NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Pesta Teh

Badai salju di sekitar Puncak Gerhana telah sepenuhnya berhenti. Langit Benua Utara, yang biasanya tertutup awan kelabu tebal, kini menampakkan warna biru cerah yang sangat langka.

Di dalam Aula Utama Benteng Puncak Gerhana, suasana yang beberapa jam lalu dipenuhi bau kematian dan keputusasaan, kini telah berubah. Ribuan murid faksi loyalis sibuk membersihkan puing-puing, sementara para tetua mengeluarkan simpanan daging spiritual dan arak pusaka yang tadinya mereka simpan untuk perayaan pasca-kematian.

Di pusat aula, sebuah meja giok besar telah disiapkan. Patriark Gu Cang, yang tubuhnya telah pulih berkat sisa hawa Api Nirwana, bersikeras memberikan kursi utama kepada Zhao Xuan. Namun, Sang Tiran menolaknya dengan santai dan memilih duduk di kursi tamu berdampingan dengan pengikutnya.

"Makan! Makan semuanya! Hahaha!" Long Chen tertawa menggelegar, mulutnya penuh dengan paha Beruang Es tingkat Nirvana yang dipanggang utuh. Sisi barbar pemuda Naga Leluhur itu keluar sepenuhnya. Ia bahkan tidak menggunakan sumpit, melainkan merobek daging itu dengan tangan kosong.

"Tuan Muda Long, tolong sisakan sedikit martabatmu di depan tuan rumah," Jian Zui menghela napas panjang, menutupi wajahnya dengan satu tangan. Sang Master Pedang kemudian menoleh pada pelayan wanita di sampingnya. "Nona, apakah kalian memiliki arak yang usianya lebih dari tiga ratus tahun? Tenggorokanku butuh dibilas dari rasa darah."

Gu Yue, sepupu Gu Tianxue yang bertugas melayani mereka, tersenyum canggung melihat tingkah laku kelompok monster ini. Ia menuangkan secangkir Teh Esensi Es ke dalam cangkir giok di hadapan Zhao Xuan dengan tangan sedikit gemetar, masih terpesona oleh aura pemuda berambut merah tersebut.

"Silakan dinikmati, Tuan Zhao," ucap Gu Yue hormat.

Zhao Xuan mengangguk pelan. Ia meraih gagang cangkir giok tersebut.

Namun, tepat ketika jari-jarinya menyentuh cangkir...

TSSSSS... BLUB!

Cangkir giok yang terbuat dari bahan tahan api tingkat bumi itu seketika meleleh menjadi cairan hijau kental! Teh Esensi Es di dalamnya langsung menguap menjadi awan jamur kecil yang menutupi wajah Zhao Xuan.

Seluruh aula mendadak hening. Long Chen menghentikan kunyahannya. Gu Yue memucat pasi, mengira ia telah memberikan cangkir beracun.

Zhao Xuan menatap genangan giok cair di atas meja dengan ekspresi luar biasa datar. Ia mengibaskan uap teh dari wajahnya. Helai rambut merahnya sedikit berkedip seperti bara api.

"Tampaknya," Zhao Xuan bergumam pelan, "mengendalikan Api Nirwana Primordial tidak semudah mengendalikan petir. Suhu tubuh normalku sekarang berada di kisaran magma inti bumi. Aku harus menekan pori-poriku lebih rapat."

"Fufufu... Bos, kau sekarang adalah tungku berjalan!" Long Chen tertawa terbahak-bahak hingga memuntahkan sepotong daging. "Jika musim dingin tiba, aku akan tidur di sebelahmu!"

"Tutup mulutmu, Kadal," ancam Zhao Xuan tanpa menoleh, namun sudut bibirnya sedikit terangkat. Masa-masa tegang telah berlalu. Ia membiarkan Qi nya rileks untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain meja, Gu Tianxue berdiri tegak. Ia tidak ikut makan, melainkan berjaga di belakang kursi Zhao Xuan. Meskipun ia telah kembali ke klannya, sikapnya menegaskan bahwa ia bukan lagi sekadar anggota Klan Iblis Surgawi, melainkan pedang pribadi Sang Tiran.

"Tianxue, duduk dan istirahatlah," perintah Zhao Xuan. "Kau hampir membakar fondasimu untuk menahan formasi itu."

"Saya tidak berani duduk sebelum Tuan..."

"Duduk."

Satu kata itu mengandung Otoritas mutlak. Gu Tianxue langsung duduk di kursi kosong tanpa berani membantah lagi.

"Kita akan beristirahat di sini selama tiga hari," ucap Zhao Xuan, matanya menyapu anggota kelompoknya. "Kita semua butuh pemulihan. Pertarungan tadi menguras cukup banyak Esensi Dantian kita. Terutama aku, yang baru saja berganti."

Jian Zui mengangguk setuju. "Kebijaksanaan yang tepat, Tuan. Tapi... apakah aman berdiam diri? Pertarungan Anda menghancurkan Kuali Lautan Darah tingkat dewa. Fluktuasinya pasti terasa ke seluruh penjuru planet ini."

Zhao Xuan menyeringai tipis. Matanya yang memiliki lingkaran emas menatap ke arah atap aula yang berlubang, seolah menembus langit menuju tempat-tempat persembunyian para penonton.

"Tentu saja terasa," kekeh Zhao Xuan. "Sejak awal pertarungan, ada burung gagak yang bersembunyi di awan panas, dan ada tikus peramal yang mengintip dari puncak gunung es terdekat. Mereka menonton dengan harapan bisa mencuri keuntungan dari bangkai kita."

Long Chen langsung tersedak tulangnya. "Apa?! Ada musuh lain?! Kenapa Bos tidak memberitahuku?! Aku akan menombak pantat mereka dari awan!"

"Tidak perlu," Zhao Xuan bersandar di kursinya, namun karena kursinya terbuat dari kayu spiritual biasa, sandarannya mulai berasap dan terbakar hitam. Zhao Xuan menghela napas dan duduk tegak kembali. "Mereka tidak bergerak karena mereka takut. Dan setelah melihat apa yang terjadi pada Iblis Darah, ketakutan mereka telah berubah menjadi teror. Biarkan mereka hidup. Kita butuh saksi mata untuk menyebarkan berita ke Benua Tengah bahwa seekor monster baru saja lepas dari kandangnya."

Tiga Ratus Mil di Atas Puncak Gerhana – Awan Api Klan Gagak Emas.

Apa yang dikatakan Zhao Xuan benar-benar terjadi.

Di dalam kereta perunggu kuno yang melayang di atas awan, Patriark Yan Luo dari Klan Gagak Emas, seorang elit di ranah God King Puncak, saat ini sedang duduk gemetar di lantai keretanya. Keringat dingin bercucuran sebesar biji jagung dari dahinya, membasahi jubah mewahnya.

Di hadapannya, putrinya yang arogan, Yan Ji, wajahnya sepucat mayat.

Mereka baru saja menyaksikan akhir dari pertarungan itu melalui cermin formasi. Mereka melihat bagaimana pemuda berjubah hitam itu hancur, namun bangkit kembali dengan fusi Phoenix Primordial, dan membakar Avatar Setengah Langkah God Emperor beserta kutukan mautnya menjadi ketiadaan absolut.

"A-Ayah..." suara Yan Ji bergetar hebat. "Api putih kemerahan itu... Garis keturunan Gagak Emasku di dalam Dantianku... ia... ia berlutut ketakutan! Burung api kita bahkan tidak berani mengepakkan sayapnya!"

Patriark Yan Luo menelan ludah. Ambisinya untuk turun dan merampas Simbol Leluhur Iblis Malam dari reruntuhan benteng telah menguap seratus persen.

"Yan Ji, dengarkan ayahmu baik-baik," ucap Yan Luo, suaranya dipenuhi panik. "Mulai hari ini, setiap murid Klan Gagak Emas dilarang keras mengenakan atribut berwarna merah! Jika ada yang berani menatap ke arah pemuda berambut merah itu... cabut mata mereka sebelum pemuda itu mencabut nyawa seluruh klan kita!"

Yan Luo langsung melompat ke anjungan kemudi keretanya. "Putar balik armada! Putar balik sekarang juga! Kita kembali ke Benua Selatan dan segel gerbang klan selama tiga ratus tahun! Benua Utara kini adalah wilayah kekuasaan Asura!"

Puncak Gunung Es Tak Bernama – Paviliun Bintang Jatuh.

Di waktu yang sama, di paviliun pengamat yang tenang, suasana tak kalah menegangkan.

Meng Ruyan, Sang Orang Suci dari Paviliun Bintang yang matanya tertutup sutra, masih duduk di depan papan catur Weiqi-nya. Namun, papan catur yang terbuat dari Giok Bintang tingkat Surga itu... kini telah hancur menjadi debu halus hanya karena riak takdir dari pertempuran Zhao Xuan.

Penatua Feng tidak lagi mengunyah biji bunga matahari. Ia berdiri mematung menatap ke arah Puncak Gerhana, lututnya sedikit gemetar.

"Dewa-dewa di surga..." gumam Penatua Feng. "Dia menguasai Hukum Ketiadaan, menundukkan Petir Kesengsaraan... dan kini ia menyerap Api Nirwana Primordial ke dalam fisiknya yang sudah berada di tingkat Dewa Fana. Gadis Suci... monster apa yang baru saja lahir di planet kecil kita ini?"

Meng Ruyan perlahan meraba debu papan catur di depannya.

"Dia bukanlah monster, Penatua Feng," bisik Meng Ruyan, suaranya mengandung kekaguman sekaligus teror yang mendalam. "Dia adalah Penghakiman. Takdirnya tidak bisa dibaca, karena kapan pun takdir mencoba mengikatnya, ia membakarnya menjadi abu."

Meng Ruyan berdiri, jubah putihnya berkibar tertiup angin es. "Kirimkan pesan rahasia ke Markas Besar Paviliun Bintang di Benua Tengah. Naikkan status ancaman untuk pemuda bernama Zhao Xuan ke tingkat Bencana Bintang Merah."

Penatua Feng tersentak. "Tingkat Bintang Merah?! Itu adalah klasifikasi untuk invasi Dewa Luar! Jika berita ini sampai ke telinga Tiga Klan Kaisar di Benua Tengah, mereka akan mengerahkan seluruh pasukan elit mereka!"

"Tiga Klan Kaisar akan tetap bersikap arogan," Meng Ruyan menggelengkan kepalanya pelan. "Klan Han baru saja kehilangan pembunuh terbaik mereka. Klan Iblis Darah kehilangan Avatar Patriark mereka. Benua Tengah akan segera dilanda badai politik. Pemuda itu telah meruntuhkan keseimbangan."

Meng Ruyan tersenyum tipis. "Pertunjukan fana ini mulai terlihat sangat membosankan. Tapi dengan kehadirannya... panggung dunia ini akhirnya memiliki karakter utama yang pantas ditonton."

Kembali ke Aula Benteng Puncak Gerhana.

Setelah beberapa insiden kecil di mana Zhao Xuan tanpa sengaja menghanguskan dua piring daging dan satu sumpit karena belum terbiasa dengan suhu tubuh barunya, pesta kecil itu akhirnya berjalan lancar.

Patriark Gu Cang menghampiri meja mereka, membawa sebuah kotak kayu hitam kuno yang memancarkan energi dingin yang pekat. Ia membungkuk hormat dan menyodorkan kotak itu ke hadapan Zhao Xuan.

"Tuan Yang Mulia," ucap Gu Cang. "Klan Iblis Surgawi tidak memiliki pusaka tingkat dewa untuk dipersembahkan. Namun, sebagai rasa terima kasih, terimalah Peta Arus Bintang ini. Ini adalah peta navigasi rahasia yang mencatat jalur aman melintasi Lautan Kekosongan menuju pusat Benua Tengah. Tanpa peta ini, bahkan God King akan tersesat di dalam kabut ilusi pembatas benua."

Mata Zhao Xuan berbinar tipis. Ini adalah barang yang sangat praktis.

"Aku menerimanya," Zhao Xuan memberi isyarat, dan Gu Tianxue segera mengambil kotak itu untuk disimpannya.

"Tiga hari dari sekarang, setelah lukaku dan kelompokku sembuh total," Zhao Xuan menatap ke arah cangkir teh barunya yang kali ini terbuat dari es spiritual tingkat tinggi agar tidak mudah meleleh. Seringai Asura terbentuk di wajahnya yang kini merah yang menyala.

"Kita akan berlayar ke Benua Tengah."

1
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 5 gift ☕ lanjut Up Thor 💪💪
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya bagus 👍
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
penggallll anunyaaas sajaaaaa...
saniscara patriawuha.
serappppppppppp..... intinyaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhhh jauhhhh dariii nyawaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhh ada itu sitelurnya....
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhhh....
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn...
saniscara patriawuha.
serapppppp lagiiiii....
Nova Bustomi
lanjutkan Thor
Sang_Imajinasi: siapp💪💪💪
total 1 replies
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Sang_Imajinasi: siap terima kasih kembali 💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Sang_Imajinasi: durasi 🤭🤭
total 1 replies
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
Sang_Imajinasi: maybe🤭
total 1 replies
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!