NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman satya

Tyas mengunci pintu kamarnya rapat-rapat. Jantungnya berdegup kencang saat ia meraih ponsel yang tergeletak di atas kasur. Begitu layar terbuka, deretan notifikasi dari Satya langsung menyerbu, membuat napasnya seakan berhenti di tengah jalan.

​Belasan pesan masuk dalam waktu singkat, bukan sekadar makian biasa, melainkan ancaman nyata.

​"Kamu pikir kamu siapa bisa cuekin aku? Jangan belagu, Tyas!"

​"Oh, jadi sekarang sudah berani ya? Kamu pikir aku bodoh? Aku tahu kamu pasti lagi sama cowok lain di rumah kakakmu itu!"

​Lalu, pesan berikutnya muncul dengan foto-foto tangkapan layar dari panggilan video mereka sebelumnya. Foto-foto itu memperlihatkan bagian tubuh pribadinya dengan sangat jelas, foto yang seharusnya hanya menjadi konsumsi privat mereka berdua.

​"Kalau kamu mau main-main sama aku, aku bisa buat foto ini viral di grup kampusmu atau bahkan kukirim ke HP kakakmu. Coba saja kalau berani! Jangan pernah coba-coba memutus kontak denganku!"

​Tyas merasa sekujur tubuhnya gemetar hebat. Foto-foto itu... semuanya terlihat sangat memalukan. Rasa takut yang semalam hanya berupa spekulasi kini berubah menjadi ancaman nyata yang menampar wajahnya. Air mata mulai mengalir deras membasahi pipinya. Ia benar-benar tidak menyangka Satya sejahat ini.

​Dengan tangan yang masih gemetar, Tyas segera membuka pintu kamarnya dan berlari menuju dapur, tempat Angga masih berada. Ia tidak peduli lagi dengan penampilannya; piyama maroon-nya tampak berantakan karena ia terus menarik-narik ujungnya.

​"Mas... Mas Angga!" panggil Tyas dengan suara terisak kencang, nyaris tidak terdengar jelas karena sesenggukan.

​Angga yang sedang berdiri di dekat meja dapur segera menoleh. Melihat ekspresi wajah Tyas yang pucat pasi dan air mata yang membanjiri wajahnya, Angga tahu bahwa rencana mereka telah memicu reaksi yang diinginkan—bahkan mungkin lebih buruk dari perkiraan.

​"Ada apa? Apa yang dia lakukan?" tanya Angga dengan nada tegas, langsung melangkah mendekat dan meraih ponsel yang disodorkan Tyas dengan tangan bergetar.

​Melihat deretan pesan ancaman dan foto-foto intim itu di layar ponsel, rahang Angga mengeras seketika. Matanya menyipit, menunjukkan amarah yang tertahan. Ia memegang ponsel itu kuat-kuat, lalu menatap Tyas yang sedang menangis tersedu-sedu di hadapannya.

​"Sudah cukup. Dia sudah benar-benar kelewatan," desis Angga.

​Angga mengambil ponselnya sendiri, lalu menarik tangan Tyas untuk duduk di kursi meja makan. "Jangan menangis lagi. Sekarang, Mas yang akan memegang kendali. Kita akan membalas semuanya sekarang juga."

Angga tidak membalas pesan-pesan tersebut lewat teks. Menurutnya, beradu argumen lewat ketikan hanya akan membuang waktu dan memberi celah bagi Satya untuk bersiap-siap. Dengan tenang namun dingin, Angga menyalin nomor ponsel Satya yang tertera di layar ponsel Tyas ke dalam ponsel pribadinya.

​Melihat Tyas yang masih sesenggukan dengan bahu yang bergetar, Angga mengusap pundak adik iparnya itu untuk memberikan ketenangan. "Mas bilang juga apa, Tyas. Untung kita bergerak cepat sebelum semuanya terlambat. Sekarang, kamu hapus air matamu. Mas punya cara yang lebih bersih untuk menghabisi cowok itu tanpa perlu memancing keributan yang bisa didengar Mbak Ranimu."

​Angga kemudian mencari sebuah kontak di ponselnya sendiri. Ia menghubungi seorang teman lamanya, seorang ahli IT yang bekerja di bidang keamanan siber yang biasa menangani masalah digital forensik.

​Begitu panggilan tersambung, Angga menjauh sedikit ke sudut dapur, suaranya terdengar rendah namun penuh penekanan.

​"Halo, Man. Aku butuh bantuan darurat. Ada bajingan yang mengancam adik iparku pakai foto pribadi lewat WhatsApp. Aku punya nomor HP dan ID-nya. Bisa kamu urus sekarang juga? Tolong retas perangkatnya, hapus semua data, dan lakukan factory reset dari jarak jauh sampai ponselnya bersih total. Aku tidak mau ada satu pun file atau cadangan data yang tersisa di sana," perintah Angga tanpa basa-basi.

​Di seberang telepon, temannya memberikan respons cepat. Sebagai seorang profesional, hal seperti ini bukanlah perkara sulit jika targetnya hanyalah seorang mahasiswa biasa yang tidak paham keamanan siber. Angga segera mengirimkan nomor ponsel Satya serta beberapa detail tangkapan layar ancaman tersebut sebagai bahan pelacakan IP.

​"Sudah Mas kirim. Berapa lama?" tanya Angga lagi.

​"Beri aku waktu sepuluh sampai lima belas menit. Aku akan memutus akses akun Google dan iCloud-nya, lalu memicu perintah format paksa ke perangkatnya. Semua file foto, video, dan backup di cloud miliknya yang terkait dengan nomor ini akan terhapus permanen," jawab suara di seberang telepon sebelum menutup panggilan.

​Angga kembali mendekati Tyas yang menatapnya dengan pandangan penuh harap dan cemas. Rambut pendek sebahunya tampak sedikit acak-acakan karena panik.

​"Mas... apa itu benar-benar bisa berhasil?" tanya Tyas lirih, mencoba mencari kepastian. "Foto-fotoku... apa benar-benar bisa hilang?"

​"Pasti berhasil," jawab Angga penuh keyakinan, matanya berkilat puas. "Dalam beberapa menit ke depan, ponsel Satya akan mati total dan mendadak kosong seperti baru keluar dari pabrik. Dia tidak akan punya bukti apa-apa lagi untuk mengancammu. Semua kartunya sudah mati di tangan Mas."

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!