NovelToon NovelToon
Om Duda Come To Me!

Om Duda Come To Me!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Duda
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: neyrfly

Apa jadinya kalau Zyan, Direktur dingin yang dunianya cuma berisi angka dan rapat bosan, harus menikah dengan Alexa, mahasiswi bar-bar yang lebih sayang motor ZX-nya daripada sisir rambut?

​Zyan baru saja menduda dan bersumpah nggak mau berurusan sama drama cinta lagi. Tapi, takdir (dan paksaan orang tua) membawanya ke pelaminan bersama gadis rambut wolfcut yang hobinya nantangin maut.

​Bagi Alexa, nikah muda itu bencana. Tapi melihat wajah kaku Zyan yang kayak manekin, jiwa jahilnya meronta-ronta. Misi Alexa cuma satu: Bikin si Om kaku ini darah tinggi tiap hari sampai minta ampun! Tapi, siapa sangka, di balik tembok es Zyan, ada kehangatan yang bikin Alexa perlahan lupa cara nge-gas motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neyrfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Setelah badai emosional malam itu, suasana di rumah mewah Arsalan mendadak berubah drastis. Tidak ada lagi dingin yang mencekam atau adu mulut yang meledak-ledak. Yang ada hanyalah kecanggungan manis antara seorang pria kaku yang mencoba melunak dan seorang gadis bar-bar yang mencoba memaafkan.

Pagi itu, Zyan tidak berangkat ke kantor dengan setelan jas tiga lapisnya. Alih-alih, dia turun dari tangga mengenakan jaket kulit hitam slim-fit, celana jeans gelap, dan sepatu boots yang harganya mungkin setara dengan satu unit motor matic.

Alexa yang lagi asyik ngecek tekanan ban motornya di depan rumah sampai melongo. "Om? Lo mau ke mana? Mau syuting film action atau mau daftar jadi anggota geng motor pasar induk?"

Zyan merapikan kerah jaketnya dengan gaya sok keren, meski telinganya sedikit memerah karena malu. "Kamu bilang saya harus belajar dunia kamu, kan? Jadi, hari ini saya putuskan untuk membiarkan supir istirahat. Saya yang akan antar kamu ke kampus... pakai motor."

"Hah?! Pakai motor?! Lo punya motor emangnya?"

Zyan memberi isyarat ke arah gerbang. Pak Bambang dengan semangat 45 membuka gerbang, dan di sana sudah terparkir sebuah motor Cruiser besar bermesin 1800cc yang kinclongnya minta ampun.

"Gila! Ducati Diavel?! Om, lo beneran beli ginian cuma buat pamer?" Alexa mendekati motor itu, matanya berbinar-binar. "Ini mah motor sultan, Om!"

"Saya tidak pamer. Saya hanya ingin memastikan kalau kita berkendara bersama, kamu merasa nyaman dan... setara," ujar Zyan sambil menyodorkan helm full-face mahal ke arah Alexa. "Ayo naik. Tapi janji, jangan suruh saya standing atau balapan liar."

Alexa tertawa lepas. "Ya kali lo bisa standing pake motor segede gaban gini! Oke, Om Duda, kita liat seberapa jago lo naklukin aspal Jakarta."

Perjalanan menuju kampus pagi itu jadi pusat perhatian. Bayangkan, seorang Direktur Arsalan yang biasanya lewat pake mobil antipeluru, sekarang meliuk-liuk di kemacetan Jakarta membonceng mahasiswi teknik yang jaketnya penuh tempelan stiker "Oli Samping".

"Om! Miringin dikit kalau di tikungan! Jangan kaku kayak kanebo kering!" teriak Alexa di balik helm.

"Ini sudah miring, Alexa! Saya tidak mau kita berakhir di selokan!" balas Zyan dengan suara yang tertutup angin.

Sesampainya di depan fakultas teknik, kerumunan mahasiswa langsung heboh. Rio, sahabat Alexa, sampai lari mendekat sambil bawa kunci pas.

"Gila, Lex! Lo dapet mangsa om-om dari mana lagi nih—Eh, Pak Zyan?!" Rio langsung membungkuk hormat pas Zyan buka kaca helmnya. "Maaf, Pak! Saya kira tadi begal elit!"

Zyan turun dari motor dengan gerakan yang sangat berwibawa, meski kakinya sedikit pegal karena jarang bawa motor besar. Ia membantu Alexa melepas helmnya, lalu merapikan rambut Alexa yang berantakan dengan tangannya sendiri.

"Saya jemput nanti sore, ya? Jangan keluyuran," ujar Zyan sambil mengecup kening Alexa di depan umum.

Mahasiswi-mahasiswi yang lewat di sana langsung jerit-jerit iri. Alexa yang biasanya nggak tahu malu, mendadak mukanya merah padam. "Iya, iya! Udah sana berangkat kerja, ntar saham lo anjlok gara-gara telat!"

Sepanjang hari di kampus, Alexa merasa sangat bahagia. Namun, ada satu hal yang mengusik pikirannya. Sosok Rio. Sahabatnya sejak semester satu itu mendadak jadi agak pendiam hari ini. Biasanya Rio bakal bawel nanyain soal mesin atau ngajak balapan, tapi kali ini Rio lebih banyak melamun.

"Yo, lo kenapa sih? Sakit gigi?" tanya Alexa saat mereka lagi di laboratorium mesin.

Rio menoleh, senyumnya tampak dipaksakan. "Enggak, Lex. Cuma lagi kepikiran tugas akhir aja. Eh, ngomong-ngomong, hubungan lo sama Zyan udah beneran oke? Nggak ada rahasia-rahasiaan lagi?"

Alexa mengangguk mantap. "Udah, Yo. Dia udah jelasin semuanya. Ternyata dia emang tulus, meski awalnya emang ada sejarah bokap kita. Kenapa emangnya?"

"Nggak apa-apa. Gue cuma... takut lo sakit hati aja. Dunia orang kaya kayak Zyan itu bahaya, Lex. Banyak orang yang nggak suka liat dia sukses atau bahagia," ujar Rio sambil sibuk mengelap alat ukur.

Alexa menatap Rio dengan dahi berkerut. Kalimat Rio barusan terdengar seperti peringatan, bukan sekadar perhatian sahabat. Sebelum Alexa sempat bertanya lebih lanjut, ponselnya bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal yang kemarin muncul lagi.

[14.20] Unknown:

Sudah merasa jadi ratu? Coba cek laci meja kerja sahabatmu, Rio. Tanya dia, siapa yang membayar biaya pengobatan ibunya di Singapura tahun lalu. Apakah itu murni hasil kerjanya, atau uang tutup mulut dari seseorang yang ingin menghancurkan Arsalan?

Alexa membeku. Dadanya berdegup kencang. Ia menoleh ke arah Rio yang sedang berjalan keluar laboratorium untuk mengambil air minum.

"Nggak mungkin... Rio sahabat gue," bisik Alexa.

Didorong rasa penasaran dan ketakutan, Alexa nekat membuka laci meja kerja Rio yang tidak terkunci. Di bawah tumpukan buku kalkulus, ia menemukan sebuah amplop cokelat. Di dalamnya ada slip transfer bank sebesar 50.000 Dollar Singapura. Pengirimnya? CLARISSA MAHENDRAS.

Dan ada sebuah catatan kecil di balik slip itu: "Tugasmu belum selesai. Pastikan Alexa meragukan kejujuran Zyan soal kecelakaan 25 tahun lalu. Jika tidak, biaya pengobatan tahap dua ibumu akan saya batalkan."

Lutut Alexa lemas. Ia terduduk di lantai lab yang dingin. Sahabat yang selama ini ia percayai, orang yang selalu mendukung hobinya, ternyata adalah orang yang mengirimkan pesan-pesan gelap itu dan mencoba menghancurkan rumah tangganya atas perintah Clarissa.

"Lex? Lo lagi ngapain?"

Suara Rio terdengar dari ambang pintu. Alexa mendongak dengan mata berkaca-kaca, menunjukkan slip transfer itu ke arah Rio.

Wajah Rio langsung pucat. Gelas air plastik di tangannya jatuh ke lantai. "Lex... gue bisa jelasin..."

"Jelasin apa, Yo?! Jelasin kalau lo selama ini mata-matain gue?! Jelasin kalau pesan-pesan teror itu dari lo?!" teriak Alexa, suaranya menggema di ruangan lab yang sepi.

"Gue nggak punya pilihan, Lex! Ibu gue sakit kanker stadium tiga! Biayanya miliaran! Clarissa dateng ke gue pas gue lagi bener-bener hancur! Dia minta gue cuma buat kasih informasi dikit tentang lo dan kasih bumbu-bumbu biar lo benci sama Zyan," Rio mendekat, mencoba memegang tangan Alexa, tapi Alexa mundur.

"Lo jual persahabatan kita cuma buat itu, Yo? Lo tahu betapa hancurnya gue pas baca pesan-pesan itu?! Gue hampir minta cerai dari Zyan!"

"Gue minta maaf, Lex... sumpah, gue minta maaf. Gue nggak bermaksud bikin kalian cerai, gue cuma butuh duitnya buat Ibu..." Rio menangis sesenggukan. "Tapi soal kecelakaan bokap lo... itu beneran bukan cuma soal asuransi. Clarissa punya dokumen lain yang nunjukin kalau ada pihak ketiga yang sengaja memotong kabel rem mobil itu, dan pihak ketiga itu adalah orang kepercayaan Papanya Zyan yang dulu juga memeras keluarga gue."

Alexa terdiam. Benang merahnya makin rumit. "Siapa orang itu?"

"Namanya Wijaya. Dia sekarang jadi dewan komisaris paling senior di Arsalan Group. Dia yang sebenernya pengen gulingin kekuasaan Zyan sekarang lewat Clarissa," bisik Rio.

Tepat saat itu, suara deru motor besar Zyan terdengar di parkiran kampus. Zyan sudah datang untuk menjemput.

Alexa menghapus air matanya. Ia menatap Rio dengan pandangan yang sulit diartikan. "Yo... gue maafin lo soal duit itu. Karena gue tahu lo sayang sama nyokap lo. Tapi gue nggak bisa percaya sama lo lagi kayak dulu. Sekarang, lo harus ikut gue ketemu Zyan. Lo harus buka semua ini sebelum Wijaya atau Clarissa ngelakuin hal yang lebih gila."

Di parkiran, Zyan kaget melihat Alexa keluar dengan wajah yang habis menangis, menyeret Rio di belakangnya.

"Alexa? Ada apa?" tanya Zyan panik, ia segera turun dari motornya.

"Om, kita nggak bisa kencan sore ini. Kita harus ke kantor polisi atau ke rumah Wijaya. Kita punya pengkhianat yang lebih besar dari Clarissa," ujar Alexa dengan nada bicara yang kembali ke mode serius.

Zyan mendengarkan penjelasan singkat dari Alexa dan pengakuan gemetar dari Rio. Wajah Zyan yang tadinya ramah mendadak berubah menjadi sangat menyeramkan. Aura Direktur Kejam-nya keluar lagi.

"Wijaya..." gumam Zyan dengan rahang mengeras. "Ternyata tikus tua itu pelakunya."

"Om, lo jangan nekat ya! Kita lapor polisi aja!" ujar Alexa khawatir.

Zyan menatap Alexa, lalu mencium tangannya. "Kali ini, biar saya yang ngerayap seperti kamu. Rio, kamu ikut saya. Kamu akan jadi saksi kunci. Jika kamu jujur, saya sendiri yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan ibu kamu sampai sembuh."

Rio menangis haru dan langsung mengangguk.

Malam itu, bukannya kencan romantis, mereka justru terlibat dalam operasi pembersihan besar-besaran di Arsalan Group. Alexa tidak tinggal diam. Ia menggunakan kemampuan IT-nya untuk membobol arsip digital milik Wijaya, sementara Zyan menghadapi pria tua itu di ruang rapat darurat.

Di tengah ketegangan itu, Alexa menyadari satu hal: cintanya pada Zyan bukan lagi soal siapa yang salah di masa lalu, tapi soal bagaimana mereka berdua berjuang bersama menghadapi masa depan.

"Gue emang anak motor," gumam Alexa sambil mengetik kode-kode di laptopnya. "Tapi buat lindungin duda kaku gue, gue bisa jadi jauh lebih berbahaya daripada virus komputer mana pun."

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!