Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23.
setelah kepergian orang tuanya..Bela pelan pelan duduk dihadapan Arga. kepala menunduk malu, tangan berada di atas pahanya dengan mengepal erat, degup jantung makin berdetak karena di tatap Arga yang begitu intens.
ruang tamu jadi begitu sunyi, belum ada satupun yang membuka suara. itu membuat Bela makin gelisah karena terus di tatap Arga dengan tatapan yang tidak terbaca.
badan Bela terus bergerak bergeser geser tempat duduk, merapihkan rambutnya, matanya kadang suka melirik Arga yang masih menatapnya.
Bela sudah tidak tahan lagi akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara.
raut wajahnya mencoba untuk datar, dengan kepala yang agak terangkat dan suara yang di buat dingin.
" bapak mau apa ketemu saya? bukanya urusan kita sudah selesai?"
Arga masih terus menatapnya lalu kepalanya sedikit memiring ke kanan .
" kamu ngga pantes ngomong dengan nada dingin. yang ada malah ngegemesin."
Mata Bela berkedip kedip, dia masih mencerna omongan Arga.
- what ngga pantes? yang bener aja, apa dia bilang? gue gemes? tahan Bel tahan jangan sampai jebol pertahanan lo.- ucap dalam hati Bela, dia langsung menarik nafas panjang dan menghembuskan.. berusaha untuk rileks.
" oke, sekarang bapak mau ketemu saya..ada perlu apa?"
Arga menyender santai, tangan bersedekap dada dan mata yang masih menatap Bela.
" ngga ada, aku mau ketemu kamu aja."
wajah Bela sudah memerah seperti tomat, dadanya makin berdegup kencang.
"p-pak kok ngomong nya gitu."
dia berdiri dari duduk nya dan menghampiri Bela, tepat di hadapan Bela.. Arga membungkuk. wajahnya berhadapan wajah Bela dengan jarak satu jengkal, dengan mata yang saling bertatap tatapan.
" ngomong gitu gimana hm." dengan suara berat dan serak.
Dengan jarak yang begitu dekat membuat Bela salbut- salting butral. Bela menutup wajahnya lalu menjerit.
"BUNDA ANAKMU DI GODAIN SAMA OM OM."
Arga hanya tergelak karena berhasil mengerjai Bela.
jam 21:15, klub malam ajeb ajeb...
Ratna melangkah masuk, kepala mendongak dengan berjalan di lenggok lenggok kan. dress satin merah yang melekat membuat bentuk tubuhnya terlihat, banyak pasang mata yang menatap penuh nafsu kepada Ratna.
dia menghampiri elsi temannya yang sedang bercumbu dengan 2 laki-laki sekaligus, Ratna menghempaskan boko** nya. dia langsung menenggak habis minuman berakohol dan langsung menaruh gelas kosong dengan keras "tak".
salah satu laki-laki yang sedang bercumbu dengan elsi, sebut saja james menoleh ke arah Ratna.
james langsung berpindah duduk dekat Ratna, memeluk pinggang rampingnya dan sedikit meremas.
" kenapa sayang, ko mukanya ditekuk gitu."
elsi yang memang menyudahi percumbuan itu langsung menyodorkan minuman keras lagi ke arah Ratna, yang langsung di ambil dan ditenggak habis.
" ada masalah apa lagi sama ATM berjalan lo."
Ratna melepaskan pelukan dari james, dia mengambil dan menyalakan benda nikotin itu lalu di hisap sampai menghembuskan asap dengan kasar.
" Ta* banget emang itu orang, masa dia ngga mau balikan sama gue."
elsi hanya tersenyum sinis.
" yaiyalah dia ga mau balik sama lo, kan gue udah bilang... selidiki dulu. kalo emang dia bangkrut beneran ya tinggalin."
" ck, gue ketemu lo buat minta solusi bukan buat debat." kesal Ratna.
james yang masih setia di sebelah Ratna langsung menengahi.
" sudah sayang jangan marah marah, mending minum aja nih."
Ratna kembali menenggak sampai habis, dia ngga tau kalo minuman itu jebakan dari laki-laki di sebelahnya.
setelah beberapa menit tubuh Ratna bereaksi. badan terasa panas dan perasaan ingin disentuh sangat kuat, wajah memerah, mata sayu.
Ratna menoleh ke laki-laki di sebelahnya.
" l-lo ngasih gue obat perangsang?"
james hanya menyeringai mesu*, dia mulai beraksi. dia melumat bib** Ratna dengan lembut tapi dalam, Ratna yang terbuai langsung membalas lumatanya.
dari kejauhan seseorang tersenyum sinis, dia puas dengan orang suruhanya.
" lumayan buat perangkap tikus."
------
Libur sekolah telah usai, para murid SMA MAJU TERUS mulai menimba ilmu kembali.
Teng.. Teng.. Bel masuk berbunyi.
kelas 12 IPA2 masih rusuh, guru belum datang dan itu kesempatan mereka bercanda gurau.
Bela dan Lula asik ngerumpi.
" Bel berarti lu udah maafin pak Arga?"
" Gue udah maafin sewaktu dia lebih milih cewek itu, tapi untuk rasa sakit ya pasti masih ada."
Lula menatap Bela dengan tatapan sulit di artikan, ngga lama setelah itu guru masuk.
semua murid duduk di tempat nya masing-masing.
" selamat pagi anak anak." salam Arga kepada para murid. semua murid menjawab dengan serempak.
" oke saya kasih waktu 10 menit untuk berganti pakaian, saya tunggu di lapangan." setelahnya dia meninggalkan kelas.
semua murid sudah berkumpul di lapangan, mereka berbaris rapi.
Arga datang bersama Galang yang membantu membawa beberapa bola untuk pembelajaran hari ini.
" oke anak anak, untuk bulan ini kita akan fokus ke taktik permainan dan kebugaran jasmani." dengan suara tegas para murid langsung memerhatikan instruktur nya.
" sekarang kita peregangan dulu lalu lari puter lapangan 5 kali."
para murid mengeluh karena harus berlari di lapangan seluas ini.
" ayo cepat kita tidak punya waktu lagi." titah Arga.
setelah peregangan para murid mulai berlari mengelilingi lapangan. satu putaran masih oke, dua putaran hampir loyo, tiga putaran sudah banyak yang menyerah dan ada juga yang hanya berjalan saja karena sudah tidak kuat berlari.
Bela sudah mulai lelah tapi tetap memaksakan untuk berlari, di otak dia berfikir - ini waktunya gue ngilangin lemak-. Bela terus berlari sampai dia kesandung dengan kakinya sendiri."buk",dia meringis..lututnya terluka.
Arga yang melihat nya langsung berlari menghampiri Bela. dia berjongkok disampingnya langsung membantu Bela berdiri.
Galang, Lula, Bagas langsung berlarian ke arah Bela saat dia terjatuh.
" Bel, lo oke." cemas Lula.
" oke ko, cuman perih aja nih dengkul. kayak nya luka." meringis Bela yang memang benar perih di lututnya.
Galang yang ingin mengajak Bela ke UKS sudah keduluan dengan Arga.
tanpa babibu Arga langsung menggendong Bela ala bridal style, Bela reflek melingkarkan tangannya ke leher Arga. mereka sempat bertatapan mata beberapa detik.
semua murid terkejut dengan perlakuan Arga, ada yang histeris , ada juga yang merasa iri dengan Bela.
Bela yang berada dalam gendongan Arga merasa malu, dia menyembunyikan wajahnya ke leher Arga.
" pak tolong turunin saya, saya masih bisa jalan ngga usah di gendong."
" jalan kamu lama, makanya aku gendong." sambil menuju ke UKS.
" pak udah dong jangan ngomong aku-kamu kita kan guru dan murid." protes Bela yang masih di gendongan Arga.
" ngga bakal lama kita bakal jadi suami istri." Bela langsung mendongak menatap wajah Arga dengan mata yang melotot dan mulut terbuka.
" anjir semalem gue mimpi apa nanti dapet suami spek cha eun-woo kw." Gumam Bela yang masih terdengar jelas di telinga Arga, dia hanya tersenyum mendengar gumaman Bela.
di depan ruang bk, Ratna melihat semua kejadian tadi. mukanya memerah, tangan mengepal kuat, gigi bergemeletuk.
" jangan bilang Arga suka sama bocah ingusan itu, kalo sampai terjadi. liat saja nanti gue bakal hancurin hidup wanita yang lo sukai Arga."
senyum seringai dan mata yang berkobar penuh ambisi.