NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INTENSIFIKASI RASA CURIGA

Di dalam ruko tua yang hangat, aroma teh melati yang baru diseduh menguar tipis, mencoba mencairkan atmosfer canggung yang mendadak membeku di antara kedua remaja itu. Lyra Anya Cassandra meletakkan secangkir teh hangat di atas meja kayu di depan Ryzan Jonarland. Jemari kurusnya meremas ujung celemek kain motif bunganya dengan gerakan gelisah, sementara sepasang mata cokelat jernih di balik kacamata bulatnya menatap lantai, enggan beradu pandang dengan teman masa kecilnya.

Ryzan tidak menyentuh cangkir tehnya. Pemuda jangkung itu duduk dengan posisi kaku, menahan rasa sakit pada kaki kanannya yang dibalut perban elastis tebal. Kemeja flanel merah-hitamnya yang terbuka memperlihatkan kaus polos putih yang sedikit kusut. Rambut cokelat gelap undercut-nya yang acak-acakan membingkai wajah tampannya yang kini dipenuhi riat keseriusan yang teramat dalam, menghilangkan seluruh kesan jenaka yang biasa ia miliki.

"Ly, gue mau nanya sesuatu sama lo," tanya Ryzan dengan nada suara yang merendah, sangat lambat dan sarat akan proteksi seorang sahabat sejati. Lesung pipit yang biasanya menghiasi wajahnya kini lenyap sepenuhnya, digantikan oleh tatapan mata cokelat hangatnya yang menatap Lyra dengan intensitas yang tajam.

"Nanya... nanya apa, Ryz? Kok muka kamu seserius itu," jawab Lyra dengan tawa renyah yang terdengar sangat canggung dan dipaksakan. Ia membetulkan letak kacamata bulatnya yang melorot di hidung bangirnya, berusaha menyembunyikan debaran jantungnya yang mendadak berpacu cepat karena grogi.

"Nenek bilang, kemarin malam ada cowok namanya Elian yang kirim pesan ke telepon toko. Dia bilang lo kerja kelompok di rumahnya sampai malam. Benar begitu?" tanya Ryzan dengan alis tebalnya yang bertaut rapat, menuntut jawaban jujur dari gadis yang selalu dijaganya sejak kecil.

Lyra tersentak kaget. Ingatannya mendadak terlempar kembali pada insiden gudang tua semalam, di mana ia menangis histeris di dalam kegelapan sebelum Elian datang sebagai malaikat penolong dengan aroma amberwood-nya yang hangat. Namun, karena Elian adalah anak donatur terbesar yayasan dan ia tidak ingin Ryzan yang emosional berurusan dengan pihak elite sekolah, Lyra memilih untuk menutupi kebenaran tersebut.

"Ah... iya, Ryz. Kemarin aku emang ada tugas kelompok dadakan sama Elian dan anak-anak kelas lain. Karena ponselku mati kehabisan baterai, Elian berbaik hati pinjamin teleponnya buat kabari Nenek," jawab Lyra dengan wajah yang dibuat seyakin mungkin, berbohong demi kebaikan meskipun hatinya merasa sangat tidak nyaman harus membohongi Ryzan.

"Elian? Maksud lo... Elian Gava Alaric? Anak miliarder donatur terbesar di SMA Gava elite itu?" tanya Ryzan lagi dengan nada suara yang mendadak meninggi dan sarat akan ketidakpercayaan. Tubuh tegapnya condong ke depan, mengabaikan rasa nyeri di kakinya yang cedera.

"Iya, dia orangnya baik banget kok, Ryz. Kemarin dia juga borong semua kue sus buatan Nenek di sini. Dia... dia banyak bantu aku di sekolah baru," jawab Lyra dengan seulas senyuman tulus yang terukir di wajah manisnya saat menceritakan sosok Elian. Di mata polos Lyra, Elian adalah sosok pangeran sempurna yang selalu datang di saat ia membutuhkannya seorang malaikat pelindung sejati di tengah kerasnya lingkungan SMA Gava.

Mendengar pujian tulus dari mulut Lyra untuk lelaki lain, dada Ryzan terasa seperti dihantam oleh palu besar. Insting protektifnya sebagai cowok green flag langsung menangkap adanya sinyal bahaya yang sangat besar. Sifat mandiri Lyra yang biasa keras kepala mendadak runtuh dan melunak hanya karena kehadiran anak donatur tersebut.

"Ly, lo dengerin gue baik-baik," jawab Ryzan dengan suara baritonnya yang berat, meraih pergelangan tangan kurus Lyra dan menggenggamnya dengan kehangatan tangan kekarnya yang penuh proteksi. "Cowok kaya kayak Elian itu gak mungkin tiba-tiba baik sama siswi beasiswa kayak lo tanpa ada maksud tertentu. Mereka itu punya segalanya, Ly. Mereka bisa mainin hidup orang kecil kayak kita sesuka hati mereka. Gue gak suka lo deket-deket sama dia."

"Ryzan, kamu apa-apaan sih! Elian gak kayak gitu! Dia tulus banget bantuin aku pas aku lagi kesusahan di sekolah!" protes Lyra sambil cemberut, menepis tangan Ryzan dengan gerakan kesal. Di dalam benaknya yang sudah terkena doktrin manipulasi psikologis, pembelaan terhadap Elian muncul secara otomatis karena jangkar keselamatan semalam terlalu kuat menancap di kesadarannya.

Tepat saat ketegangan di antara mereka memuncak, suara deru mobil bersirine dan rem yang berdecit kasar mendadak terdengar dari depan ruko tua tersebut.

Tring!

Pintu kaca ruko didorong terbuka dengan paksa dari luar, memicu denting lonceng kuningan yang nyaring dan panik. Dua orang pria bertubuh kekar dengan seragam pelatih hitam bertuliskan 'Keamanan Asrama SMA Taruna' melangkah masuk dengan ekspresi wajah yang sangat keras dan dingin.

"Taruna Ryzan Jonarland! Anda dinyatakan melakukan pelanggaran berat karena kabur dari ruang isolasi medis asrama tanpa izin tertulis!" teriak salah satu pelatih dengan nada suara yang menggelegar, menunjuk Ryzan dengan tongkat komando kecil di tangannya.

Ryzan tersentak kaget, wajah tampannya seketika memucat saat menyadari tim asrama Taruna bisa melacak keberadaannya secepat ini di distrik komersial barat. Ia melirik ke luar jendela, dan di seberang jalan, ia sempat menangkap kilauan lampu dari mobil sedan hitam mewah yang perlahan mulai melaju pergi meninggalkan area tersebut.

"Sial... ini pasti ulah dia," bisik Ryzan dengan rahang yang mengeras sempurna dan sepasang mata cokelat hangatnya yang mendadak memancarkan kilat kemarahan yang teramat besar dan dingin. Ia tahu pasti, tidak ada orang lain yang memiliki kekuasaan sebesar ini untuk menggerakkan sistem militer Taruna selain tangan dingin Elian Gava Alaric. Namun, sebelum ia sempat menjelaskan apa pun pada Lyra, kedua pelatih kekar itu sudah memegangi kedua lengan kekarnya secara paksa, menyeret tubuh jangkungnya yang pincang keluar dari ruko menuju mobil asrama yang sudah menunggu di luar di bawah tatapan mata Lyra yang membelalak sempurna penuh kepanikan dan ketidaktahuan akan jebakan yang sedang mengurung sisa hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!