NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Hanna tidak bisa lagi berpikir jernih, wanita hamil itu berpegangan pada pembatasan jembatan dan mulai menaikinya

Entah apa yang berada dalam pikirannya saat ini, yang jelas ia tidak ingin melihat orang-orang yang telah menyakitinya

Hanna meyakinkan dirinya untuk mengakhiri hidupnya, saat dirinya hampir menjatuhkan diri, tiba-tiba saja tubuhnya ditarik

"Lepaskan aku! Lepaskan aku biarkan aku mati" Hanna memberontak dalam dekapan seseorang

"Kamu gila? Apa kamu ingin mati konyol disini?" Bentak seseorang yang ternyata seorang pria

Hanna mendongak, matanya terasa berat. Namun ia tetap bisa melihat sosok yang sudah menyelamatkannya

"Lepaskan!"

"Mbak!" Pria itu mengguncang tubuh wanita hamil yang kini sudah tidak sadarkan diri itu "Bangun mbak!"

Tidak ingin mendapat masalah, pria tinggi itu mengangkat tubuh wanita hamil yang baru saja akan bunuh diri itu lalu masuk kedalam mobilnya

Sementara itu Rizal tiba di tempat dimana mobilnya berada, ia mendapatkan informasi dari salah seorang sahabat yang juga adalah seorang hacker

Rizal tersenyum saat melihat mobilnya terparkir disana. Pria itu segera turun dan membuka pintu pengemudi

"Hanna"

Rizal kembali menutup pintu saat tidak melihat keberadaan istrinya disana. Ia semakin dilanda kekhawatiran karena kehilangan jejak istrinya

"HANNA!" Rizal terus berteriak memanggil nama istrinya "Dimana kamu sayang?"

Rizal menarik rambutnya frustasi. Ia kehilangan jejak saat ini karena ponsel milik Hanna juga  ia tinggalkan didalam mobil

Ditempat lain, tepatnya dirumah sakit. Seorang pria tengah menggendong tubuh seorang wanita hamil sambil terus berteriak memanggil para tenaga medis

"Dokter Rama? Ada apa ini dokter?" Tanya seorang perawat

"Saya tidak tahu, segera bawa ke IGD! Saya akan menyusul nanti!"

Beberapa tenaga medis mendorong brankar berisi seorang wanita yang baru saja diselamatkan

"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya dokter Rama saat ia hendak memasuki Instalasi Gawat Darurat setelah membersihkan diri

"Tekanan darah pasien sangat tinggi! Kita harus mengeluarkan janinnya untuk menyelamatkan nyawa pasien!" Ujar seorang wanita yang juga berprofesi sebagai seorang dokter

"Siapkan ruang operasi nya kalau begitu!" Ujar dokter Rama pada seorang perawat wanita

"Apa anda sendiri yang akan melakukan operasinya?" Tanya seorang wanita pada dokter Rama

Dokter tampan itu mengangguk "Kita harus bergerak cepat! Terima kasih dokter Jullie!"

Dokter tampan itu lalu meninggalkan rekan sesama dokternya itu dan memasuki ruang IGD demi memeriksa sendiri keadaan wanita hamil yang hendak menghabisi nyawanya sendiri

Rizal kembali ke rumah dengan wajah lesu, ia kehilangan jejak Hanna. Entah dimana dan bagaimana keadaannya saat ini

Bagaimana jika Hanna bertemu orang jahat dan bersikap buruk. Bagaimana jika calon anak kedua mereka tidak selamat

Rizal berjalan gontai menuju kamarnya, saat ini dirinya hanya membutuhkan ketenangan dan kembali mencari keberadaan istrinya

Rizal memasuki kamarnya, kenangan Hanna masih ada disana. Suara tawa dan rengekan manja yang selalu ia suka

Andai saja dirinya tidak pernah melakukan hal itu. Andai ia selalu menjaga cinta nya untuk tetap suci, semua ini tidak akan pernah terjadi

Mereka tengah berbahagia karena tengah menyambut kehadiran bayi perempuan kecil yang akan membuat rumah ini kian berwarna

Tapi tidak, di saat hari bahagia itu kian dekat, ia malah kehilangan Hanna. Wanita itu pergi entah kemana

"Kamu dimana Hanna?" Lirih nya sambil menekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya disana

"Aku mohon maafkan aku!"

Arum masuk, sebenarnya ia sudah mengetuk namun Rizal tidak menjawab. Wanita itu duduk diatas ranjang lalu menyentuh bahu kekasihnya

Arum merasakan bahu Rizal bergetar, untuk pertama kalinya pria ini menangis  "Mas!"

"Keluar Arum! Saya ingin sendiri" Ujarnya tanpa mengangkat wajahnya

"Biar aku temani mas, kamu juga belum makan apapun!" Bujuk Arum

"Pergilah Arum! Tolong!"

Mendengar itu, Arum memutuskan untuk keluar. Saat ini Rizal sedang tidak bisa diajak bicara

***

Sementara itu, di sebuah rumah sakit diatas ranjang pesakitan, seorang wanita baru saja terlepas dari maut

"Apa tidak ada petunjuk tentang keberadaan keluarga nya?" Tanya dokter Rama pada seorang perawat yang bertugas diruang perawatan

"Tidak ada dokter, pasien bahkan tidak memiliki kartu pengenal apapun!" Jawab perawat wanita itu

Dokter tampan itu mengangguk "Baiklah, kita tunggu sampai pasien sadar, bagaimana dengan bayinya?"

"Bayinya sudah stabil"

"Kalau begitu saya pergi dulu! Segara kabari saya jika ada perkembangan" Dokter muda itu pergi setelah menitipkan keadaan wanita yang ia selamatkan pada seorang perawat

Sepi menyelimuti kediaman Rizal pagi ini, Pria itu merasa seluruh tubuhnya pegal-pegal mungkin karena dirinya yang tidur dalam posisi duduk

Rizal menghela napasnya, ia berharap saat bangun pagi ada Hanna yang menyambutnya dengan senyum manisnya

Namun kejadian semalam bukanlah mimpi, hari ini tak ada Hanna yang menyambut paginya

Rizal membersihkan diri, ia keluar dan tidak mendapati pakaian gantinya. Dengan wajah lesu, Rizal membuka lemari meraih sebuah kemeja berwarna cream dan mengenakannya

Saat turun pun tak ada senyum istrinya yang menyambut, ruang makan terasa sepi walaupun semua orang ada disana

"Papa" Sapa Fathan "Mama dimana pah? Kok Fathan gak liat mama dari kemarin?" Tanya Fathan pada sangat ayah

"Papa" Rizal menatap sang putra yang memanggilnya

"Ya sayang?"

"Mama dimana?"

Rizal menarik napasnya panjang, ada rasa sesak karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan putranya

"Mama masih marah sama Papa, nanti Papa akan bawa Mama lagi kerumah" Ujar Rizal

"Mama marah juga sama Fathan?" Tanyanya dengan wajah sedih

Rizal duduk lalu membawa Fathan dalam pelukannya "Mama gak marah sama Fathan kok, nanti Papa bujuk Mama biar pulang kerumah lagi"

"Kenapa Tante Hanna pergi om?" Kali ini Hafiz yang bertanya

"Tante Hanna masih marah nak, nanti Om bujuk dulu"

"Kasih eskrim saja om, Kalau Hafiz merajuk, Ayah pasti kasih eskrim jadi Hafiz tidak marah lagi" Rizal tersenyum mendengar celotehan bocah delapan tahun itu

"Biar Fathan bicara juga sama Mama! Mama pasti mau dengerin Fathan!" Ujar bocah tujuh tahun itu

"Nanti yaa sayang! Fathan harus sekolah dulu!"

Setelah mengantarkan putranya sekolah, Rizal mengunjungi sebuah tempat yang pasti didatangi oleh istrinya

Ia menatap bangunan minimalis didepannya. Rizal lebih dulu mengatur detak jantungnya, entah bagaimana reaksi keluarga istrinya saat ini

Rizal menekan bel, pintu dibuka oleh seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu mertuanya

"Assalamualaikum Bu" Rizal menyalami ibu Hanna

"Waalaikumsalam, ada apa nak? Tumben kamu kesini?" Tanya Hanum pada menantunya

Rizal diam, melihat reaksi ibu mertuanya sepertinya mereka tidak mengetahui apa yang terjadi kemarin

Lalu dimana istrinya? Apa Hanna tidak kembali kerumah keluarganya? Rizal semakin khawatir pada istrinya itu

1
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
falea sezi
cpet cerai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!