NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pandangan Edelia

Ren terbangun oleh aroma mentega dari roti bakar dan telur yang digoreng gurih. Pagi itu, untuk pertama kalinya, Ren mencium aroma yang begitu semerbak dari arah dapur apartemen barunya. Di kediaman Damaris, Ren bahkan hampir tidak pernah mencium bau masakan karena kamarnya yang terletak jauh dari dapur dan ruang makan.

Dengan mata yang masih setengah terbuka, Ren membuka pintu kamarnya perlahan kemudian berjalan perlahan tanpa suara menuju dapur. Terdengar suara Lia bersenandung lirih sambil melihat telur di penggorengan. Lia terkejut saat membalikkan badan hendak mengambil spatula yang tertinggal di dekat tempat cuci piring.

"Ah! Maaf. Apakah saya membangunkan Tuan Muda?" tanya Lia sambil membalik telurnya. Ren menggelengkan kepalanya meski Lia tak sedang memperhatikannya.

"Tuan suka telur setengah mateng atau mateng sempurna?" tanya Lia sebelum membalik telur satunya. Ren melongok ke arah penggorengan.

"Cukup," jawab Ren datar. Lia tersenyum lalu mengangkat telur setengah matang milik Ren dan meletakkannya di piring yang sudah ada roti bakar di atasnya.

"Susu atau kopi?" tanya Lia sambil menyodorkan piring berisi roti bakar dan telur pada Ren.

"Kopi. Tanpa gula," kata Ren sambil duduk di meja makan. Lia tersenyum.

Ren duduk di meja makan, menatap sarapannya yang sederhana namun entah mengapa hatinya terasa hangat.

"Silakan," kata Lia sambil meletakkan secangkir kopi panas di atas meja. Ren mengangguk kikuk.

"Karena saya tidak tahu Tuan Muda biasa sarapan apa, jadi saya buatkan sesuatu yang umum saja," kata Lia sambil duduk dan meletekkan piring dengan isi yang sama —hanya telur Lia dimasak matang sempurna— dan segelas susu.

"Tidak masalah. Saya tak memiliki alergi apapun," kata Ren sambil menggigit rotinya.

Ren menatap Lia yang tersenyum sambil memotong telurnya. Ren tidak ingat membeli telur dan segala macam bahan makanan.

"Isi kulkas Tuan Muda lumayan lengkap. Bahkan ada stok daging dan salmon premium!" kata Lia sambil mengunyah telurnya.

Ren menaikkan kedua alisnya. Dia cukup tahu siapa yang melakukan hal itu. Julian. Sekretarisnya.

"Tuan Muda ke kantor hari ini?" tanya Lia pada Ren lalu meminum segelas susu. Ren mengangguk tanpa ragu.

"Baiklah. Kalau begitu saya juga mau ke kantor," kata Lia sambil menggigit roti bakarnya.

Ren menatap Lia. Entah mengapa, Ren merasa sejak kemarin Lia terasa sedikit lebih bersahabat. Mereka memang jarang bertemu sebelum menikah. Bertemu pun untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah pernikahan seperti fitting baju dan masalah teknis lainnya. Mereka hanya berinteraksi saat diskusi dan penandatanganan kontrak dimana Ren merasa Lia lebih ketus dari yang sekarang.

'Apa yang dia rencanakan?'

***

"Saya antar," kata Ren pada Lia saat melihat Lia sudah bersiap.

"Eh? Saya bisa telepon sopir saya buat jemput saya disini. Lagi pula arah perusahaan Tuan Muda dan Lavendra Hotel berlawanan," kata Lia.

"Saya hanya menjaga image dan konsistensi peran saya sebagai suami yang baik di mata publik," kata Ren dingin.

"Oh! Ah! Kesana arahnya! Harusnya saya tahu! Maaf, Tuan Muda. Baiklah kalau begitu. Dengan senang hati," kata Lia lalu berlalu menuju pintu keluar.

Ren berjalan di belakang Lia. Ren menatap Lia dari ujung kepala hingga ujung kaki. Penampilannya sama sekali jauh dari kata feminim. Jika Ren harus menggambarkannya dengan kata-kata, mungkin kata chic and trendy adalah kata yang tepat.

Lia memakai setelan blazer dan celana palazzo warna beige dengan flat shoes warna senada celananya. Rambut panjangnya digulung sembarang, memberi kesan wanita yang tak memusingkan tentang penampilan yang sempurna. Lia terlihat hanya menenteng totebag warna putih gading yang sangat tidak cocok dengan setelan blazernya. Namun, entah mengapa, menurut Ren, penampilan Lia enak dipandang mata. Terlihat praktis dan efisien.

"Oh, ya. Saya rasa Tuan Muda tidak perlu berakting terlalu jauh sampai harus menjemput saya juga," kata Lia sambil memasang sabuk pengamannya. Ren hanya diam.

"Saya berencana pulang membawa mobil saya. Saya yakin Julio tidak akan memperlakukan bumble-bee dengan baik," kata Lia sambil menata poninya melalui pantulan kaca spion.

"Bumble-bee?" tanya Ren.

"Ah! Nama mobil saya. Volkswagen Beetle warna kuning tahun 2019," jawab Lia.

"Volkswagen Beetle? Nice pick," puji Ren. Lia tersenyum.

"Saya beli dari honor desain yang saya kumpulkan," kata Lia bangga.

Ren tidak merespon. Dia menyalakan mesin mobil sportnya dengan tatapan dingin lurus ke depan. Lia pun terdiam. Dia tidak lagi berbicara setelah mobil Ren menyusuri jalanan.

Hanya ada hening di mobil. Lia lebih sering melempar pandangannya keluar jendela. Ren sesekali melirik ke arah Lia. Dari sudut matanya Ren dapat melihat kesepian di wajah Lia.

"Nona Edelia," panggil Ren membuat Lia menegakkan duduknya yang semula santai.

"Ya?"

"Maaf kalau kemarin saya meminta sesuatu yang berlebihan. Tentang bertahan," kata Ren. Lia menaikkan kedua alisnya.

"Saya tahu, Anda mungkin merasa... jijik dengan..."

"Jijik? Dengan Anda? Tunggu. Maaf, saya memotong. Boleh saya bicara?" tanya Lia yang dibalas anggukan oleh Ren.

"Pertama, saya bertahan bukan karena permintaan Anda. Saya lebih berpikir logis dan tidak mengedepankan perasaan saya. Saya baru sehari menikah. Bukan pernikahan biasa. Melainkan pernikahan yang dinikmati publik di negeri ini. Saya tidak mungkin meminta perceraian di hari yang sama. Ada dua nama baik keluarga yang harus saya jaga," kata Lia mulai menjelaskan.

"Yang kedua, saya tidak jijik dengan Anda —seperti yang pernah saya katakan sebelumnya—, atau siapapun yang memiliki orientasi seks yang tidak normal. Pandangan setiap orang itu berbeda. Dan saya tidak menghakimi Anda," lanjut Lia. Ren tertegun mendengar kata-kata Lia.

"Ada banyak faktor mengapa Anda memiliki orientasi seks yang unik. Saya sendiri baru mengenal Anda baru-baru ini. Saya tidak tahu orientasi seks Anda yang unik ini disebabkan karena faktor biologis —yang memang sudah terlihat sejak Anda masih kecil— atau ada faktor eksternal, yaitu faktor psikologis yang mempengaruhinya," kata Lia.

Ren terpaku. Sejak dikhianati Vio dua belas tahun yang lalu, Ren merasa sulit bahkan tak bisa lagi mempercayai wanita untuk menjalin hubungan diluar hubungan profesional. Dirinya selalu dibayangi imajinasinya tentang Vio dan Rowan yang melakukan hubungan seks diluar nikah.

Sejak saat itu, Ren menjadi dingin terhadap wanita. Dirinya mengalami krisis kepercayaan dengan makhluk bernama wanita. Dan Ren selalu bersama Arka kemanapun Ren pergi. Tak heran jika publik mempertanyakan orientasi seksual Ren.

"Manusia di mata saya sama, Tuan Muda. Tidak peduli bagaimana fisiknya, kemampuannya, sifatnya, ataupun status sosialnya. Mereka semua sama di mata saya. Dan saya memperlakukan manusia sebagaimana manusia itu seharusnya diperlakukan," tutup Lia sambil tersenyum ke arah Ren tepat saat Ren menatap ke arahnya.

Ada suatu perasaan aneh yang menjalar dalam diri Ren saat itu. Dadanya terasa sesak tiba-tiba. Jantungnya berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya. Ren kembali fokus mengemudi sambil mempertanyakan tentang dirinya sendiri.

'Sebenarnya aku ini... siapa?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!