NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Tangan Transparan dan Detak Jantung di Masa Depan

​[Sekolah Kuliner Kerajaan - Siang Hari]

​"Perhatikan konsistensi adonannya. Harus kental tapi jatuh perlahan, seperti pita."

​Aku berdiri di depan kelas, mengajar 20 murid angkatan pertama. Kami sedang membuat Kue Lumpur Kentang yang lembut.

Hidupku terasa lengkap. Bisnis lancar, jabatan tinggi, suami cinta mati, dan perutku yang kini berusia 6 bulan semakin membuncit lucu.

​Aku mengulurkan tangan untuk mengambil sendok kayu di atas meja.

"Setelah ini, masukkan santan..."

​Tanganku bergerak menuju sendok.

Tapi...

Jari-jariku tidak menyentuh kayu itu.

Jari-jariku... menembusnya.

​Selama satu detik, tanganku menjadi transparan. Seperti hantu. Aku bisa melihat serat meja kayu melalui telapak tanganku sendiri.

​BEEP... BEEP... BEEP...

​Tiba-tiba, suara dengung mesin yang sangat familiar—tapi asing di zaman ini—berdenging keras di telingaku.

Suara monitor EKG (elektrokardiogram).

Suara ventilator.

Bau antiseptik rumah sakit yang menyengat tiba-tiba memenuhi hidungku, menggantikan aroma vanila kue lumpur.

​"Dokter! Aktivitas otak pasien meningkat! Dia merespons!"

​Suara itu. Itu suara Dokter Gunawan, dokter saraf yang merawatku di Jakarta tahun 2024.

​"Nyonya? Nyonya Tantri?"

​Suara muridku menarikku kembali ke masa Majapahit.

Aku mengerjap. Tanganku kembali padat. Sendok kayu itu bisa kupegang lagi.

Keringat dingin mengucur deras di punggungku.

​"A-aku tidak apa-apa," suaraku bergetar. "Kalian lanjutkan mengaduk. Aku... aku perlu udara segar."

​Aku berjalan terhuyung-huyung keluar kelas, berpegangan pada tembok.

Ini bukan pertama kalinya. Sudah tiga kali minggu ini.

Tapi ini yang terparah. Tanganku benar-benar hilang tadi.

​[Ruang Praktik Tabib Li - Sore Hari]

​Tabib Li memeriksa denyut nadiku dengan wajah keruh. Lebih serius dari biasanya.

Dia tidak tersenyum seperti saat mengumumkan kehamilanku dulu.

​"Katakan sejujurnya, Tabib," pintaku. "Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku sering pingsan? Kenapa aku mendengar suara-suara aneh?"

​Tabib Li melepaskan tangannya, menghela napas panjang.

"Nyonya Maha Patih... Saya adalah tabib yang mempelajari aliran energi (Chi). Sejak awal, saya tahu ada yang 'beda' dengan jiwa Nyonya."

​Dia menatap mataku tajam.

"Jiwa yang ada di dalam tubuh ini... bukan pemilik aslinya, kan?"

​Aku tersentak. Rahasia terbesarku.

"Kau tahu?"

​"Saya merasakannya. Tapi selama ini saya diam karena Nyonya membawa kebaikan," kata Tabib Li. "Namun, sekarang situasinya berbeda. Ada nyawa ketiga."

​Dia menunjuk perutku.

"Bayi ini... dia adalah darah daging Jenderal Arga. Energinya sangat kuat, sangat dominan. Semakin dia besar, semakin dia membutuhkan 'wadah' yang utuh."

​"Maksudmu?"

​"Bayi ini mengenali tubuh ibunya (Tantri), tapi dia merasa asing dengan jiwa yang mengisinya (Kirana). Terjadi penolakan batin. Bayi ini secara tidak sadar 'mendorong' jiwa asing keluar agar dia bisa terhubung dengan ibunya yang asli."

​Duniaku runtuh.

"Jadi... anakku sendiri yang mengusirku?"

​"Dia tidak bermaksud begitu. Itu insting alamiah," jelas Tabib Li sedih. "Masalahnya, Nyonya... Jiwa asli Tantri masih ada, tertidur jauh di dasar kesadaran. Jika Nyonya Kirana terus bertahan sampai melahirkan..."

​"Apa yang terjadi?"

​"Energi Nyonya akan habis dimakan bayi. Nyonya mungkin tidak akan selamat saat persalinan. Atau... Nyonya akan terlempar paksa keluar, dan Tantri yang asli akan bangun kembali."

​Aku terdiam. Air mata menetes tanpa sadar.

Kalau aku bertahan, aku mati.

Kalau aku selamat, aku kembali ke masa depan.

Dalam kedua skenario itu... Aku harus meninggalkan Arga dan anak ini.

​"Berapa lama waktuku, Tabib?"

​"Tiga bulan lagi. Sampai bayi lahir. Semakin tua kandungannya, semakin sering 'gangguan' itu muncul."

​[Kediaman Maha Patih - Malam Hari]

​Arga pulang dengan wajah berbinar. Dia membawa bungkusan besar.

Sejak jadi Maha Patih, dia lebih sibuk, tapi dia selalu pulang makan malam.

​"Lihat ini, Sayang," Arga membuka bungkusan itu.

Sebuah ayunan bayi dari kayu jati. Ukirannya sangat indah, motif naga kecil dan bunga teratai.

​"Aku mengukirnya sendiri di sela-sela rapat," kata Arga bangga. "Jelek sedikit sih di bagian kakinya, tapi ini kokoh. Anak kita pasti tidur nyenyak di sini."

​Arga mengelus ayunan itu, lalu berlutut di depan perutku. Dia menempelkan telinganya.

"Hei, Jagoan. Ayah sudah buatkan tempat tidur. Jangan nendang perut Ibu terus ya, kasihan Ibumu lelah."

​Melihat pemandangan itu, hatiku hancur berkeping-keping.

Pria ini... Pria yang dulu dingin dan kejam, sekarang berubah menjadi ayah yang paling hangat.

Dan aku... aku hanyalah "penumpang" yang sebentar lagi harus turun di tengah jalan.

​Kalau aku pergi, siapa yang akan merawat anak ini?

Tantri yang asli? Tantri yang jahat, manja, dan tidak bisa masak?

Apakah Tantri yang asli akan menyayangi anak ini? Atau dia akan membencinya?

​Dan Arga... apakah dia akan sadar kalau istrinya "berubah" lagi?

​"Tantri?" Arga mendongak, melihat air mataku yang deras mengalir. "Hei, kenapa menangis? Hormon lagi? Atau ukiranku jelek banget?"

​Aku langsung memeluk lehernya, menangis tersedu-sedu di pundaknya. Menumpahkan semua ketakutan yang tidak bisa kujelaskan.

"Bagus... Bagus banget, Arga... Aku cuma... Aku cuma sayang banget sama kamu..."

​Arga tertawa kecil, membalas pelukanku erat. "Aku tahu. Aku juga sayang kamu. Kita akan besarkan dia sama-sama. Jangan takut."

​Sama-sama... Kata itu terdengar seperti pisau yang mengiris hati.

​[Kamar Tidur - Tengah Malam]

​Arga sudah tidur lelap. Napasnya teratur.

Aku tidak bisa tidur.

Aku duduk di meja tulis, diterangi lilin kecil.

​Aku mengambil buku catatan kosong. Aku mulai menulis.

Bukan resep masakan.

Tapi Manual Kehidupan.

​Untuk Anakku yang belum lahir,

Jika kau membaca ini, mungkin Ibu sudah tidak ada di dekatmu.

Namamu... kalau laki-laki, Ibu ingin namamu 'Bara'. Kalau perempuan, 'Lestari'.

​Ibu menulis ini supaya kau tahu resep-resep kesukaan Ayahmu.

Rendang: Jangan pelit bumbu. Masak sampai kering.

Soto: Koya harus banyak.

​Dan lebih dari resep makanan, ini resep hidup:

Jadilah orang yang berani seperti Ayahmu, tapi punya hati yang hangat. Jangan jadi penindas. Makanlah yang banyak.

​Arga... Suamiku...

Jika suatu hari aku berubah... jika aku menjadi Tantri yang dulu lagi, atau jika aku pergi selamanya... tolong ingat satu hal.

Wanita yang bersamamu 6 bulan terakhir ini, yang memasak untukmu, yang berdebat strategi perang denganmu... dia mencintaimu dengan seluruh jiwanya.

Tolong jangan benci anak ini. Dia tidak salah.

​Air mataku menetes membasahi kertas, membuat tintanya sedikit meleber.

​BEEP... BEEP...

​Suara itu lagi. Semakin keras.

Pandanganku kabur. Ruang kamar tidur bergetar.

Aku melihat... langit-langit putih. Lampu neon. Selang infus.

Aku melihat ibuku menangis di samping ranjang rumah sakit.

"Kirana... bangun Nak... tanganmu bergerak..."

​"Tidak..." bisikku di dunia Majapahit. "Belum... jangan tarik aku sekarang..."

​Aku mencengkeram pinggiran meja sekuat tenaga.

"Aku mau di sini! Aku mau lihat anakku lahir!"

​Rasa sakit kepala yang luar biasa menyerang. Seperti otakku ditarik dua arah berlawanan.

Hidungku mimisan. Darah menetes ke buku catatanku.

​"Tantri?!"

​Arga terbangun karena suaraku. Dia melihatku memegangi kepala dengan darah mengucur dari hidung.

Dia melompat dari kasur, menangkapku yang mulai limbung.

​"Tantri! Ada apa?! Darah?!"

​"Arga..." pandanganku mulai gelap. Wajah Arga terlihat samar.

​"Jangan pergi..." bisikku lemah. "Pegang aku... jangan biarkan mereka menarikku..."

​Dan untuk pertama kalinya, Arga melihatnya.

Tangan kananku yang sedang dia genggam... memudar. Menjadi transparan seperti asap, lalu kembali padat, lalu memudar lagi.

​Mata Arga terbelalak ngeri. Logika militernya tidak bisa menjelaskan ini.

"Tantri... tanganmu... kenapa tanganmu hilang?!"

​"Aku bukan dari sini, Arga..." bisikku, kesadaran mulai melayang. "Waktuku habis..."

​Aku pingsan di pelukannya.

Tapi kali ini, pingsannya berbeda. Arga bisa merasakan tubuh istrinya di pelukannya, tapi rasanya... kosong.

Seperti memeluk cangkang tanpa isi.

​Arga berteriak memanggil pengawal, memanggil Tabib Li.

Tapi jauh di lubuk hatinya, Sang Jenderal tahu.

Pedang tidak bisa melawan musuh ini.

Dia sedang kehilangan istrinya, inci demi inci, detik demi detik.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
Nunung Elasari
recommended, ceritanya bagus.......
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
udah ngaku aja daripada disuruh makan ceker mercon yg isinya potongan jari2 sendiri 🙈🙀
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tambahin irisan kol dan daun bawang 😆😆
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak main main, 5 liter minyak jelantah 🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
kAlau kirana bangun ,tantri kembali kesetelan awal donk🤣,kecuali tersisa memori dan sedikit keahlian kirana agar tantri hidupnya tak sengsara dengan kehilangan keahliannya.
Ahh ...kirana jangan kau kacaukan dulu perjalanan mereka, biar berdiri dulu sekolah tata boga tantri dan sukses mencetak lulusan terbaik baru kau kembali ke asalmu😄
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
refresh tenaga dlu ya tantrii
musuh baru akan segera datang
🤣
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Bebek timbung = bebek betutu, hhmmm yummy....
besok masakin bebek bengil yaa kirana, dengan lawar sayuran pedas🤤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yoo jadikan si cakar ayam bulan2an, yg kepleset minyak, kesiram air, kena tepung, kejepit pintu 🥳🥳🥳
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: panjangin listnya /Determined//Determined//Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
eeh kirain namanya Pembunuh Bayaran Cakar Ayam 🤣🤣
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta lama sulit terganti kan ya Diah
sampai segala cara di pake buat merebut arga
☠ SULLY༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
mantan jenderal kembali
seperti apa kisah cinta mu jenderal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 tidur dulu biar bangun udah fresh, siap atur strategi hadapi ibu suri 🥳
Ai Emy Ningrum: turing#turumiring😴😴😴😴😴💤💤💤💤💤
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!