NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:155.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat kemarahan petir surgawi saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya yang seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

Hari ini adalah hari di mana Ghaizka membuka klinik herbal barunya untuk memulai hidup yang baru.

Papan nama "KLINIK HERBAL GHAIZKA" terpasang rapi di depan rumahnya.

Di seberang jalan dan di sekitar area tersebut, banyak orang yang melirik aneh.

Beberapa pedagang dan warga sekitar mulai berbisik-bisik, bahkan ada yang tertawa mengejek.

"Heh, lihat tuh... Ghaizka buka klinik herbal. Masih muda banget, cuma janda, mana bisa dia ngobati orang?" cemooh seorang wanita paruh baya dengan nada meremehkan.

"Iya nih... namanya juga klinik herbal, pasti cuma jual jamu doang. Mana ada orang mau berobat ke sini kalau masih bisa ke dokter atau rumah sakit besar," sahut temannya.

"Bener banget. Mending pulang aja sana, urus rumah tangga daripada sok-sokan buka klinik. Nanti kalau ada yang mati salah diagnosa gimana?" ejek yang lain.

Suara-suara ejekan tu terdengar jelas sampai ke telinga Ghaizka.

Tapi, Ghaizka tetap tenang dan datar. Ia tidak marah, tidak juga membela diri. Ia tidak perlu mendengar cemoohan mereka yang tidak tahu dengan ilmu pengobatannya.

"Tunggu saja... kalian akan tahu siapa saya sebenarnya," batinnya dingin.

Tiba-tiba, seorang pria gemuk dengan wajah kemerahan berjalan masuk dengan langkah berat. Ia terlihat sering mengeluh dan memegang pinggangnya.

"Saya lihat di sini bisa berobat ya? Saya sudah ke banyak dokter tapi sakit pinggang dan asam urat saya nggak sembuh-sembuh, saya mau coba herbal di sini. Tapi ingat ya, kalau nggak sembuh, saya yang pertama kali bakal nyuruh orang boikot tempat ini!" kata pria itu sedikit mengancam.

Ghaizka tidak menjawab. Ia hanya menatap wajah pria itu datar, ia melihat kening, mata, hingga bibir. Hanya butuh waktu sepuluh detik.

"Maaf Tuan, Anda tidak hanya sakit pinggang biasa," kata Ghaizka pelan namun tegas.

"Hah? Memangnya apa?" tantang pria itu.

"Ginjal Anda sedang bekerja terlalu keras. Warna wajah Tuan kemerahan dan urat di pelipis menonjol, itu tanda tekanan darah tinggi dan ada penumpukan racun di dalam tubuh. Selain itu, perut Tuan terlihat buncit dan kulit kering... hati Anda juga kurang sehat karena terlalu banyak makan gorengan dan alkohol bukan?" ucap Ghaizka runut.

Pria itu terbelalak kaget, matanya melotot tak percaya, sungguh banyak penyakit yang ia derita.

"Kau... kau bagaimana tahu?! Aku bahkan belum cerita apa-apa!" serunya panik. "Benar juga! Dokter bilang fungsi hatiku menurun dan darah tinggi!... hebat sekali!"

Orang-orang yang tadinya mencibir di luar pun langsung terdiam. Mulut mereka ternganga.

Belum selesai sampai di situ, seorang nenek-nenek yang berjalan tertatih-tatih datang. Mukanya pucat pasi.

"Duh Non, aku sering pusing dan pandangan gelap, tapi nenek mau berobat ke dokter, nanak tak punya uang, selama ini cuma beli di apotik saja, tapi sekarang duit nenek sudah habis. Jadi bisakah Nenek berobat di sini?" tanya nenek itu penuh harap.

"Tidak apa-apa, saya tidak mematokkan harga, dan bayar seiklasnya saja, masuklah ke sini Nenek, biar saya lihat penyakit Anda," kata Ghaizka.

Nenek itu pun berjalan mendekat.

"Nenek kurang darah, dan jantung Nenek agak lemah. Lihat kelopak matanya pucat dan bibirnya kehitaman. Nenek juga sering sesak napas kalau jalan cepat kan?" tanya Ghaizka.

"Iya betul! Anak ini sakti!" teriak nenek itu takjub.

Suasana seketika berubah.

Yang tadinya mencemooh, sekarang jadi kaget.

"Wah... beneran dong! Dia bisa lihat penyakit cuma dari wajah doang!"

"Gila ya... ilmu macam apa ini?"

"Jangan-jangan dia tabib sesungguhnya yang turunan leluhur!"

Kerumunan orang yang tadinya iseng dan mau menghina, kini berubah menjadi antrean panjang yang ingin diperiksa oleh Ghaizka.

Apa lagi bayar seiklasnya dan tidak di patok harga, buat mereka yang tak punya uang ke rumah sakit, mungkin mereka bisa sembuh di klinik ini.

Orang-orang berdatangan. Mereka penasaran dan takut ketinggalan antrean.

" Nona Ghaizka! Coba lihat saya dong! Perut saya sering kembung dan susah tidur!" teriak seorang ibu-ibu.

Ghaizka hanya menatap wajahnya sekilas.

"Wajah Ibu terlihat kekuningan dan sering menguap, itu tanda lemak darah dan gangguan pencernaan. Ibu juga sering merasa panas dalam dan emosian bukan?" tebak Ghaizka.

"Iya ampun! Betul sekali! Dokter saja butuh cek darah berhari-hari, ini cuma lihat mata langsung tahu!" seru ibu itu takjub setengah mati.

Satu per satu pasien datang, dan satu per satu mereka keluar dengan wajah ceria.

Ghaizka mampu menyebutkan penyakit mereka, riwayat sakit keluarga, bahkan kebiasaan buruk mereka sehari-hari hanya dengan mengamati raut wajah, warna kulit, dan bentuk mata.

"Lihat Tuan, hidungnya kemerahan dan bengkak... pasti diabetes dan sering buang air kecil malam," ucap Ghaizka tenang.

"Ya Tuhan... ini penyihir apa tabib sih? Kok bisa seakurat itu?!" gumam para penonton yang kini sudah tidak ada yang berani berkomentar jelek lagi.

Seorang pria yang tadi paling keras mencibir dan bilang Ghaizka cuma jual jamu, kini mendekat dengan wajah memerah karena malu. Ia membungkuk hormat dalam-dalam.

"Ma... maafkan kami ya Nona! Kami tidak tahu kalau Nona itu hebat sekali. Tadi kami salah sudah meremehkan Nona," katanya ketakutan.

Ghaizka hanya tersenyum tipis.

"Tidak apa-apa. Orang memang sering menilai dari luar. Sekarang kalian sudah tahu kan, bahwa pengobatan herbal juga bisa sehebat dan seakurat itu," jawabnya lembut.

1
Memyr 67
𝗐𝗈𝗎𝗎𝗎 𝗌𝖺𝖽𝗂𝗌 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺
Memyr 67
𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗍𝗁𝗈𝗋? 𝗒𝗀 𝗇𝗒𝗎𝗋𝗎𝗁 𝖽𝗈𝗄𝗍𝖾𝗋 𝗉𝗋𝖺𝗆𝗈𝖾𝖽𝗒𝖺, 𝗒𝗀 𝗃𝖺𝗐𝖺𝖻 𝖽𝗈𝗄𝗍𝖾𝗋 𝗉𝗋𝖺𝗆𝗈𝖾𝖽𝗒𝖺
Memyr 67
𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾𝗇𝗒𝖺 𝗉𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄 𝗉𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄 𝗒𝖺? 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝗃𝗎𝖽𝗎𝗅, 𝗍𝖺𝗎 𝗍𝖺𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖺𝗄𝗁𝗂𝗋 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 /Speechless/
Yuliana Tunru
mantap bgt tabib dewa👍
Maria Lina
makasih ya thor ud up bnyk 😍😍😍😍🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Dewiendahsetiowati
bukan Alex Thor tapi Alzeo
Maria Lina
kok 1 thor lgi donk ya ya ya
Memyr 67
𝗍𝖺𝖻𝗂𝖻 𝖻𝖾𝗋𝗉𝖾𝗇𝗀𝖺𝗅𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗁𝗎𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗈𝗅𝗍𝖾𝗋 𝗒𝗀 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗉𝗋𝖺𝗄𝗍𝖾𝗄 𝖻𝖾𝖻𝖾𝗋𝖺𝗉𝖺 𝗍𝖺𝗁𝗎𝗇?
Cristina Billi
lanjut thor 🙏🙏/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Maria Lina
makasih ya thor ud up mau nya tambah lgi tbor n ngelunjak dikit ya thor hehe sbb dir kemarin"dikit"muluk up nya thor ya ya
less22: hiksss😭 ngelunjak 😒😒
total 1 replies
Maria Lina
bisa tambah thor hehe
irena
lanjut thor
Fahreziy
nexk
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
dih murah banget bayarannya GK sesuai dengan tenaga kerja 😆
sasa adzka
nahhhh ini yg aku suka MC nya langsung bertindak kejam😄😄😄
keren kak othor..
pertahankan sikap pemberani nya MC cewek nya klo bisa anak gadisnya ajarin beladiri juga😍😍😍
sasa adzka
baru mampir aku Thor..
semoga sampai tamat ya thor😍😍
aku lanjut baca lagi😍
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
nemu cerita ini, aku sub😍
Wak Ngat
bacanya seriuss thor eh cuma 1 up ,banyakin Napa thor
less22: nanti lagi ya kak, siang🤣🤣
total 1 replies
Maria Lina
ok tpi lusa nya double"ya thor hehe😍😍
less22: iya😭😭😭😭
total 1 replies
reaaannaaa
baiknya ghaizka lebih tegas,usir ajar jika gk suka simple tho dari pada sikap plin plan bikin bingung perasaan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!