NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Saking lelahnya Baskara tertidur di kursi kerja dalam posisi duduk. Pagi ini ia baru saja tiba dari Jepang setelah 2 minggu melakukan perjalanan dinas menemui para investor di beberapa negara Asia.

Mendengar kabar Deswita seenaknya saja menggantikan Andara dengan Sumi, hati Baskara langsung mendidih. Perjalanan pulang ke apartemen dialihkan ke rumah orangtuanya.

Biasanya Baskara tidak peduli dengan segala keputusan Deswita soal aturan di rumah ini sekalipun saat itu ada Fanny yang seharusnya lebih berhak sebagai istri Baskara tapi kali ini Baskara merasa mamanya sudah sangat kelewatan.

Harga diri Baskara sebagai kepala rumah tangga diluluh lantakkan di hadapan para pelayan. Namun alasan yang utama sebetulnya perasaan tertekan yang sudah lama ditahan tidak bisa lagi hanya diam. Deswita sudah melampaui batas toleransi dan Baskara tidak akan menerimanya begitu saja seperti biasa.

Suara tangis bayi yang bergaung di lantai dasar membuat Baskara terbangun dan terkejut saat melihat posisi kedua jarum di jam dinding. Ternyata sudah lebih dari satu jam ia tertidur.

Buru-buru Baskara beranjak. Tubuhnya tambah pegal dan rasa kantuknya belum benar-benar hilang tapi pindah ke kamar tidurnya bukanlah pilihan. Rumah ini tidak pernah membuat Baskara nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.

Dari ujung tangga Baskara melihat Sumi dan Lastri sedang berusaha menenangkan Lily yang menangis keras. Botol susu yang ada di tangan Lastri tidak berhasil membuat bayi itu diam.

Kedua pelayan itu malah membawa Lily ke kamar saat melihat Baskara menuruni tangga. Tidak ada yang berani minta pada pria itu untuk memanggil Andara.

“Pak Bas, apa sebaiknya….” ujar Rio yang langsung bangun dari sofa begitu melihat boss-nya keluar.

Tangan Baskara terangkat, memberi isyarat supaya Rio tidak meneruskan kalimatnya.

“Kita pulang.”

Kedua alis Rio menaut namun tidak berani berdebat lebih jauh dan ikut masuk ke dalam mobil menyusul Baskara yang sudah lebih dulu duduk di kursi penumpang depan.

Dalam posisi kursi setengah rebah Baskara kembali memejamkan mata namun gaung suara tangisan Lily seakan masih bisa terdengar dan membuatnya tidak bisa terlelap.

“Kasih tahu mama kalau perempuan kampung itu sudah aku pecat,” ujar Baskara dengan mata tetap terpejam.

“Aku yakin Sumi tidak akan berani memberi tahu mama setelah aku marahi tadi,” lanjutnya.

“Baik Pak. Saya akan mengirimkan pesan setelah mengantar bapak.”

“Dan kamu langsung pulang, tidak usah pergi ke kantor.”

“Tapi Pak…..”

Seperti tadi Baskara mengangkat telapak tangannya sebagai tanda untuk Rio supaya diam.

“Berhentilah membantahku kalau tidak mau kena marah ! Seharusnya kamu berterima kasih karena memberikan cuti khusus. Aku yakin kamu lebih capek daripadaku jadi pulang dan matikan handphonemu, tidak usah pikirkan soal kerjaan dan tolak permintaam mama apapun itu. Kirim pesan sesuai perintahku lalu non-aktifkan semua gadgetmu.”

Rio tersenyum tipis. Jarang-jarang Baskara berbicara panjang lebar dan tanpa emosi seperti sekarang.

“Baik Pak.”

“Kalau mama mengancammu lagi jawab saja sesuai kata hatimu, siapa yang akan kamu bela terserah padamu.”

Rio tertawa kecil. “Tentu saja saya akan memilih pak Bas.”

“Kadang manusia bisa berubah sesuai keadaan.”

“Sampai saat ini saya tidak pernah berpikir untuk menduakan pak Bas.”

“Menggelikan !” umpat Baskara sampai membuka matanya. “Aku bossmu bukan kekasih.”

“Tentu saja saya ingat.”

Baskara berdecih lalu memejamkan matanya lagi.

*****

Tidak mungkin memesan taksi online tanpa tujuan akhirnya Andara memutuskan untuk menginap semalam di salah satu hotel di kawasan Tangerang, cukup jauh dari rumah Baskara yang terletak di selatan Jakarta.

Sempat terlintas ingin kembali ke kawasan rumah kontrakannya tapi Andara khawatir Irfan sudah tahu tempat itu bahkan bisa saja ia tinggal di sana untuk mencari berbagai informasi tentang Andara.

Sejujurnya Andara tidak benar-benar siap keluar dari pekerjaannya karena hatinya merasa lebih aman tinggal di rumah itu apalagi sejak Deswita menempatkan sekuriti pribadi.

Kecurigaannya pada Baskara membuat Andara malah khawatir hidupnya tidak akan pernah tenang kecuali pegi sejauh mungkin dari Baskara.

Kamar yang disewa Andara tidak terlalu besar dan perabotannya minimalis namun sementara ini hati Andara jauh lebih tenang hingga ia bisa berpikir mau bagaimana setelah ini.

Handphonenya yang ada di atas meja bergetar. Jantung Andara langsung berdebar-debar, khawatir Irfan yang menghubunginya dengan nomor lain tapi ternyata dokter Dita.

Wajah Andara langsung berubah bahkan bibirnya pun tersenyum.

“Halo dokter.”

“Lagi repot Ra ? Apa aku mengganggu ?”

“Sama sekali tidak dokter. Saya sudah bukan lagi ibu susunya Lily. Saya mengundurkan diri pagj ini.”

Dokter Dita terkejut. “Sekarang kamu dimana ?”

“Hotel xxxx di daerah Tangerang.”

“Kirimkan lokasi hotelmu, aku jemput sekarang. Mungkin sekitar 30 atau 40 menit aku sampai di situ,”

“Baik dokter.”

Ada kelegaan saat Andara merasa masih ada orang yang peduli padanya bahkan bisa jadi tempat bertukar pikiran.

Seakan-akan dokter Dita adalah jawaban doa Andara yang mohon diberikan petunjuk apa yang harus dilakukannya setelah ini.

Tigapuluh menit kemudian, Andara sudah berada di dalam mobil Dita.

“Apa kabar dokter ? Senang bisa bertemu dokter di saat saya lagi bingung dan tidak tahu harus bagaimana.”

“Aku yakin mereka memecatmu atau paling tidak memaksamu untuk pergi,” ujar Dita dengan wajah kesal.

Andara menggeleng sambil tertawa pelan. “Saya yang minta berhenti. Lily sudah mau minum susu formula dan sebentar lagi MPASI.”

“Kamu pikir seorang bayi yang sudah terbiasa minum ASI segampang itu beralih ke sufor ?”

“Saya sudah mencobanya selama seminggu dan tidak ada masalah termasuk pencernaan Lily juga aman.”

Dita menghela nafas bersamaan dengan panggilan telepon masuk di handphone Andara.

“Siapa ? Dari rumah boss-mu ?”

Andara menggangguk sambil menghela nafas. Ia sedang menimbang-nimbang apakah panggilan Lastri perlu diterima atau tidak

“Jangan diangkat. Biarkan mereka yang memikirkan jalan keluarnya. Aku yakin kamu stok ASI-mu masih cukup di kulkas mereka.”

Kepala Andara mengangguk dan tatapannya tetap tertuju pada layar handphone sampai panggilan Lastri berhenti dan muncul lagi.

“Percayalah padaku, Ra. Aku mengerti kamu kasihan pada Lily tapi kamu bukan siapa-siapanya lagi.”

Andara menghela nafas lagi sambil tersenyum getir.

“Dokter memang betul, saya hanyalah seorang ibu susu bukan ibu kandungnya Lily.”

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!