NovelToon NovelToon
Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Kyai Rasyid adalah pengasuh pesantren yang dikenal bijaksana dan disegani. Bersama istrinya, Hanifah, ia membesarkan dua gadis dengan penuh kasih: putri kandungnya, Zareen Qonitat, dan keponakannya sendiri, Raihana Aleesa, yang telah yatim piatu sejak kecil. Meski tumbuh dalam rumah yang sama, Zareen dan Raihana memiliki kehidupan yang sangat berbeda. Zareen tumbuh menjadi gadis modern, cantik, dan berpendidikan tinggi yang memilih melanjutkan kuliah di luar kota. Sementara Raihana mengabdikan hidupnya di pesantren, membantu Kyai Rasyid mengurus para santri dengan segala kesederhanaan dan kelembutan hatinya. Hingga sebuah amanah lama kembali mengetuk kehidupan mereka. Sebelum meninggal dunia, sahabat Kyai Rasyid, Haidar, pernah berwasiat agar putra semata wayangnya, Reyhan Pradipta, menikahi salah satu putri keluarga Kyai Rasyid. Namun di antara dua gadis yang sama-sama telah dianggap anak sendiri, Kyai Rasyid tak sanggup memilih. Keputusan itu pun mengubah segalanya. Kyai Rasyid meminta Reyhan menikahi kedua putrinya sekaligus. Reyhan menolak. Bukan karena tak menghormati amanah ayahnya, melainkan karena ia takut tak mampu berlaku adil. Namun jauh di lubuk hati, Reyhan diam-diam telah menaruh rasa pada Zareen—gadis cantik dengan pesona modern yang sejak awal memikat matanya. Sedangkan Raihana… hanyalah gadis sederhana yang lebih sering menunduk dalam diam. Tak ada yang tahu, pernikahan yang awalnya hanya dianggap sebagai amanah justru perlahan membuka luka, kecemburuan, pengorbanan, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tak pernah diduga. Sebab terkadang, hati tidak jatuh pada mereka yang paling bersinar… melainkan pada mereka yang paling tulus menetap di sisi kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Kecil

Hana hanya bisa menatap pintu beranda rumah, berharap bisa mendapatkan kabar baik tentang kondisi abah di rumah sakit. Bibir mungilnya tidak berhenti untuk berdzikir dan berdoa untuk kesembuhan abahnya.

Sementara itu adiknya Zareen tenang-tenang saja setelah melihat poto yang dikirimkan oleh Rey. Tidak ada rasa khawatir atau sedih yang mehiasi wajah cantik Zareen, bahkan diwajahnya yang cantik malah tersungging senyuman dan berharap sesuatu yang lebih parah terjadi.

"Kenapa senyum senyum sayang?" pria berhidung belang. Dengan bertelanjang dada dan memperlihatkan bentuk perutnya yang buncit. Sungguh sangat jauh jika dibandingkan dengan Rey. Tapi peduli apa bsgi Zareen, yang penting wanita cantik itu mendapatkan uang sebannyak-banyaknya dari pria ber perut besar itu.

Pria tua berusia empat puluh tahun lebih banyak, itu memeluk tubuh ramping yang hanya mengenakan bikini saja. Pria tua itu mencium kulit punggung Zareen yang sangat mulus itu.

"emhh ini uang tadi malam sudah masuk ke rekening ku mas. Makasih banyak, nominalnya banyak sekali." ucap Zareen sambil mengecup pipi tembam pria tua itu.

"Malam tadi kamu mainnya mantep banget sayang. Mas sangat puas sekali dengan permainanmu yang sangat lincah itu. Temani satu minggu mas disini, mas akan kasih hadiah apapun yang kamu mau." ucap pria tua yang bernama Ronald itu. Ia menyesap kuat bibir merah milikk Zareen.

"Apa yang tidak untuk mas, apapun akan kuberikan asalkan ini nya sesuai dengan yang aku pinta." ungkap Zareen dengan tangan yang meraba dada montok milik Ronald. Tatapan Zareen dibuat semenggoda mungkin.

Tatapan dan sentuhan Zareen membuat tubuh gempal Ronald meremang dan perkututnya seketika terbangun tegak.

Kembali pada Hana.

Seorang santriawati yang masih memakai seragam sekolah mengetuk pintu beranda rumah kyai Rasyid, ditanganya ada beberapa makanan yang masih hangat dan terbungkus rapi.

"Assalamualaikum kak Han..."

"Wa'alaikumsalam dek, ada apa?"

"Ini kak ada yang mengantarkan paket makanan dari ojek online katanya dari suami kak Hana"

Hana menerima paket itu dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Ada sesuatu yang bergetar dalam hatinya. Perhatian kecil seperti ini membuat dada Hana menghangat.

Paket nasi lengkap dengan sayur dan buah-buahan yang segar. Tidak hilang senyuman Hana saat membuka paket dari Rey itu.

***

Jam sepuluh malam Rey baru saja sampai kerumah kyai Rasyid dari sebelumnya Rey mengunjungi rumah sakit terlebih dahulu. Melihat perkembangan kondisi kyai Rasyid, dan kabar gembiranya kyai Rasyid kini sudah menunjukan perkembangan dan sudah dipindahkan ke ruang PIV terbaik atas permintaan dari Rey.

Rey terpaksa pulang karena umi Hanifah yang menyuruhnya untuk menemani Hana yang sendirian dirumah.

"Huwek..." baru tiga jam perutnya terisi, Hana harus memuntahkan kembali isi perutnya. Hana melangkah pelan menuju ranjang kasur dan akan segera merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lemas.

Namun mata Hana tidak sengaja melihat Rey yang sedang berdiri diambang pintu kamarnya, dan Rey pun menatap kearahnya.

"Abang sud...." Hana tidak melanjutkan pertanyaanya karena Rey yang langsung pergi begitu saja.

Hana mulai merebahkan tubuhnya, ia menyandarkan kepalanya pada tumpukan bantal dengan tujuan bisa sedikit meredakan rasa mual dan pusingnya. Hana memejamkan matanya berusaha agar segera terlelap. Tapi bayangan wajah abanya yang sedang terbaring lemah dirumah sakit terus menguasai pikirannya.

Hana sudah mencoba berbagai posisi yang enak. Tapi kukuh hatinya gelisah tidak tenang, bayangan kyai Rasyid yang tidak sadar terus menghantui Hana. Mungkin karena efek hormon hamil juga, menjadikan Han was-was dan tidak tenang.

Hana membuka matanya ketika mendengar langkah kaki yang memasuki kamarnya.

"Bang belum tidur?" tanya Hana lembut.

"Jangan kepedean kalau malam ini gue tidur disini. Gue hanya takut jika terjadi apa-apa dengan lo, terus ujung-ujungnya nanti nyalahin gue." ucap Rey tegas.

Hana tersenyum manis "Apa yang akan terjadi sih bang, Hana aman-aman aja disini."

Tidak menjawab pertanyaan dari Hana, Rey merebahkan tubuhnya dan memunggungi Hana. Pandangannya tertuju pada cahaya lampu masjid dibalik jendela.

Hana kembali mencoba untuk memejamkan matanya, pergerakan Hana itu membuat Rey mengerutkan kening. Rey menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang kayu, sama halnya dengan Hana Rey pun menghawatirkan kondisi Kyai Rasyid.

Hana membalikan tubuhnya yang kini menghadap Rey. Lagi dan lagi mata mereka bertubrukan. Rey dapat merasakan kegelisahan yang menguasai diri Hana.

"Hana ga bisa tidur bang. Keinget abah terus" akhir-akhir ini Hana sangat mudah sekali menangis. Ternyata jadi ibu hamil itu tidak mudah pikir Hana, ia harus mengontrol emosinya yang seringkali berubah-ubah. Bahkan Hana sering mersa dirinya aneh.

"Abah baik" ucap Rey singkat.

"Tapi Hana ga tenang bang. Bolehkah bawa Hana kesana kalau abang ga capek?" Hana menatap Rey dengan ekspresi wajah yang memohon.

Rey mendengus kesal, dirinya sangat lelah dengan berbagai pikiran yang sangat bercabang.

"Kalau ga bisa gapapa kok bang." Hana membalikan tubuhnya memunggungi Rey kembali.

Hening.

Hampir setengah jam Rey mendiamkan Hana yang menangis pelan sambil membelakanginya.

"argh... gak pake lama cepat siap-siap. Saya antarkan kesana" ucap Rey sambil menghenyakan tubuhnya.

Bersambung

Jangan lupa like ya readers.

1
fsf
baru cuma seperti itu dah sakit kan hatinya apalagi Hana yg sudah berkali kali dicaci
falea sezi
hana nie bego ya 😒 mau jd pelakor ya
roses: hana belum tau kak hahah
total 1 replies
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
Fahri ini egois....
roses: dikira akan baik ya kak
total 1 replies
fsf
Hana kan tau agama selama bertahun-tahun dia ngak dikasih nafkah lahir batin berarti sudah bisa mengajukan gugatan cerai. dia terlalu lemah jd perempuan dan terkesan bodoh
roses: hana ini terkesan terlalu banyak mikir.
total 1 replies
falea sezi
heleh Rey pret lu mahh🤣 hana di lu jadiin serep saat karemm bini lu yg uda bolong itu ketauan belangnya🤣 aishhh klo aja gk. ketauan mana mau lu mertahanin hana😒'paleng lu uda cerai in dia
falea sezi
hana bego🤣 mengharap laki yg anu nya bekas karemmm🤢 mual deh bayangin nya cm di jadiin ban serep lu bangga😕
Sam sam
terima kasih up nya Thor🙂di tunggu kelanjuta nya ya,
Sam sam
Alhamdulillah sudah up dari kemarin bolak balik ngecek tapi belum up terimakasih tor
Sam sam: sama sama Thor🙂di tunggu up nya lagi ya thor
total 2 replies
Nurcahya Cahya
2bab dong
roses: siap kak, terimakasih sudah mendukung utor🙏🏼
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣bner bapak mh jahat najis amat balik setelah tau belang zaremmm
Sam sam
Pakah si Rey sedang bermimpi?baru sadar dia bahwa dia meninggalkan istri yg sedang hamil,ahir nya dalam mimpi pun anak nya Ndak mau menerima ayah nya
Sam sam: di tunggu up nya ya Thor jadi makin penasaran ini semangat💪
total 2 replies
Zainuddin -
semangat nulisnya author💪💪💪
fsf
yg kuat ya Hana, jangan lg pedulikan suami bodohmu itu
Azzahra Sevita Hanum Dimitry
parah ya zareen sekelas nasab kyai tapi murahan. gus Fakhri jodohkan sama Hana aja
roses: tunggu aja ya kak
total 1 replies
falea sezi
awas aja balik ke rey🤣 di jadiin doank. ban serep. saat zaremm ketauan borok nya🤣 jangan mau abis lahiran gugat cerai🤣
Zainuddin -
belum lanjut ya, semangat author
roses: Belum kak, diusahakan up hari ini
total 1 replies
falea sezi
bkin cerai ma rey najis amat berbagi batangan rey yg bekas zi zaremm
falea sezi
bkin Hanna pergi jauh lahh😒
falea sezi
kyai rasyid bangke🤣🤣 demi anak jalang hana menderita egois lu kiyai titel doank kiyai otak lu otak oon😒
roses: Kak 😭😭😭
total 1 replies
Zainuddin -
awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!