NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 : MENOLAK TUNDUK PADA GAIRAH

Ethan sengaja menahan dirinya di kantor hingga jarum jam melewati pukul sebelas malam. Ia sengaja menumpuk pekerjaan, memeriksa kembali laporan-laporan lama yang sebenarnya tidak mendesak, hingga menolak tawaran makan malam dari sekretarisnya.

Pria Taylor itu sedang melakukan perlawanan sengit terhadap egonya sendiri. Ia menolak tunduk pada gairah gila yang terus mendesaknya untuk pulang ke rumah baru mereka.

"Aku adalah pemilik kendali atas hidupku sendiri. Bukan perjanjian buyut, dan bukan juga wanita itu," gumam Ethan dingin pada kegelapan ruang kerjanya yang kini hanya disinari lampu meja yang temaram.

Setelah memastikan bahwa kewarasannya telah kembali sepenuhnya dan tubuhnya tidak lagi menegang akibat bayangan Talia, Ethan akhirnya meraih jas hitam dan kunci mobilnya.

Ia melangkah keluar dari gedung Taylor Group yang sudah sepi, memacu mobil sport-nya membelah jalanan kota metropolitan yang mulai lengang diterpa angin malam yang menusuk.

Ia yakin, di jam seperti ini, Talia pasti sudah tertidur lelap di kamar utama lantai atas. Rumah baru mereka pasti akan dalam keadaan sunyi dan gelap, situasi yang sempurna bagi Ethan untuk kembali ke kamarnya di ujung koridor bawah tanpa harus berpapasan dengan sang istri.

Namun, ekspektasi Ethan seketika patah begitu ia melangkah memasuki pintu utama mansion mewah tersebut.

Keadaan rumah tidak segelap yang ia bayangkan. Lampu gantung kristal di ruang tengah memang sudah dimatikan, namun lampu lantai di sudut ruangan dekat sofa beludru besar masih menyala, memancarkan pendar kuning hangat yang lembut. Langkah kaki Ethan yang semula tegap dan dingin mendadak melambat saat matanya menangkap siluet seseorang di atas sofa.

—Talia—berada di sana. Gadis itu tidak sedang tertidur di kamar atas. Ia meringkuk di atas sofa dengan posisi menyamping, memeluk sebuah bantal kecil. Talia mengenakan piyama katun panjang yang sopan berwarna biru langit, kontras dengan piyama sutra seksi yang ia kenakan tadi pagi. Rambut panjangnya tergerai sebagian, menutupi separuh wajah polosnya yang tampak terlelap dengan sangat damai.

Di atas meja kopi di depan sofa, terdapat sebuah cangkir teh yang sudah mendingin dan sebuah buku novel tebal yang terbuka di halaman tengah. Talia tampaknya berniat membaca buku untuk menunggunya pulang, namun rasa kantuk mengalahkannya hingga ia terlelap di sana.

Ethan bergeming di posisinya, mematung di dekat koridor ruang tengah. Jas hitamnya masih tersampir di lengan kiri, sementara matanya yang kelam mengunci sosok Talia dengan tatapan yang kembali meredup. Dada Ethan berdenyut aneh. Ada rasa bersalah yang teramat tipis—yang langsung ia tepis—melihat istrinya rela tidur di sofa yang dingin hanya demi menantinya, padahal tadi pagi ia sudah bersikap begitu kejam dan mengabaikannya.

Ethan melangkah sangat pelan, nyaris tanpa suara, mendekati sofa tempat Talia tertidur. Ia meletakkan jas dan tas kerjanya di kursi lain, lalu berlutut dengan satu kaki di samping sofa, menyejajarkan wajahnya dengan paras cantik Talia.

Aroma lembut vanila dan sabun bayi dari tubuh Talia seketika menginvasi indra penciuman Ethan, menggantikan aroma mint dan kopi hitam yang melekat pada dirinya sepanjang hari. Di bawah pendar lampu lantai yang temaram, Ethan bisa melihat dengan jelas bulu mata lentik Talia yang terpejam, serta bibir ranumnya yang kini sudah kembali ke warna merah muda alami, tidak lagi membengkak seperti tadi pagi.

Tanpa sadar, tangan kekar Ethan terulur. Ujung jarinya bergerak sangat perlahan, menyisipkan beberapa helai rambut Talia yang menutupi pipinya ke belakang telinga. Sentuhan kulit mereka yang hangat seketika memercikkan kembali getaran gila yang sejak pagi Ethan coba padamkan di kantor.

"Kenapa kau harus keras kepala, Talia?" bisik Ethan, suaranya teramat rendah dan serak, hampir menyerupai sebuah desah frustrasi di keheningan malam.

"Kenapa kau tidak mengabaikanku saja seperti yang aku lakukan padamu?"

Talia melenguh kecil dalam tidurnya, merasa terusik oleh sentuhan hangat di wajahnya. Tubuh mungilnya bergerak sedikit, berbalik menghadap ke arah Ethan, membuat jarak wajah mereka kini hanya tersisa beberapa sentimeter. Helaan napas hangat Talia yang teratur menerpa permukaan kulit wajah Ethan, meruntuhkan seluruh pertahanan es yang sudah pria itu bangun mati-matian di kantor selama belasan jam.

Sialan, batin Ethan mengumpat untuk kesekian kalinya. Janjinya tentang pisah kamar dan dua dunia yang berbeda seketika menguap menjadi abu di tengah malam yang sunyi ini.

Sambil menahan napasnya yang mulai memburu, Ethan perlahan membungkuk. Ia menundukkan kepalanya, lalu mendaratkan sebuah kecupan yang teramat lembut, lama, dan penuh damba yang tertahan di kening Talia.

Bukan sebuah lumatan penuh gairah seperti di anak tangga pagi tadi, melainkan sebuah kecupan posesif yang sarat akan pengakuan diam-diam bahwa di dalam rumah ini, egonya telah kalah telak oleh keberadaan sang istri.

...----------------...

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!