NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KERAGUAN YANG MEMATIKAN

Suara teriakan Keisha menggema di seluruh ruangan. Wajahnya memerah padam, campuran antara marah, kaget, dan rasa sakit hati yang luar biasa.

"Kamu gila ya, Arsen?! Kamu sadar nggak sih apa yang baru kamu omongin?!" bentak Keisha, suaranya bergetar hebat. "Leo itu anakmu! Darah dagingmu sendiri! Kamu berani bilang dia anak orang lain?!"

Arsen berdiri kaku di tempatnya. Dia sendiri sadar kalau kata-katanya barusan sangat jahat dan tidak masuk akal. Tapi rasa cemburu buta, rasa tidak aman, dan bayangan Kevin yang begitu sempurna membuat logikanya kacau.

"Aku... aku cuma kaget, Sha! Dia bilang dia pernah mau nikah sama kamu! Dia bilang dia yang jagain kalian selama ini! Wajar dong aku mikir yang aneh-aneh!" bela Arsen, tapi suaranya mulai terdengar tidak yakin.

"WAJAR APAAN?!" air mata Keisha tumpah deras. "Selama ini aku setia, Arsen! Aku lari ke luar negeri bawa anakmu sendirian, aku kerja keras, aku menolak semua pria yang mendekat cuma karena aku percaya sama kamu! Tapi balasanmu apa? Kamu raguin kesucianku?! Kamu raguin ayah biologis anakmu sendiri?!"

Keisha menunjuk dada Arsen dengan jari telunjuknya yang gemetar. "Kamu jahat, Arsen. Sangat jahat. Lebih jahat dari Natasha."

Leo yang melihat ibunya menangis dan berteriak, langsung berlari memeluk kaki ibunya sambil menangis ketakutan. "Mama... jangan marah... Leo takut..."

Pemandangan itu seharusnya membuat Arsen sadar dan langsung memeluk mereka meminta maaf. Tapi entah setan apa yang merasuki pikirannya saat itu, ego dan rasa curiganya justru menang.

"Aku mau tes DNA," kata Arsen tiba-tiba, suaranya datar dan dingin.

Keisha terdiam. Dia menatap suaminya tak percaya, seolah melihat orang asing. "Apa?"

"Aku mau ambil sampel darah Leo dan darahku. Kita tes. Biar jelas. Biar aku tenang," ucap Arsen, kali ini lebih tegas. "Kalau hasilnya positif anakku, baru aku percaya. Kalau tidak..."

"GILA!!" Keisha tertawa getir, air matanya makin deras. "Kamu benar-benar gila! Sampai segitunya kamu tidak percaya sama aku?! Sampai segitunya kamu menghina aku?!"

"Ini bukan soal percaya atau tidak, ini soal kepastian!"

"Enggak! Ini soal kamu nggak menghargai perasaanku!" Keisha menggendong Leo dengan cepat. "Dan aku bilang... TIDAK! Aku nggak akan izinkan kamu menghina anakku dengan tes konyol macam itu! Leo itu anakmu! Kalau mata kamu buta nggak bisa lihat kemiripannya, ya itu urusan mata kamu!"

Keisha berbalik ingin membawa Leo naik ke kamar, tapi langkahnya dihadang oleh Arsen.

"Aku tidak akan biarkan ini menggantung, Keisha. Kalau kamu tidak mau bawa dia ke rumah sakit, aku yang akan ambil sampelnya sendiri di sini," ancam Arsen.

"JANGAN SENTUH ANAKKU!"

Keisha mendorong dada Arsen sekuat tenaga. Karena Arsen sedang tidak siap, dia sedikit terhuyung mundur. Kesempatan itu digunakan Keisha untuk lari cepat menuju tangga.

"Kamu jahat! Aku benci kamu, Arsen!" teriak Keisha dari anak tangga, lalu masuk ke kamar dan mengunci pintu rapat-rapat.

BRAKK!

Di luar, Arsen berdiri sendirian di ruang tengah yang sepi. Kepalanya pusing sekali. Dia memegang rambutnya frustrasi.

Apa yang baru saja kulakukan? Kenapa aku bisa sejahat itu?

Hatinya berteriak kalau dia salah. Dia tahu Keisha wanita baik-baik. Dia tahu Leo anaknya. Tapi bayangan Kevin yang tersenyum tenang, yang mengaku pernah siap menikahi Keisha, membuat dia merasa terancam. Dia takut... takut kalau ternyata Keisha lebih bahagia bersama pria yang sabar dan lembut seperti Kevin, bukan dengan dirinya yang kasar dan posesif ini.

 

Di dalam kamar...

Keisha duduk bersandar di pintu, menangis tersedu-sedu sambil memeluk anaknya. Leo mengusap air mata ibunya dengan tangan mungilnya.

"Mama kenapa nangis? Papa jahat ya?" tanya Leo polos.

Keisha mengangguk sambil terisak. "Iya... Papa jahat. Papa jahat banget sama Mama."

Rasa sakit itu luar biasa. Kalau Arsen marah, dia bisa terima. Kalau Arsen cemburu, dia bisa mengerti. Tapi meragukan keturunannya sendiri? Itu adalah penghinaan terbesar bagi seorang wanita dan seorang ibu.

"Tapi Mama sayang Papa kan?"

Keisha terdiam. Ya, dia sayang. Sangat sayang. Justru karena sayang, rasanya perih sekali disakiti begini.

Tiba-tiba ponsel Keisha berdering. Nama Kevin tertera di layar.

Keisha mengusap air matanya buru-buru, lalu mengangkat telepon itu dengan suara parau.

"Halo..."

"Sha? Kamu kenapa suaranya gitu? Kamu nangis? Suamimu marahin kamu ya?" tanya Kevin cepat, nada suaranya terdengar sangat cemas dan protektif.

Keisha tidak bisa menahan diri lagi. Mendengar suara teman yang peduli, tangisnya makin pecah.

"Vin... dia... dia jahat banget sama aku. Dia bilang... dia bilang Leo mungkin bukan anaknya. Dia mau minta tes DNA, Vin..."

Di seberang telepon, terdengar helaan napas panjang dan suara decakan kesal dari Kevin.

"BRUK! Gila ya cowok itu?! Seenaknya aja menuduh! Kamu itu wanita baik-baik, Sha!" suara Kevin naik sedikit, terdengar sangat marah demi Keisha. "Dengerin aku, jangan menangis ya. Kamu berharga, kamu cantik, kamu ibu terbaik. Dia yang gak tahu diri."

"Terus aku harus apa? Aku sakit hati banget, Vin..."

"Kamu butuh tempat buat menenangkan diri kan? Atau butuh teman cerita? Di mana kamu sekarang? Aku jemput yuk? Kita makan es krim, jalan-jalan, biar kamu senyum lagi. Biar si suami posesif itu sadar diri kalau dia kehilangan permata."

Tawaran itu terdengar sangat manis. Sangat menggiurkan. Keisha butuh pelampiasan. Dia butuh seseorang yang menganggapnya berharga saat suaminya sendiri meragukannya.

"Tapi... nanti Arsen makin marah..." bisik Keisha ragu.

"Kenapa harus takut? Dia yang salah. Kamu berhak bahagia. Atau... kamu masih sayang sama dia?" tanya Kevin pelan.

Keisha menunduk menatap Leo. "Aku sayang... tapi aku kecewa."

"Kalau gitu, keluar sebentar ya. Hirup udara segar. Jangan dikurung di kamar nangis terus. Aku tunggu di depan ya."

Telepon dimatikan.

Keisha menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya bengkak karena menangis.

Baiklah, Arsen. Kamu mau main keras? Kamu mau curigaan? Oke. Aku akan pergi sebentar. Biar kamu rasain gimana rasanya khawatir dan kehilangan. Biar kamu sadar, ada pria lain yang siap menghargai aku lebih dari kamu.

Dengan tekad bulat, Keisha berganti baju. Dia tidak tahu, bahwa keputusannya untuk menemui Kevin sore ini justru akan membuat kesalahpahaman menjadi makin rumit dan berbahaya.

Perang dingin yang sesungguhnya... baru saja dimulai.

1
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!