnya.

"Sesekali mulutmu memang harus di hukum supaya tidak sembarangan berkata." Bisik Viktor setelah melepas ciuman itu dan membiarkan Anne bernafas setelah puas menghukumnya dengan ciuman.

Anne menunduk dengan dada yang naik

turun berusaha menyeimbangkan debar di dalam jantungnya.

la masih tak sadar dengan apa yang telah pria ini lakukan barusan.

Saat melihat gadis itu diam, Viktor tersenyum tipis dan melajukan mobilnya, ternyata mudah membuat dia diam, lain kali aku akan menciumnya lagi jika masih bicara sembarangan.'ucapya dalam batin.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!