Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Hari ini adalah hari di mana Ghaizka membuka klinik herbal barunya untuk memulai hidup yang baru.
Papan nama "KLINIK HERBAL GHAIZKA" terpasang rapi di depan rumahnya.
Di seberang jalan dan di sekitar area tersebut, banyak orang yang melirik aneh.
Beberapa pedagang dan warga sekitar mulai berbisik-bisik, bahkan ada yang tertawa mengejek.
"Heh, lihat tuh... Ghaizka buka klinik herbal. Masih muda banget, cuma janda, mana bisa dia ngobati orang?" cemooh seorang wanita paruh baya dengan nada meremehkan.
"Iya nih... namanya juga klinik herbal, pasti cuma jual jamu doang. Mana ada orang mau berobat ke sini kalau masih bisa ke dokter atau rumah sakit besar," sahut temannya.
"Bener banget. Mending pulang aja sana, urus rumah tangga daripada sok-sokan buka klinik. Nanti kalau ada yang mati salah diagnosa gimana?" ejek yang lain.
Suara-suara ejekan tu terdengar jelas sampai ke telinga Ghaizka.
Tapi, Ghaizka tetap tenang dan datar. Ia tidak marah, tidak juga membela diri. Ia tidak perlu mendengar cemoohan mereka yang tidak tahu dengan ilmu pengobatannya.
"Tunggu saja... kalian akan tahu siapa saya sebenarnya," batinnya dingin.
Tiba-tiba, seorang pria gemuk dengan wajah kemerahan berjalan masuk dengan langkah berat. Ia terlihat sering mengeluh dan memegang pinggangnya.
"Saya lihat di sini bisa berobat ya? Saya sudah ke banyak dokter tapi sakit pinggang dan asam urat saya nggak sembuh-sembuh, saya mau coba herbal di sini. Tapi ingat ya, kalau nggak sembuh, saya yang pertama kali bakal nyuruh orang boikot tempat ini!" kata pria itu sedikit mengancam.
Ghaizka tidak menjawab. Ia hanya menatap wajah pria itu datar, ia melihat kening, mata, hingga bibir. Hanya butuh waktu sepuluh detik.
"Maaf Tuan, Anda tidak hanya sakit pinggang biasa," kata Ghaizka pelan namun tegas.
"Hah? Memangnya apa?" tantang pria itu.
"Ginjal Anda sedang bekerja terlalu keras. Warna wajah Tuan kemerahan dan urat di pelipis menonjol, itu tanda tekanan darah tinggi dan ada penumpukan racun di dalam tubuh. Selain itu, perut Tuan terlihat buncit dan kulit kering... hati Anda juga kurang sehat karena terlalu banyak makan gorengan dan alkohol bukan?" ucap Ghaizka runut.
Pria itu terbelalak kaget, matanya melotot tak percaya, sungguh banyak penyakit yang ia derita.
"Kau... kau bagaimana tahu?! Aku bahkan belum cerita apa-apa!" serunya panik. "Benar juga! Dokter bilang fungsi hatiku menurun dan darah tinggi!... hebat sekali!"
Orang-orang yang tadinya mencibir di luar pun langsung terdiam. Mulut mereka ternganga.
Belum selesai sampai di situ, seorang nenek-nenek yang berjalan tertatih-tatih datang. Mukanya pucat pasi.
"Duh Non, aku sering pusing dan pandangan gelap, tapi nenek mau berobat ke dokter, nanak tak punya uang, selama ini cuma beli di apotik saja, tapi sekarang duit nenek sudah habis. Jadi bisakah Nenek berobat di sini?" tanya nenek itu penuh harap.
"Tidak apa-apa, saya tidak mematokkan harga, dan bayar seiklasnya saja, masuklah ke sini Nenek, biar saya lihat penyakit Anda," kata Ghaizka.
Nenek itu pun berjalan mendekat.
"Nenek kurang darah, dan jantung Nenek agak lemah. Lihat kelopak matanya pucat dan bibirnya kehitaman. Nenek juga sering sesak napas kalau jalan cepat kan?" tanya Ghaizka.
"Iya betul! Anak ini sakti!" teriak nenek itu takjub.
Suasana seketika berubah.
Yang tadinya mencemooh, sekarang jadi kaget.
"Wah... beneran dong! Dia bisa lihat penyakit cuma dari wajah doang!"
"Gila ya... ilmu macam apa ini?"
"Jangan-jangan dia tabib sesungguhnya yang turunan leluhur!"
Kerumunan orang yang tadinya iseng dan mau menghina, kini berubah menjadi antrean panjang yang ingin diperiksa oleh Ghaizka.
Apa lagi bayar seiklasnya dan tidak di patok harga, buat mereka yang tak punya uang ke rumah sakit, mungkin mereka bisa sembuh di klinik ini.
Orang-orang berdatangan. Mereka penasaran dan takut ketinggalan antrean.
" Nona Ghaizka! Coba lihat saya dong! Perut saya sering kembung dan susah tidur!" teriak seorang ibu-ibu.
Ghaizka hanya menatap wajahnya sekilas.
"Wajah Ibu terlihat kekuningan dan sering menguap, itu tanda lemak darah dan gangguan pencernaan. Ibu juga sering merasa panas dalam dan emosian bukan?" tebak Ghaizka.
"Iya ampun! Betul sekali! Dokter saja butuh cek darah berhari-hari, ini cuma lihat mata langsung tahu!" seru ibu itu takjub setengah mati.
Satu per satu pasien datang, dan satu per satu mereka keluar dengan wajah ceria.
Ghaizka mampu menyebutkan penyakit mereka, riwayat sakit keluarga, bahkan kebiasaan buruk mereka sehari-hari hanya dengan mengamati raut wajah, warna kulit, dan bentuk mata.
"Lihat Tuan, hidungnya kemerahan dan bengkak... pasti diabetes dan sering buang air kecil malam," ucap Ghaizka tenang.
"Ya Tuhan... ini penyihir apa tabib sih? Kok bisa seakurat itu?!" gumam para penonton yang kini sudah tidak ada yang berani berkomentar jelek lagi.
Seorang pria yang tadi paling keras mencibir dan bilang Ghaizka cuma jual jamu, kini mendekat dengan wajah memerah karena malu. Ia membungkuk hormat dalam-dalam.
"Ma... maafkan kami ya Nona! Kami tidak tahu kalau Nona itu hebat sekali. Tadi kami salah sudah meremehkan Nona," katanya ketakutan.
Ghaizka hanya tersenyum tipis.
"Tidak apa-apa. Orang memang sering menilai dari luar. Sekarang kalian sudah tahu kan, bahwa pengobatan herbal juga bisa sehebat dan seakurat itu," jawabnya lembut.